Articles

Found 6 Documents
Search

PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TAHAP AKLIMATISASI TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilisi) HASIL KULTUR JARINGAN Suryani, Rini; Sari, Mya Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.63

Abstract

Perbanyakan secara kultur jaringan banyak dilakukan untuk memperbanyak bibit Anggrek. Namun demikian tahapan aklimatisasi dalam kultur jaringan merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan karena kondisi iklim di rumah plastik sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. Disamping itu media tanam dan pupuk yang diberikan pada tahap aklimatisasi perlu diperhatikan supaya bibit tanaman anggrek bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam dan mendapatkan pupuk organik cair yang baik pada tahap aklimatisasi terhadap pertumbuhan planlet Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilisi) hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media akar pakis, sekam padi dan kompos kopi. Faktor kedua adalah kontrol, pupuk cair Supra dan Bioto Grow. Variabel yang diamati adalah persentase hidup planlet, pertambahan tinggi tanaman, saat tumbuh daun baru, pertambahan panjang daun, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis varian dan melalui uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pupuk yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi planlet, saat tumbuh daun baru, panjang daun, jumlah daun, namun berpengaruh nyata terhadap diameter batang. Ketiga jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, saat tumbuh daun baru, panjang daun, jumlah daun, dan diameter batang. Sedangkan interaksi pada kedua perlakuan tersebut tidak menujukkan pengaruh yang nyata terhadap semua variabel yang diamati. Penggunaan media yang bagus terlihat pada media kompos kopi dan akar pakis melalui pemberian pupuk cair Bioto Grow.
KARAKTERISASI TANAMAN AGLAONEMA DI DATARAN TINGGI REJANG LEBONG Apriansi, Mardia Mardia; Suryani, Rini
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v17i2.887

Abstract

Aglaonema di Indonesia memiliki 30 spesies yang beranekaragam warnanya, saat ini Aglaonemayang memiliki daun yang bergadiasi warna menjadi trend center bagi pencinta tanaman hias. Rejang Lebong merupakan daerah yang berbukit-bukit, memiliki jenis tanah yang beragam, curah hujan rata-rata 233,75 mm/bulan, suhu normal rata-rata 17,73ºC?30,94 ºC, dengan memiliki kondisi fisik seperti ini Rejang Lebong memiliki beragam jenis tanaman baik tanaman pertanian, perkebunan, obat-obatan, tanaman pelindung maupun tanaman hias. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan plasma nutfah, mengkarakterisasi, dan mengoleksi tanaman Aglaonema di dataran tinggi Rejang Lebong. Metode dalam penelitian ini merupakan metode survei. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keberadaan plasma nutfah tanaman aglaonema ditemukan di dataran tinggi Rejang Lebong, telah terkarakterisasi 37 varian tanaman aglaonema di dataran tinggi Rejang Lebong, dan aglaonema spesies sangat minim ditemukan di dataran tinggi Rejang Lebong memberikan ancaman akan terjadinya kelangkaan terhadap tanaman aglaonema khususnya tipe Aglaonema spesies.
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) PADA CEKAMAN KEKERINGAN DI TANAH GAMBUT Suryani, Rini
PedonTropika Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bawang merah merupakah satu diantara komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Budidaya tanaman bawang merah di tanah gambut mempunyai banyak permasalahan, terutama sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang buruk. Fokus utama dari tanah gambut adalah kemampuannya dalam menyimpan dan melepaskan air secara cepat. Air merupakan kebutuhan utama untuk pertumbuhan tanaman. Ketersediaan air sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi terutama berhubungan dengan fungsinya sebagai bahan pelarut unsur hara tanah. Sistem perakaran tanaman bawang yang dangkal akan menyebabkan terhambatnya penyerapan air terutama pada ketersediaan air  yang terbatas. Penggunaan cendawan mikoriza arbuscular (CMA) dapat membantu tanaman bawang merah untuk menyerap air dari dalam tanah, terutama pada kondisi cekaman kekeringan.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh CMA dan frekuensi penyiraman serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah di tanah gambut. Penelitian dilakukan di rumah kaca lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi yang terdiri dari 2 faktor. Fungsi perlakuan CMA sebagai plot utama terdiri dari 2 taraf; m0 = tanpa CMA, m1 =  dengan CMA, sedangkan fungsi perlakuan frekuensi penyiraman sebagai sub-plot terdiri dari 4 taraf; a1 = setiap hari, a2 = setiap 3 hari, a3 = setiap 5 hari, a4 = setiap 7 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi AMF berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, serapan P, volume akar, persentase akar terinfeksi dan berat kering bulir bawang per rumpun. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara perlakuan inokulasi AMF dan frekuensi penyiraman.
Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tomat Pada Aplikasi Pupuk Organik Cair Suryani, Rini
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan tiga varietas tomat dan menentukan aplikasi pupuk organik cair yang terbaik.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) dengan  tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah varietas tomat hibrida yang meliputi Betavila F1, Marta dan Timoty.  Sebagai anak petak adalah aplikasi pupuk cair dengan aplikasi pemberian lewat daun (LD),  lewat akar (LA) , dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik cair (POC) dan varietas tomat meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada semua variabel yang diamati seperti tinggi tanaman,  umur berbunga, umur panen, jumlah buah dan bobot buah pada tanaman tomat. Sedangkan interaksi antara  aplikasi pemberian pupuk organik cair dan varietas berpengaruh nyata terlihat pada variabel tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, namun tidak berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah buah dan  bobot buah.  Penampilan pertumbuhan vegetatif dan generatif varietas Marta memberikan hasil yang paling baik, namun demikian untuk umur berbunga dan umur panen tercepat terlihat pada varietas Timoty.
PENGGUNAAN MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TAHAP AKLIMATISASI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilisi) HASIL KULTUR JARINGAN Suryani, Rini; Sari, Mya Novita
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 17 No 1 (2019): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v17i1.466

Abstract

Perbanyakan secara kultur jaringan banyak dilakukan untuk memperbanyak bibit Anggrek. Namun demikian tahapan aklimatisasi dalam kultur jaringan merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan karena kondisi iklim di rumah plastik sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. Disamping itu media tanam dan pupuk yang diberikan pada tahap aklimatisasi perlu diperhatikan supaya bibit tanaman anggrek bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam dan mendapatkan pupuk organik cair yang baik pada tahap aklimatisasi terhadap pertumbuhan planlet anggrek bulan (phalaenopsis amabilisi) hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media akar pakis, sekam padi, dan kompos  kopi. Faktor ke dua adalah kontrol, pupuk cair SUPRA dan Bioto Grow. Variabel yang di amati adalah persentase hidup planlet, pertambahan tinggi tanaman, saat tumbuh daun baru, pertambahan panjang daun, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis varian dan melalui uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pupuk yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahn tinggi planlet, saat tumbuh daun baru, panjang daun, jumlah daun, namun berpengaruh nyata terhadap diameter batang. Ketiga jenis media tanam  memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, saat tumbuh daun baru, panjang daun, jumlah daun, dan diameter batang. Sedangkan interaksi pada kedua perlakuan tersebut tidak menujukkan pengaruh yang nyata terhadap semua variabel yang diamati. Penggunaan media yang bagus terlihat pada media kompos kopi dan akar pakis melalui pemberian pupuk cair Bioto Grow.
PENTINGNYA EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI PADA TANAMAN PISANG SEHINGGA SUMBER DAYA GENETIK TETAP TERJAGA Suryani, Rini; Owbel, -
Agro Bali: Agricultural Journal Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v2i2.382

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya genetik yang beraneka ragam.  Oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi secara besar besaran  supaya plasma nutfah  sejumlah varietas lokal tidak hilang. Tujuan penulisan adalah mengetahui informasi mengenai jenis pisang di Kabupaten Agam, Kendari, dan Aceh Besar serta mengetahui studi kekerabatannya. Metodenya adalah studi pustaka beberapa data kuantitatif di berbagai daerah. Jenis pisang di kabupaten Agam terdapat 20 jenis pisang, di kabupaten Kendari terdapat 12 jenis pisang sedangkan di Kabupaten Aceh Besar terdapat 20 jenis pisang. Di Kabupaten Agam, hubungan  kekerabatan yang paling dekat adalah pisang siraok dan timbaga. Sedangkan yang paling jauh adalah  pisang sirandah tinggi.  Di kabupaten Kendari, hubungan kekerabatan yang paling dekat adalah pisang sereh dan pisang raja. Yang paling jauh pisang timbaga dan tanduk. Di Kabupaten Aceh Besar, hubungan kekerabatan yang paling dekat yaitu pisang klat barat, swasa dan mas aceh, dan paling jauh yaitu  pisang kepok I.