Articles

Found 23 Documents
Search

MODEL KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA KELUARGA MIXED MARRIAGE DI WILAYAH BUDAPEST-HUNGARIA Nurhadi, Zikri Fachrul; Hendrawan, Heri; Ayutria, Desyya Fira
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 6 (2019): Januari 2019
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.722 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i6.331

Abstract

This study aims to discover the motives, experiences, meaning, and intercultural communication of mixed marriage couples in the Budapest-Hungary. The research uses phenomenology method Alfred Schutz and Husserl to examine the experience of people. Data are collected through observation, interviews through social media and literature study. The subjects are six mixed marriage couple living in Budapest-Hungary using purposive sampling technique. This research found a model of intercultural communication among mixed marriage couples related to motives, experiences, meanings, and intercultural communication based on cultural differences, languages, mindsets, as well as stereotypes of certain religions in which mixed marriage couples can adapt to the situation. This study contributes to four communication models of mixed marriage couples, namely motives, experiences, meanings and intercultural communication.
PEMBERITAAN DUGAAN SUAP ANGGOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM GARUT PADA HARIAN PIKIRAN RAKYAT Nurhadi, Zikri Fachrul; Raturahmi, Leadya; Rayna, Astri
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.18155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi beragamnya kebijakan media massa dalam mengaplikasikan asas praduga tak bersalah. Perbedaan redaksi media dalam mempraktekkan asas ini harus diperbaiki sesuai dengan kode etik jurnalistik agar tidak ada jurang perbedaan antar media. Penelitian ini bertujuan untuk  menjelaskan pemberitaan dugaan suap anggota Komisi Pemilihan Umum Garut yang dimuat pada harian  Pikiran Rakyat, 2 Maret 2018. menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan mempengaruhi level individu wartawan dalam menulis berita dugaan suap tersebut. Individu yang mempelajari kode etik jurnalistik memiliki cara sendiri dalam mempraktekkan asas praduga tak bersalah. Level rutinitas media berkaitan dengan kebiasaan media dalam mengemas suatu berita. Level organisasi berkaitan dengan kebijakan media dalam mengemas berita dimana hal inilah yang menjadi sumber dari ragam kebijakan media dalam mempraktekkan kode etik jurnalistik bahwa surat kabar Pikiran Rakyat menempatkan pemberitaan suap dengan menetapkan asas praduga tidak bersalah melalui penggunaan kata dugaan pada judul berita. Pada level ekstramedia, isi media dipengaruhi oleh Dewan Pers, organisasi pers, pemerintah dan penegak hukum. Pada level ideologi, pemimpin redaksi surat kabar Pikiran Rakyat menafsirkan bahwa penulisan nama tersangka tidak berkaitan dengan asas praduga tak bersalah dan tidak melanggar kode etik jurnalistik.
MODEL KOMUNIKASI SOSIAL REMAJA MELALUI MEDIA TWITTER Nurhadi, Zikri Fachrul
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.485 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i3.154

Abstract

This research aims to find out and explain the design, experience and sosial interaction in teenager sosial communication through Senior High School. The researcher applied the theory of fenomenology which explains the aware of experince structure togetherwith learning of experience type from the point of view for those people who directly get in touch. This research applied the qualitative method through observation, participant, in dept interview and preferences. This research subjects of the study were high school students as the main informant who represented by purposive sampling technique amounted to 17 people from three SMA Country in Ciamis districts. The result of this research shows that the design is divided in two designs, those are because design and for design. Because design uses the twitter for the development of environment and technology, easy to be used, entertaining, quick send and receive the message, borderless in place and time whereas for design is to get the up to date information, show the existence of them selves, make the social media for doing business, and find out new friends and relation. Whereas communication experience is divided in two, those are positive comunication and negative communcation. Positive communication experience describes the scope of wider twitter, information and promotion media whereas negative communication experience desribes the freedom posting, bad content, killing character and bad communcation. Whereas sosial interaction happens by sending and receiving message effectively, anxiety similarity and giving new cognition.
KOMUNIKASI RELIGIUS (STUDI FENOMENOLOGI TENTANG KOMUNIKASI RELIGIUS KONVERSI AGAMA KRISTEN KE AGAMA ISLAM DI GARUT KOTA) Adnan, Iis Zilfah; Nurhadi, Zikri Fachrul; Kurniawan, Achmad Wildan; Kurniawan, Kurniawan
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 16, No 32 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.052 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v16i32.1877

Abstract

This study aims to discover and explain the motives, experiences and meaning of conversion of religion from Christian Religion to Islam. The theory used is the theory of phenomenology that explains the structure of the conscious experience, as well as studying the form of experience from the point of view of the person who experienced it directly who has the openness and availability to be explored. This research method using qualitative approach through participant observation, depth interview, and literature study. The subject of research is the perpetrator who convert Christianity to Islam as the main informant who represented by purposive sampling technique which amounted to 7 people in Garut City. The result of the research shows that it produces several categorizations related to the motive of purpose (future), that is to get the happiness of the world and the hereafter, enlightenment, life balance, get ridho, magfiroh, togetherness and blessing, and motif because (past) marriage, perfect religion, acceptable common sense and one aqidah in couples. While the perpetrators experience of happiness is born inward, gaining knowledge of the new teachings of religion, life becomes more valuable and affectionate. While the meaning contained for the actors is the change of life procedures, the procedures of worship, the movement of beliefs and guidelines in life.
Model Komunikasi Sosial Laki-Laki Feminim Nurhadi, Zikri Fachrul
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial laki-laki feminim yang muncul tidak hanya di kota-kota besar saja, akan tetapi muncul seperti halnya di Kota Garut sebagai bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat. Fenomena sosial laki-laki feminim ini dipengaruhi oleh pergaulan, gaya hidup dan budaya dari luar serta faktor dari keluarga yang menjadi seorang laki-laki feminim. Adapun tujuan penelitian ini untuk menemukan dan menjelaskan tentang model komunikasi dan realitas sosial laki-laki feminin ditinjau dari segi eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Adapun metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif serta paradigma konstruktivisme dengan tujuan untuk menemukan serta menggambarkan model komunikasi dan realitas sosial laki-laki feminim ditinjau dari segi eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial laki-laki feminim dilihat dari segi eksternalisasi mendapatkan pengaruh dari dalam dan luar yang membentuk identitas dirinya.
Komunikasi Keluarga Sabeulah Dalam Konteks Kesundaan (Studi Etnografi Komunikasi Tentang Komunikasi Ibu Atau Ayah Dengan Anak Di Kabupaten Ciamis) Nurhadi, Zikri Fachrul
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is motivated by family tendency "sabeulah" or a divorce in Kabupaten Ciamis from year to year that has increased . This increase, giving parenting patterns into two positions that children live with a mother or a father ″sabeulah″, and divorce statistics in the office of religious Ciamis district is also increasing. Based on the data obtained from the year 2009 as many as 3.751, while in 2013 to 2013 increased to 5.319. With the ethnography of communication approach, this study may reveal patterns of communication in the family ″sabeulah″ happened to mom or dad ″sabeulah″. The subjects in this study is a mother or father whose status is Randa and duda who lives with the child due to the economic problems of divorce, death, and infidelity. While the data collection techniques that is used in this study is participant observation, in-depth interviews, and study documentation. The results of this study indicate that in single parents family communication mother or father who gets priority for a child to be socialized are religious values, harmony, obedience, responsibility, discipline, respect (courtesy), achievement and honesty. Single parents family communication components that occur in the mother or father made up genre, topic, purpose, setting, participants, shape of message, the message content, sequence of actions, rules of interaction, and norms. While single parents family communication patterns that occur in the mother or the father consists of: patterns of communication about compliance, patterns of communication about expectations, patterns of communication about money management, communication patterns on the role of relatives, about the future of communication patterns, and patterns of communication on learning and experience. Single parents family communication that occurs in the mother or the father produces several perspectives such as: single parents family communication models through interpersonal communication, single parents family communication models through verbal and non-verbal symbols, models are colectivistic single parents family communication, single parents family communication models of the type seen in the face problems, single parents family communication models role in interpersonal communication perspective, the values that formed in single parents family culture, single parents family communication models about the role of extended family or relatives, single parents family communication models viewed from the perspective of symbolic interaction and communication models single parents family in perspective silih asah, asih and asuh).Abstrak:Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kecenderungan keluarga ′′sabeulah′′ atau tingkat perceraian di Kabupaten Ciamis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatan ini, memberikan pola pengasuhan anak berada pada dua posisi yaitu anak yang hidup bersama seorang ibu maupun dengan seorang ayah sabeulah, serta angka statistik perceraian yang ada di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis pun meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh mulai dari tahun 2009 sebanyak 3.751 sampai dengan tahun 2013 meningkat menjadi 5.319. Dengan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini dapat mengungkap pola komunikasi pada keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah sabeulah. Adapun subjek pada penelitian ini adalah ibu atau ayah yang berstatus randa dan duda yang tinggal bersama anak akibat perceraian masalah ekonomi, kematian, perbedaan pandangan dan perselingkuhan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah pengamatan partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komunikasi keluarga sabeulah pada ibu atau ayah yang mendapat prioritas untuk dapat disosialisasikan kepada anak adalah nilai religius, kerukunan, ketaatan, tanggungjawab, disiplin, hormat (sopan santun), pencapaian prestasi dan kejujuran. Komponen komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah terdiri atas genre, topik, tujuan, setting, partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma-norma. Sedangkan pola komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah terdiri atas: pola komunikasi tentang kepatuhan, pola komunikasi tentang harapan, pola komunikasi tentang pengaturan uang, pola komunikasi tentang peran kerabat, pola komunikasi tentang masa depan, dan pola komunikasi tentang pembelajaran dan pengalaman. Komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah menghasilkan beberapa perspektif antara lain: model komunikasi keluarga sabeulah melalui komunikasi interpersonal, model komunikasi keluarga sabeulah melalui simbol verbal dan non verbal, model komunikasi keluarga sabeulah bersifat kolektivistik, model komunikasi keluarga sabeulah dilihat dari tipe dalam menghadapi masalah, model komunikasi keluarga sabeulah tentang peran dalam perspektif komunikasi interpersonal, nilai-nilai yang terbentuk dalam budaya keluarga sabeulah, model komunikasi keluarga sabeulah tentang peran keluarga besar atau kerabat, model komunikasi keluarga sabeulah dilihat dari perspektif interaksi simbolik serta model komunikasi keluarga sabeulah dalam perspektif silih asah, asih dan asuh.  
KOMUNIKASI MILITER PADA REMAJA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN MENJADI PRAJURIT TNI-AD DI KOREM 062 TARUMANAGARA GARUT Prayoga, Devi Devi; Kurniawan, Achmad Wildan; Adnan, Iis Zilfah; Nurhadi, Zikri Fachrul
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v4i1.1248

Abstract

This research is motivated by the number of teenagers who register themselves as an Army soldier is not denied that they have their own goals. Every year registration of TNI-AD especially in Garut City continues to increase. This is a new phenomenon where rarely had anyone wanted to be a soldier and devote himself to the state. The age limit of registration to become a soldier is 18-22 years old for high school graduates or equivalent. Entering the military world must have a strong mental and physical, especially must be good at communicating with subordinates and with superiors to avoid a miss communication at the time of duty. The purpose of this study is to find and explain about the motives, experiences, and meaning of adolescents as soldiers of the Army. This research use desciptive qualitative approach. Data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and literature study. The informants in the study as many as 8 people. The results showed that the motive for being a TNI-AD par excellence is the aspiration and economy, while the motive is due to the sense of nationalism, family and the environment. The existing experience of living in military environments, following organizations in schools, the influence of online action games, the existence of family education since childhood.   Keywords : Communication, Military, Youth, Soldiers, Army
PEMBENTUKAN KONSEP DIRI LADY BIKERS PENGGUNA MOTOR CUSTOM DI KOMUNITAS DUCKSTREET GARUT Ali, Haidar; Nurhadi, Zikri Fachrul; Hendrawan, Heri
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 5 No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v5i1.1824

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pengguna motor custom, yang mana motor custom sangat digemari oleh sebagian kalangan anak muda dan menjadi salah satu sub-budaya dikehidupan sehari-harinya. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus masalah utama yaitu lady bikers-nya, yang mana hal tersebut merupakan suatu keunikan di mata masyarakat dimana para perempuan menunggangi kuda besi dengan cc yang tinggi dengan tampilan yang unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi non partisipan, dokumentasi, studi pustaka dan gabungan/triangulasi. Peneliti mengambil enam subjek penelitian untuk dijadikan sebagai sumber data yang dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sikap pada lady bikers terbentuk oleh faktor pengaruh aktifitas komunitas seperti touring, kopdar dan perakitan motor yang dilakukan oleh para lady bikers di komunitas duckstreet.
PENGELOLAAN KESAN POLISI PEREMPUAN BERHIJAB Fatmala, Fhuzy Nurul; Nurhadi, Zikri Fachrul; Latifah, Hanny
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya perkembangan hijab yang semakin berkembang dan merambat ke berbagai aspek mulai dari hiburan sehingga aparat negara salah satunya yaitu Polisi Perempuan, hal ini disebabkan karena kewajiban seorang muslim perempuan yang harus menutup auratnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana seorang Polisi Perempuan Berhijab di Polres Garut mengelola kesan di panggung depan, tengah dan belakang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, dengan metode Deskriptif kualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi partisipan, studi pustaka, dan dokumentasi. Adapun informan yang menjadi subyek dalam penelitian ini yaitu sebanyak lima informan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan kesan Polisi Perempuan Berhijab di kehidupan front stage merujuk bahwa penampilan dan sikap polisi perempuan berhijab diatur oleh Kapolri, serta middle stage Polisi Perempuan Berhijab merujuk bahwa persiapan Polisi perempuan mulai dari pakaian, makeup dan aksesoris yang akan dikenakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Kapolri, dan bagian back stage merujuk bahwa informan menampilkan diri mereka yang asli menjadi seorang ibu rumah tangga dan mahasiswa begitu pula dengan pakaian serta perilaku Polisi perempuan yang terlihat lebih informal. Kata Kunci: Pengelolaan Kesan, Polisi Perempuan Berhijab, Dramaturgi Abstract The background of this research was because of the development of hijab growing and spread to various aspects ranging. The average of police woman was muslim, so they had to cover her private part according to obligation as a moeslim. The purpose of this research is to know how a Policewoman Berhijab manages impression. The research method used in this research was qualitative with qualitative descriptive method and using constructivism paradigm. Data collection techniques were conducted by in-depth interviews, participant observation, literature study, and documentation. There were five informants in this research. The results of the study indicated that the managements of impression of policewoman with hijab in the front stage life, refers to the appearance and attitude of the policewoman with hijab, refers to the appearance and attitude of the police officer of the police officers has been arranged by the Chief of Police, as well as the middle stage Women Police Berhijab, refers that the preparation of female Policemen ranging from clothing, makeup and accessories to be worn according to the rules which has been determined by the Chief of Police, and the back stage, refers to the fact that informants present themselves as natives and housewives as well as the more informal clothing and behavior of female Police. Keywords: Managements of Impression, Police Women Berhijab, Dramaturgi
PENGARUH KOMUNIKASI PIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA BANK JABAR BANTEN CABANG SUBANG Nurhadi, Zikri Fachrul; Anggraeni, Ine
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh turunnya motivasi kerja dan semangat kerja disebabkan oleh banyak hal, seperti gaji yang terlalu rendah, lingkungan kerja yang buruk dan suasana kerja yang kurang menyenangkan serta adanya ketidakpuasan dalam menuntaskan tugas. Ketidakpuasan yang menjadi permasalahan disini bukan hanya dalam hal materi seperti upah yang layak dan bonus atau insentif, namun juga dalam hal non materi seperti penghargaan diri atas kerja, harga diri karyawan, kebutuhan untuk aktualisasi diri dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan, dan masih banyak lainnya. Selain itu faktor turunnya motivasi kerja karyawan juga dapat dilihat dari penyampaian informasi dari pimpinan kepada karyawan. Tujuan penelitian ini adalah (1)untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi pimpinan terhadap disiplin kerja karyawan pada Bank Jabar Banten Cabang Subang; (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi pimpinan terhadap inisiatif kerja karyawan pada Bank Jabar Banten Cabang Subang; (3) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi pimpinan terhadap pengawasan kerja karyawan pada Bank Jabar Banten Cabang Subang. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengaruh komunikasi pimpinan terhadap disiplin kerja karyawan pada Bank Jabar Banten Cabang Subang dalam kategori sedang yaitu sebesar 0.458 atau 45.8%, (2) Pengaruh komunikasi pimpinan terhadap inisiatif kerja karyawan pada Bank Jabar Banten Cabang Subang dalam kategori sedang yaitu sebesar 0.531 atau 53.1%, (3) Pengaruh komunikasi pimpinan terhadap pengawasan kerja karyawan pada Bank Jabar Banten Cabang Subang termasuk ke dalam kategori rendah yaitu sebesar 0.234 atau 23.4%, (3) Pengaruh komunikasi pimpinan terhadap motivasi kerja karyawan pada Bank Jabar Banten Cabang Subang adalah termasuk ke dalam kategori rendah yaitu sebesar 0.273 atau 27.3%. Kata Kunci: Komunikasi; Pimpinan; Motivasi; Kerja Abstract This research is motivated by a decline in work motivation and morale caused by many things, such as too low salaries, poor working environment and unpleasant working atmosphere and dissatisfaction in completing tasks. Dissatisfaction is a problem here not only in material matters such as decent wages and bonuses or incentives, but also in non-material matters such as self-respect for work, employee self-esteem, the need for self-actualization by using skills, abilities, skills and optimal potential for achieving very satisfying work performance, and many others. In addition, the factor that decreases employee motivation can also be seen from the delivery of information from the leadership to employees. The purpose of this study is (1) to find out how much influence the leadership communication has on employee work discipline at Bank Jabar Banten Subang Branch; (2) To find out how much influence the leadership communication has on employee work initiatives at Bank Jabar Banten Subang Branch; (3) To find out how much influence the leadership communication has on employee work supervision at Bank Jabar Banten Subang Branch. The research method used is a quantitative approach. The results showed that (1) The influence of leadership communication on employee work discipline at Bank Jabar Banten Subang Branch in the moderate category was equal to 0.458 or 45.8%, (2) Effect of leadership communication on employee work initiatives at Bank Jabar Banten Subang Branch in the medium category namely amounting to 0.531 or 53.1%, (3) The influence of leadership communication on the supervision of employee work at Bank Jabar Banten Subang Branch is included in the low category that is equal to 0.234 or 23.4%, (3) The influence of leadership communication on employee motivation at Bank Jabar Banten Subang Branch is included in the low category of 0.273 or 27.3%. Keywords: Communication; Leadership; Motivation; Work