Articles

Found 8 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) TERHADAP INTERVAL PEMBERIAN PUPUK HAYATI Wandika, Putu; Sapareng, Sukriming; Yasin, Sitti Maryam
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.768 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.302

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui interval pemberian pupuk hayati bio nano yang terbaik pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan lapangan yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu tanpa pemberian pupuk hayati, pemberian pupuk hayati tiap 1, 2, 3, dan 4 minggu. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan terdiri atas 3 unit satuan percobaan sehingga terdapat 45 tanaman. Pemberian pupuk hayati bio nano tiap satu minggu memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman umur 1 – 3 BST, masing-masing 18.05 cm, 26.05 cm dan 35.55 cm, jumlah daun yaitu 4,00, 5,11 dan 7,11 helai, dan diameter batang yaitu 3.88 cm, 7.33 cm dan 11.22 cm, serta bobot yaitu 7,00 gram
Kualitas Bibit Durian Unggul Lokal Palopo Sapareng, Sukriming; Idris, Muhammad Yusuf; Intisari, Intisari; Yasin, Sitti Maryam; Rosnina, Rosnina
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.816 KB) | DOI: 10.31960/caradde.v1i2.26

Abstract

Budidaya tanaman durian (Durio zibethinus L.) di Indonesia memiliki prospek tinggi karena mempunyai nilai komersial yang tinggi dan permintaan konsumen pada saat musim durian yang cukup tinggi. Selain itu untuk agroindustri, buah durian dapat dijadikan sebagai bahan campuran makanan maupun minuman sehingga mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian  bertujuan menganalisis usaha pembibitan durian unggul lokal Palopo yang mempunyai citrarasa khas dengan aroma yang lebih ringan. Kendala utama pada pengembangan durian yaitu penyediaan bibit yang berkualitas. Usaha untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan melalui teknik penyediaan bibit yang baik dan benar dengan cara vegetatif (berasal dari okulasi maupun sambung pucuk). Hasil penelitian analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa pembibitan durian unggul lokal Palopo dinyatakan layak dari sisi finansial. Berdasarkan hasil perhitungan harga pokok produksi minuman bibit diperoleh Rp 2.515,82. Hasil kelayakan usaha bibit durian diperoleh nilai NPV= Rp 1.345.334,21, gross B/C= 1.7244, net B/C= 3.9214, dan IRR= 63%..
KARAKTERISTIK PADI LOKAL AROMATIK DI KECAMATAN SEKO Arzam AR, Taruna Shafa; Yasin, Sitti Maryam; Sapareng, Sukriming; Rino, Rino; Idris, Muh Yusuf; Yasmin, Yasmin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.684 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i2.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan membedakan karakter aroma padi lokal Seko yang ditanam pada dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.  Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja setelah menilai kelayakan lokasi (Judgement Sampling). Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan dengan mengamati dari kelima hamparan jenis padi lokal aromatik Seko. Pengujian aroma dilakukan dengan dua cara yaitu dimasak dan tabung reaksi. Pengamatan kedua terhadap karakteristik morfologi dan agronomi. Pengujian dengan metode dimasak menampilkan karakter aroma dengan golongan aromatik yang lebih banyak daripada aroma sedang, sedangkan pada pengujian metode tabung reaksi menampilkan golongan aromatik yang lebih sedikit karena faktor jumlah beras yang digunakan lebih sedikit sehingga aroma yang tercium menjadi lebih lemah. Padi lokal Seko memiliki sifat-sifat morfologis yang spesifik, mulai dari daun, batang, malai, gabah dan beras dengan rasa nasi wangi dan pulen. Dengan perbaikan teknik budidaya, potensi hasil dapat mencapai 5,2 sampai 7,0 t/ha GKP. Untuk pelestarian dan pengembangan lebih lanjut, diperlukan usaha penangkaran padi jenis ini agar tetap terjaga keberadaannya.
PENILAIAN KUALITAS KOMPOS JERAMI PADI DAN PERANAN BIODEKOMPOSER DALAM PENGOMPOSAN Idawati, Idawati; Rosnina, Rosnina; Jabal, Jabal; Sapareng, Sukriming; Yasmin, Yasmin; Yasin, Sitti Maryam
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.357 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i2.30

Abstract

Pemberian kompos pada tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah seperti pembentukan agregat atau granulasi tanah serta meningkatkan permiabilitas dan porositas tanah. Karena itu, peningkatan produktivitas padi perlu dipacu dengan penambahan bahan organik seperti kompos jerami. Penelitian menggunakan 9 kotak kompos dengan menggunakan bahan jerami padi. Jerami padi diambil dari daerah Tampalla Kecamatan Bone-bone  Kabupaten Luwu Utara, Indonesia. Penelitian dilakukan dalam bentuk eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok, tiga kali ulangan dan tiga perlakuan. Perlakuan biodekomposer (B), terdiri dari Tanpa Biodekomposer (B0), Promi (B1) dan EM-4 (B3). Pengambilan contoh kompos pada akhir percobaan ketika kompos dianggap telah matang untuk analisis sifat kimia serta kandungan senyawa organik. Pemberian biodekomposer promi dan EM4 pada proses pengomposan limbah jerami padi dapat meningkatkan laju pengomposan. Hal ini dapat dilihat dari parameter penurunan suhu (proses pematangan) yang lebih cepat dibanding kontrol, rasio C/N yang memiliki nilai lebih rendah dibanding kontrol, dan kadar unsur hara lebih tinggi dibanding kontrol
PEMANFAATAN Hydrilla verticillata (L.f.) Royle SEBAGAI PUPUK HIJAU UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Marwan, Marwan; Yasin, Sitti Maryam; Haruna, Naima
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 1: MEI 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.189 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i1.14

Abstract

Hydrilla verticillata (L. f.) Royle adalah merupakan salah satu tumbuhan air yang banyak ditemukan tumbuh di perairan yang tergenang seperti sawah dan rawa-rawa. Keberadaan tanaman ini dalam jumlah banyak dapat menghalangi laju aliran air sehingga tumbuhan ini sering dicabut dan dibuang begitu saja. Tumbuhan hydrilla mengandung Nitrogen 1,37 % dan Karbon Organik 14,47% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk hijau yang dapat diberikan pada tanaman baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian Hydrilla verticillata (L. f.) Royle sebagai pupuk hijau terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L). Penelitian dilaksanakan di Desa Bungadidi Kecamatan Tanalili Kabupaten Luwu Utara yang berlangsung pada bulan Juli-September 2016. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu tanpa pemberian hydrilla (kontrol=P0), pemberian hydrilla segar 200 g/polybag (P1), 400 g/polybag (P2), dan 600 g/polybag (P3), pemberian hydrilla yang dikomposkan  200 g/polybag (P4), 400 g/polybag (P5), dan 600 g/polybag (P6).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hydrilla yang dikomposkan dengan dosis 600 g/polybag mengakibatkan pertumbuhan bibit kakao menjadi lebih baik yaitu jumlah daun lebih banyak (9,6 helai), bibit lebih tinggi (30,3 cm), diameter batang lebih besar (5,2 mm) dan volume akar lebih banyak (6,6 ml).
PENGARUH BIOAKTIVATOR DALAM PROSES PENGOMPOSAN JERAMI PADI Yasin, Sitti Maryam; Kasim, Niken Nur; Sapareng, Sukriming; Jabal, Jabal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.597 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i1.198

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis bioaktivator terhadap pembuatan kompos jerami padi.Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompokyang terdiri dari tiga perlakuan tanpa bioaktivator, Promi dan EM-4. Pengamatan dilakukan terhadap sifat fisik yaitu perubahan terhadap suhu, penyusutan volume kompos, dan kadar air, serta sifat kimia kompos berupa pH dan rasio C/N.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bioaktivator promi memberikan hasil terbaik terhadap sifat fisik kompos seperti kadar air, penyusutan, pH dan suhu. Kualitas kompos jerami padi sebagai pupuk organik dengan kadar  C/N yaitu 18,15dan sudah siap di gunakan.Disaran menggunakan bioaktivator promi dalam proses pengomposan limbah pertanian terutama jerami padi.
PEMANFAATAN PEKARANGAN MENJADI KEBUN SAYUR PRODUKTIF DI DAERAH PESISIR DI KECAMATAN WARA TIMUR Yasin, Sitti Maryam; Kasim, Niken Nur
To Maega | Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.061 KB)

Abstract

Salah satu kecamatan pesisir laut di Kota Palopo adalah Kecamatan Wara Timur, Wilayahnya sebagian tambak dan masyarakat tinggal di rumah-rumah panggung yang dibawahnya terdapat air yang kadang pasang surut. Sebagian pekarangan cukup luas namun kondisi tanah yang berbatu dan berpasir tidak mampu dijadikan lahan yang subur, kondisi tanah yang salin tidak memungkinkan melakukan budidaya tanaman. Oleh karena itu, pemerintah dan perangkat desa setempat, warga, serta kaum ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok Wanita Tani Mattirosompe dan kelompok wanita tani Al, abrar di Kecamatan Wara Timur memikirkan program untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah agar lebih produktif untuk ditanami berbagai jenis sayuran.  Berdasarkan hal tersebut maka masyarakat perlu diberi pengetahuan dan keterampilan membudidayakan tanaman secara  vertikultur, yaitu model pertanaman vertikal dengan pot atau pipa, baik dengan menggunakan media tanah/konvensional atau dengan teknologi sistim  hidroponik yaitu menanam tanpa menggunakan tanahTujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat pesisir tentang budidaya tanaman secara vertikultur dan hidroponik. Kelurahan Ponjalae dapat memproduksi sendiri berbagai jenis sayuran dari halaman pekarangan rumahnya, minimal untuk kebutuhan konsumsi keluarga sendiri, atau minimal mengurangi pengeluaran rumah tangga warga nelayan untuk membeli sayuran.  Metode yang akan digunakan dalam budidaya tanaman secara vertikultur yang secara konvensional (menggunakan media tanah) dan sistem teknologi hidroponik dengan penyiraman dan hara otomatis.  Jenis-jenis tanaman yang akan ditanam adalah kelompok tanaman hortikultura yaitu tanaman sayuran dan buah. Sebelum membudidayakan tanaman secara vertikultur dan hidroponik terlebih dahulu masyarakat akan diberi pelatihan agar masyarakat dapat melakukan secara baik dan benar sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
PKM PEMANFAATAN LIMBAH SAGU PADA MEDIA BUDIDAYA JAMUR TIRAM KELOMPOK TANI SERUMPUNG SAGU KEC. PEKKAJOANG KAB. MALANGKE BARAT KAB. LUWU Yasin, Sitti Maryam; Aziza, Rahmi; Mursida, Mursida
To Maega | Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v2i2.239

Abstract

Malangke Barat adalah kecamatan penghasil sagu terbesar di Luwu Utara yang memiliki luas areal sagu sekitar 1.061 hektar dengan produksi 669 ton tepung sagu. Salah satu desa di Kecamata Malangke Barat yang merupakan sentra pengolahan dan penghasil sagu yaitu Desa Pengkajoang yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sagu. Kelompok Tani serumpung sagu merupakan kelompok tani yang dibentuk oleh masyarakat kampung sagu dan dilegalkan oleh pemerintah Luwu Utara. Permasalahan mitra yaitu, kurangnya pengetahuan tentang  inovasi olahan limbah sagu menjadi media budidaya jamur tiram serta belum meiliki peralatan dan bahan budidaya jamur tiram, teknik pengolahan hasil, cara berwirausaha serta sistem-sistem pemasaran.Solusi yang ditawarkan yaitu Penyuluhan dan pelatihan teknologi inovasi olahan limbah menjadi media budidaya jamur tiram serta pengadaan alat dan bahan untuk budidaya jamur tiram, teknik pengolahan hasil jamur tiram, pelatihan pengelolaan manajemen usaha, pelatihan sistem pemasaran bagi wirausaha baru, pelatihan penggunaan media online sebagai media pemasaran bagi mitra dan juga alat pengemasan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program yaitu metode ceramah, demonstrasi dan pendampingan, serta pembantuan dalam pembuatan website. Luaran dari program ini yaitu produk jamur tiram, olahan jamur tiram dengan desain kemasan, website sebagai media pemasaran online.