Articles

Found 4 Documents
Search

The oxidation reaction of quinine by potassium permanganate (KMnO4) Rosalina, Reny; Alni, Anita; Mujahidin, Didin; Santoso, Joko
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.892 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i2.76

Abstract

Quinine was known widely as malarial drug and a bitter taste ini soft drink. Recently, quinine have been also applied in organo-catalysis process, separation and purification of chiral compounds from enantiomeric mixture by diasteromeric salt crystallization and chiral chromatography. Quinine contains various functional groups which easily transforms by oxidations. This research was to study the oxi-dation reaction of quinine by using potassium permanganate (KMnO4) as oxidator. The KMnO4 oxidation carried out under acidic con-ditions. The separation and purification of pro-ducts were done by radial chromatography with chloroform : metanol : tri ethyl amine (9:1:0.1) as eluent. The structure of products were cha-racterized by spectroscopic data including: in-frared spectroscopy, NMR, and mass spectro-metry as quinine-1-N-oxide and quininal.
Molecular Mechanism of Cholerae Toxin (ctx) in Causing Diarrhea Praja, Rian Kusuma Arinta; Rosalina, Reny
Oceana Biomedicina Journal Vol 1, No 2 (2018): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.654 KB) | DOI: 10.30649/obj.v1i2.16

Abstract

Vibrio cholerae is one of the pathogenic bacteria transmitted through contaminated food, especially seafood and contaminated beverages. V. cholerae produces cholerae toxin (ctx) which is encoded by the ctx gene located within its chromosome. This toxin has been recognized as one of the toxins responsible for cholera outbreaks. The mechanism of ctx gene expression is induced by environmental signals such as pH, osmolarity, temperature, bile, amino acids, and CO2. These signals will be a positive transcriptional factor to the ToxR gene that regulates the biogenesis of cholerae toxin. After cholerae toxin has been successfully expressed, V. cholerae uses a type II secretion (T2S) pathway to deliver cholerae toxin to the extracellular environment. Cholerae toxin consists of A and B subunits. The B subunit plays a role in attaching to the receptor Manosialosyl Ganglioside (GM1 ganglioside) and the A subunit plays a role in catalyzing ADP-ribosylation of Gs (stimulatory) proteins and turning them into active condition. The Gs proteins will convert the inactive adenilate cyclase (AC) into active AC. The increase of AC activity will increase the cyclic adenosine 3'5'-monophosphate (cAMP) concentration along the cell membrane. The cAMP then causes the active secretion of sodium (Na+), chloride (Cl-), potassium (K+), bicarbonate (HCO3-), and water (H2O) out of the cell into the intestinal lumen, resulting in large fluid losses and electrolyte imbalances. Keywords: Vibrio cholerae, cholerae toxin (ctx), ToxR gene, type II secretion (T2S), GM1 ganglioside, adenilate cyclase.
Aktifitas Antibakteri Ekstrak Jamur Endofit Mangga Podang (Mangifera indica L.) Asal Kabupaten Kediri Jawa Timur Rosalina, Reny; Ningrum, Riska Surya; Lukis, Prima Agusti
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.006 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.3.757

Abstract

Jamur endofit merupakan salah satu mikroba endofit yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan diketahui dapat menghasilkan senyawa aktif yang mirip dengan tumbuhan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri dari ekstrak media dan ekstrak jamur endofit yang berhasil diisolasi dari ranting mangga podang (Mangifera indica L.). Didapatkan empat jenis jamur endofit hasil isolasi yang kemudian dikultur menggunakan media padat Potato Dextrose Agar (PDA) kemudian dipindahkan ke media cair Potato Dextrose Broth (PDB). Setelah miselia tumbuh selama inkubasi, media dan biomassaa jamur dipisahkan dengan filtrasi vakum. Jamur yang telah dikeringkan dimaserasi menggunakan metanol, sedangkan media jamur diekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak jamur dan ekstrak media kemudian diuji aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Staphylococcus mutan menggunakan metode difusi cakram kertas. (Disk Diffusion Method). Kontrol negatif yang digunakan adalah aquades sedangkan sebagai pembanding adalah antibiotik ciprofloxacin dan kloramfenikol. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak jamur dan ekstrak media jamur memiliki aktifitas sebagai antibakteri dengan sensitifitas yang berbeda-beda. Ekstrak media jamur memiliki sensitifitas yang lebih tinggi terhadap beberapa macam bakteri dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dari biomassa jamur.
Pelatihan Pengolahan Limbah Ampas Nanas Sebagai Produk Pengempuk Daging Rosalina, Reny; Ramadani, Aisyah Hadi; Ningrum, Riska Surya
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.116 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v3i2.5176

Abstract

Nanas merupakan potensi pertanian yang dihasilkan sangat melimpah tiap tahunnya di Dusun Puhrejo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Buah nanas hasil panen selain dijual dalam bentuk buah segar juga diolah menjadi sari nanas. Dari produksi sari nanas dihasilkan limbah ampas nanas yang belum dimanfaatkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan limbah ampas nanas sebagai pengempuk daging sehingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengolahan produk berbasis potensi daerah. Target capaian dalam program ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah ampas buah nanas, bertambahnya varian produk olahan buah nanas, serta meningkatnya keinginan masyarakat untuk berwirausaha produk olahan nanas. Metode yang digunakan yaitu melalui penyuluhan dan pelatihan kepada warga Dusun Puhrejo. Hasil kegiatan yaitu  pengetahuan masyarakat tentang potensi nanas dan pengolahan limbah ampas nana meningkat,  serta keinginan dan kesadaran masyarakat untuk  mengolah nanas  menjadi produk yang bervariasi meningkat.  Hal tersebut juga mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok usaha untuk mengembangkan produk olahan berbahan nanas sebagai produk UMKM dusun Puhrejo.