Articles

Found 8 Documents
Search

BIOACTIVE COMPOUNDS OF SPONGE FOR AQUACULTURE AND POTENTIAL METHODS FOR SPONGE CULTIVATION Asaf, Ruzkiah; Samsi, Andi Nur; Athirah, Admi; Paena, Mudian
Jurnal Natural Volume 18, Number 3, October 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v18i3.8799

Abstract

Aquaculture is an important sector for Indonesian economic, however, the spreads of diseases during farming remains a problem in developing Indonesian aquaculture. The sponge is known as the source of potential bioactive to combat pathogenic diseases in aquaculture.  However, the intensifying exploitation of wild sponge tends to the depreses population of sponges in nature. This article reviews bioactive originating from sponges and potential methods in developing sponges cultivations under in-situ and ex-situ methodologies.
DERAJAT KEMIRIPAN EKOSISTEM MANGROVE ALAMI DAN HASIL REHABILITASI Samsi, Andi Nur
CELEBES BIODIVERSITAS Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : CELEBES BIODIVERSITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove adalah ekosistem yang terletak di sekitar muara dengan karakteristik yang unik. Lokasinya terletak di Pulau Pannikiang Kabupaten Barru (ekosistem alami) dan Desa Tongke-tongke Kabupaten Sinjai (ekosistem hasil rehabilitasi). Ekosistem mangrove baik alami maupun hasil rehabilitasi juga tentunya tidak terlepas dari faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini juga akan mempengaruhi biota di dalamnya termasuk Gastropoda dan Bivalvia. Analisis data menggunakan koefisien Jaccard. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui kemiripan komunitas Gastropoda dan Bivalvia yang ada di ekosistem mangrove alami dan hasil rehabilitasi. Sampel diambil secara acak. Analisis data menggunakan Jaccard Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan kemiripan yang lemah untuk komunitas Gastropoda (56%) dan komunitas Bivalvia (50%).   Kata Kunci : Mangrove, Kemiripan, Gastropoda, Bivalvia, Jaccard
ANALISIS KERAPATAN EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU PANIKIANG DAN DESA TONGKE-TONGKE SULAWESI SELATAN Samsi, Andi Nur; Andy Omar, Sharifuddin Bin; Niartiningsih, Andi
Biota Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Biota 2018
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v4i1.1593

Abstract

The mangrove ecosystem has different density levels per location. It can be influenced by environmental factors or because of human assistance. This research was conducted in Tongke-tongke Village, Sinjai Regency and Pannikiang Island, Barru District. Observations were conducted on three groups, namely groups of trees, stakes, and seedlings. Tree group used plot size 10 m x 10 m, stakes group used plot size 5m x 5m, and the group of seedlings used plot size 1 m x 1m. The result of tree group density will be compared with the standard criteria of mangrove damage of the Minister of Environment to know the criteria and the level of density. The mangrove ecosystem in Tongke-tongke village is overgrown by Rhizophora mucronata and Avicennia sp. and is dominated by R. mucronata with very dense density. In the tree group, R. mucronata has a density of 8020 Ind Ha-1. The mangrove ecosystem in Pannikiang Island is overgrown with Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Sonneratia alba, Aegiceras floridum, Ceriops tagal, Avicennia sp., Excoearia agallocha, and Lumnitzera racemosa and has a rare and moderate density. In the tree group, the highest density in C. tagal with a density of 1270 Ind Ha-1 and indicated moderate density. Competition is always there in the ecosystem. The species of this ecosystem is fighting for space and nutrients. Therefore, competition can determine the density of plants in it.
Studi Pemanfaatan Mangrove Rhizophora Stylosa oleh Masyarakat M, Noprianti; Samsi, Andi Nur; Liana, Alin
CELEBES BIODIVERSITAS Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : CELEBES BIODIVERSITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.271 KB)

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki beragam manfaat ekologis dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan mangrove Rhizophora stylosa di Pulau Bauluang. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pemberian kuesioner, dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Bauluang memanfaatkan mangrove Rhizophora Stylosa untuk berbagai keperluan di antaranya sebagai bahan baku pembuatan arang dan kayu bakar. Mangrove ini juga berperan dalam melindungi pemukiman dari angin laut dan gelombang, serta mempermudah para nelayan dalam menangkap ikan.
Review : Gastropods As A Bioindicator and Biomonitoring Metal Pollution Samsi, Andi Nur; Asaf, Ruzkiah; Sahabuddin, Sahabuddin; Santi, Andi; Wamnebo, Muhammad Ikhsan
Aquacultura Indonesiana Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.237 KB) | DOI: 10.21534/ai.v18i1.42

Abstract

Water pollution effect on aquatic organisms and if consumed can affect people's health. These pollutants can be heavy metals such as Cd, Pb, Cr, Hg, and others. Heavy metals have high levels will cause disorders of the kidneys, brain, severe irritation to the skin, can cause diarrhea and even death. The purpose of this paper is to explain physiological mechanisms that occur in the body of gastropods are linked to pollutants in the water environment. Therefore, monitoring the level of pollution a body of water that is alleged to have suffered contamination is very important. Gastropods are one of the aquatic animals (Class) used as bioindicators and biomonitoring for this group of animals has a high ability to accumulate heavy metals in their bodies compared to other aquatic animals. Gastropods is one bioavailability against metal pollution so that it can be used for environmental monitoring. Littoraria scabra, Nassarius reticulatus, Nerita albicilla, Nucella lapillus, Gibberulus gibbosus, Terebralia palustris, and Telescopium telescopiun always use as biomonitoring metal pollution. The main indicator that can be shown by gastropods is declining abundance and body size. Other indicators are as bioavailability of heavy metals in the soft tissues and shells. The ability of the heavy metal deposits is influenced by environmental factors, body size, weight, and gender. Heavy metals can affect hard, thickness, volume, and color of the shell.
DISTRIBUSI UKURAN SIPUT BAKAU NERITA LINEATA GMELIN 1791 PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA TONGKE-TONGKE KABUPATEN SINJAI Samsi, Andi Nur; Karim, Syahruni
CELEBES BIODIVERSITAS Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : CELEBES BIODIVERSITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.299 KB)

Abstract

Siput bakau Nerita lineata Gmelin, 1791 hidup dalam ekosistem mangrove. Siput ini juga ditemukan di Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran distribusi ukuran siput bakau Nerita lineata dalam ekosistem mangrove yang ada di Desa Tongke-tongke. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Data dianalisis dengan analisis korelasi. Panjang cangkang (SL) rata-rata yaitu 21,26±3,72 mm, lebar cangkang (SW) rata-rata yaitu 25,45±4,77 mm, lebar bukaan cangkang (AW) rata-rata yaitu 5,83±1,16 mm, panjang bukaan cangkang (AL) rata-rata yaitu 11,27±2,20 mm, dan berat siput rata-rata yaitu 5,72±2,14 gr. Panjang dominan cangkang (SL) yaitu 21,75 ? 24,13 mm, lebar dominan cangkang (SW)yaitu 25,85 ? 28,68 mm, lebar dominan bukaan cangkang (AW) yaitu 6,08 ? 6,83 mm, panjang dominanbukaan cangkang (AL) yaitu 11,80 ? 13,15 mm, dan berat dominan siput yaitu 6,16 ? 7,34 gr. Panjangcangkang (SL), lebar cangkang (SW), lebar bukaan cangkang (AW), panjang bukaan cangkang (AL), danberat siput saling berkorelasi dengan nilai signifikan sama dengan 0,00 dalam taraf sigfinikan 0,01.Kata Kunci : Nerita lineta, Tongke-tongke, Mangrove, Ukuran
Distribusi Ukuran Kerang Bakau Isognomon ephippium Linnaeus 1767 pada Ekosistem Mangrove Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai Samsi, Andi Nur; Omar, Sharifuddin Bin Andy; Niartiningsih, Andi; Soekendarsi, Eddy; Rusmidin, Rusmidin
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan No 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN
Publisher : Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.758 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang kaya akan organisme moluska yaitu salahsatunya kerang bakau Isognomon ephippium Linnaeus, 1767. Penelitian ini bertujuan memaparkandistribusi ukuran cangkang I. ephippium. I. ephippium ditemukan melimpah di ekosistemmangrove di Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai. Pengambilan sampel dilakukan secararandom dengan menggunakan plot ukuran 1 meter x 1 meter tiap stasiun penelitian. Pengambilansampel dilakukan saat air laut surut. Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi.Panjang cangkang 4,2806 ± 0,6683 cm, lebar cangkang 4,5742 ± 0,7139 cm, tebal cangkang0,6754 ± 0,1997 cm, dan berat 6,1558 ± 2,5470 cm. Panjang cangkang yang dominan yaitu antara4,2271 ? 4,7028 cm. Lebar cangkang yang dominan yaitu antara 4,7128 ? 5,1585 cm. Tebalcangkang yang dominan yaitu antara 0,6657 ? 0,7942 cm. Berat kerang yang dominan yaitu antara3,0485 ? 4,5571 gr. Panjang, lebar, tebal cangkang, dan berat kerang saling berkorelasi dengannilai signifikan sama dengan 0,00 dengan taraf signifikan 0,01.Kata kunci : distribusi ukuran, Isognomon ephippium, Tongke-tongke.
DENSITY AND NUTRIENT CONTENT OF TEREBRALIA PALLUSTRIS MANGROVE SNAILS IN MANGROVE ECOSYSTEMS IN PANNIKIANG ISLAND, BARRU REGENCY, SOUTH SULAWESI Andy Omar, Sharifuddin Bin; Samsi, Andi Nur
Biota Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Biota 2020
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siput bakau Terebralia palustris Linnnaeus 1967 juga ditemukan di Pulau Pannikiang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan memaparkan fluktuasi kepadatan T. palustris dalam setahun pengamatan. Penelitian ini dilakukan selama sepuluh bulan dari Bulan Agustus 2018 sampai Bulan Juli 2019. Stasiun penelitian ada dua. Setiap stasiun ada plot besar berukuran 10m x 10m dan di dalamnya ada lima buah plot kecil berukuran 1m x 1m. Pengukuran parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, dan pH dilakukan secara insitu. Daging siput ini sebanyak 100gr juga dianalisis proksimat. Hasil analisis proksimat dari siput ini menunjukkan kadar protein kasar sebesar 18,73% sehingga siput ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai salah satu sumber protein. Kepadatan tertinggi berada di Bulan Juli 2019 dan kepadatan terendah berada di Bulan Agustus 2018.