Anisa Anggraeni, Anisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN MORDAN JERUK BALI (CITRUS MAXIMA MERR) DAN JERUK LEMON (CITRUS LIMON) TERHADAP HASIL PENCELUPAN BAHAN SUTERA MENGGUNAKAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA PISANG RAJA (MUSA SAPIENTUM) Anggraeni, Anisa; Adriani, Adriani; Novrita, Sri Zulfia
E-Journal Home Economic and Tourism Vol 15, No 2 (2017): Periode September 2017
Publisher : E-Journal Home Economic and Tourism

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This event will be based on research in an effort to revive the image of theuse of the substance is natural color. The addition of mordan on its substance isnatural color will affect the color of the immersion. This study aims to describethe name of the color (hue), dark bright colors (value), color, and differences inflatness mordan Pomelo (Citrus Maxima Merr) and Lemon (Citrus Limon)against the results of dyeing Silk material using extracts of flower petals Plantain(Musa Sapientum). This type of research is a research experiment. The data used2are sourced from 18 person panelists, then analyzed using Friedman's test k-Related samples or ANOVA of one line. Immersion results without mordanproduce color Clam Shell Pink #C5A89B, with value categories very bright andkerataaan colors on the category very flat. mordan Pomelo produce color DarkSalmon Pink #B59890 with value are bright enough and kerataaan colors are flat,whereas with mordan Lemon is Warm Brown #AE8C8B with value are brightenough and kerataaan colors are blended. The results of the data analysis of darklight color (value) is 0.002 < 0.05, then H0 is rejected, meaning that there is adifference significant color light dark. As for the flatness of the color dataobtained is 0.154 > 0.05 H0 is accepted, then this means that there is nosignificant difference in color of the flatness on dyeing silk material usingPlantain flowers petals extract with Grapefruit and mordan mordan LemonKata kunci: Perbedaan Mordan, Bunga Pisang Raja
Potensi Bakteri Penambat Nitrogen dan Penghasil Hormon IAA Dari Sampel Rhizosfer Paku Epifit Di Mulut Gua Anjani, Kawasan Karst Menoreh Purnomo, Andi Joko; Anggraeni, Anisa; Astuti, Rini Kusuma; Lestari, Agustin Budi; Antasari, Galuh Ajeng
BIOTROPIC The Journal of Tropical Biology Vol 1 No 2 (2017): Biotropic, Volume 1, Nomor 2, 2017
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.54 KB)

Abstract

Gua Anjani merupakan salah satu gua horizontal yang terletak pada kawasan karst Menoreh, Purworejo, Jawa Tengah.Gua memiliki ekosistem spesifik dengan berbagai organisme pembentuk ekosistem gua, salah satunya bakteri penambat nitrogen.Bakteri penambat nitrogen merupakan bakteri yang berperan dalam penyediaan nitrogen pada tanah karena bakteri tipe ini mampu menambat nitrat dengan mengoksidasi ion ammonium pada tanah sehingga dapat terikat dengan kuat pada komponen-komponen humus yang menyebabkan nitrat tidak mudah terbilas keluar tanah (Schlegel, 1994). Bakteri penambat N lebih banyak dijumpai pada daerah rhizosfir, sedangkan paku epifit banyak ditemukan di mulut gua.Dalam penelitian ini, peneliti akan mengkarakterisasi bakteri penambat nitrogen dan penghasil hormone IAA, menghitung kelimpahannya dan menganalisis kemampuan bakteri tersebut dalam menambat nitrogen sehingga dapat dijadikan salah satu landasan untuk mengembangkan dan memanfaatkan bakteri ini secara lebih lanjut . Bakteri ini akan diisolasi dari sampel tanah yang ada di Gua Nguwik di Kawasan Karst Menoreh, Purworejo, JawaTengah.Berdasarkan penelitian didapatkan hasil pengukuran fiksasi nitrogen pada media NB dengan panjang gelombang 420 nm, pada jam ke 24 didaptkan hasil, isolat T1 memiliki rerata 0,416, G2 sebesar 0,408, dan R2 sebesar 0,402. Kemudian pengukuran pada jam ke 48 didapatkan hasil rerata untuk T1 sebesar 0,457, G2 sebesar 0,635 dan R2 sebesar 0,628. Kemudian dari hasil pengukuran terhadap kepadatan sel pada media NFM diketahui bahwa pada jam ke 24, isolat T1 memiliki rerata 1,605, G2 sebesar 1,682 dan R2 sebesar1,679. Kemudian pada jam ke 48 didapat rerata T1 sebesar 1,764, G2 sebesar 1,725 dan R2 sebesar 1,773.