Articles

Found 27 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG MENANGGULANGI UJARAN KEBENCIAN DI SMA SANTA THERESIA JAKARTA Oktavianti, Roswita; Utami, Lusia Savitri Setyo
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Hate speech messages in social media and instant messaging services that are increasingly widespread have the potential to threaten the unity of the nation. Hate speech messages not only seek to instigate and influence a person but also disunite the people of Indonesia. The younger generation as the active users of social media and instant messaging is considered vulnerable to the exposure of hate speech messages. Therefore, the community service team of Faculty of Communication Tarumanagara University conducted counseling to Santa Theresia High School students in Central Jakarta about the prevention of hate speech. It aims to provide understanding to high school students about hate speech so that they can identify messages with hate speech nuances and know how to encounter them. After the counseling, the results show that the digital generation as the high social media and instant messaging users with hate speech messages are able to identify the hate speech messages that they receive in both social media and instant messaging services. They can also consider that hate speech messages are not a form of freedom of speech.Key words: hate speech, social media, instant messaging Abstrak. Pesan ujaran kebencian (hate speech) di media sosial dan layanan pesan instan yang semakin marak berpotensi mengancam persatuan kesatuan bangsa. Ujaran kebencian tidak hanya berupaya menghasut dan mempengaruhi seseorang tetapi juga memecah belah masyarakat Indonesia. Generasi muda sebagai pengguna aktif media sosial dan pesan instan rentan dengan terpaan pesan ujaran kebencian. Atas dasar itulah, tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara melakukan penyuluhan kepada siswa SMA Santa Theresia Jakarta Barat tentang penanggulangan ujaran kebencian. Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada siswa SMA tentang ujaran kebencian, sehingga mampu mengidentifikasi pesan-pesan bernuansa ujaran kebencian dan cara menanggulanginya. Setelah penyuluhan, survei menunjukkan generasi muda sebagai generasi digital dengan kondisi tingginya penggunaan media sosial dan pesan instan, mampu mengidentifikasi pesan-pesan ujaran kebencian yang mereka terima baik di media sosial maupun layanan pesan instan. Generasi ini juga menilai bahwa ujaran kebencian bukan bentuk dari kebebasan berbicara.Kata Kunci: Ujaran kebencian, media sosial, pesan instan
Penggunaan Media Sosial Sesuai Nilai Luhur Budaya di Kalangan Siswa SMA Oktavianti, Roswita; Loisa, Riris
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.26925

Abstract

The youth as a generation of social media users holds great control over the dissemination of information in groups and families. Social media like Facebook, Twitter, Instagram, Path, becomes a medium of expression and self-existence, and the spread of news and information. In this case, social media becomes a means of spreading the noble values of the culture that is acculturated in ones self and their surrounding environment. However, the younger generation is less aware of the role of social media as a means of spreading the noble values of culture. Information and news in social media are accepted immediately without verifying the truth. Social media is more dominantly used as a means of self-expression, without a positive contribution to other social media users, or, in this case, followers. Therefore, the younger generation needs to be briefed on the use of social media as well as the importance of using social media as a medium that communicates the noble values of culture. The briefing was conducted at SMA Santo Kristoforus 1, West Jakarta. By using survey method to know the effectiveness of the briefing, the younger generation understanding of the use of social media before and after the briefing. The outcome of this activity, all students are able to show which information that should or should not be disseminated, able to recognize or identify false news (hoaxes), false news information, and the steps taken when receiving the false news.
Penggunaan Media Sosial Sesuai Nilai Luhur Budaya di Kalangan Siswa SMA Oktavianti, Roswita; Loisa, Riris
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.698 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.26925

Abstract

The youth as a generation of social media users holds great control over the dissemination of information in groups and families. Social media like Facebook, Twitter, Instagram, Path, becomes a medium of expression and self-existence, and the spread of news and information. In this case, social media becomes a means of spreading the noble values of the culture that is acculturated in ones self and their surrounding environment. However, the younger generation is less aware of the role of social media as a means of spreading the noble values of culture. Information and news in social media are accepted immediately without verifying the truth. Social media is more dominantly used as a means of self-expression, without a positive contribution to other social media users, or, in this case, followers. Therefore, the younger generation needs to be briefed on the use of social media as well as the importance of using social media as a medium that communicates the noble values of culture. The briefing was conducted at SMA Santo Kristoforus 1, West Jakarta. By using survey method to know the effectiveness of the briefing, the younger generation understanding of the use of social media before and after the briefing. The outcome of this activity, all students are able to show which information that should or should not be disseminated, able to recognize or identify false news (hoaxes), false news information, and the steps taken when receiving the false news.
Pengaruh Komunikasi Persuasif Endorser Rachel Vennya Terhadap Minat Beli Pada Kalangan Pengguna Instagram Putriani, Syani; Moein, Anoesyirwan; Oktavianti, Roswita
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2394

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya komunikasi persuasif endorser Rachel Vennya terhadap minat beli pada pengguna Instagram. Dengan rumusan masalah apakah terdapat pengaruh komunikasi persuasif endorser Rachel Vennya di media sosial Instagram terhadap minat beli produk. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner dan studi kepustakaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin sehingga hasilnya terdapat 100 responden untuk mengisi kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji normalitas, koefisien korelasi, koefisien determinasi, analisis regresi linier sederhana, uji f, dan uji t melalui program SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh komunikasi persuasif terhadap minat beli dan signifikan. (2) Terdapat hubungan yang cukup antara komunikasi persuasif dengan minat beli. (3) Komunikasi persuasif memberikan kontribusi sebesar 30,8% kepada minat beli, sisanya 69,2% variabel lain yang tidak diteliti.
Pengaruh Terpaan Pesan Digital Opinion Leader Terhadap Peningkatan Brand Image Produk (Survey Penonoton Beauty Vlogger Titan Tyra Yang Mengulas Produk Kosmetik Make Over) Candra, Jennifer Elvira; Oktavianti, Roswita
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya digital opinion leader yang dinilai mampu memberikan dampak dan mempengaruhi cara berfikir khalayak pada suatu produk tertentu. Dengan terciptanya digital opinion leader mereka mempunyai peran dalam sosial media mereka yang mempunyai pengikut lebih banyak dibandingkan dengan individu lain. Oleh karena itu, banyak perusahaan atau brand yang menggunakan mereka sebagai bagian dari strategi pemasaran. Kekuatan pesan yang disampaikan oleh mereka akan mampu mempengaruhi pola berfikir konsumen, yang sekaligus akan berperan untuk menilai citra dari produk atau brand tersebut. Brand kosmetik Make Over menggunakan banyak digital opinion leader salah satunya Titan Tyra. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi model dua tahap atau two step flow of communication model. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa variabel independen dalam penelitian ini mempunyai pengaruh sebesar 0,891. Artinya bahwa hubungan antara x dan y sangat kuat. Hasil signifikan (sig.) penelitian ini sebesar 0.000 yang dimana Sig. Hitung < 0.05, yang artinya variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, maka dapat disimpulkan bahwa Terpaan Pesan Digital Opinion Leader mempunyai pengaruh signifikan terhadap Brand Image Produk.
Pengaruh Brand Image E-Commerce Terhadap Minat Beli Konsumen (Survei Pada Pelanggan Tokopedia) Wijaya, Valensia Alvionita; Oktavianti, Roswita
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3740

Abstract

Majunya perkembangan teknologi juga diikuti dengan majunya media online. Kini media online tidak hanya digunakan untuk mencari informasi saja, melainkan merupakan suatu lapak bisnis (e-commerce). Salah satu e-commerce yang dikenali oleh masyarakat yaitu Tokopedia. Penelitian dengan judul “Pengaruh Brand Image E-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen”, memiliki rumusan masalah apakah terdapat Pengaruh Brand Image e-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh brand image e-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah konsep brand image dan juga konsep minat beli. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Dari penelitian diperoleh hasil regresi linear yaitu Y=1,827 + 0,754X dan tingkat signifikasi 0,000 yang berarti menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara brand image e-commerce Tokopedia terhadap minat beli konsumen. Pengaruh brand image e-commerce Tokopedia Terhadap Minat Beli Konsumen dikatakan sangat kuat, dibuktikan oleh uji koefisien korelasi sebesar 0,836
Komunikasi Persuasif Public Speaker Pada Audiens Berbeda Negara (Studi Fenomenologi Master Of Ceremony Pada Audiens China dan Amerika) Dion, Calvin; Oktavianti, Roswita
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3892

Abstract

Seorang public speaker harus menentukan komunikasi persuasif seperti apa yang akan digunakan pada audiens yang berbeda negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi persuasif public speaker pada audiens berbeda negara. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi persuasif yang dalam penelitian ini membahas tentang tiga faktor yang perlu diperhatikan seorang komunikator yaitu ethos, pathos, dan logos. Peneliti melakukan studi fenomenologi terhadap Master Of Ceremony pada audiens China dan Amerika. Peneliti memperoleh data dengan melakukan observasi, dokumentasi, studi pustaka dan wawancara dengan tiga orang Master Of Ceremony sebagai informan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, seorang komunikator dalam melakukan komunikasi persuasif pada audiens yang berbeda negara terutama audiens dari negara China dan Amerika harus memperhatikan tiga unsur yang penting yaitu ethos, pathos dan  logos seperti penampilan, persiapan, daya tarik emosional, logika, dan pesan yang masuk akal.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Belanja Daring terhadap Corporate Image (Studi Pada Pelanggan Perusahaan JD.id) Wijaya, Sherly; Oktavianti, Roswita
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3736

Abstract

Penggunaan internet di Indonesia berkembang pesat dan menyebar sampai ke dunia bisnis. Salah satu penggunaan internet dalam dunia bisnis di Indonesia adalah e-commerce. E-commerce menarik minat calon konsumen tidak hanya di dalam negeri tapi juga dari luar negeri.E-commerce memudahkan calon konsumen ataupun pelanggan untuk berbelanja dengan mudah dan praktis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan belanja daring terhadap corporate image sebuah perusahaan. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi pemasaran yang dalam penelitian ini menggunakan salah satu faktor yang menimbulkan kepuasan pembeli yaitu adalah kualitas pelayanan dan konsep corporate image. Peneliti memperoleh data dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden  yang sudah ditentukan dan sesuai dengan syarat penelitian dan mewakili populasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa kualitas pelayanan berpengaruh sebanyak 59,6%  pada corporate image dan apabila kualitas pelayanan perusahaan belanja daring JD.id ditingkatkan maka corporate image perusahaan belanja daring JD.id juga akan meningkat.
Pengaruh Terpaan Pesan Portal Berita Media Online dan Opinion Leaders Terhadap Perubahan Aktivitas Bermedia Sosial Oktavia, Cathrine; Loisa, Riris; Oktavianti, Roswita
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1974

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan peneliti terkait berita grup pedofil “Loly Candy” di Facebook. Berita ini turut disebarkan melalui media online dan Facebook. Berita grup pedofil yang diterima melalui Facebook, menunjukkan adanya peranan opinion leaders dalam menyebarkan berita ini. Hal ini sesuai dengan konsep Teori Komunikasi Dua Tahap yang menyatakan penyebaran informasi dari media kepada khalayak terjadi secara bertahap dengan bantuan opinion leaders. Dalam hal ini, opinion leaders merupakan tangan kedua dalam menyebarkan informasi dari media kepada khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terpaan pesan portal berita media online, opinion leaders, maupun gabungan keduanya terhadap perubahan aktivitas bermedia sosial orang tua, sebagai pihak yang memiliki anak di bawah usia 12 tahun dan menggunakan Facebook. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa tiga variabel independen dalam penelitian ini memberi pengaruh yang sangat kecil terhadap variabel dependen. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari terpaan pesan portal berita media online, atau opinion leaders, atau gabungan keduanya terkait pemberitaan kasus grup pedofil “Loly Candy” di Facebook, terhadap perubahan aktivitas bermedia sosial orang tua. 
Pengaruh Pesan Persuasif Media Sosial LINE Terhadap Brand Resonance (Survei Pelanggan Starbucks Tangerang) Apriani, Andini Putri; Oktavianti, Roswita
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3582

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pesan persuasif media sosial Line terhadap brand resonance terhadap pelanggan Starbucks Tangerang. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah pesan persuasif dan brand resonance. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survei eksplanatif asosiatif sebagai dasar penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dimana pengambilan sampel memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi unsur sampel. Penelitian ini menggunakan 117  responden sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dari pesan persuasif media sosial terhadap brand resonance. Hasil uji determinasi menunjukkan 77.8% variabel pesan persuasif dapat memberikan pengaruh terhadap variabel brand resonance, sedangkan sisanya 22.2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain.