Mauli Kasmi, Mauli
Jurusan Agribisnis Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Reproductive biology of Indian mackerel, Rastreliger kanagurta (Cuvier, 1816) in Takalar Coastal Waters, South Sulawesi Kasmi, Mauli; Hadi, Syamsul; Kantun, Wayan
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17, No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.633 KB) | DOI: 10.32491/jii.v17i3.364

Abstract

The objective of this research is to observe reproductive biology of Indian mackerel in Takalar coastal waters through gonad maturity development, the first size of mature gonad, spawning, gonado somatic index (GSI), and fecundity. Sampling was done for eight months started from March to October 2015. Gonad maturity stage was observed morphologically, spawning season focusing on direct observation result toward gonad by identifying Indian mackerel which has spawned.GSI was analyzed based on comparison between gonad weight and Indian mackerel weight while fecundity was observed by gravimetric method. Analysis result shows that Indian mackerel gonad maturity throughout the year with peak occurring in July and August. GSI was around 0,928-4,490. The first size of gonad mature of female Indian mackerel is 21,18 cm and male Indian mackerel is 21,31 cm. Spawning occurs after peak of gonad maturity so next month, value of maturity index decreases slowly and gradually. Indian mackerel has total fecundity around 11.235- 40.878 granule. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengamati biologi reproduksi ikan kembung lelaki di perairan pesisir Takalar melalui perkembangan kematangan gonad, ukuran pertama matang gonad, musim pemijahan, indeks kematangan gonad (IKG), dan fekunditas. Pengambilan sampel dilakukan selama delapan bulan mulai Maret sampai Oktober 2015. Perkembang-an kematangan gonad diamati secara morfologi. Musim pemijahan mengacu pada hasil pengamatan langsung terhadap gonad dengan mendata ikan kembung lelaki yang telah memijah. IKG dianalisis berdasarkan perbandingan antara bobot gonad dan bobot tubuh ikan kembung lelaki, sedangkan fekunditas dihitung dengan metode gravimetrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan kembung lelaki mengalami kematangan gonad sepanjang tahun dengan puncak terjadi pada bulan Juli dan Agustus. IKG berkisar 0,928-4,490. Ukuran ikan kembung lelaki betina kali pertama matang gonad adalah 21,18 cm dan jantan adalah 21,31 cm. Pemijahan terjadi setelah puncak kematangan gonad sehingga pada bulan berikutnya terjadi penurunan nilai indeks kematangan secara perlahan dan bertahap. Ikan kembung lelaki memiliki fekunditas total berkisar 11.235-40.878 butir.
PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN LAUT KABUPATEN POLEWALI MANDAR BERDASARKAN DATA STATISTIK TAHUN 2016 Ridwan, Muhammad; Kasmi, Mauli; Putri, Andi Rani Sahni
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 5, No 10 (2018)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas unggulan sektor perikanan laut merupakan salah satu komoditas strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas perikanan tangkap yang menjadi unggulan di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling berbasis data statistik tahun 2016. Analisis yang digunakan dalam peneltian adalah Location Quotient (LQ), dan analisis Specialization Index (SI). Penentuan komoditas unggulan apabila baik nilai LQ maupun SI >1.  Perangkingan komoditas menggunakan indeks komoditi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas perikanan tangkap Kabupaten Polman di Sulawesi Barat yang menjadi unggulan utama adalah ikan teri (Stolephorus Sp), ikan madidihang (Thunnus albacores), ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan biji nangka (Upeneus moluccensis). Diantara keempat komoditas unggulan tersebut, ikan madidihang memiliki nilai LQ dan SI yang paling tinggi yaitu 1.87 dan 10.19. Hasil ini berimplikasi pada pentingnya strategi penangkapan dan pengelolaan ikan tuna madidihang di Kabupaten Polman untuk meningkatkan pendapatan daerah. Kata kunci: Komoditas Unggulan, perikanan laut, LQ, SI dan Kabupaten Polewali Mandar
PENGEMBANGAN DAYA SAING USAHA RUMPUT LAUT MELALUI SECARA INTEGRATIF SEBAGAI PENINGKATAN INCOME MASYARAKAT PESISIR DI KABUPATEN PANGKEP Ilyas, Ilyas; Ridwan, Muhammad; Kasmi, Mauli; Seniorita, Seniorita; Natsir, Andi Baso Adil
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 7, No 13 (2020)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jipsp.v7i13.9683

Abstract

Rumput laut memiliki potensi yang begitu besar untuk terus dikembangkan.  Pengembangan usaha budidaya rumput laut secara terintegrasi mulai dari hulu (upstream) sampai hilir (downstream) harus menjadi pilar-pilar dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di bidang perikanan. tujuan penelitian adalah untuk menganalisis struktur bisnis rumput laut (Kappaphycus alvarezii) melalui ekonomi sosial dan kelembagaan di Kabupaten Pangkep, menganalisis potensi nilai tambah dan daya saing bisnis rumput laut yang dapat dikembangkan dan menganalisis kelayakan usaha berdasarkan besarnya nilai tambah, distribusi serta mengetahui pelaku usaha dan peranannya di sepanjang rantai nilai bisnis rumput laut. analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif terkait dengan added value dan daya saing usaha rumput laut didekati dengan analisis keunggulan komparatif dan kompetitif dengan perhitungan nilai DRCR (Domestic Resources Cost Ratio) dan PCR (Private Cost Ratio). Hasil penelitian menunjukkan dampak positif bagi perekonomian rumah tangga pembudidaya di Kecamatan Segeri dan Labakkang dengan keuntungan bersih masing-masing sebesar Rp 1.882.050/unit dan Rp 3.837.333/unit serta nilai DRCR lebih kecil dari 1 yang berarti bahwa untuk menghasilkan satu satuan nilai tambah diperlukan kurang dari satu satuan biaya faktor domestik yang kesemuanya dinilai dengan harga-harga bayangan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa rumput laut di Kecamatan Segeri memiliki keunggulan komparatif dan daya saing dibandingkan usaha budidaya rumput laut di Kecamatan Labakkang. Dilihat dari rasio biaya dan penerimaan (R/C ratio), usaha budidaya rumput laut di Kecamatan Segeri dan kecamatan Labakkang masih menguntungkan bagi pembudidaya dan layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: daya saing, rumput laut, pendapatan, Kabupaten Pangkep