Articles

Found 5 Documents
Search

Suplementasi Ampas Kecap untuk Meningkatkan Libido dan Produksi Sperma Kambing Peranakan Etawa Sumadiasa, I Wayan Lanus; Aziz, Abdul; Nugroho, Prasetyo; Mardiansyah, Mardiansyah; Mantika, Intan Putri
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v3i2.45

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  suplementasi ampas kecap terhadap intensitas libido dan produksi sperma kambing peranakan etawa. Penelitian dirancang dalam pre-test dan post-test design, dimana pengambilan data dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Tiga ekor kambing diberi perlakuan masing-masing 10 hari pada  pre-test dengan pakan rumput lapangan tanpa suplementasi, post-test-1 dengan pakan rumput lapangan disuplementasi 5% dan post-test-2 dengan rumput lapangan disuplementasi 10% ampas kecap. Intensitas libido dan produsi sperma secara makroskopis dan mikroskopis diobservasi setiap tiga hari sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan, nilai intensitas libido meningkat sangat signifikan dari 3.11 ± 0.78 tanpa suplementasi menjadi 4.67 ± 0.50 setelah suplementasi 10% ampas kecap. Rataan volume sperma meningkat dari 0.71 ± 0.13ml menjadi 0.87 ± 0.17 ml, nilai pH rata-rata mendekati 7.0, konsistensi sperma menjadi kental dan motilitas massa spermatozoa dari ++ menjadi +++. Motilitas progresif dan viabilitas spermatozoa meningkat signifikan dari 72.78 ± 2.64% menjadi 82.22 ± 2.64% dan dari 79.98 ± 1.25% menjadi 81.68 ± 1.36%. Persentase abnormalitas spermatozoa terendah terdapat pada suplementasi 10% dan konsentrasi tertinggi pada suplementasi 5% ampas kecap. Kesimpulan, suplementasi 10% ampas kecap di dalam pakan rumput lapangan mampu meningkatkan intensitas libido dan produksi sperma kambing peranakan etawa.Kata kunci : Suplementasi, viabilitas, spermatozoa This study was conducted to observed the supplementation of soy sauce dregs in wild-grass ration on libido intensity and semen production of peranakan etawa (PE) buck. The experiment was done in pre-test and post-test design. Three bucks were treated each 10 days at pre-test by given of wild-grass without supplementation, post-test-1 with wild-grass supplemented by 5% and post-test-2 with wild-grass supplemented by 10% of soy sauce dregs. The libido intensity and semen production were observed every three days for three times. The data was analyzed statistically. The results showed, the libido intensity score was increased very significantly from 3.11 ± 0.78 to 4.67 ± 0.50 after supplementation of 10% soy sauce dregs. The average of semen volume, consistency and  mass motility of spermatozoa were increased from 0.71 ± 0.13ml to 0.87 ± 0.17ml, rather thick to thick and ++ to +++.  Progressive motility and viability of spermatozoa were increased significantly after supplementation of 10% soy sauce dregs. The lowest percentage of spermatozoa abnormality was found on supplementation of 10% and the highest concentration found on supplementation of 5% soy sauce dregs. In conclusion, supplementation of 10% soy sauce waste in wild-grass ration is capable to improve the libido intensity and semen production of peranakan etawa buckKeywords: Supplementation, viabilitaty, spermatozoa
THE ROLE OF GUAVA FRUIT FILTRATE ON MAINTAINING THE PRE-FREEZING AND POST-THAWED QUALITY OF BALI BULL SPERMATOZOA Sumadiasa, I Wayan Lanus; Lukman, Lukman; Rodiah, Rodiah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 12, No 2 (2018): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v12i2.8801

Abstract

This study aimed to determine the role of guava fruit filtrate (GFF) on maintaining the pre-freezing and post-thawed quality of Bali bullspermatozoa in tris-egg yolk (TEY) extender. The bovine semen was collected using artificial vagina twice a week (n= 10). Ejaculate sampleswere divided into four tubes and each tube was respectively added the following diluents: TEY, TEY + 5% GFF, TEY + 10% GFF, and TEY +15% GFF. The diluted semen was filled into the straws (0.25 mL) and cooled in refrigerator at 4° C for 2.5 hours. The samples were kept onvapor phase of liquid nitrogen (N2) (-120° C) for 10 minutes prior to be stored in liquid phase (-196° C). The quality of pre-freezing and postthawedspermatozoa in straw sample (i.e. motility, viability, and abnormality) was evaluated under light microscopy at 400x magnification. Datawere analysed statistically. The percentage of motility and viability both on pre-freezing and post-thawed process were significantly higher insemen diluted with TEY + 10% GFF compared to control (TEY), TEY + 5% GFF, and TEY + 15% GFF. Addition of 10% GFF into tris-egg yolkextender play role for maintaining the quality of pre-freezing and post-thawed Bali bull spermatozoa.
SOSIALISASI TATA CARA SELEKSI CALON PEJANTAN SAPI BALI DI DESA BERIRI JARAK KECAMATAN WANASABE KABUPATEN LOMBOK TIMUR Zaenuri, Lalu Ahmad; Dradjat, Adji Santoso; rodiah, rodiah; HY, lukman; Sumadiasa, I Wayan Lanus
Abdi Insani Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.527 KB) | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i2.242

Abstract

Ada beberapa alasan ternak sapi harus ditingkatkan terus populasi dan produktifitasnya. Pertama, ternak sapi merupakan sumber pendapatan yang memberikan kontribusi cukup signifikan dalam struktur pendapatan petani peternak. kedua, sapi Bali adalah ternak yang sudah beradaptasi dengan sangat baik selama ratusan tahun di Nusa Tenggara Barat. Ketiga, pemasarannya mudah terbukti permintaan daging sapi selalu lebih tinggi dari ketersediannya. Terakhir, kualitas genetik sapi Bali ditengarai cendrung menurun dari waktu ke waktu akibat seleksi negatip. oleh karena itu, untuk meningkatkan produktifitas dan peran sapi dalam menyediakan daging dan pendapatan peternak, kualitas genetik sapi Bali harus selalu ditingkatkan. Salah satu caranya adalah melalui seleksi pejantan, sehingga kualitas genetic dan produktifitas anak sapi yang lahir dari bibit sapi jantan terseleksi akan meningkat dan pada akhirnya pendapatan peternak juga akan meningkat. Berdasarkan alasan seperti diuraikan diatas, pengabdian kepada masyarakat dengan topik ?Sosialisasi Tata Cara Seleksi Calon Pejantan Sapi Bali di desa Beririjarak kecamatan Wanasabe kabupaten Lombok Timur? telah dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sapi di desa Beririjarak mengenai tata cara seleksi pejantan sapi Bali yang ungul. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa, 100% peserta menyatakan bahwa materi penyuluhan sanngat bermanfaat dan akan diterapkan ketika mereka menseleksi sapi Bali jantan sebagai pejantan. Disarankan supaya materi penyuluhan ini juga perlu disosialisasikan kepada peternak atau kelompok sapi di kecamatan lain atau di Nusa Tenggara Barat pada umumnya.
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN BATU KELIANG UTARA LOMBOK TENGAH Sumadiasa, I Wayan Lanus; Zainuri, Lalu Ahmad; Yuliani, Enny; Arman, Chairussyuhur; Nugroho, Muhammad Prasetyo
Abdi Insani Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.175 KB) | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i2.206

Abstract

Populasi ternak kambing di Kecamatan Batu Keliang Utara Lombok Tengah tercatat hanya sekitar 873 ekor. Masyarakat Batu Kliang Utara menginginkan  pengembangan ternak yang berbasis teknologi inseminasi buatan (IB), mengingat permintaan pasar akan ternak dan daging kambing yang semakin meningkat.  Aplikasi teknologi pada ternak kambing belum berkembang karena sebagian besar mayarakat belum memahami cara penerapannya. Oleh karena itu, telah dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat tentang ?introduksi teknologi IB pada kambing di Batu Keliang Utara, Lombok Tengah?. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat di Kecamatan Batu Keliang Utara tentang prospek, manfaat dan kelebihan teknologi inseminasi buatan (IB) pada ternak kambing. Metode pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan dan pendidikan singkat dengan cara ceramah, diskusi dan memberikan contoh tentang hal-hal yang terkait dengan program IB dan upaya untuk meningkatkan efisiensi reproduksi dan produksi serta efisiensi usaha beternak kambing. Materi penyuluhan meliputi pemilihan pejantan dan betina, menadah sperma, menyiapkan betina, deteksi birahi dan peaksanaan IB, serta deteksi kebuntingan. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dinilai cukup berhasil. Evaluasi yang dimaksud antara lain respon dan antusiasme peserta terlihat cukup besar. Para peserta tampak cukup memahami materi yang disuluhkan dan ingin menerapkan teknologi IB dalam kegiatan beternak yang bernilai ekonomis. Besarnya sambutan dan respon para peserta penyuluhan merupakan foktor pendukung yang cukup besar untuk diterima dan diterapkannya teknologi IB dalam manajemen reproduksi ternak mereka ke depan. Kesimpilan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah diduga terjadi menambah wawasan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penerapan teknologi inseminasi buatan dalam meningkatkan  reproduktivits dan produktivitas  ternak kambing.
Additional Freeze Drying Fig Fruit (Ficus Carica L) Filtrate into Tris Egg Yolk Extender and Its Effect on Sperm Membrane Integrity and Acrosome of Kacang Buck Zaenuri, Lalu Ahmad; Lukman, Lukman; Yanuarianto, Oscar; Sumadiasa, I Wayan Lanus; Rodiah, Rodiah
ANIMAL PRODUCTION Vol 19, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2017.19.3.647

Abstract

A study was designed to determine Kacang buck sperm membrane integrity and acrosome reaction as to the effect of different concentration of freeze drying fig fruit filtrate in tris egg yolk based extender. This study used 5 proven fertility Kacang goats aged 3-4 years, maintained by Faculty of Animal Sciences, Mataram University, Indonesia. Semen was collected by artificial vagina at every five days. The collected semen was divided into four aliquots in accordance to the treatments extender such as Control (0 gr), T1 (0.02 gr), T2 (0.04 gr) and T3 (0.06 gr) freeze drying fig fruit filtrate in tris egg yolk based extender (gr/v), respectively. Plasma membrane integrity and intact acrosome after re-concentration and preserved at 5ºC were assessed visually at 0 and every 24 hours for 5 consecutive days. The statistical significance of the result was evaluated by a one way ANOVA for completely randomized design analysis of variance. Data were presented as Mean±SD. Results suggest that the mean percentages of sperm membrane integrity in T0, T1,T2 and T3 at 96 h post extended and preserve at 5ºC were 34.3±5.3,  40.6±4.7,  44.8±5.4 and  42.1±5,1, respectively. The mean percentages of sperm acrosome intact were 16.4±4.8, 18.5±1.9,  21.6±3.1 and 19.6±2.8, respectively. The results of the study suggested that additional 0.04gr freeze drying fig fruit filtrate into tris egg yolk based extender have a significant preservation effect on both spermatozoa membrane integrity and acrosome intact of kacang buck.