Articles

Found 8 Documents
Search

Analisa Kadar Natrium Benzoat Pada Cabai Merah Giling Di Pasar Angso Duo Kota Jambi hadriyati, armini
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.091 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan analisis pengawet dalam cabai merah giling yang diperoleh dari pasar tradisional angso duo kota Jambi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel tersebut mengandung pengawet Natrium Benzoat. Analisis kadar rata-rata Sampel A diperoleh = 0,00007% Sampel B = 0,0003% sampel C = 0,0002% sampel D = 0,0006% sampel E = 0,0003% dan sampel F = 0,0004%. Pemeriksaan Natrium Benzoat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV pada panjang gelombang maksimum 271,60 nm menunjukkan bahwa sampel cabai merah giling di pasar tradisional angso duo kota Jambi mengandung Natrium Benzoat dengan kadar rata-rata sampel kandungan Natrium Benzoat dalam cabai merah giling ini tidak melebihi batas yang telah di tentukan yaitu maksimal 1 gr/ kg berat bahan (BPOM, NO 36, 2013). Kata Kunci : Cabai Merah Giling, Natrium Benzoat, Spektrofotometri ABSTRACT In this study we analyzed the preservative in ground red chilli derived from traditional markets Angso duo Jambi city. The analysis showed that the sample contains the preservative Sodium Benzoate. Analysis of the average levels of Jambi A sample obtained = 0.00007% = 0.0003% B sample C = 0.0002% 0.0006% sample D = E = 0.0003% samples and samples F = 0.0004%. Sodium Benzoate is done by using UV at a wavelength of 271.60 nm maximum shows that the samples ground red chili in the traditional market town of Jambi Angso duo contains Sodium Benzoate with the average level of the sample content of Sodium Benzoate in ground red chili does not exceed the limits in the set is a maximum of 1 g / kg of material (BPOM, NO 36, 2013). Keywords: Red Chili Milled, Sodium Benzoate, spectrophotometry
ANALISIS KANDUNGAN NATRIUM NITRIT PADA DAGING SAPI MENTAH DI PASAR DAN SUPERMARKET KOTA JAMBI Anggresani, Lia; hadriyati, Armini; Syahyara, Angga Yuri; Pratama, Septa
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 3 No 2 (2018): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.26 KB) | DOI: 10.22437/chp.v3i2.5726

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisa kandungan natrium nitrit pada daging sapi mentah di pasar dan supermarket kota Jambi secara spektrofotometri UV – Vis. Nitrit dalam pengolahan daging merupakan pengawet yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri clostridium botalinum, mempertahankan warna merah pada daging dan sebagai pemberi cita rasa. Nitrit jika dikonsumsi berlebihan menyebabkan karsinogenik dan bisa keracunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kandungan natrium nitrit pada daging sapi mentah di pasar dan supermarket kota Jambi. Metode analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif menggunakan berbagai pereaksi dan analisa kuantitatif menggunakan pereaksi Griess. Pereaksi griess akan membentuk suatu senyawa berwarna dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 545,5 nm. Sampel berasal dari 7 pasar tradisional dan 1 supermarket. Hasil penelitian menunjukkan kadar natrium nitrit pada daging sapi mentah sampel A = 0,002%, B = 0,0007%, C = 0,0006%, D = 0,001%, E = 0,001%, F = 0,001%, G = 0,0008%, dan H = 0,0009%. Dapat disimpulkan kadar natrium nitrit pada daging sapi mentah di pasar dan supermarket kota Jambi tidak melebihi kadar yang diizinkan Badan Pengawas Obat Dan Makanan yaitu sebesar 30 mg/kg atau 0,003%.
Pemanfaatan Kulit Batang Duku Sebagai Antinyamuk Semprot Yulianis, Yulianis; Hadriyati, Armini; Sanuddin, Mukhlis
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.862 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v1i1.193

Abstract

PEMANFAATAN KULIT BATANG DUKU SEBAGAI ANTINYAMUK SEMPROT
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKLSI KULIT BUAH PINANG (ARECA CATECHU L) DARI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Cahyani, Indah Sagita; Hadriyati, Armini; Yulianis, Yulianis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah pinang (Areca catechu L.) belum dimanfaatkan dengan baik sehingga sebagian besar masih menjadi limbah dan sampah organik dilingkungan masyarakat. Kulit buah pinang memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, dengan metode DPPH (1,1-Difenil-2Pikrihidrazil). Kulit buah pinang diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 % dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Aktivitas antioksidan dapat dinyatakan dengan nilai IC50.Berdasarkan hasil yang diperoleh nilai IC50 fraksi n-heksan  40,848  µg/ml, ekstrak kental 49,549 µg/ml, fraksi etil asetat 57,025  µg/ml, fraksi butanol 146,576  µg/ml, fraksi sisa air 128,091  µg/ml, pembanding vitamin C 88,235  µg/ml. hasil tersebut menunjukan bahwa fraksi n-heksan dan ekstrak kental memiliki aktivitas antiokisdan kategori sangat kuat.  
ANALISIS KADAR NATRIUM BENZOAT PADA BUMBU JAHE GILING (ZINGIBER OFFICINALE) DI PASAR TRADISIONAL JAMBI Hadriyati, Armini; Retnasari, Ayu; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe giling merupakan bumbu giling yang berasal dari jahe segar dan tentunya tidak memiliki masa simpan yang tahan lama, sehingga untuk memperpanjang masa simpan digunakan Natrium Benzoat. Natrium benzoat merupakan pengawet yang tidak dilarang penggunaannya namun memiliki batas maksimal untuk digunakan, yaitu 600 mg/kg (Kepala BPOM RI No.36 tahun 2013). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat senyawa natrium benzoat pada jahe giling dan untuk mengetahui berapakah kadar natrium benzoat dalam jahe giling yang dijual di Pasar A dan B. Bumbu jahe giling diekstraksi menggunakan metode cair-cair, menggunakan pelarut diethyl eter, selanjutnya dilakukan pemeriksaan sampel menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-400 nm. Hasil analisis dari ke 6 sampel jahe giling, terdapat 3 sampel yang mengandung natrium benzoat dengan jumlah kadar melebihi batas yang telah ditetapkan, yaitu, dari Pasar A sampel 1A 1177,3934  mg/kg, sampel 3A 857,5654  mg/kg, dan sampel dari Pasar B, 1B 969,8501 mg/kg.
Tanin pada ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum l.) tidak berpotensi sebagai chelating agent dalam sintesis hidroksiapatit Anggresani, Lia; Hadriyati, Armini; Risnawati, Ida; Perawati, Santi; Andriani, Lili
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.541 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i2.242

Abstract

Latar Belakang : Hidroksiapatit merupakan biomaterial yang memiliki komposisi kimia kalsium dan fosfat yang sama pada jaringan keras manusia seperti pada tulang dan gigi, sehingga banyak digunakan dalam bidang kesehatan sebagai bahan pengganti tulang. Sintesis hidroksiapatit memerlukan bahan tambahan berupa polimer untuk memperbaiki sifat mekaniknya. Salah satu polimer yang berasal dari tumbuhan adalah senyawa polifenol yaitu tanin. Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa tanin yaitu daun rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa tanin yang terdapat pada ekstrak daun rambutan sebagai chelating agent dalam proses sintesis hidroksiapatit dengan metode hidrotermal. Metode : Penelitian ini menggunakan Ca(OH)2 sebagai sumber kalsium, H3PO4 sebagai sumber fosfat dan senyawa tanin dari ekstrak rambutan sebagai chelating agent yang disintesis dengan metode hidrotermal pada variasi suhu 140oC, 160 oC, 180 oC, dan 200oC. Karakterisasi senyawa hidroksiapatit dilakukan dengan analisa FTIR, XRD, SEM dan PSA. Hasil : Hasil analisa FTIR pada suhu 140oC dan 160oC diperoleh gugus fungsi OH dan PO43- yang merupakan gugus fungsi senyawa hidroksiapatit. Pada hasil analisa XRD diperoleh dua senyawa yaitu Hidroksiapatit dan Trikalsium Fosfat pada variasi suhu 140oC dan 160oC sesuai dengan standar ICSD 01-074-9780 dan ICSD 01-073-4869, sedangkan pada suhu 180oC dan 200oC diperoleh senyawa Trikalsium Fosfat sesuai dengan standar ICSD 01-073-4869. Hasil analisa SEM diperoleh morfologi permukaan sampel berbentuk aglomerat atau penggumpalan. Hasil analisa PSA diperoleh ukuran partikel hidroksiapatit adalah 1,289 μm. Kesimpulan : Gugus fungsi pada senyawa tanin tidak terdeteksi pada hasil analisa FTIR menandakan bahwa senyawa tanin dari ekstrak daun rambutan tidak berperan sebagai chelating agent dalam proses sintesis hidroksiapatit dengan metode hidrotermal.
VALIDASI DAN ANALISIS KADAR AKRILAMIDA PADA KOPI TUNGKAL DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Swandi, Harmita; Hadriyati, Armini; Sanuddin, Mukhlis
Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 20, No 1 (2020): EKOLOGIA : JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.002 KB) | DOI: 10.33751/ekologia.v20i1.1983

Abstract

Akrilamida merupakan senyawa kimia yang terdapat pada kopi yang disangrai pada suhu diatas 120?C, berpotensi menyebabkan kanker pada manusia. Kopi yang digunakan merupakan hasil olahan rumahan di Desa Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kuala Tungkal, Jambi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kandungan akrilamida kopi bubuk tradisional dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Fase gerak yang digunakan asetonitril : asam fosfat (80:20 v/v) ,menggunakan kolom C18 atau oktadesil silica (ODS) dengan ukuran 250 nm × 4,6 mm, volume injeksi 20 ?l, detektor Genesys 10S UV-Vis pada panjang gelombang 203 nm. Akrilamida pada kopi bubuk terindentifikasi pada waktu retensi (tR) ± 5,826 menit. Metode ini terbukti valid dengan linearitas y = 20717 x + 28752, koefisien korelasi (r) = 0,998%, batas deteksi 0,32109 ppm dan batas kuantitasi 1,07031 ppm, presisi dengan % SBR < 2%. Kadar akrilamida dalam sampel kopi bubuk 1 sampai 4 berturut-turut adalah 72,065 ?g/g sampel (1), 66,922 ?g/g sampel (2), 60,215 ?g/g sampel (3) dan 61,422 ?g/g sampel (4). Dari keempat sampel kopi menunjukan bahwa kadar akrilamida masing-masing sampel melebihi batas aman konsumsi akrilamida yang dikeluarkan oleh FDA yaitu 2 ?g/g.
SINTESIS SENYAWA OBAT DIFENILSTANUM(IV)N-METILBENZILDITIOKARBAMAT SEBAGAI ANTIFUNGI Anggraini, Siti Maya; Hadriyati, Armini; Sanuddin, Mukhlis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa kompleks diorganotimah (IV) ditiokarbamat banyak digunakan sebagai antikanker, antibakteri dan sebagai antijamur. Senyawa ini berhasil disintesis dengan tujuan untuk mencari gambaran struktur dan aktivitas antifungi terhadap Candida albicans I dan Aspergillus niger. Senyawa ini  disintesis dengan metode in situ, yaitu dengan penambahan N-benzilmetilamina (0.02 mol) + karbon disulfida (0.02 mol) + logam difeniltimah(IV) diklorida (0.01 mol), dan dilakukan identifikasi meggunakan FTIR, 1H NMR dan 13C NMR. Pengujian aktivitas  antifungi dengan metode sumuran. Hasil penelitian dari senyawa hasil sintesis menggunakan FTIR diperoleh gugus (v Sn? C) 593, (v Sn? S) 448, (v C? C) 1257, (v N? C) 1212, (v C? S) 960, (v C=N) 1494, (v C? H) 2930, (v C=C) 1812. Hasil pengukuran dari 1H NMR diperoleh 2.73 (? CH3), 4.19 ?  4.59 (? CH2), dan 7.36 ? 7.48 (? C6H5). Hasil pengukuran 13C NMR diperoleh 33.11 nm (? CH3), 128.83 ? 136.64 nm nm (C aromatik), dan 53.67 nm (? N? CH2). Kesimpulan senyawa ini berhasil disintesis dan karakterisasi dengan gambaran struktur oktahedron dan senyawa kompleks ini mempunyai aktivitas sebagai gen antifungi dengan kategori kuat.