Hana Listi Fitriana, Hana Listi
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

KLASIFIKASI DAERAH TERCEMAR LIMBAH ACID SLUDGE MENGGUNAKAN METODE SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERBASIS DATA LANDSAT 8 (CLASSIFICATION OF ACID SLUDGE WASTE CONTAMINATED AREA USING SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS METHOD BASED ON LANDSAT 8 DATA) Haryani, Nanik Suryo; Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah di suatu daerah dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran, yang selanjutnya akan merusak lingkungan terutama lingkungan yang ada di sekitar pembuangan limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis daerah tercemar limbah acid sludge menggunakan data satelit penginderaan jauh Landsat 8. Metode yang digunakan untuk analisis spektral daerah tercemar menggunakan metode klasifikasi Spectral Mixture Analysis. Hasil yang diperoleh bahwa analisis spektral menggunakan metode ini dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra memberikan hasil lebih baik. Hal ini disebabkan adanya panjang gelombang SWIR pada Landsat 8. Panjang gelombang SWIR sensitif terhadap fraksi dari unsur tercemar yang tinggi seperti pasir dan sludge, serta memiliki fraksi dari unsur tidak tercemar yang rendah seperti vegetasi. Selanjutnya dengan klasifikasi indeks berdasarkan endmember citra memperlihatkan hasil yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan perhitungan akurasi, diperoleh tingkat akurasi pengkelasan berdasarkan indeks ini sebesar 62,5 %.Kata kunci: Pencemaran, Acid sludge, Spectral mixture analysis, Endmember, Landsat 8.
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI LIMBAH LUMPUR ASAM DENGAN METODE SPECTRAL ANGLE MAPPER DAN SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERDASARKAN CITRA LANDSAT - 8 (THE COMPARISON OF CLASSIFICATION OF ACID SLUDGE WITH SPECTRAL ANGLE MAPPER AND SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS METHOD BASED ON LANDSAT-8) Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan data penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi daerah tercemar limbah B3 secara cepat dengan wilayah yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi daerah tercemar lumpur asam menggunakan data Landsat 8 dengan metode Spectral Angle Mapper (SAM), kemudian membandingkan hasil klasifikasi SAM menggunakan spektral referensi berdasarkan pengukuran spektrometer dengan spektral yang diperoleh dari endmember citra. Tingkat akurasi klasifikasi SAM dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 66,7 %, sedangkan dengan menggunakan referensi spektrometer hanya mencapai 33,3 %. Tingkat akurasi klasifikasi Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 62,5 %. Faktor yang mempengaruhi rendahnya akurasi adalah perbedaan yang signifikan antara profil spektral yang diperoleh dari spektrometer dengan spektral Landsat-8 akibat perbedaan spasial dan ketinggian.Kata Kunci: Limbah lumpur asam, Spectral Angle Mapper, Spectral Mixture Analysis, Landsat-8
THE UTILIZATION OF REMOTE SENSING DATA TO SUPPORT GREEN OPEN SPACE MAPPING IN JAKARTA, INDONESIA Fitriana, Hana Listi; Sulma, Sayidah; Febrianti, Nur; Nugroho, Jalu Tejo; Haryani, Nanik Suryo
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2018.v15.a2890

Abstract

Green open space becomes critical in maintaining the balance of the environment and improving the quality of urban living for a healthy life. The use of remote sensing data for calculation of green open space has been done notably using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) method from Landsat 8 and SPOT data. This research aims to calculate the accuracy of the green open space classification from multispectral data of Landsat 8 and SPOT 6 using the NDVI methods. Green open space could be assessed from the value NDVI. The value of NDVI generated from Landsat 8 and SPOT 6’s Red and NIR channels. The accuracy of NDVI values is then examined by comparing with Pleiades data. Pleiades data which has 50 cm panchromatic resolution and 2 m multispectral with 4 bands (B, G, R, NIR) can precisely visualize objects. So, it can be used as the reference in the calculation of the green open space based on NDVI. The results of the accuracy testing of Landsat 8 and SPOT 6 image could be used to identify the green open space by using NDVI SPOT of 6 can increase the accuracy of 5.36% from Landsat 8.
DETECTING THE AREA DAMAGE DUE TO COAL MINING ACTIVITIES USING LANDSAT MULTITEMPORAL (Case Study: Kutai Kartanegara, East Kalimantan) suwarsono, nFn; Haryani, Nanik Suryo; Prasasti, Indah; Fitriana, Hana Listi; Priyatna, M.; Khomarudin, M. Rokhis
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2017.v14.a2851

Abstract

Coal is one of the most mining commodities to date, especially to supply both national and international energy needs. Coal mining activities that are not well managed will have an impact on the occurrence of environmental damage. This research tried to utilize the multitemporal Landsat data to analyze the land damage caused by coal mining activities. The research took place at several coal mine sites in East Kalimantan Province. The method developed in this research is the method of change detection. The study tried to know the land damage caused by mining activities using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), NDSI (Normalized Difference Soil Index), NDWI (Normalized Difference Water Index) and GEMI (Global Environment Monitoring Index) parameter based change detection method. The results showed that coal mine area along with the damage that occurred in it can be detected from multitemporal Landsat data using NDSI value-based change detection method. The area damage due to coal mining activities  can be classified into high, moderate, and low classes based on the mean and standard deviation of NDSI changes (ΔNDSI). The results of this study are expected to be used to support government efforts and mining managers in post-mining land reclamation activities.
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI LIMBAH LUMPUR ASAM DENGAN METODE SPECTRAL ANGLE MAPPER DAN SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERDASARKAN CITRA LANDSAT - 8 Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2935

Abstract

The utilization of remote sensing data is an alternative way that could be used for rapid detection of large coverage hazardous waste area. This study aims to classify the acid sludge contaminated area using Landsat 8 by applying Spectral Angle Mapper (SAM) classification method with two spectral reference sources, namely field spectral measurement using a spectrometer and endmember spectral from the image, and then compare the classification results. The accuracy level of SAM classification result showed that classification using endmember spectral from the image as the reference spectral reached 66,7%, whereas classification using field spectral measurement as spectral reference only reached 33,3%. The accuracy level of Spectral Mixture Analysis (SMA) classification result showed that classification using endmember spectral from the image as the reference spectral reached 62,5%. The affecting factors for the low accuracy is the significant differences of the spectral profiles obtained from spectrometer with spectral Landsat-8 due to differences of spatial and altitude Keywords: Acid sludge Waste, Spectral Angle Mapper, Spectral Mixture Analysis, Landsat-8 ABSTRAKPemanfaatan data penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi daerah tercemar limbah B3 secara cepat dengan wilayah yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi daerah tercemar lumpur asam menggunakan data Landsat 8 dengan metode Spectral Angle Mapper (SAM), kemudian membandingkan hasil klasifikasi SAM menggunakan spektral referensi berdasarkan pengukuran spektrometer dengan spektral yang diperoleh dari endmember citra. Tingkat akurasi klasifikasi SAM dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 66,7 %, sedangkan dengan menggunakan referensi spektrometer hanya mencapai 33,3 %. Tingkat akurasi klasifikasi Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 62,5 %. Faktor yang mempengaruhi rendahnya akurasi adalah perbedaan yang signifikan antara profil spektral yang diperoleh dari spektrometer dengan spektral Landsat-8 akibat perbedaan spasial dan ketinggian.
SPECTRAL ANALYSIS OF THE HIMAWARI-8 DATA FOR HOTSPOT DETECTION FROM LAND/FOREST FIRES IN SUMATRA Fitriana, Hana Listi; Sulma, Sayidah; suwarsono, nFN; Zubaidah, Any; Prasasti, Indah
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2018.v15.a2836

Abstract

Himawari-8 is the last generation of the low spatial resolution satellite imagery that has capability to detect the thermal variation on the earth of every 10 minute. This must be very potential to be used for detecting land/forest fire. This paper has explored the spectral prospective of the Himawari-8 for detecting land/forest fire hotspot. The main objective for this study is to identify the potential use of Himawari-8 for detecting of land forest fire hotspot. The study area was performed in Ogan Komering Ilir, South of Sumatra, which on 2015 occur great forest/land fire event. The main process included in this study are image projection, training sample collection and spectral statistical analysis measured by calculate statistic, they are average values, standard deviation values from reflectance visible band value and brightness temperature value, beside that validation of data obtained from medium resolution data of Landsat 8 with the similar acquisition time. The study found that the Himawari-8 has good capacity to identify land/forest fire hotspot as expressed for high accuracy assessment using band 3 and band 7.
DETECTION OF GREEN OPEN SPACE USING COMBINATION INDEX OF LANDSAT 8 DATA (CASE STUDY: DKI JAKARTA) Sulma, Sayidah; Nugroho, Jalu Tejo; Zubaidah, Any; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2016.v13.a2712

Abstract

Spatial information about the availability and presence of green open space in urban areas to be up to date and transparent was a necessity. This study explained the technique to get the green open spaces of spatial information quickly using an index approach of Landsat 8. The purpose of this study was to evaluate the ability of the method to detect the green open spaces, especially using Landsat 8 with a combination of several indices, namely Normalized Difference Build-up Index (NDVI), Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Build-up Index (NDBI) and Normalized Difference Bareness Index (NDBaI) with a study area of Jakarta. This study found that the detection and identification of green open space classes used a combination of index and band gave good results with an accuracy of 81%.
KARAKTERISTIK POLA SPEKTRAL PADA LAHAN TAMBANG TIMAH BERBASIS CITRA Haryani, Nanik Suryo; Fitriana, Hana Listi; Effendy, Iskandar
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.242 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2019.21-1.846

Abstract

Obyek yang berada di permukaan bumi mempunyai nilai spektral yang berbeda, sehingga setiap obyek yang terekam dalam citra satelit pada setiap panjang gelombang elektromagnetik akan mempunyai nilai spektral yang berbeda pula. Permasalahan yang muncul pada lahan bekas tambang ini adanya lahan terbuka yang secara visual terlihat adanya beraneka ragam kenampakan. Kondisi ini menarik untuk dilakukan penelitian masalah karakteristik spektral pada obyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik spektral pada lahan bekas tambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data citra Landsat tahun 2005, 2010, dan 2015, dengan mengkonversi nilai digital menjadi nilai reflektansi, selanjutnya melakukan konversi ke spektral radiansi Top of Atmosphere (ToA), konversi ke reflektansi ToA, dan konversi spektral radiansi ke temperatur kecerahan. Karakteristik pola spektral pada lahan bekas tambang yang dihasilkan berdasarkan reflektansi yang diperoleh dari citra tersebut. Hasil karakteristik pola spektral yang diteliti dari obyek pada lahan bekas tambang yang dikelaskan menjadi 4 kelas yaitu daerah terbuka secara visual berwarna abu-abu, putih terang, coklat dan kolong (bekas lahan tambang berbentuk cekung yang terisi air) yang secara visual berwarna biru. Perbedaan spektral yang terlihat jelas adalah pola spektral pada band 1, band 2, dan band 5, sedangkan band 3 dan band 4 mempunyai pola yang hampir sama. Korelasi antara nilai spektral hasil pengolahan citra terhadap nilai spektral hasil pengukuran di lapangan pada lahan terbuka bekas tambang timah mempunyai nilai korelasi terbesar pada obyek timah coklat dengan nilai korelasi sebesar 83,70%, sedangkan nilai korelasi terkecil pada obyek kolong dengan nilai korelasi sebesar 67,90%.