FX. Ari Agung Prastowo, FX. Ari Agung
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMETAAN KARAKTERISTIK SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT STUDI DESKRIPTIF UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KONSERVASI AIR Prastowo, FX. Ari Agung
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.397 KB) | DOI: 10.24912/jk.v6i2.30

Abstract

Abstract: The company's ongoing business commitment begins with building good relationships with neighbors. Where a relationship is built to develop independent and prosperous society through corporate social activity better known as Corporate Social Responsibility. CSR activities are often interpreted as a charity activity that many companies that are merely acting as Santa Claus handing out gifts only to establish relationships with the community. It needs to be a consideration for the company that CSR activities should be based on the expectations and needs and in implementing tailored to the social and cultural conditions of communities around the organization. Therefore, the first step that must be done is to do social mapping in the area of operations. Social mapping is done in order to program planning and communication on target and has a high value of benefits to society. This is also done by PT X in the area of operations, PT X has conducted social mapping in the area around the organization. The results of the social mapping found potential, habits and obstacles that will be encountered in CSR activities based company's core business. Abstrak: Komitmen bisnis berkelanjutan perusahaan diawali dengan membina hubungan baik dengan tetangga. Dimana hubungan dibangun untuk mengembangkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui aktivitas sosial perusahaan yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility. Aktivitas CSR perusahaan seringkali dimaknai sebagai aktivitas charity sehingga banyak perusahaan yang bertindak sebagai sinterklas semata yang hanya membagi- bagikan kado untuk menjalin relasi dengan masyarakat. Perlu menjadi catatan bagi perusahaan bahwa aktivitas CSR harus berbasis harapan dan kebutuhan serta dalam implementasikan disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar organisasi. Oleh karena itu, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan sosial di daerah operasi. Pemetaan sosial di lakukan agar perencanaan program dan komunikasinya tepat sasaran dan memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi masyarakat. Hal ini juga dilakukan oleh PT X di daerah operasi, PT X telah melakukan pemetaan sosial pada daerah sekitar organisasi. Hasil dari pemetaan sosial tersebut ditemukan potensi, kebiasaan dan hambatan yang akan ditemui dalam aktivitas CSR berbasis core bisnis perusahaan. 
REPRESENTASI EKSPLOITASI SATWA DALAM FILM RISE OF THE PLANETS OF THE APES Yasmin, Yasmin; Setianti, Yanti; Prastowo, FX. Ari Agung
ProTVF Vol 1, No 2 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.177 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i2.19874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi atau gambaran eksploitasi satwa yang terdapat dalam film Rise of The Planets of The Apes, bagaimana manusia memperlakukan hewan dengan tidak baik dan tidak sesuai dengan Five of Freedom yang dicetuskan kerajaan Inggris sejak tahun 1992. Lima Kebebasan menguraikan lima aspek kesejahteraan hewan dibawah kendali manusia yaitu bebas dari rasa lapar dan haus, rasa tidak nyaman, bebas mengepresikan perilaku normal, dan bebas dari rasa stress dan tertekan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan semiotika. Objek penelitian ini adalah film Rise of The Planets of The Apes dan subjeknya adalah tanda atau makna yang merepresentasikan eksploitasi satwa. Pengumpulan data yang diperoleh dengan dokumentasi, wawancara dan studi kepustakaan. Peneliti menggunakan pendekatan semiotika dari John Fiske untuk mengetahui representasi eksploitasi satwa dalam film Rise of The Planets of The Apes. Kode-kode televisi John Fiske digunakan untuk meneliti film ini seperti: Perilaku, ekspresi, gerakan, dialog, sudut kamera dan ideologi. Setelah melakukan penelitian, peneliti mengidentifikasi adanya gambaran eksploitasi satwa dalam film Rise of The Planets of The Apes yang terpresentasikan melalui: eksperimen terhadap kera, pukulan, siraman, ancaman, intimidasi, raut muka ketakutan, tidak nyaman dan kesakitan, penindasan dan dari beberapa dialog peneliti menemukan adanya ideologi matrealisme.
STRATEGI PERENCANAAN PUBLIC RELATIONS NET. TV DALAM MEMBENTUK CITRANYA SEBAGAI TELEVISI MASA KINI Utami, Shafira Putri Citra; Dida, Susanne; Prastowo, FX. Ari Agung
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.695 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13334

Abstract

Penelitian yang berjudul ”Strategi Perencanaan Public Relations NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini” bertujuan untuk mengetahui analisa riset formatif, menetapkan dan memformulasikan strategi, pemilihan dan pengimplementasian taktik dan evaluasi yang dilakukan oleh NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Landasan konsep yang digunakan adalahh Strategy Planning for Public Relations dari Ronal D. Smith. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan strategi perencanaan public relations dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini cukup efektif. Dalam fase riset formatif tahap analisis situasi, NET.TV melihat kesempatan yang ada pada zaman sekarang adalah perkembangan digital, dan NET. Memilih segmentasi pasarmereka adalah family AB, konten tayangan dikemas sesuai dengan segment arsip asa rmereka,Dalam fase strategi, konten tayangan program disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan serta identitas mereka, yaitu menyajikan konten program yang educating, informating, danentertaining. Fase taktik NET.TV memilih taktik komunikasi seperti tatap muka, dan juga beberapa alat media atau periklanan untuk promosi programnya. Fase evaluasi, NET. Melakukan evaluasi dengan dibagi menjadi evaluasi program On Air dan program Off Air, evaluasi program On Air dilakukan oleh direksi, divisi sales & production, dan jajaran atas lainnya, sedangkan untuk evaluasi program Off Air dilakukan oleh divisi PR. Saran yang ingin disampaikan peneliti kepada NET.TV sebaiknya NET.TV lebih memperhatikan hambatan yang adadengan perkembangan digital, dan juga lebih mengadakan kegiatan yang melibatkan audiens karena lebih efektif dalam meningkatkan awareness publiknya.Kata-kata Kunci: Strategi, Public Relations, NET.TV
STRATEGI PERENCANAAN PUBLIC RELATIONS NET. TV DALAM MEMBENTUK CITRANYA SEBAGAI TELEVISI MASA KINI Utami, Shafira Putri Citra; Dida, Susanne; Prastowo, FX. Ari Agung
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.695 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul ”Strategi Perencanaan Public Relations NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini” bertujuan untuk mengetahui analisa riset formatif, menetapkan dan memformulasikan strategi, pemilihan dan pengimplementasian taktik dan evaluasi yang dilakukan oleh NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Landasan konsep yang digunakan adalahh Strategy Planning for Public Relations dari Ronal D. Smith. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan strategi perencanaan public relations dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini cukup efektif. Dalam fase riset formatif tahap analisis situasi, NET.TV melihat kesempatan yang ada pada zaman sekarang adalah perkembangan digital, dan NET. Memilih segmentasi pasarmereka adalah family AB, konten tayangan dikemas sesuai dengan segment arsip asa rmereka,Dalam fase strategi, konten tayangan program disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan serta identitas mereka, yaitu menyajikan konten program yang educating, informating, danentertaining. Fase taktik NET.TV memilih taktik komunikasi seperti tatap muka, dan juga beberapa alat media atau periklanan untuk promosi programnya. Fase evaluasi, NET. Melakukan evaluasi dengan dibagi menjadi evaluasi program On Air dan program Off Air, evaluasi program On Air dilakukan oleh direksi, divisi sales & production, dan jajaran atas lainnya, sedangkan untuk evaluasi program Off Air dilakukan oleh divisi PR. Saran yang ingin disampaikan peneliti kepada NET.TV sebaiknya NET.TV lebih memperhatikan hambatan yang adadengan perkembangan digital, dan juga lebih mengadakan kegiatan yang melibatkan audiens karena lebih efektif dalam meningkatkan awareness publiknya.Kata-kata Kunci: Strategi, Public Relations, NET.TV
Kampanye Peduli Kesehatan Ibu Studi Kasus Investasi Sumber Daya Manusia Melalui Kampanye #Sayangibu Prastowo, FX. Ari Agung
KOMUNIKATIF Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.134 KB)

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mengutip data hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup Kematian ibu terjadi pada perempuan yang terlalu muda untuk hamil, ada juga yang terlalu tua untuk hamil, jarak kehamilan yang terlalu berdekatan, serta kehamilan yang terlalu sering, ujar Menkes. Melihat fenomena tersebut Kementerian Kesehatan RI mencanangkan kampanye Peduli Kesehatan Ibu di Jakarta (28/4). Oleh karena peneliti melakukan penelitian kampanye peduli kesehatan ibu untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan kampanye, pemahaman tim kampanye dan aktivitas komunikasi kampanye peduli kesehatan ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif, dengan harapan peneliti dapat menemukan gambaran secara holistik mengenai kampanye peduli kesehatan ibu. Adapun hasil penelitian peneliti menggambarkan beberapa hal diantaranya kementerian kesehatan melakukan kampanye karena semakin tingginya angka kematian ibu, kurangnya sumber daya kesehatan yang disediakan oleh pemerintah dan rendahnya angka partisipasi pendidikan, rendahnya kepercayaan masyarakat akan pemeriksaan pada saat kehamilan serta tingkat ekonomi yang masih memprihatinkan. Tim kampanye peduli kesehatan ibu dapat merancang pesan komunikasinya dengan baik yang diwujudkan dalam taktik special event, publikasi dan komunikasi dan advokasi dan kemitraan.
Pemetaan Karakteristik Sosial Dan Budaya Masyarakat Studi Deskriptif Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Konservasi Air Prastowo, FX. Ari Agung
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The companys ongoing business commitment begins with building good relationships with neighbors. Where a relationship is built to develop independent and prosperous society through corporate social activity better known as Corporate Social Responsibility. CSR activities are often interpreted as a charity activity that many companies that are merely acting as Santa Claus handing out gifts only to establish relationships with the community. It needs to be a consideration for the company that CSR activities should be based on the expectations and needs and in implementing tailored to the social and cultural conditions of communities around the organization. Therefore, the first step that must be done is to do social mapping in the area of operations. Social mapping is done in order to program planning and communication on target and has a high value of benefits to society. This is also done by PT X in the area of operations, PT X has conducted social mapping in the area around the organization. The results of the social mapping found potential, habits and obstacles that will be encountered in CSR activities based companys core business. Abstrak: Komitmen bisnis berkelanjutan perusahaan diawali dengan membina hubungan baik dengan tetangga. Dimana hubungan dibangun untuk mengembangkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui aktivitas sosial perusahaan yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility. Aktivitas CSR perusahaan seringkali dimaknai sebagai aktivitas charity sehingga banyak perusahaan yang bertindak sebagai sinterklas semata yang hanya membagi- bagikan kado untuk menjalin relasi dengan masyarakat. Perlu menjadi catatan bagi perusahaan bahwa aktivitas CSR harus berbasis harapan dan kebutuhan serta dalam implementasikan disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar organisasi. Oleh karena itu, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan sosial di daerah operasi. Pemetaan sosial di lakukan agar perencanaan program dan komunikasinya tepat sasaran dan memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi masyarakat. Hal ini juga dilakukan oleh PT X di daerah operasi, PT X telah melakukan pemetaan sosial pada daerah sekitar organisasi. Hasil dari pemetaan sosial tersebut ditemukan potensi, kebiasaan dan hambatan yang akan ditemui dalam aktivitas CSR berbasis core bisnis perusahaan. 
THE IMAGE MAINTENANCE OF PURWAKARTA REGENT THROUGH GEMPUNGAN ACTIVITIES IN PURWAKARTA REGENCY Herladiati, Anggita; Damayanto, Trie; Prastowo, FX. Ari Agung
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.2607

Abstract

Abstrack, Gempungan is an implementation of Purwakartagovernment program contained in "Salapan Lengkah Ngawangun Nagri Raharja". In general, this activity is a form of service to the community that is "proactive", where services are provided in the form of administrative services of residence (KTP, KK, Birth Certificate, Book of Marriage and others), health services, blood donor, family planning services, mass circumcision, as well as input from religious leaders, community leaders and citizens as a whole. This activity is done once a week turning in 192 villages in the district of Purwakarta. The event ended with the "Ngahajatan urang overtime" show that held at night, filled with arts and entertainment event which is dedicated to citizens. This study aims to determine how Purwakarta Regent, Dedi Mulyadi namely imaging through Gempungan activities In Purwakarta district. The research method used in this research on imaging Purwakarta Regent through Gempungan In Purwakarta is qualitative method research with explorative case study approach. Data in this study were obtained through direct observation, interviews, and review of the literature and documents. The results showed that the activitiesof Gempungan made by Regent Dedi Mulyadi invented by people’s aspirationsthat have not been fulfilled by Purwakarta Government. In addition to the Gempunganactivities, Regent Dedi Mulyadi be able to know more about what kind of condition and the community needs so that the programs created by local government will be more effective and efficient. The community responded Gempungan activitiesas very positive, and the majority also stated that the Regent Dedi Mulyadi is a figure that highly regard the welfare of society and one of the best Regent,Purwakartaever owned.  Abstrak, Gempungan adalah implementasi dari program pemerintah purwakarta yang tertuang dalam“Salapan Lengkah Ngawangun Nagri Raharja”. Secara umum kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang bersifat “jemput bola”, dimana pelayanan yang diberikan berupa pelayanan administrasi kependudukan (KTP, KK, Akte Kelahiran, Buku Nikah dan lainnya), pelayanan kesehatan, donor darah, pelayanan KB, khitanan massal, serta masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga secara keseluruhan. Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali berputar di 192 desa dan kelurahan di wilayah kabupaten Purwakarta. Kegiatan ini diakhiri dengan acara “Ngahajatan urang lembur” yang dilaksanakan pada malam hari, diisi dengan acara kesenian serta hiburan yang khusus dipersembahkan kepada warga masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pencitraan Bupati Purwakarta yaitu Dedi Mulyadi melalui kegiatan Gempungan Di Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai pencitraan Bupati Purwakarta melalui kegiatan Gempungan Di Kabupaten Purwakarta adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan telaah pustaka dan dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Gempungan dibuat oleh Bupati Dedi Mulyadi karena adanya aspirasi masyarakat yang belum sempat dipenuhi oleh Pemkab Purwakarta. Selain itu dengan adanya kegiatan Gempungan, Bupati Dedi Mulyadi lebih dapat mengetahui seperti apa kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga program-program yang diciptakan oleh Pemkab akan lebih efektif dan efisien. Masyarakat pun menanggapi kegiatan Gempungan ini sangat positif, dan mayoritas masyarakat juga menyatakan bahwa Bupati Dedi Mulyadi merupakan sosok yang sangat mempedulikan kesejahteraan masyarakat dan merupakan salah satu Bupati terbaik yang pernah dimiliki Purwakarta.
MANAGEMENT EVENT PROGRAM PARENTING MENGENAI PENGGUNAAN GADGET DAN INERNET BAGI ANAK-ANAK DI SD MUTIARA BUNDA Pratama, Abisha Akmal; Hafiar, Hanny; Prastowo, FX. Ari Agung
Avant Garde Vol 5, No 2 (2017): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many parents are still unaware of the dangers of the internet and gadgets forchildren. Problems such as sore eyes, nerve damage, change of posture, as well asfatigue due to due to playing the gadget for too long are the hidden dangers of the useof the gadgets and the internet. Views that display adult content such as violence, drugs,pornography, to the LGBT behavior can be seen by the children. The impact of that cancause mental retardation, early maturing, to violence or undue behavior committed bychildren. Based on these phenomena, Mutiara Bunda school conducts a parentingprogram about the dangers of the internet and gadgets for children. Parenting programis an educational program outside the classroom that requires cooperation between theschool and the parents. Parenting programs are based on the fact that children spendmore time at home than in school, therefore parents need to get the educational valuesof the parenting program. In this case is related to the use of gadgets and the internetare unhealthy for children. Parenting program is a good form of cooperation betweenthe school and parents in producing children who are intelligent and virtuous as thefuture generation.