Articles

Found 8 Documents
Search

PERAN BERAT MOLEKUL PROTEIN ENZIM EKSTRAKSELULER FUSARIUM OXYSPORUM FS.P. CUBENSE SEBAGAI FAKTOR VIRULENSI PADA TANAMAN PISANG Ambar, Abdul Azis
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.584 KB)

Abstract

The research aims to study the role of extracellular enzymes molecule wight on the virulence of Fusarium oxysporum f.sp. cubence (Foc).  The study was conduvted in the glass house, laboratory of plant pathology.  The isoletd used in this research are Bnt 1 and Bnt 2 from Yogyakarta, Btu 3 from Malang, Wsb 3 from Wonosobo, Lmp 3from Lampung and, Kjg 3 from Kalimantan.  Banana cultivar ambon kuning is used as tested plant.  Pathogenicity test is conducted by using hydroponic system.  The plant roots are injured with a needle and then put into filled with sterile water.  The suspension of Foc conodia is added in to plastic cup up to 106 spore/ml in concentration.  Observation of symptom was conducted at 6 week by counting the score of necrotic symptom (RDI/Rhizome Discoloration Index) on banana cob which cut horizontally.  Analysis extracelluler enzymes is done by using sodium dodecyl sulphate polycrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE).The result of pathogenicity test showed that  the virulence of six isolates of Foc is not significantly different.  Est of extracellular enzyme activity on six isolates of Foc showed that there is significant different between extracellular enzymes activity on isolates of Bnt 2, Wsb 3, Lmp 3, Kjg 3, and control but not for isolates of Bnt 1 and Btu 3.  The six isolates have protein variation both amount and type that is probably related to its patogenisity.  The result of SDS-PAGE showed that the six isolates of Foc have same protein pattern at 55,6 kDa.  Protein pattern of Bnt 1, Bnt 2, Btu 3, Wsb 3, and Lmp 3 is laid on 42.84 kDa.  Isolate of Bnt 2 has protein pattern at 36.5 kDa and Btu 3 has protein pattern at 20 kDa.  The protein pattern that approaches to the pattern of polygalacturonase is Bnt 2 at 36.5 kDa molecule wight.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN Usman, Usman; Rahim, Iradhatullah; Ambar, Abdul Azis
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.597 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair (POC) dan waktu pemangkasan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali. Petak utama adalah konsentrasi POC (C) terdiri dari empat taraf, yaitu: 0 ml/l air (C0), 10 ml/l air (C1), 20 ml/l air (C3) dan 30 ml/l air (C4). Sedangkan anak petak adalah waktu pemangkasan terdiri dari tiga taraf, yaitu: tanpa pemangkasan (P0), 30 hari setelah tanam (hst) (P1) dan 60 hst (P2), yang dilanjutkan dengan uji BNT jika perlakuan berpengaruh nyata.Hasil percobaan menunjukkan Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Netto (LAN), Laju Tumbuh Pertanaman (LTP), dan produksi tertinggi tanaman kacang koro pedang diperoleh pada konsentrasi POC 30 ml/l air. Waktu pemangkasan yang memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang adalah 60 hst. Interaksi antara POC dan pemangkasan yang memberikan hasil terbaik adalah konsentrasi POC 30 ml/l air dan pemangkasan saat tanaman berumur 60 hst, dengan produksi 3,9 ton/ha.
IDENTIFIKASI PENYAKIT DUA VARIETAS TOMAT (LICOPERSICON ESCULENTUM MILL.) YANG TERIMBAS ASAM FUSARAT TERHADAP JAMUR PATOGEN DI KABUPATEN SIDRAP Satrinah, Satrinah; Ambar, Abdul Azis; Rahim, Iradhatullah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.08 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks luas daun, gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur, persentase penyakit yang muncul akibat jamur, intensitas serangan jamur Fusarium Oxysporum, dan mengetahui  varietas yang tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur. Percobaan dilakukan di kebun petani di Desa Cipo Takari Kabupaten Sidrap, dimulai pada bulan Juni sampai September 2013. Gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur yaitu penyakit bercak daun Alternaria, penyakit bercak daun Cercospora, dan penyakit busuk daun Phytopthora.
PEMANFAATAN AGENSI HAYATI DALAM MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PERAKARAN DAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM CABAI BESAR (Capsicum annum L) Musdalifa, Musdalifa; Ambar, Abdul Azis; Putera, Muh. Ikbal
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.551 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v6i3.315

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan perakaran dan intensitas layu fusarium pada tanaman cabai besar yang diberikan perlakuan agensi hayati. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK). Setiap percobaan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri atas 12 unit percobaan. Penelitian terdiri dari empat perlakuak, yaitu kontrol (tanpa agensi hayati), pemberian Pseudomonas flourescens, pemberian Trichoderma sp., dan kombinasi P. flourescens dengan Trichoderma sp. Hasil rata-rata persentase serangan layu fusarium tertinggi pada perlakuan kontrol sebesar 21,19% dan terendah pada perlakuan P. flourescens sebesar 2,32%. Untuk pertumbuhan perakaran diperoleh panjang dan berat akar tertinggi pada perlakuan Trichoderma sp. Penggunaan agensi hayati dapat menekan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman. Untuk menekan serangan penyakit layu fusarium sebaiknya menggunakan P. flourescens, sedangkan untuk meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman menggunakan Trichoderma sp.
VIRULENSI 9 ISOLAT FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. LYCOPERSICI DAN PERKEMBANGAN GEJALA LAYU FUSARIUM PADA DUA VARIETAS TOMAT DI RUMAH KACA Ambar, Abdul Azis; Priyatmojo, Achmadi; Hadisutrisno, Bambang; Pusposendjojo, Nursamsi
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 2 (2010): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2010.14.2.104

Abstract

Penyakit layu fusarium disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol), merupakan penyakitpenting tomat. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat virulensi Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici darilokasi berbeda pada varietas Roma dan Money Maker, dan perkembangan penyakit layu fusarium di rumahkaca. Penelitian ini menggunakan suspensi Fol hasil monospora (1 x 107 konidium/ml air steril) dan tomat yangberumur 4 minggu. Akar direndam dalam suspensi Fol selama 30 menit, kemudian di tanam dalam pot yangtelah berisi campuran tanah dan pupuk. Hasil uji virulensi Fol isolat (A1) dan (A2) memperlihatkan virulensitinggi pada 2 varietas tomat yaitu (78%; 75%) untuk Roma dan (92%; 85%) untuk Money Maker. Keduaperlakuan tersebut berbeda nyata dengan kontrol. Rata-rata virulensi isolat Fol pada varietas Roma lebih rendah(< 50%) dibanding varietas Money Maker (> 50%). Hasil ini mengindikasikan bahwa varietas Roma lebih tahandibanding varietas Money Maker. Hasil pengamatan untuk perkembangan gejala layu fusarium di rumah kacaberupa menguningnya kotiledon kemudian kotiledon layu, diikuti mengeringnya ujung daun pertama. Gejalaberlanjut, mengering sampai gugurnya kotiledon yang diiringi dengan awal menguningnya daun, semua ujungdaun kering dan daun menguning, dan akhirnya daun layu. Gejala lain tampak dari penelitian adalah pengerdilantanaman pada kedua varietas.Kata kunci: virulensi fol, perkembangan gejala layu, varietas tomat ABSTRACTFusarium wilt diseases caused by Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) as important diseases ontomato. The aim of research was to know the levef of Fol virulence from 9 different origin (Centra Java, SouthSulawesi, and DI. Yogyakarta) and development of fusarium wilt diseases in green house. Monosporic colonysuspension (1x 107 conidia/ml) are used in this research. The test of virulence by pouring the monosporicsuspension of Fol isolates for 30 minutes on both varieties Roma and Money Maker were 4 weeks old. The resultshowed that A1 and A2 isolates more severity (78% and75% on Roma variety) and (92% and 85% on MoneyMaker variety) than other isolates. Amount of virulence showed Roma variety (< 50%) lower than MoneyMaker variety (> 50%). This result indicated that Roma variety more resistant than Money Maker variety. Theobservation of fusarium wilt development showed that early symptom of yellow – wilt cotyledont followed withdry of leaf tip. By the time, development of symptom was cotyledon senesence to followed yellow of leaf and theend wilt. The other symptom was inhibition of plant growth on tomato.Key words: fol virulency, development of wilt symptom, tomato variety
EFEKTIVITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG HIBRIDA DI KOTA PAREPARE Haslinda, Haslinda; Toha, Sahabuddin; Ambar, Abdul Azis
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5 (2019): April Suplemen
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.945 KB) | DOI: 10.26858/jptp.v5i0.9075

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of agricultural extension workers in increasing the income of hybrid corn farmers in the city of Parepare. This study uses qualitative methods with data collection techniques consisting of observation, interviews, questionnaires and documentation. The number of respondents is 100 people from the total number of hybrid corn farmers in this region. The results obtained based on two indicators of efficiency, it is known that agricultural extension agents play an effective role in increasing the production and income of respondents.
POTENSI JAMUR TRICHODERMA SP DALAM PENGENDALIAN PHYTOPTHORA PALMIVORA SECARA IN VITRO Armila, Zelvi; Ambar, Abdul Azis; Ilmi, Nur; Harsani, H; Rahim, Iradhatullah
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.345 KB)

Abstract

Penyakit busuk buah kakao merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman kakao dan menyebabkan kehilangan hasil mencapai 90% pada musim hujan, dengan peningkatan populasi semut yang tinggi pada musim kemarau. Tujuan&nbsp; dari penelitian ini adalah&nbsp; untuk mengetahui laju penghambatan jamur&nbsp; Trichoderma sp&nbsp; terhadap jamur&nbsp; Phytopthora palmivora secara&nbsp; in vitro. Penelitian ini menggunakan metode in vitro yaitu Trichodermasp dan Phytopthora palmivora berdiameter 3 mm diinokulasikan pada media PDA pada cawan petri dengan jarak 4 cm, selanjutnya diinkubasi di ruang gelap pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan dengan menghitung persentase penghambatan&nbsp; Trichoderma spterhadap&nbsp; Phytopthorapalmivora&nbsp; dan membandingkan dengan kontrol. Interaksi yang terbentuk diamati pada hari ke-7 setelah inokulasi. Persentase tertinggi yaitu 0.58 % terjadi pada hari ke-7&nbsp; dan bentuk interaksi terlihat jamur Trichoderma sp melilit dan menembus hifa dari jamur Phytopthora palmivora.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TOMAT YANG DIBERI HORMON TUMBUH ALAMI EKSTRAK JAGUNG DAN EKSTRAK BAWANG MERAH Rinaldi, Ade; Ambar, Abdul Azis; Ilmi, Nur; Harsani, H; Rahim, Iradhatullah
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.884 KB)

Abstract

Tomat (Solanum esculentum) merupakan komoditi hortikultura yang cukup diminati. Upaya peningkatan produksi tomat dilakukan dengan pembentukan bakal buah, dengan bantuan zat pengatur tumbuh yang berfungsi seperti hormon tumbuh pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon tumbuh alami untuk pertumbuhan dan produksi tomat. Penelitian berbentuk eksperimen dalam Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian hormon tumbuh alami dari ekstrak jagung, bawang merah, dan mix ekstrak jagung dan bawang merah. Bibit tanaman tomat direndam dalam hormon tumbuh alami selama 40 menit. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak jagung memberi hasil terbaik berat buah tomat. Ekstrak bawang merah memberi hasil terbaik pada panjang akar tomat, sedangkan mix ekstrak memberi hasil terbaik pada jumlah buah tomat. Produksi tomat tertinggi pada ekstrak jagung, yaitu 7.96 ton/ha.