Budiman Nohong, Budiman
Fakultas Peternakan UNHAS

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KANDUNGAN KALSIUM DAN FOSPOR KOMBINASI TUMPI JAGUNG DAN JERAMI KACANG TANAH YANG TERFERMENTASI Qadri, Qadri; Semaun, Rahmawati; Nohong, Budiman
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.854 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v4i1.109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi kombinasi jerami kacang tanah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp terhadap kandungan kalsium (Ca) dan fospor (P). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0=kontrol 100% tumpi jagung, R1= 60% tumpi jagung + 40% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.), R2=70% tumpi jagung + 30% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.) dan, R3=80% tumpi jagung + 20% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.). kandungan kalsium (Ca) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata. Kandungan kalsium (Ca) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,63%), R3 (0,61%), R0 (0,60%) dan R1 (0,59%). Hasil analisis ragam kandungan fospor (P) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi, menunjukkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan fospor berpengaruh sangat nyata terhadap kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi. Kandungan fospor (P) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,80%), R3 (0,72%), R1 (0,60%) dan R0 (0,40%). Perlakuan R0 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1, R2 dan R3. Perlakuan R1 berpengaruh sangat nyata (P>0,01) dengan perlakuan R0 dan R2 namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R2 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0 dan R1 namun tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R3 tidak berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1 dan R2 namun berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0.
Pengaruh Pemberian Bahan Aditif Berbeda terhadap pH dan Kandungan Bahan Kering Silase Sorgum Manis (Sorghum bicolor L.) Mugfira, Mugfira; Nohong, Budiman; nompo, syamsuddin
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum memiliki kemampuan untuk tumbuh baik disaat musim hujan maupun kemarau serta memiliki kandungan nutrisi yang hampir setara dengan rumput gajah. Hal ini tentunya dapat menjadi solusi dalam penyediaan pakan hijauan yang tidak kontinyu. Dalam pembuatan silase penambahan bahan aditif diperlukan untuk memperoleh hasil silase yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan kandungan bahan kering silase sorgum manis yang diberi bahan aditif berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0: Kontrol, P1: Tepung Sagu 5%, P2: Dedak Padi 5%, dan P3: Dedak Jagung 5%. Sampel dianalisis di Laboratorium untuk mengetahui pH dan bahan kering dari silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH silase sorgum pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05). pH dari silase sorgum yang dihasilkan berkisar antara 3,83 ? 3,89 yang berarti merupakan silase dengan kualitas sangat baik. Sedangkan untuk kandungan bahan kering, silase pada perlakuan P0 (kontrol) sangat nyata lebih rendah (P<0,01) dibandingkan P2 dan nyata lebih rendah (P<0,05) terhadap P1 dan P3. Hal ini menunjukkan bahwa silase sorgum manis dengan 13% bx yang dibuat tanpa penambahan bahan aditif cukup layak untuk diterapkan melihat dari pH silase yang dihasilkan merupakan pH dengan kategori sangat baik.
Pengaruh Pemberian Molases dan Gula Pasir Terhadap pH dan Produksi Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureun sp). Wakano, Fahruddin; Nohong, Budiman; Rinduwati, Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preservation of forage with silage method has been widely practiced by farmers, one of the factors that influence the success of making silage is the addition of additives, such as molasses. However, molasses is not available in all regions. For that we need a material that can be an alternative substitute for silage, namely granulated sugar, besides having nutritional value that is almost the same as molasses, sugar also contains water soluble carbohydrate (WSC) which is easily utilized by lactic acid bacteria as an energy source during the ensilage process. This study aims to determine the effect of molasses and sugar levels on pH values and dry matter of elephant grass silage. The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications, namely P1: control, P2: Molases 4%, P3: Sugar 4%, P4: Molases 6% and P5: 6% sugar. So that the total sample unit is 15 units and one unit of fresh material samples. Samples were analyzed in the laboratory to determine the pH value and dry matter of silage. The results showed that the administration of sugar additives at the level of 4% in silage had the same quality as silage which was given molasses at the level of 4%. However, at the level of 6% silage which is given molasses it has better quality than silage which is given sugar. This shows that granulated sugar can be used as an alternative to molasses in making silage.
Introduksi Teknologi Pengolahan Pakan di Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan Purwanti, Sri; Agustina, Laily; Nadir, Marhamah; Nohong, Budiman; Jamila, Jamila; Jamilah, Jamilah
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 2 (2017): JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Dosen Indonesia JATIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.109 KB) | DOI: 10.36339/je.v1i2.59

Abstract

The purpose of science and technology activities for the community is to provide skills to farmers groups inutilizing the potential of existing natural resources as an alternative to ducks, utilizing high-protein ammonia bran, andmaking herbs as additive feed. Specific targets to be achieved are the fulfillment of livestock nutrition needs, especiallyducks with resource utilization with the fulfillment of food needs. Not only use the feed without processing. Through thisactivity farmers and agricultural extension, workers are expected to synergize to learn to utilize available local food,raising public awareness to utilize local resources into the nutrient-rich feed. Method of implementation of activities to becarried out is the socialization of activities on farmer groups, training for members of farmer groups, how to make a feedwith some feed processing technology and assistance to farmers. Output target IbM program is an alternative ration forducks, ammonia bran as a source of protein, herbal medicine. The method used is PRA (Participatory Rural Appraisal) /RRA (Rapid Rural Appraisal). Learning methods, extension training, training, and visits (Laku), field school education(SL), demonstration plots, guidance and mentoring, learning by doing. The resulting results of the system. Breeders arenot familiar with feed processing technology and farmers have not utilized local feed as a constituent of rations. Thetechnology applied to the breeder group is to use herbal ingredients as a feed additive, making silage as a source ofprotein one source for duck livestock
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK UREA DAN UMUR PANEN TERHADAP PRODUKSI HIJUAN SORGUM MANIS (SORGHUM BICOLOR (L.) MOENCH) Saputra, Ardian; Nohong, Budiman; Rinduwati, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur panen dan level pemberian pupuk urea terhadap produksi hijauan sorgum manis. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 dan tiga kali ulangan. Faktor pertama terdiri atas umur panen, yaitu 35 hari setelah tanam (35 HST) dan 55 hari setelah tanaman (55 HST).  Faktor kedua adalah level pupuk urea, yaitu 0 kg urea/ha (0 g urea/polybag), 150 kg urea/ha (0,75 g urea/polybag) dan 250 kg urea/ha (1,25 g urea/olybag). Setiap unit perlakuan diberi pupuk dasar bokashi masing-masing 300 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen dan level pemberian pupuk urea berengaruh terhadap produksi hijauan segar dan bahan kering sorgum manis. Tidak ada interaksi antara tingkat pemupukan dengan umur panen.  Produksi hijauan segar dan bahan kering sorgum manis lebih tinggi ada umur panen 55 hari dan pada level pemberian pupuk 250 kg urea/ha (1,25 g urea/olybag). 
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK BOKASHI TERHADAP PRODUKSI HIJAUAN SORGUM MANIS (SORGHUM BICOLOR [L.] MOENCH) Risna, .; Nohong, Budiman; Rinduwati, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh  level pemberian pupuk bokashi  terhadap produksi hijauan sorgum manis. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dan empat kali ulangan.Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : T0 : Kontrol (tanpa pupuk);   T1 : Pupuk Bokashi 60 ton/ ha setara dengan 300 g/polybag;   T2 : Pupuk Bokashi 100 ton/ ha setara dengan 500 g/polybag;  T3 : Pupuk Bokashi 140ton/ha setara dengan 700 g/ polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi hijauan segar dan bahan kering pada tanaman sorgum manis. Uji Duncan menunjukkan bahwa produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan  T1 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding dengan produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan T0 (kontrol). Produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan T2 dan T3 sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dibanding dengan produksi hijauan segar dan bahan kering pada perlakuan T0 (kontrol). Sedangkan produksi hijauan segar dan bahan kering pada perlakuan T2 dan T3 tidak berbeda nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian dosis pupuk bokashi  sampai level 100 ton/ha (500 g/polybag ) meningkatkan produksi bahan segar dan bahan kering sorgum manis.