Articles

Found 14 Documents
Search

Mini Review: Traditional Plants Medicine of Suku Anak Dalam Jambi Perawati, Santi
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 2 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.642 KB) | DOI: 10.30644/rik.v6i2.92

Abstract

Indonesia is a country with many tribes and cultures, one of which Suku Anak Dalam (SAD) in Jambi province. SAD also known as Orang Rimba, they are semi-nomadic life,  moving from one place to another in Bukit Dua Belas National Park area. Each tribe is headed by Temenggung as a chief master for treatment diseases using plants. Method for collect data by ethnopharmacology observation survey some plant in Orang Rimba at Bukit Dua Belas National Park Jambi for infection diseases treatment, and literature search about the plants. SAD scantily clad it easier making for skin direct contact with environmental it cause skin infection extremely easy to occur. They use some plant for treat infection diseases, several disease including inflammation, diarrhea, measles, and malaria.  Key Words: Suku Anak Dalam Jambi, infection, inflammation, diarrhea,  measles, malaria
Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Nilai Produk Bandrek Jahe di Kelurahan Sijinjang Kota Jambi Sutrisno, Deny; Sagita, Desi; ‘Aliyah, Siti Hamidatul; Yuliawati, Yuliawati; Andriani, Lili; Anggresani, Lia; Hartesi, Barmi; Perawati, Santi; Rozalti, Rozalti; Murtiah, Hesty; Susanti, Susanti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.893 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.1.31-36.2018

Abstract

ABSTRAK: Masyarakat di kelurahan Sejinjang menanam Jahe merah. Jahe merah ini diolah menjadi minuman tradisional berupa bandrek jahe dalam bentuk serbuk. Olahan ini telah dijual oleh masyarakat dalam kemasan tradisional dan dengan nilai yang tidak tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat memalui peningkatan nilai produk Bandrek Jahe. Pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan bantuan Kelompok binaan P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) untuk melakukan pengurusan izin P-IRT ke Puskesmas Tanjung Pinang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat sudah berhasil meningkatkan nilai produk bandrek jahe yang dibuat oleh masyarakat Kelurahan Sejinjang.Kata Kunci: Minuman Traditional, Jahe Merah, no izin P-IRT. Community Empowerment through Upgrading Product Value of Bandrek Jahe in Sijinjang of Jambi CityABSTRACT: People in Sijinjang of Jambi City planted red ginger. This red ginger was transform to be traditional drinking named Bandrek Jahe in powder form. This powder had been marketed by this people community through traditonal packaging with lower value. This community service program aimed to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe. The activist of community service progra helped the target group named P2WKSS (Women Empowerment to Healthy and Wealthy Family) to proceed the permission number of P-IRT to Public Health Tanjung Pinang and Departement of Industry and Trade Jambi City. This community service program was succes to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe made by community in Sijinjang of Jambi City.Keywords: Traditional drinking, Red ginger, Permission number of P-IRT.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) Perawati, Santi; Andriani, Lili; Pratiwi, Putri
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 3 No 2 (2018): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.375 KB) | DOI: 10.22437/chp.v3i2.5554

Abstract

ABSTRAK Daun sembung rambat secara tradisional digunakan sebagai obat luka.Oleh karena itu diduga tumbuhan tersebut berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daun sembung rambat sebagai antibakteri Staphylococcus aureus. Serbuk daun sembung rambat dimaserasi dengan etanol 70%, dilanjutkan dengan uji fitokimia. Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus  variasi konsentrasi 5%, 15%, dan 25%. Dari hasil maserasi didapatkan rendemen sebesar 9,37%. Uji fitokimia positif mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan steroid. Uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus memiliki kategori daya hambat kuat pada semua konsentrasi. Ekstrak daun Sembung Rambat memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.   Kata Kunci: Mikania micrantha Kunth; uji fitokimia; antibakteri; Staphylococcus aureus
Aktivitas koagulan ekstrak dan fraksi daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.) Perawati, Santi; Andriani, Lili; Pratama, Septa; Humayroh, Humayroh
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 4 No 1 (2019): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.712 KB) | DOI: 10.22437/chp.v4i1.6909

Abstract

ABSTRAK Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) merupakan tumbuhan yang tumbuh merambat mengandung zat aktif dalam bentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, tanin, terpenoid dan kaya akan senyawa fenolik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan ekstrak dan fraksi dari daun sembung rambat sebagai koagulan. Ekstraksi daun segar sembung rambat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% , ekstrak etanol difraksinasi menggunakan metode ekstrak cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Aktivitas koagulan diukur dengan cara melihat waktu terbentuk benang fibrin dan waktu henti darah pada hewan uji Mencit Putih Galur (Deutschland, Denkenand and Yoken). Ekstrak dengan dosis 60mg/20g BB mencit menunjukkan hasil aktivitas koagulan yang terbaik dibandingkan dengan variasi dosis lain dengan waktu terbentuk benang fibrin (77 detik) dan waktu henti darah (86 detik). Pada fraksi etil asetat memiliki aktivitas koagulan terbaik dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi lain dengan waktu terbentuk benang fibrin (64 detik) dan waktu henti darah (86 detik). Ekstrak dan fraksi daun sembung rambat pada dosis 60mg/20g BB mencit memiliki aktivitas koagulan yang baik. Kata kunci: Koagulan, Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.)     ABSTRACT Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.) Is a climbing plant containing alkaloids, saponins, flavonoids, steroids, tannins, terpenoids and rich in phenolic compounds. This aim was to determine the ability of extracts and fractions of sembung rambat leaves as coagulant. Extraction of fresh leaves of used maceration method with ethanol 96% as a solvent, ethanol extract fractionated used liquid-liquid extract method with n-hexane, ethyl acetate and n-butanol. Coagulant activity was measured by looking at the time of formation of fibrin yarn and the time of blood stops in theanimals test of White Mice (Deutschland, Denkenand and Yoken). Extracts with a dose of 60 mg / 20 g BB mice showed the best results of coagulant activity compared to other dose variations with the time of formation of fibrin yarn 77 seconds and blood stop time 86 seconds. The ethyl acetate fraction has the best coagulant activity compared to extracts and other fractions with fibrin yarn formed time 64 seconds and blood stop time 86 seconds. In conclusion, the extracts and fractions of sembung rambat have coagulant activity.  Key words: Coagulant, Mikania micrantha Kunth
ETHNOPHARMACY STUDY OF SUKU ANAK DALAM (SAD) IN MUARA KILIS VILLAGE, TENGAH ILIR, TEBO DISTRICT, JAMBI PROVINCE Perawati, Santi; Andriani, Lili; Anggresani, Lia; Ardila, Eti
Biospecies Vol 12 No 2 (2019): Biospecies Vol. 12 No. 2, July 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.254 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i2.5551

Abstract

Latar belakang: Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa di masing-masing pulau, salah satunya adalah Suku Anak Dalam (SAD) tepatnya di Pulau Sumatra Provinsi Jambi. Setiap kelompok etnis memiliki beragam solusi alami dan tradisional. Pengamatan ini dilakukan dari November 2017 hingga Februari 2018 di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai penyakit dan mengetahui berbagai sumber daya alam yang digunakan sebagai pengobatan pada Suku Anak Dalam di Muara Kilis. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif dan purposive sampling untuk teknik pengambilan sampel dan wawancara terbuka dengan informan menggunakan media rekaman suara. Hasil: Penyakit yang sering dialami oleh Suku Anak Dalam antara lain demam, batuk, asma, campak, gastritis, wasir, sakit perut, dan alergi. Untuk mengobati penyakit dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti tumbuhan dan hewan. Bagian tanaman yang digunakan antara lain daun, getah, dan buah, sedangkan untuk bagian hewan yang digunakan adalah empedu, air seni, dan darah. Metode pengolahannya ditumbuk, direbus, diparut, dan digoreng, sedangkan penggunaan ramuan ini dengan makan, minum, mandi, dan dioleskan langsung pada bagian kulit yang sakit. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang telah dilakukan ada 8 penyakit yang sering terjadi dan ada 5 jenis tanaman dan 4 hewan dari berbagai genus dan keluarga yang digunakan sebagai obat tradisional di Desa Suku Anak Dalam Muara Kilis.
ETNOFARMASI SUKU ANAK DALAM (SAD) DUSUN PASIR PUTIH DESA DWI KARYA BHAKTI RANTAU KELOYANG, KECAMATAN PELEPAT, KABUPATEN BUNGO, PROVINSI JAMBI Adlu, Ayar Muhammad; Perawati, Santi; Anggresani, Lia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Anak Dalam termasuk suku primitif yang mengasingkan diri untuk hidup berinteraksi di dalam hutan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalamnya. SAD juga  memiliki pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit yang diwariskan leluhur dengan memanfaatkan sumber bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber bahan alam yang terdapat di wilayah SAD  Dusun Pasir Putih dan mengetahui kegunaan dari sumber bahan alam tersebut berdasarkan pengobatan untuk berbagai jenis penyakit. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengambilan sampel Purposive sampling terhadap dua orang informan yaitu Anak Dukun dan Kader melalui wawancara open-ended interview. Hasil penilitian terdapat 15 jenis sumber bahan alam yang digunakan SAD sebagai pengobatan. Penyakit yang sering dialami SAD seperti demam,batuk,flu,diare. Bagian tumbuhan yang paling sering digunakan adalah daun dan buah sedangkan pada hewan yaitu daging dan empedu dengan cara pengolahan seperti direbus,direndam serta cara pemakaian yang paling sering yaitu ditempel. Sumber bahan alam sebagai pengobatan sebanyak 15 spesies yang terdiri 10 spesies tumbuhan dan 5 spesies hewan.   
ETNOFARMASI PADA SUKU ANAK DALAM DI DESA PAUH MENANG KECAMATAN PAMENANG Amin, Mohamad Rauf; Perawati, Santi; Sutrisno, Deny
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai suku asli yang hidup disekitar hutan telah memanfaatkan berbagai spesies tumbuhan untuk memelihara kesehatan dan pengobatan berbagai macam penyakit. Suku anak dalam di Desa Pauh Menang Tengah merupakan salah satu suku yang menggunakan obat tradoisional dalam mengobati penyakit yang dideritanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanaman yang digunakan untuk pengobatan penyakit di desa Pauh Menang kecamatan Pamenang kabupaten Merangin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Pauh Menang pada bulan Januari s/d Februari 2020. Informan penelitian ini sebanyak 7 orang Suku Anak Dalam. Teknik pengambilan data dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam.  Hasil penelitian diketahui ada 17 macam bahan alam berkhasiat obat yaitu 12 tanaman dan 5 hewan dan terdapat 4 jenis penyakit yang sering terjadi di Desa Pauh Menang. Bagian tumbuhan yang digunakan antara lain batang, daun, bunga, akar, pucuk batang, tunas, dan kulit kayu sedangkan bagian hewan yang digunakan sebagai obat adalah daging, empedu dan jantung. Cara pengolahan tumbuhan obat oleh SAD di Desa Pauh Menang yaitu dengan cara diteteskan, digigit, direbus, dimandikan, dibalurkan, langsung dikunyah, ditempelkan dan diurutkan. Sedangkan pada hewan cara pengolahannya langsung ditelan, diminum dan dicampurkan sedikit air.Dari hasil penelitian dapat disimpilkan bahan alam yang digunakan oleh Suku Anak Dalam di Desa Pauh Menang terdapat 12 tanaman dan 5 hewan yang berkhasiat sebagai obat. Cara penggunaan bahan alam sebagai obat paling banyak digunakan adalah dengan cara diminum.Kata Kunci      : Etnofarmasi, Suku Anak Dalam
TANIN PADA EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM L.) TIDAK BERPOTENSI SEBAGAI CHELATING AGENT DALAM SINTESIS HIDROKSIAPATIT Anggresani, Lia; Hadriyati, Armini; Risnawati, Ida; Perawati, Santi; Andriani, Lili
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.541 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i2.242

Abstract

Latar Belakang : Hidroksiapatit merupakan biomaterial yang memiliki komposisi kimia kalsium dan fosfat yang sama pada jaringan keras manusia seperti pada tulang dan gigi, sehingga banyak digunakan dalam bidang kesehatan sebagai bahan pengganti tulang. Sintesis hidroksiapatit memerlukan bahan tambahan berupa polimer untuk memperbaiki sifat mekaniknya. Salah satu polimer yang berasal dari tumbuhan adalah senyawa polifenol yaitu tanin. Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa tanin yaitu daun rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa tanin yang terdapat pada ekstrak daun rambutan sebagai chelating agent dalam proses sintesis hidroksiapatit dengan metode hidrotermal. Metode : Penelitian ini menggunakan Ca(OH)2 sebagai sumber kalsium, H3PO4 sebagai sumber fosfat dan senyawa tanin dari ekstrak rambutan sebagai chelating agent yang disintesis dengan metode hidrotermal pada variasi suhu 140oC, 160 oC, 180 oC, dan 200oC. Karakterisasi senyawa hidroksiapatit dilakukan dengan analisa FTIR, XRD, SEM dan PSA. Hasil : Hasil analisa FTIR pada suhu 140oC dan 160oC diperoleh gugus fungsi OH dan PO43- yang merupakan gugus fungsi senyawa hidroksiapatit. Pada hasil analisa XRD diperoleh dua senyawa yaitu Hidroksiapatit dan Trikalsium Fosfat pada variasi suhu 140oC dan 160oC sesuai dengan standar ICSD 01-074-9780 dan ICSD 01-073-4869, sedangkan pada suhu 180oC dan 200oC diperoleh senyawa Trikalsium Fosfat sesuai dengan standar ICSD 01-073-4869. Hasil analisa SEM diperoleh morfologi permukaan sampel berbentuk aglomerat atau penggumpalan. Hasil analisa PSA diperoleh ukuran partikel hidroksiapatit adalah 1,289 ?m. Kesimpulan : Gugus fungsi pada senyawa tanin tidak terdeteksi pada hasil analisa FTIR menandakan bahwa senyawa tanin dari ekstrak daun rambutan tidak berperan sebagai chelating agent dalam proses sintesis hidroksiapatit dengan metode hidrotermal.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA MELALUI DEMONSTRASI PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING Andriani, Lili; Perawati, Santi; Sutrisno, Deny; Yuliawati, Yuliawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.307 KB) | DOI: 10.31604/jpm.v3i1.95-101

Abstract

Dishwashing soap is a daily requirement of housewives. Solvents can be manufactured on a home scale using materials and methods that are easy to do.  The activity of making dish soap can increase the economic independence of mothers who are around the hallway of Mangga Besar village Wijaya Pura in Jambi Selatan, Jambi City. The method used for community service activities is through demonstration directly in front of the participants ' mothers. A total of 20 enthusiastic participants participated in the events ranging from the preparation of materials to packaging. It also examined the safety aspects of chemicals used and analysis of the price calculation of production and sales calculations.
PEMANFAATAN TANAMAN TRADISIONAL SEBAGAI PENUNJANG KESEHATAN DI KELURAHAN OLAK KEMANG KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI Perawati, Santi; Anggresani, Lia; Andriani, Yuni; Andriani, Lili; Hartesi, Barmi; Rahmadevi, Rahmadevi; Sagita, Desi; Sutrisno, Deny; Medina, Fhatia; Randa, Muhammad; Astridawati, Indah
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v2i1.371

Abstract

Latar Belakang:Survei dan sosialisasi tentang pemanfaatan tanaman tradisional, penggunaan obat sintetis yang baik dan benar, bahaya kosmetik ilegal dan kanker serviks dilakukan atas dasar menyadarkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya pengobatan yang berasal dari alam, bahaya penggunaan kosmetik yang tidak terdaftar serta cara mendeteksi kanker serviks khususnya pada wanita. Penggunaan obat sintetis dipilih jika suatu penyakit tidak dapat diatasi oleh obat-obatan tradisional. Selain itu, perlu diimbau kembali kepada masyarakat khususnya para wanita agar mewaspadai kosmetik ilegal yang masih beredar karena bahaya yang ditimbulkan akan sangat serius di kemudian hari. Adapun pengenalan tentang kanker serviks dimana penyakit ini masih menjadi ancaman yang mematikan bagi kaum wanita dikarenakan sulitnya untuk mendeteksi penyakit ini. Metode:Data survei dikumpulkan melalui pemberian kuesioner ke masing-masing rumah warga.Menindaklanjuti hasil survei, maka diadakan sosialisasi yang disampaikan dengan metode ceramah dan tanya jawab seputar tema yang dibicarakan Hasil: Hasil survei didapatkan bahwa pertama, warga belum banyak mengetahui kegunaan atau cara memanfaatkan tanaman di sekitar rumah mereka untuk tujuan pengobatan. Kedua, warga sebagian besar tidak mengetahui cara membuang obat yang benar, ketiga para wanita atau ibu-ibu di RT.06 masih ada memakai kosmetik yang ternyata mengandung zat berbahaya dan keempat para wanita atau ibu di RT.06 belum mengetahui apa itu kanker serviks dan bagaimana cara mendeteksi penyakit ini.  Kesimpulan:setelah diadakannya sosialisasi masyarakat telah mengetahui manfaat tanaman tradisional, informasi seputar penggunaan obat, bahaya kosmetik ilegal, dan cara mendeteksi sejak dini kanker serviks.