Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BAHAN PENGENYAL YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN LEMAK DAN SUSUT MASAK BAKSO DAGING AYAM BROILER Nasrul, Nasrul; Novieta, Intan Dwi; Irmayani, Irmayani
bionature Vol 20, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v20i1.9754

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of addition of chewing agents which differed on broiler chicken meatballs. The results of study show that with the addition of different ingredients that are egg white, carrageenan and gelatin have a very real effect. The average value of the highness fat content at the lowest is T3 at (0,71) T1 at (0,64) T2 at (0,61) and T0 at (0,51). The highest average cooking shrinkage value is T0 of (31,15) T1 of (20,82) T2 of (16,77) and T3 of (2,35). From the results of this study, it is known recommended is T0 treatment for fat content and T3 treatment for cooking losses.Keywords: Fat content, Cooking shrinkage, Egg white, Carrageenan, and Gelatin
KANDUNGAN PROTEIN DAN KADAR AIR BAKSO DAGING AYAM BROILER PADA PENAMBAHAN BAHAN PENGENYAL YANG BERBEDA Rusli, Rusli; Novieta, Intan Dwi; Rasbawati, Rasbawati
bionature Vol 19, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v19i2.9730

Abstract

Abtract. The study aimed to determine the effect of different meatball enhancers on meatbel protein and to determine the effect of different meatball enhancers against meatball water content. This research was conducted in june 2018 at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Animal Husbandry and Fisheries of the University of Muhammadiyah Parepare. Research using broiler chicken meat, water, flavorings, garlic, pepper, salt, egg white, carrageenan, gelatin, tissue, and ice cubes. The study used a completely randomized design (CRD) with four treatment levels and three replications, namely T0 = without ingreadients, T1 = crisp egg white, T2 = crustacean, T = gelatin. The results of the study showed that with the addition of pulses that the protein content of meatballs had a very real effect and water content in meatball with the addition of different ingredients that are influential real to meatball water content. The highest average protein value to the lowest is T0 is 6.52, T2 is 6.46, T1 is 6.33, T3 is 4,15. The highest average water volues to the lowest were T1 at 63.35, T0 at 63.05, T3 at 62.58, and T2 at 62.44. From the results of the study, it is known that the best treatment and can be recommended is T2 treatment with karagenan crusher.Keywords: Proteins, water content, broiler chicken meat, egg white, carrageenan, and gelatin.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BAHAN PENGENYAL YANG BERBEDA TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK DAN PH BAKSO DAGING AYAM BROILER Akbar, Akbar; Novieta, Intan Dwi; Fitriani, Fitriani
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 5, No 2 (2019): Desember
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.281 KB) | DOI: 10.24252/jiip.v5i2.11885

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan pengenyal yang berbeda terhadap nilai organoleptik dan pH bakso daging ayam broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dimana faktor T (konsentrasi). Adapun faktor T (konsentrasi) yaitu T1 (15 g), T2 (10 g), dan T3 (7 g)  Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan pengenyal yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai uji organoleptik daging ayam broiler. Adapun penambahan bahan pengenyal yang berbeda terhadap uji organoleptik bakso daging ayam broiler berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap uji organoleptik aroma, rasa, tekstur dan kekenyalan. Sedangkan untuk pH tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH bakso daging ayam broiler.
KUALITAS TAIWAN GRASS (PENNISETUM PURPUREUM CV. TAIWAN) PADA UMUR DEFOLIASI DAN KONSENTRASI EFFECTIVE MICROORGANISMS 4 (EM4) YANG BERBEDA Novieta, Intan Dwi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.734 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v5i3.187

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pemeliharaan Taiwan grass dan tahap penentuan kualitas Taiwan grass.  Kualitas hijauan berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan analisis proksimat meliputi kadar protein kasar, serat kasar, kalsium dan fosfor. Dilaksanakan dalam bentuk percobaan eksperimen menggunakan Rancangan Faktorial dua faktor dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Faktor pertama yaitu adalah umur defoliasi (P) yaitu 35 hari (P1), 45 hari (P2), dan 55 hari (P3). Faktor kedua adalah konsentrasi EM4 (M) yaitu tanpa pemberian EM4 (M0), 5cc EM4 /liter air (M1), dan 10 cc EM4/liter air (M2). Hasil penelitian menunjukkan umur defoliasi yang baik dilakukan adalah pada umur  55 hari dengan konsentrasi EM4 10 cc. Pada perlakuan tersebut, kandungan protein kasar 11.42; serat kasar 29.41; kandungan Ca (0,37%) dan P (0,29%).  Interaksi antara umur defoliasi (pemotongan) dan konsentrasi EM4 tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas Taiwan Grass.
KANDUNGAN KALSIUM (Ca) DAN FOSPOR (P) KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS ) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN KONSENTRAT PADA RANSUM TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCl YANG BERBEDA Nur, Eva Melani; Munir, Munir; Novieta, Intan Dwi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.975 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman NaCl terhadap kandungan kalsium (Ca) dan Fospor (P)pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu . TO= kontrol, TI=  perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari.  perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berbeda sangat nyata pada taraf 1% (P&lt;0.01). Pada perlakuantanpa perendaman menghasilkan rata-rata kandungan kalsium 0,90%.  Adapun perlakuan padaperendaman 1 hari  dengan rata-rata kandungan kalsium 0,59%. Hal ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar kalsium sebanyak 0,31%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan  perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,61% . Hal ini menunjukkan penurunan kandungan kalsium sebanyak 0,29% dari perlakuan  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari menghasilkan rata-rata 0,52%. Hal ini menunjukkan penurunan  kandungan  kalsium sebanyak  0,38%  dari perlakuan T0. perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berpengaruh sangat nyata. Pada T0 tanpa perlakuan menghasilkan rata-rata 1,10%.  Perlakuan perendaman 1 hari rata-rata kandungan fospor 0,83%, ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar fospor sebanyak 0,27%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,78%,. Hal ini menunjukkan penurunan kandungan fospor sebanyak 0,32% dari  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari, penurunan  kandungan  fospor  sebanyak  0,33%  dari perlakuantanpaperlakuandengan nilai rata-rata kandungan fospor 0,77%.
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA Semaun, Rahmawati; Novieta, Intan Dwi; Abdullah, Mu’tia
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.973 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pakan alternatif yang berkualitas untuk ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu tongkol jagung. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi tongkol jagung setelah difermentasi dengan Aspergillus niger. Penelitian ini merupakan teknologi pakan dengan teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme yang selanjutnya dilakukan analisis proksimat, meliputi kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Kalsium, dan Fosfor. Penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan akan dapat diperoleh informasi perlakuan yang paling baik dalam fermentasi pakan dengan Aspergillus niger, dan tersedianya pakan ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian untuk menunjang program penyediaan pakan lokal. Selain itu meningkatnya profesionalisme dalam penelitian, pengembangan ilmu dan teknologi serta publikasi ilmiah serta menemukan inovasi teknologi yang dapat dengan mudah diaplikasikan kepada petani dan peternak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1% Aspergillus niger dengan fermentasi 8 hari menghasilkan kandungan protein kasar terbaik, yaitu 4,95%. Sedangkan kandungan serat kasar terbaik pada perlakuan fermentasi 4 hari + 1% Aspergillus niger.
EVALUASI PENURUNAN ANGKA MORTALITAS DAN MORBIDITAS AYAM PEDAGING YANG MENDAPATKAN PENAMBAHAN TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM Risa, Ernita; Semaun, Rahmawati; Novieta, Intan Dwi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.103 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung lempuyang yang berbeda pada ransum  terhadap penurunan angka mortalitas  dan  morbiditas (penyebab penyakit) dari  kematian ayam pedaging tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan  ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan  yaitu P0=kontrol, P1=0,5% tepung lempuyang, P2=2,5% tepung lempuyang, P3=4,5% tepung lempuyang dan P4=6,5% tepung lempuyang.  Angka mortalitas ayam pedaging pada perlakuan P0 (4 ekor),  P1 (2 ekor) P2 (0 ekor) P3 (0 ekor) dan P4 (1 ekor). P0 (control) berpengaruh sangat nyata terhadap perlakuan P1,P2,P3 dan P4. Perlakuan P1 (2 ekor) berpengaruh nyata terhadap perlakuan P0, P2, P3 tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap     perlakuan P4. Persentase morbiditas atau angka serangan penyakit adalah 7 %  (7 ekor dari 90 ekor). Penyakit yang muncul selama pemeliharaan adalah Tetelo (Newcastle Disease) yang pada akhirnya menyebabkan kematian tujuh ekor ayam pedaging. Ayam yang mati akibat penyakit Tetelo (Newcastle Disease) selanjutnya dilakukan bedah bangkai oleh dokter hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil penelitian  pemberian tepung lempuyang dalam ransum dengan dosis 2,5% dan 4,5% dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging dengan angka mortalitas 0%.  Sedangkan  Angka mortalitas tertinggi diperoleh perlakuan P0 yaitu 4%, dan Pemberian tepung lempuyang dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging.
KONSUMSI DAN KECERNAAN PROTEIN KASAR (CRUDE PROTEIN) RANSUM TERNAK KAMBING YANG DIBERI PAKAN HIJAUAN DENGAN SUPLEMEN BY-PRODUCT LIMBAH KULIT BUAH DAN BIJI RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM Kadir, Muh. Jurhadi; Novieta, Intan Dwi
bionature Vol 20, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v20i2.11278

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the consumption and digestibility of crude protein fruit skin and rambutan seeds an animals feed suplements in goat rations fed forage. The study was conducted in Sidrap Regency and the Laboratory of Animal Feed chemistery, Fakulty of animal husbandry, Hasanuddin University in Makassar, using a Completely Randomized Design (RAL) with a 4 x 4 pattern (P0: 100 % forage (control), P1: 15 % fruit skin and 5 % seeds rambutan + 80 % forage, P2: 10 % fruit skin and 10 % seeds rambutan + 80 % forage and P3: 5 % fruit skin and 15 % rambutan seeds + 80 % forage), 4 adult goat. The data obtained were statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA) and Duncan test, showing forage feeding with rambutan by-product supplements in the form of fruit skin and rambutan seeds as much as 20 % goat fodder had no significant effect (P>0.05) on the consumption of crude protein, and significant effect (P<0.05) on crude protein digestibility, Duncan? test showed that there were significant differences (P<0.05) between each treatment. The study concluded that a good digestibility rate was obtained in P3 treatment, namely 5 % fruit skin and 15 % rambutan seeds + 80 % forage. It is recommended that further research be carried out to determine the level of feeding and changes in goat animal body weight. Keywords: rambutan skin and seeds, consumption, digestibility, goat.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR PROTEIN TELUR ITIK ASIN Fatrah, M. Fachri; Novieta, Intan Dwi; Irmayani, I.
bionature Vol 19, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v19i1.7525

Abstract

ABSTRACT M. FACHRI FATRAH (NIM. 1215140054). The level of effectiveness of Moringa leaf?s extract (Moringa oleifera lamk) with different concentrations to moisture degree and protein degree of salted duck egg, (guided by Intan Dwi Novieta and Irmayani).The aim of this study is to know the influence of Moringa leaf?s extract (Moringa oleifera Lamk) towards moisture degree and protein degree of salted duck egg. This study use completely randomized design (CRD) with 4 treatments level and 3 replications i.e. K0= without moringa leaf?s extract 0%, K1= addition of moringa leaf?s extract 10%, K2= addition of moringa leaf?s extract 20%, K3= addition of Moringa leaf?s extract 30%.The result of the study showed that by addition of moringa leaf?s extract treatment with difference concentration give a real influence (P<0,01) towards moisture degree and rough protein degree of salted duck egg. The average value of the lowest to the highest moisture degree i.e. K0 (35,67%), K2 (36,36%), K1 (38,47%)  and K3 (39,58%). The average value of the highest to the lowest rough protein degree i.e. K0 (20,60%), K2 (19,69%), K3 (19,47%) and K1 (18,98%). Based on the result of the study then the best treatment and can be recommended is the treatment K2 with 20% moringa leaf?s extract  addition.Keywords:     Moringa Leaf?s Extract, Salted Duck Egg, Moisture Degree, Protein Degree
KANDUNGAN SELLULOSA, HEMISELLULOSA DAN LIGNIN PAKAN KOMPLIT BERBASIS TONGKOL JAGUNG YANG DISUBSTITUSI Azolla pinnata PADA LEVEL YANG BERBEDA Fitriani, Fitriani; Rauf, Juliawati; Novieta, Intan Dwi; R, Muh. Syahril
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.148 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v7i3.365

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti tongkol jagung menjadi solusi untuk mengatasi masalah pakan. Azolla pinnata juga merupakan salah satu tanaman paku dan dianggap gulma oleh petani. Tanaman ini memiliki potensi sebagai pakan bagi ternak ruminansia, ketersediaan yang tinggi serta kandungan nutrisi yang cukup baik merupakan pertimbangan penggunaannya sebagai pakan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan serat pada pakan yang diberi Azolla pinnata dengan level yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan diulang tiga kali sehingga terdapat 9 satuan percobaan. Peubah yang diamati untuk melihat respon terhadap perlakuan yang diberikan adalah kandungan sellulosa, hemisellulosa dan lignin yang dianalisis menggunakan metode analisis Van-Soest. Hasil analisis ragam pakan komplit berbasis tongkol jagung dengan penambahan Azolla sebagai pakan ternak ruminansia berpengaruh sangat nyata (P&gt;0,05) terhadap kandungan sellulosa, hemisellulosa dan lignin. Kandungan sellulosa yang diperoleh berkisar antara 18,67% sampai dengan 22,42%. Kandungan hemisellulosa pakan komplit berkisar antara 25,60% - 28,40% sedangkan kandungan lignin berkisar antara 8,60% - 9,40%.