Articles

Found 21 Documents
Search

FAKTOR SOSIAL YANG BERPENGARUH TERHADAP PERGESERAN BAHASA LOWA Ibrahim, Ibrahim; Ruslan, Ruslan; Asnur, Muhammad Nur Ashar; Sabata, Yusniati N.; Kahar, Muhammad Syahrul
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sosial dan faktor sosial yang dominan berpengaruh terhadap pergeseran bahasa Lowa terhadap pergeseran bahasa Lowa. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu, dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi. Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa ada tiga faktor sosial yang memengaruhi pergeseran Bahasa Lowa meliputi: (1) Faktor jenis kelamin; (2) Faktor umur); (3) Faktor Tingkat Pendidikan. Adapun faktor yang paling dominan memengaruhi pergeseran Bahasa Lowa yakni faktor umur. Bahasa Lowa sudah sangat jarang digunakan oleh anak-anak maupun anak muda, penutur bahasa Lowa umumnya adalah masyarakat yang berusia tua. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kondisi bahasa Lowa sudah berada di ambang kepunahan (nearly extinct).
THE EFFECT OF COMPOSTING AZOLLA COMPOST FERTILIZER AND HUMIC MATERIAL ON CO2 GAS PRODUCTION IN SAND LAND Rosalina, Febrianti; Kahar, Muhammad Syahrul
Bioscience Vol 2, No 2 (2018): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.051 KB) | DOI: 10.24036/0201822100974-0-00

Abstract

his study was an experimental study which aimed to determine the effect of Compost Azolla Fertilizer (KA) and the addition of humic material (H) on the sand soil to the levels of CO2 produced in the respiration process of soil microorganisms (incubation soil conditions). The design used is a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 9 treatments, namely 300 kg ha-1 urea (U), 4 tons ha-1 KA (T1), 15 liters ha-1 H (T2), 2 tons ha-1 KA + 15 liters ha-1 H (T3), 4 tons ha-1 KA + 15 liters ha-1 H (T4), 6 tons ha-1 KA + 15 liters ha-1 H (T5), 2 tons ha-1 KA + 30 liters ha-1 H (T6), 4 tons ha-1 KA + 30 liters ha-1 H (T7), 6 tons ha-1 KA + 30 liters ha-1 H (T8) and 1 control (K ) without the addition of train and H with 3 replications. Measurement of carbon dioxide (CO2) levels from each sample using gas chromatography equipped with TCD (Thermal Conductivity Detector). The statistical data analysis used was the F test, whereas to see the difference in the effect of each treatment, the BNT test was used. The results showed that Azolla compost fertilizer and humic material on sand soil had an effect on the level of CO2 gas production produced in the soil microorganisms respiration process, where the concentration of Azolla compost fertilizer and humic material which most affected the increase of CO2 gas production in sand soil was treated with the highest concentration of 6 tons ha-1 Azolla + 30 liter compost fertilizer ha-1 H (T8).
ANALISIS RESPON PESERTA DIDIK DALAM IMPLEMENTASI LEMBAR KERJA BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH Kahar, Muhammad Syahrul; Layn, Muhamad Ruslan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i3.5054

Abstract

Proses pembelajaran di kelas masih banyak dilakukan secara konvensional, hal ini berdampak pada aktivitas dan respon peserta didik dalam pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru lebih membosankan yang mengakibatkan peserta didik kurang aktif, kurang termotivasi dalam pembelajaran. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi respon peserta didik dalam implementasi lembar kerja yang berorientasi pemecahan masalah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, data yang dikumpulkan berupa lembar respon peserta didik dan wawancara. Populasi sekaligus sampel yang digunakan yakni peserta didik kelas XI MIA SMA Muhammadiyah Al Amin Sorong yang berjumlah 18 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase respon peserta didik terhadap implementasi Lembar kerja peserta didik adalah 77,78 %, persentase tersebut sudah termasuk dalam kategori  setuju yang lebih dominan, artinya kriteria tersebut termasuk dalam kategori positif. Dari rata-rata perolehan itu, 22,22 % atau sebanyak 4 peserta didik menjawab sangat setuju terhadap implementasi Lembar kerja tersebut Temuan ini memperjelas bahwa persepsi akan respon peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan Lembar kerja peserta didik berorientasi pemecahan sangat positif dan juga memicu peningkatan kemampuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. The process of learning in the classroom is still mostly done conventionally; this has an impact on the activities and responses from learners in the lessons learned by the teacher is more over and over which resulted in less active students, less motivated in learning. The purpose of this research is to identify the perceptions of the learners' responses to the implementation of the problem-oriented learner workbook. The research method using the quantitative approach, the data collected in the form of responders letters and interviews. Population, as well as samples used, are students of class XI MIA SMA Muhammadiyah Al Amin Sorong which amounted to 18 students. The results showed that the average percentage of learners' response to the implementation of the learner's worksheet is 77.78%, the percentage is already included in the agreement on category more dominant, meaning the criteria were included in the positive category. From the average of the acquisition, 22.22% or as many as four students answered strongly agree on the implementation of the Worksheet. This finding make clear that the perceptions of the learners' response to the implementation of learning to use the worksheet oriented solving very positive and also trigger an increase in ability learners in following the lesson.
Studi Pengolahan Sagu (Metroxylon sp.) Oleh Masyarakat Kampung Malawor Distrik Makbon Kabupaten Sorong Irnawati, Irnawati; Kahar, Muhammad Syahrul; Budiarti, Marlinda Indah Eka
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.271 KB) | DOI: 10.30651/aks.v2i2.1202

Abstract

Sago tree (Metroxilon sp.) Is native to Southeast Asia. The method used in this research is to use descriptive method with case study and free interview (free interview) field in processing sago and sago tree species which in though. Village community Malawor District Makbon Sorong regency has long consumed sago from natural forests and some sago already planted by ancestors hereditary. When rice and yams run out, people consume sago as a substitute. Most people still manage sago using traditional method for that which become problem point of this research is how kind of sago, process of traditional and semi traditional (scar machine) along with economical value of processed sago which can by community of Kampung Malawor District of Makbon Regency Sorong 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kahar, Muhammad Syahrul
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.535 KB) | DOI: 10.26737/jipf.v2i2.233

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Fisika dalam pembelajaran Kooperatif tipe STAD di kelas E Prodi Pendidikan Matematika. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas E Prodi Pendidikan Matematika sebanyak 35 mahasiswa. Pengembangan pembelajaran Fisika ini terdiri dari empat tahap, yakni tahap pembatasan, tahap rancangan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa: (1). Untuk tes awal diperoleh skor rata-rata kemampuan penguasaan Fisika mahasiswa 61,85 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 11,05 dan berada pada kategori sedang, (2). Untuk tes akhir diperoleh skor rata-rata 75,57 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 6,94 berada pada kategori tinggi. (3). Terdapat peningkatan penguasaan Fisika mahasiswa dari kategori sedang menjadi kategori tinggi, (4).Tanggapan mahasiswa terhadap perangkat pembelajaran Fisika berupa bahan ajar mahasiswa, lembar kerja mahasiswa, dan rencana pembelajaran cenderung positif, (5). Mahasiswa lebih aktif mengikuti kegiatan pembelajaran
Analisis Kemampuan Berpikir Matematis Siswa SMA kota Sorong terhadap Butir Soal dengan Graded Response Model Kahar, Muhammad Syahrul
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.866 KB) | DOI: 10.24042/tadris.v2i1.1389

Abstract

This research aims to know the level of mathematical thinking ability of students by using scored model Graded Response Model (GRM). The subject here is the students of Class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Sorong the 2016/2017 academic year, which amounted to 38 students with 22 students are male and 16 female students. This research is a descriptive research experiment. The results of this study indicate that the scored model GRM is effective in analyzing the ability of mathematical thinking of students. The effectiveness is shown an increase in student learning outcomes grade XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong, where the average grade results visible increase of 56.7 until 78, and the value of the completeness students improved significantly, and student learning outcomes were shown in graded contents relevance criteria students with score 4 there are 18 students (47.37%), while the relevance of the contents with a score of 1 there are 4 students (10.53%). From the criteria of completeness students who achieve complete answers by a score of 4, there are 1 students (2.64%), and the answers are far from finished with a score of 1 there were 7 students (19.52%). Then to organizing criteria, students are working on a very systematic, there are 8 students (21.05%), and organizing with not systematically there are 10 students (26.32%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir matematis siswa dengan menggunakan model penyekoran Graded Response Model (GRM). Subjek penelitian disini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong tahun ajaran 2016/2017, yang berjumlah 38 siswa dengan 22 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bersifat Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model penyekoran GRM ini efektif dalam menganalisis kemampuan berpikir matematis siswa. Keefektifan tersebut terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong, dimana hasil rerata kelas terlihat meningkat dari 56,7 hingga 78, dan nilai ketuntasan siswa meningkat secara signifikan, dan hasil belajar siswa dilihat secara graded dengan kriteria relevansi isi dengan skor 4 terdapat 18 siswa (47,37%), sementara relevansi isi dengan skor 1 terdapat 4 siswa (10,53%). Dari kriteria ketuntasan siswa yang mencapai jawaban tuntas dengan skor 4 terdapat 1 siswa (2,64%), dan jawaban jauh dari tuntas dengan skor 1 terdapat 7 siswa (19,52%). Kemudian untuk kriteria pengorganisasian, siswa mengerjakan dengan sangat sistematis terdapat 8 siswa (21,05%), dan pengorganisasian dengan tidak sistematis terdapat 10 siswa (26,32%).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 21 MAKASSAR Kahar, Muhammad Syahrul
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.02 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i2.2433

Abstract

Abstract. The Implementation of Cooperative Learning Model Type Jigsaw In To The State of Matter and Its Changes To Physics Learning Result of Student In SMP Negeri 21 Makassar. Skripsi.This research was a pre-experimental that aims to obtain information on physics learning result of student grade VII of SMP Negeri 21 Makassar it had reached KKM standard or not after being taught by cooperative learning model type Jigsaw through a constructivist approach. The population as well as samples in this research as many has 30 students who are determined through a random grade with One Shot - Study Design. The research instrument that is used was studying physics tests that fill the criteria valid with 0.361 reliability as much as 20 item tests of about 25 item tests. Data analysis techniques that is used in this research was descriptive statistics. The results of descriptive analysis on the cognitive aspects shows the average score of the grade students learn physics grade VII SMP Negeri  21 Makassar after being taught by cooperative learning model type Jigsaw through a constructivist approach for 81.3, the psychomotor aspects of 76, and the affective aspects of 73.93. Meanwhile, Inferential analysis showed that the cooperative learning model type jigsaw through a constructivist approach contributes to the achievement of the minimum criteria for competence (KKM).Abstrak. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMP Negeri 21 Makassar. Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai hasil belajar fisika peserta didik kelas VII SMP Negeri 21 Makassar telah mencapai standar KKM atau belum setelah diajar dengan model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw  melalui pendekatan konstruktivistik. Populasi serta sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 peserta didik yang ditentukan melalui acak kelas dengan One Shot-Study Design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes belajar fisika yang memenuhi kriteria valid dengan realibilitas 0,361 sebanyak 20 butir dari 25 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif.  Hasil analisis deskriptif pada aspek kognitif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar fisika peserta didik kelas VII SMP Negeri 21 Makassar setelah diajar dengan model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw  melalui pendekatan konstruktivistik sebesar 81,33, aspek psikomotorik 76  dan aspek afektif  73,93.  Sementara itu, Analisis inferensial menunjukkan bahwa model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw  melalui pendekatan konstruktivistik berkontribusi terhadap pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil belajar Fisika Peserta didik
Analisis Pemahaman Siswa terhadap Strategi Visualisasi, Auditori, Kinestetik Kahar, Muhammad Syahrul; Layn, Muhamad Ruslan; Nurjanah, Suci Ristiya
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.6 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1406

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran, siswa belum mampu menjabarkan secara langsung materi yang diajarkan oleh guru, baik secara Visual maupun Kinestetik. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil dari penggunaan strategi  Visualisasi, Auditori, Kinestetik terhadap pemahaman siswa kelas VIII B pada materi fungsi dan (2) untuk mengetahui respon dari siswa terhadap strategi pembelajaran tersebut. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B MTs Sains Algebra Kota Sorong  tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 24 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) hasil dari penggunaan strategi pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic terhadap pemahaman siswa kelas VIII B MTs Sains Algebra Kota Sorong pada materi fungsi adalah 70% siswa memperoleh nilai tes di atas KKM, dan 30% siswa memperoleh nilai tes di bawah KKM. (2) Respon siswa terhadap strategi pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic adalah sebagai berikut: (a) Untuk pernyataan positif, 46,3% menyatakan sangat setuju, 42,5% setuju, 9% tidak setuju dan 2,2% sangat tidak setuju. (b) Untuk pernyataan bernilai negatif, 49,1% menyatakan sangat tidak setuju, 36,7% tidak setuju, 11,7% setuju dan 2,5% sangat setuju.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERACTIVE CONCEPTUAL INTERACTION (ICI) DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK Kahar, Muhammad Syahrul; Layn, Muhamad Ruslan; Mandasari, Irna
JURNAL NOKEN : Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Noken
Publisher : JURNAL NOKEN : Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.64 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hasil belajar setelah diberikan pembelajaran mengunakan model Interactive Conceptual Interaction (ICI) dalam pemecahan masalaah matematika. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs Negeri Model Kota Sorong pada kelas VII D, yang berjumlah 35 peserta didik, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Tes dan Observasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis N-Gain. Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan SPSS 23.0. dapat terlihat bahwa nilai signifikan (Sig. 2-tailed) dengan uji-t adalah 0,032 dan thitung = -0,777 . Karena nilai thitung berada didaerah penolakan H0 karena thitung < ttabel (-0,777 < 2,0345) maka H0 nya ditolak.Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka berdasarkan kriteria pengambilan keputusan, H0 ditolak. Ini menunjukkan bahwa pemberian model pembelajaran Interactive Conceptual Interaction (ICI) berpengaruh pada hasil belajar pada peserta didik. Sehingga dapat dilihat jelas bahwa model pembelajaran interactive Conceptual Interaction (ICI) berpengaruh terhadap pemecahan masalah matematika peserta didik. Terdapat peningkatan pemecahan msalah peserta didik dapat dilihat dari N – Gain pad akelas yang diajar sebesar 0,55 yang berada pada kreteria sedang. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengunaan model pembelajaran Interactive Conceptual Interaction (ICI), lebih efektif terhadap pemecahan masalah matematika Peserta didik
Membangun Swadaya Free Open Source Editing Film Kdenlive Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan 1 Kabupaten Sorong Waliulu, Raditya Faisal; Kahar, Muhammad Syahrul
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.549 KB) | DOI: 10.30651/aks.v2i1.1187

Abstract

  Acronym FOSS is a free open source software. The FOSS program is a license that allows users to run the program freely for any purpose, modify the program as desired and also distribute copies of the original version or modified version freely, which is why select open source from closed source. Closed-source software is sometimes pressed to build in the background or other unwanted and secret features into the software. Instead of having to trust users of FOSS software vendors can check and verify the source code itself and can put trust in the community of volunteers and users. FOSS is not equivalent to priceless software, its more like a command for open-source software with freedom granted at various levels (depending on license). For this, the license does not need to be included in the list, If the software follows the Open Source command and the license is compatible then at least one of the Open Source licenses. Student involvement in SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong is the best place to give advice about FOSS because it is one of the favorite schools in Sorong regency.