Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Lalu Lintas Pembangunan Apartemen Di Jakarta Selatan Suwandi, Juda
AGREGAT Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDevelopment is one of the growth parameters of a region. DKI Jakarta one of the provinces in Indonesia with a large level of development considering the needs of citizens living facilities always increase to adjust with population growth. The facilities include residential, road traffic and mass transportation. This is a serious concern of Jakarta government. Building an apartment in South Jakarta is new, it is necessary to study the analysis of traffic impacts that will occur if an apartment will be built. Given the apartment will have an impact on the traffic of citizens who will be out of the apartment entry. The study of traffic impact analysis is one of the requirements set by the DKI Jakarta government especially for the developers or developers before they build the Apartment. Jl. Sinabung Raya is located in Mount Kelurahan Kebayoran Baru subdistrict, South Jakarta is one of the roads that will be affected by the development of apartments. Traffic impact analysis (andalalin) needs to be done on the road to ensure that the construction of an apartment will not negatively impact the existing traffic. So there is need for treatment and actions that must be borne by the developer in order to minimize the consequences of the development of the apartment. It was found that from the results of the analysis of the work needs to be done by the developer, among others, make the design radius turns 6 meters and radius turns in 4.6 m. Designing the doorway so that it does not interfere with the flow of traffic on the road sinabung raya. Installing signs to be a marker for road users, providing a minimum parking space of 102 SRP and 204 SRP motor parking. Keywords : Andalalin, Jl. Sinabung, Apartemen  Abstrak  Pembangunan merupakan salah satu parameter pertumbuhan suatu wilayah. DKI jakarta salah satu propinsi di Indonesia dengan tingkat pembangunan yang besar mengingat kebutuhahan sarana hidupwarganya senantiasa meningkat menyesuaikan dengan pertumbuhan penduduk. Sarana tersebut meliputi tempat tinggal, jalan lalu lintas maupun alat transportasi massal. Ini menjadi perhatian serius pemerintah DKI Jakarta. Pembangunan apartemen di Jakarta Selatan hal baru, perlu adanya kajian analisa dampak lalu lintas yang akan terjadi jika sebuah apartemen akan dibangun. Mengingat apartemen tersebut akan membawa dampak terhadap lalu lintas warga yang akan keluar masuknya apartemen. Kajian analisa dampak lalu lintas merupakan salah satu persyaratan yang telah di tetapkan oleh pemerintah DKI Jakarta khususnya untuk para pengembang atau developer sebelum mereka membangun Apartemen. Jl. Sinabung Raya terletak di Kelurahan Gunung Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan merupakan salah satu jalan yang rencananya akan terkena dampak dari pembangunan apartemen. Analisa dampak lalu lintas (andalalin) perlu dilakukan terhadap jalan tersebut untuk meyakinkan bahwa dengan adanya pembangunan apartemen tidak akan memberikan dampak negatif terhadap lalu lintas yang sudah ada selama ini. Maka perlu adanya perlakuan dan tindakan yang harus ditanggung oleh pengembang dalam rangka meminimalkan akibat yang terjadi dari pembangunan apartemen tersebut. Didapati bahwa dari hasil analisa perlu adanya pekerjaan yang harus dilakukan oleh developer antara lain, membuat desain radius belok 6 meter dan radius belok dalam 4,6 m. Mendesain pintu keluar masuk sedemikian hingga tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada di jalan sinabung raya. Memasang rambu rambu yang menjadi penanda bagi para pemakai jalan, menyediakan parkir mobil minimal sejumlah 102 SRP dan parkir motor 204 SRP. Kata kunci: Andalalin, Jl. Sinabung, Apartemen
PERBANDINGAN BIAYA ANTARA DESAIN STRUKTUR SIPIL BERBASIS PENUTUP LAGOON DAN SISTIM TANGKI PLT BIOGAS POME 700 KW DI PTPN V RIAU Yarsono, Samdi; TN, Lan Marrakup; Wulandari, Ika; Septinia, Eva Nur; Giman, Giman; Imamuddin, Mohammad; Suwandi, Juda; Al Hanif, Basit; Setiawan, Andika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi terbarukan di Indonesia sangatlah penting, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) merupakan pembangkit listrik energi terbarukan. Pengembangan energi terbarukan untuk pembangkit listrik ini mendukung program pemerintah dalam meningkatkan peran energi terbarukan dalam terbauran mix-energy nasional, dimana saat ini sumber energi terbarukan porsinya relatif kecil. BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dalam kegiatannya melakukan pembangunan pilot plant 700 kW berkerjasama dengan PTPN V (PT. Perkebunan Nusantara V) dengan sistim penutup lagoon dimana area yang dibutuhkan 225x83m. RistekDikti melalui programnya Insinas Flagship nya memberikan anggaran penelitian selama 3 tahun untuk melakukan kegiatan pembuatan pilot plant 700 kW dengan sistim tangki yang dikerjakan oleh peneliti BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), dimana area yang dibutuhkan sekitar 60x34m lebih kecil dari sistim penutup lagoon. Optimal dalam desain struktur sipil menjadi fokus dalam makalah ini. Desain struktur sipil PLT Biogas dengan sistem Tangki adalah solusi untuk mengurangi kebutuhan lahan, dimana kebanyakan reaktor yang dipakai dalam sistim lagoon adalah menggunakan kolam yang relatif sangat banyak membutuhkan lahan yang luas dan pekerjaan juga sangat relatif lama karena terpengaruh terhadap kondisi cuaca dan tanah. Desain struktur sipil PLT Biogas sangat penting untuk direncanakan, dimana terdiri dari desain struktur bawah dan desain struktur atas. Perbandingan biaya struktur sipil antara sistim berbasis penutup lagoon dengan sistim berbasis tangki dari segi biaya nya tidaklah berbeda jauh karena nilai atas tanah tidak di perhitungkan, dimana sistim penutup lagoon Rp. 2,987,106,111 sedangkan sistim tangki 2,976,380,000.
Pemilihan Jenis Fundasi Tangki Reaktor KAP. 2000 M3 Pilot Plant Biogas POME Setara 700 KW di PTPN V Riau Yarsono, Samdi; TN, Lan Marrakup; Wulandari, Ika; Septinia, Eva Nur; Giman, Giman; Imamudin, Mohammad; Suwandi, Juda; Hanif, Basit Al
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi terbarukan di Indonesia sangatlah penting, saat ini sumber energi terbarukan porsinya relatif kecil. BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dalam kegiatannya melakukan pembangunan pilot plant Biogas Pome setara 700 kW berkerjasama dengan PTPN V (PT. Perkebunan Nusantara V) dengan sistim tangki berpengaduk secara kontinu yang mana hasil gas tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler pabrik PMKS di sei pagar. Dalam penelitian pondasi sistim tangki berpengaduk ini untuk mencapai gas setara 700 kW maka diperlukan tangki dengan kapasitas 2000m3, dengan ukuran diameter 16,8m dan tinggi 9m. Kami melakukan pemilihan jenis fundasi tangki dengan pendekatan harus kuat menahan beban, gempa dan juga ekonomis, dimana anggaran buat melakukan ini sangat terbatas. Berdasarkan data dari soil test didapat nilai N-SPT di kedalaman 10-15m, untuk itu kami merumuskan bahwa fundasi pile yang kita pilih untuk menahan beban tangki sekitar 2174.2 ton. Dalam hal ini kita membandingkan pemakaian pile ukuran 50cm dengan pemakaian pile 60cm agar mendapatkan kalkulasi yang maksimal dan lebih ekonomis. Hasil yang didapat dimana pile diameter 60cm yang kita pakai karena lebih ekonomis biaya dan maksimal dalam menahan beban dimana kebutuhan anggarannya lebih ekonomis Rp. 88,650,000.