Articles

Found 8 Documents
Search

TEORI KEBENARAAN DALAM PEMIKIRAN HUKUM AL-GHAZALY (1058-1111 M): Kajian FIlosofis-Metodologis Rofiq, Ahmad
International Journal Ihya Ulum al-Din Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ihya.17.2.1736

Abstract

According to Al-Ghazaly, truth must be seen and placed within the framework of belief and certainty, ranging from the form of indrawy, khayaly, to beliefs that will not be influenced by any factor. Therefore, he clarifies man in the category of lay and khawas. This is so that someone does not necessarily make generalizations and make sure that someone has made a mistake. This paper will examine in fact what the theory of truth is in the thought of Al-Ghazaly’s law and how it is constructed epistemologically. The goal is to know about the theory of truth and how the methodology it developed. The study finds that according to Al-Ghazaly, the truth in legal thought, must be seen and placed within the framework of belief and certainty. The confirmed truth of religion or al-malum min al-din bi-durahurah requires one to accept it with submission.---Menurut Al-Ghazaly, kebenaran harus dilihat dan diletakkan dalam kerangka keyakinan dan kepastian, mulai dari wujud indrawy, wujud khayaly, hingga keyakinan yang tidak akan dapat dipengaruhi oleh faktor apapun. Karena itu pula, ia mengklafisikan manusia pada katagori awam dan khawas. Ini dimaksudkan agar seseorang tidak merta melakukan generalisasi dan memastikan bahwa seseorang telah melakukan kesalahan. Tulisan ini akan mengkaji sesungguhnya apa teori kebenaran dalam pemikiran hukum Al-Ghazaly dan bagaimana teori tersebut dibangun secara epistemologis. Tujuannya, untuk megetahui tentang teori kebenaran dan bagaimana metodologi yang dikembangkannya tersebut. Penelitian ini menemukan, bahwa menurut Al-Ghazaly, kebenaran dalam pemikiran hukum, harus dilihat dan diletakkan dalam kerangka keyakinan dan kepastian. Kebenaran yang telah dipastikan dari agama atau al-malum min al-din bi-dlarurah menuntut seseorang wajib menerimanya dengan ketundukan.
PEMIKIRAN AHMAD IBN ZAYNI DAHLAN DALAM ASNA AL-MATALIB FI NAJAH ABI TALIB MENGENAI KEIMANAN ABU TALIB Rofiq, Ahmad
Kodifikasia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.238 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v11i1.1132

Abstract

Al-Sayyid Ah{mad ibn Zayni> Dah{la>n yang dilahirkan di Makkah pada 1232 H (1816 M) dan wafat di Madinah pada 1304 H (1886 M) menuangkan penjelasannya mengenai keimanan Abu> T{a>lib di dalam karyanya yang berjudul Asna> al-Mat}a>lib fi< Naja>h Abi> T{a>lib. Argumentasi-argumentasi yang menunjukkan kepada keimanan Abu> T{a>lib adalah bahwa [1] Abu> T{a>lib sengaja merahasiakan keimanannya kepada kenabian Nabi Muhammad saw semata-mata untuk melindungi Nabi Muhammad saw beserta perjuangan dakwahnya, [2] Abu> T{a>lib mendapatkan syafa?at yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw, dan [3] Abu> T{a>lib menyatakan dirinya sebagai pengikut agama yang dianut oleh ayahnya, ?Abd al-Mut}t}alib, yakni agama h}ani>f  yang mengesakan Allah Swt. Dengan mempunyai pemahaman yang tepat mengenai keimanan Abu> T{a<lib, maka setiap orang yang beriman dapat menerapkan keyakinan teologisnya secara inklusif karena orang tersebut dalam berteologi tidak mudah melemparkan tudingan kafir kepada orang lain yang berbeda mazhab, keyakinan, maupun agama. Di sinilah terletak urgensi teologi inklusif dalam mengikis radikalisasi agama. Selain itu, orang tersebut dapat menciptakan suasana kehidupan beragama di lingkungan sekitarnya secara damai penuh dengan kerukunan sehingga terhindar dari konflik keagamaan. Pengajaran sejarah Islam hendaknya disampaikan dengan pendekatan yang tepat sehingga mampu menampilkan pencerahan yang mengantarkan pada sikap keberagamaan yang mendatangkan kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang keyakinan dan mazhab keagamaan.
KONSEP HIKMAT AL-TASYRÎ’ SEBAGAI ASAS EKONOMI DAN KEUANGAN BISNIS ISLAM MENURUT ALI AHMAD AL-JURJAWI (1866-1961M) DALAM KITAB HIKMAT AL-TASYRÎ’ WA FALSAFATUHU Johan, Sudirman M; Hadi, Nur; Mujahidin, Akhmad; Rofiq, Ahmad; Shale, Mawardi Muhammad
AL-FIKRA Vol 17, No 1 (2018): AL FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ali Ahmad Al-Jurjawi (1866-1961) a modernist from the Egyptian city of Jarja. Al-Jurjawi lived in a time of shock, known as the Egyptian revolution from the clutches of France. European colonization of the Islamic world (Egypt), which tends to manage the economy with a conventional (secular) system. These conditions affect the construction of scholarship which is occupied by Al-Jurjawi, plus the difficulty of finding the ideal books, especially regarding Islamic law and wisdom or secrets that exist in Islamic teachings. Starting from such a situation Al-Jurjawi much got the idea of philosophy and thought and determined to write a book that discusses the wisdom of Islamic Shariah, which is named Hikmat al-Tasyrî wa Falsafatuhu. Then how kosep wisdom al-Tashrî became the economic and financial principles of Islamic business according to Al-Jurjawi in the book. The result, the concept of wisdom al-Tasyrî Al-Jurjawi is amazing wisdom, astonishing mind and satisfy the heart of the shariah of the divine religion aims to know God, inhumanizing, knowing how to worship and Think about it by establishing the law necessary to be done amar maruf nahi mungkar and benefit servants of the world and the hereafter. The reason for wisdom of al-Tashrî as the economic and financial principle in Islamic business according to Al-Jurjawi, to realize submission to the Shariah of Allah; preserving the Sunnah of the Prophet; keep away from the forbidden; foster moral development; realizing brotherhood and unity. All according to Al-Jurjawi contains benefit the world and the hereafter, in an effort to know God by worshiping and maruf nahi munkar and morally noble character. It is embodied in the concept of hablum minnallâh wa minannâs. Benefit as the principle of innovation of economic and financial activities in contemporary Islamic business according to the researchers lies in the wisdom of ihyâu al-Mawât his Al-Jurjawi is to innovate in business for benefit people
IMPLEMENTASI UU WAKAF DALAM PENYELESAIAN SENGKETA WAKAF DI WILAYAH PESISIR JAWA TENGAH Islamiyati, Islamiyati; Rofiq, Ahmad; Setyowati, Ro?fah; Hendrawati, Dewi
Masalah-Masalah Hukum Vol 48, No 4 (2019): MASALAH-MASALAH HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.825 KB) | DOI: 10.14710/mmh.48.4.2019.331-340

Abstract

Praktek wakaf di masyarakat bagian utara wilayah Jawa Tengah menimbulkan sengketa hukum wakaf. Penelitian menganalisis implementasi Pasal 62 UU No. 41/2004 dalam penyelesaian sengketa wakaf di Jawa Tengah tahun 2016 dan model penyelesaiannya. Jenis penelitian field research dengan sampel penelitian dari wilayah Kabupaten Kendal, Demak dan Kota Semarang. Metode pendekatan yang digunakan adalahyuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan penyelesaian sengketa wakaf di daerah Jawa Tengah Bagian Utara menggunakan metode sesuai Pasal 62 UU Wakaf, yakni jalur litigasi dan non litigasi. Para pihak lebih banyak menggunakan jalur non litigasi melalui musyawarah (23 %) dan melalui mediasi (60,8 %).
Peranan Kaedah-Kaedah Fundamental Kebahasaan Dalam Penetapan Produk Halal Warto, Warto; Rofiq, Ahmad; Mashudi, Mashudi
Indonesia Journal of Halal Vol. 2 (1) 2019
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.562 KB) | DOI: 10.14710/halal.v2i1.4318

Abstract

Dalam proses penetapan hukum, seorang mujtahid membutuhkan perangkat istinbath, yaitu berupa kaedah-kaedah ushul fiqh sebagai pijakan metodologis. Kaedah-kaedah ini dirancang oleh para ulama ushul fiqh agar dalam menentukan hukum seorang mujtahid memiliki acuan baku sesuai dengan maqashid syariah. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif kaedah istinbath hukum ini yang akan dikaji dalam paper ini. Fokus pembahasan dalam studi ini kaedah fundamental kebahasaan. Pemilihan pokok bahasan ini didasarkan pada kebutuhan istinbath hukum, bahwa kaedah-kaedah ini memiliki peranan sangat penting dalam melahirkan produk hukum, agar hukum yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan relevan.?Kata Kunci: al-Qawaid, al-Ushuliyah, al-Lughawiyah, al-Istinbath
THE LEGAL REFORM OF THE WAQF LAW RESOLUTION BASED ON PANCASILA Islamiyati, Islamiyati; Rofiq, Ahmad; Setyowati, Ro?fah; Daengmuri, Dewi Padusi
Diponegoro Law Review Vol 4, No 2 (2019): Diponegoro Law Review October 2019
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.949 KB) | DOI: 10.14710/dilrev.4.2.2019.226-243

Abstract

Nowadays, there are still some shortages in the rule of law of the waqf disputes resolution, therefore a lot of waqf disputes have not be solved, and moreover it has no justice value since it does not protect the rights of disputing parties. Why the legal renewal of  waqf disputes resolution based on Pancasila is important? The urgency is as the media for the enforcement and the law enactment of  the waqf dispute resolution based on Pancasila. This research is field research, and the approach method is juridical empirical. The result of the research is to explain that the legal reform of waqf dispute resolution is important because the waqf disputes always develope based on the socio-cultural development of the society. Besides, it also saves the waqf assets, gives the values of justice and certainty,makes  the rule of the law not rigid and closed, can finish the waqf disputes, and makes waqf  meaningful in the society. The legal reform  of waqf disputes resolution which is based on Pancasila means making the policy that includes determining and deciding the rules of waqf dispute resolution, hence it will be suitable with the direction of national development based on Pancasila.
CRIMINAL OBJECTIVES INTEGRALITY IN THE INDONESIAN CRIMINAL JUSTICE SYSTEM Rofiq, Ahmad; Disemadi, Hari Sutra; Putra Jaya, Nyoman Serikat
Al-Risalah Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : LP2M UIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.515 KB) | DOI: 10.30631/al-risalah.v19i2.458

Abstract

The integrality of the criminal justice system must be realized in every aspect of sub-systems, in substance, structure, and legal culture. In this respect, in the process of criminal justice, the three sub-systems? integrality are required so that the criminal justice system is capable to produce fair legal decisions in the process of law enforcement in Indonesia. Until such a policy is undertaken, the law will always be harsh against the poor and weak against the rich. This paper discusses criminal objectives integrality in Indonesian criminal justice system and its influence in the integrated criminal justice system. Using a normative juridical method, this paper demonstrates that each sub-system of criminal justice (the Police, Prosecutors, Courts, and the prison) is in line with the main objectives of criminal law enforcement as found in various laws that govern the institutions. &nbsp;
PERANCANGAN MOBIL REMOTE CONTROL MENGUNAKAN ARDUINO UNO Yusika, Andi; Rofiq, Ahmad; Ramadhani, Ade Tri
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.503 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v23i2.828

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi Android yang mampu memberikan kendali jarak jauh pada mobil remote control melalui koneksi bluetooth,Sebagai pengendali gerak. Pembuatan perangkat yang menggunakan rekayasa IC pada mesin remote control dan aplikasi ini sebagai alternatif baru yang mudah dikembangkan untuk remote control. Arduino uno dikembangkan dalam bahasa pemprogramannya dan perakitannya dapat meminimalisir kesulitan untuk membuat perangkat mobil remote control rakitan sendiri. Metode dalam penelitian ini,teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, dan Studi Pustaka. Pengujian aplikasi dilakukan dengan menggunakan pengujian Black Box &nbsp;Hasil dari penelitian ini adalah merancang sebuah mobil remote control dari mulai komponen dasar hingga komponen terpentingnya, sehingga dalam sebuah perakitan membutuhkan kreatifitas dalam merancang mobil dengan&nbsp; arduino uno sebagai otak pengendali motor DC untuk bergerak maju, mundur, dan berbelok yang bisa di kendalikan oleh aplikasi smartphone android