Articles

Found 9 Documents
Search

IBM PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DAN PENGOLAHAN LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR MERANG DI KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA zuriani, Zuriani; Rosnina, Rosnina; Martina, Martina
DHARMA RAFLESIA Vol 16, No 1 (2018): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.275 KB) | DOI: 10.33369/dr.v16i1.4815

Abstract

The cultivation of mushroom in Nisam Subdistrict is constrained by several factors, such as the limited ability of biotechnology breeding and cultivation, marketing and capital. After harvesting, planting media left without any further processing. Moreover, partner farmers has obstacles in terms of marketing and capital limitations for business development. Mushroom cultivation activity was doing by a farmer group "Jamur Nismara" and a farmer group "Tani Jamur" had to stop since the end of 2014 as a consequence. Activities devotion aims to revive the activities of mushroom cultivation that has been there with the technique of better management. The goal to be achieved is a group of reliable and independent farmers. Therefore, the farmers should have knowledge and skills about biotechnology of mushroom cultivation starting from breeding, making the ideal kumbung, correct the cultivation process and processing of planting media waste into compost fertilizer which have an economic value. Farmers must have the ability to access information, especially related to marketing. The methods used are counselling and direct implementation / practice by involving all group members. The results are farmers have kumbung and cultivation ability, marketing, and processing waste media. In addition, farmers also have knowledge about nursery technology. Keywords: mushroom, biotechnology, cultivation, waste media planting
ANALISIS PERSEPSI PETANI TERHADAP PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN WALENRANG UTARA KABUPATEN LUWU UTARA Intisari, Intisari; Ayu, Srida Mitra; Rosnina, Rosnina; Nuryanti, Dewi Marwati
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.011 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.296

Abstract

Persepsi dapat mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan pada kegiatan usahataninya.  Persepsi yang keliru atau negatif terhadap suatu produk akan menyebabkan sikap yang negatif, perilaku yang kurang bagus terhadap produk tersebut dan tentunya akan mempengaruhi pada keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan produk tersebut.  Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menganalisis persepsi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap pupuk organik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 258 orang petani padi yang ada di Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persepsi petani terhadap pupuk organik adalah ramah lingkungan, tidak ada kandungan zat kimianya, harganya lebih murah,  mudah di dapat, mudah di buat, produk yang dihasilkan lebih banyak di cari orang, simbol dari gaya hidup yang sehat, harga dari produk yang dihasilkan lebih mahal, hasil yang banyak dalam jangka panjang, pupuk yang dianjurkan oleh pemerintah, harga dari produk yang dihasilkan mahal, produk yang dihasilkan lebih bergengsi, pupuk yang terbuat dari kotoran hewan dan bahan alami lainnya serta tidak mengandung bahan kimia, pupuk organik terbatas produksinya dan susah didapatkan apabila dibutuhkan dalam jumlah yang banyak sekaligus.  Dan tingkat persepsi petani terhadap pupuk organik adalah negatif (35,3).
Kualitas Bibit Durian Unggul Lokal Palopo Sapareng, Sukriming; Idris, Muhammad Yusuf; Intisari, Intisari; Yasin, Sitti Maryam; Rosnina, Rosnina
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.816 KB) | DOI: 10.31960/caradde.v1i2.26

Abstract

Budidaya tanaman durian (Durio zibethinus L.) di Indonesia memiliki prospek tinggi karena mempunyai nilai komersial yang tinggi dan permintaan konsumen pada saat musim durian yang cukup tinggi. Selain itu untuk agroindustri, buah durian dapat dijadikan sebagai bahan campuran makanan maupun minuman sehingga mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian  bertujuan menganalisis usaha pembibitan durian unggul lokal Palopo yang mempunyai citrarasa khas dengan aroma yang lebih ringan. Kendala utama pada pengembangan durian yaitu penyediaan bibit yang berkualitas. Usaha untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan melalui teknik penyediaan bibit yang baik dan benar dengan cara vegetatif (berasal dari okulasi maupun sambung pucuk). Hasil penelitian analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa pembibitan durian unggul lokal Palopo dinyatakan layak dari sisi finansial. Berdasarkan hasil perhitungan harga pokok produksi minuman bibit diperoleh Rp 2.515,82. Hasil kelayakan usaha bibit durian diperoleh nilai NPV= Rp 1.345.334,21, gross B/C= 1.7244, net B/C= 3.9214, dan IRR= 63%..
PENILAIAN KUALITAS KOMPOS JERAMI PADI DAN PERANAN BIODEKOMPOSER DALAM PENGOMPOSAN Idawati, Idawati; Rosnina, Rosnina; Jabal, Jabal; Sapareng, Sukriming; Yasmin, Yasmin; Yasin, Sitti Maryam
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.357 KB)

Abstract

Pemberian kompos pada tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah seperti pembentukan agregat atau granulasi tanah serta meningkatkan permiabilitas dan porositas tanah. Karena itu, peningkatan produktivitas padi perlu dipacu dengan penambahan bahan organik seperti kompos jerami. Penelitian menggunakan 9 kotak kompos dengan menggunakan bahan jerami padi. Jerami padi diambil dari daerah Tampalla Kecamatan Bone-bone  Kabupaten Luwu Utara, Indonesia. Penelitian dilakukan dalam bentuk eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok, tiga kali ulangan dan tiga perlakuan. Perlakuan biodekomposer (B), terdiri dari Tanpa Biodekomposer (B0), Promi (B1) dan EM-4 (B3). Pengambilan contoh kompos pada akhir percobaan ketika kompos dianggap telah matang untuk analisis sifat kimia serta kandungan senyawa organik. Pemberian biodekomposer promi dan EM4 pada proses pengomposan limbah jerami padi dapat meningkatkan laju pengomposan. Hal ini dapat dilihat dari parameter penurunan suhu (proses pematangan) yang lebih cepat dibanding kontrol, rasio C/N yang memiliki nilai lebih rendah dibanding kontrol, dan kadar unsur hara lebih tinggi dibanding kontrol
PERSEPSI MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP PERANAN PANGLIMA LAOT DI KABUPATEN PIDIE JAYA Wardah, Eva; Nasruddin, Nasruddin; Rosnina, Rosnina
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh ? Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.363

Abstract

Tujuan jangka panjang dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui  persepsi masyarakat nelayan terhadap peran panglima laot di Kabupaten Pidie Jaya. Secara khususpenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi karakteristik masyarakat pesisir diKabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh, (2) Mengetahui dan menganalisis peran PanglimaLaot bagi masyarakat pesisir di kabupaten Pidie Jaya dalam pengelolaan sumber dayapesisir, (3) Mengetahui persepsi masyarakat pesisir terhadap peran Panglima Laot dalampemberdayaan dan pelestarian lingkungan pesisir di Kabupaten Pidie Jaya.Penelitian ini mengunakan metode survey dimana penentuan lokasi ditentukansecara purposive ( sengaja) di Kabupaten Pidie Jaya. Data pimer didapatkan dariresponden melalui wawancara terstruktur (quisioner).  Hasil penelitian menunjukkanbahwa masyarakat nelayan dilokasi penelitian mayoritas masih berumur produktif,tingkat pendidikan formal rata-rata SLTP serta pendapatan keluarga yang rendah.Masyarakat nelayan dilokasi penelitian masih berpersepsi bahwa Panglima laot masihberperan dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir. Jenjang persepsi tersebut secaraberurut adalah: 1) Peran Panglima Laot dalam menyelesaikan perselisihan danpersengketaan antar nelayan, (2) Peran Panglima Laot dalam mengawasi ketentuanhukum adat laot,(3) Peran Panglima Laot sebagai penghubung antara nelayan denganpihak pemerintah  dan (4) Peran panglima laot dalam menjaga dan mengawasi kelestarianlingkungan wilayah  pesisir.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI WIRAUSAHA KRIPIK IKAN TERI DI KAMPUNG NELAYAN KOTA PALOPO Sapareng, Sukriming; Rosnina, Rosnina
To Maega | Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v2i1.236

Abstract

Salah satu bentuk usaha yang memungkinkan dilakukan oleh ibu rumah tangga adalah dengan berwirausaha membuat kerupuk. Produk olahan makanan berbahan ikan teri dipilih sebagai usaha untuk berwirausaha karena memiliki prospek yang baik, karena selain hasil nelayan melimpah, juga mengandung protein yang tinggi. Mengingat manfaat dan kandungan gizi yang bagus maka diversifikasi ikan teri diperlukan agar produk lebih bisa diterima oleh pasar. Tujuan kegiatan ini adalah menginspirasi mitra pengabdian masyarakat tentang sebuah ide dan semangat berwirausaha dengan sumber bahan baku yang mudah didapatkan dan ada disekitar mereka sehingga dapat menambah penghasilan rumah tangga. Program ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu pengolahan ikan teri menjadi kripik siap saji menyehatkan dan transfer teknologi pengemasan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini maka dilakukan pelatihan dan pengembangan teknologi pengolahan ikan teri menjadi produk komoditas ekonomi berupa kripik, yang dapat memberikan alternatif usaha perekonomian baru di masyarakat. Dampak positif dari kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan mitra terkait pembuatan olahan produksi dari ikan teri, termasuk juga mengenai teknik pengemasan terlihat dari peningkatan skills dalam mengemas produk. Terjadi peningkatan kemampuan mitra dalam berwirausaha dalam memproduksi dan menjual produk.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN BERBAGAI OLAHAN JANTUNG PISANG DI DESA PABBARASSENG KECAMATAN BUA KABUPATEN LUWU Intisari, Intisari; Rosnina, Rosnina
To Maega | Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v2i2.240

Abstract

Tersedianya sumberdaya, haruslah dibarengi dengan kemampuan mengolah sumberdaya tersebut sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih berdayaguna, memiliki nilai tambah dan bernilai jual/ ekonomi, oleh karena itu, sangat penting membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Jantung pisang bukanlah bahan pangan yang susah ditemui di Di Desa Pabbarasseng dan sekitarnya. Tetapi kebanyakan masyarakatnya hanya memanfaatkan jantung pisang sebagai sayuran yang menemani makan atau sarapan keluarga.  Padahal jantung pisang ini jika diolah dengan lebih kreatif dan inovatif maka dapat dijadikan sebagai sajian istimewa di rumah dan menjadi mata pencaharian tambahan bahkan utama jika ditekuni dengan serius.  Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan dan pelatihan berbagai olahan jantung pisang bagi wanita yang ada di Desa Pabbarasseng serta pelatihan kewirausahaan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Pabbarasseng Kecamatan Bua Kabupaten Luwu tentang pengolahan jantung pisang.  Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu : (1) Sosialisasi program ke mitra, (2) Penyuluhan dan Pelatihan Berbagai Olahan Jantung Pisang, (3) Pelatihan Kewirausahaan, dan (4) Pendampingan.
Optimalisasi Ukuran Dan Jenis Polybag Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre Nursery Rosnina, Rosnina; Sapareng, Sukriming; Idawati, Idawati
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Agrovital Volume 3, Nomor 2, November 2018
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v3i2.204

Abstract

Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan melalui satu tahap pembibitan (single stage) atau dua tahap  pembibitan (double stage). Kedua sistem pembibitan tersebut membutuhkan tanah lapisan atas (top soil) untuk mengisi polybag sebagai tempat menanam kecambah dan membesarkan bibit kelapa sawit sebagai bahan tanam di lapangan. Masalah utama yang akan timbul pada masa kini dan  mendatang untuk mengembangkan lahan perkebunan kelapa sawit adalah pemindahan top soil dari satu tempat ke tempat lain. Top soil digunakan sebagai media tumbuh bibit kelapa sawit karena memiliki sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik untuk pertumbuhan bibit selama di pembibitan. Hasil penelitian melaporkan bahwa kebutuhan media tumbuh pada tahap pembibitan awal (pre nursery) membutuhkan 0,001 m3top soil/polybag kecil (ukuran polybag kecil berdiameter 10 cm  dengan tinggi 14 cm) dan 0.016  m3top soil/polybag besar (ukuran polybag besar berdiameter 23 cm dan tinggi 40 cm).  Areal tanaman kelapa sawit seluas 1.000 ha dengan populasi 136 tanaman/ha ditambah sulaman 10% membutuhkan ± 150.000 bibit, dengan kebutuhan media tumbuh top soil yang sudah dipergunakan sebanyak 2.400 m3 atau setara dengan luas areal 16.000 m2 (1,6 ha), dengan kedalaman top soil 15 cm. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran dan jenis polibeg yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursey serta tingkat efisiensi penggunaan polibeg. Penelitian akan dilaksanakan pada lahan milik petani di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Percobaan dilakukan dalam bentuk eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan satu faktor yaitu ukuran dan jenis baby polybag, yaitu polibeg hitam standar Pre Nursery (kontrol) (22 cm x 14 cm), polibeg kecil bening (18 cm x 9.5 cm), polibeg kecil hitam (15 cm x 5 cm), polibeg kecil bening (13 cm x 6 cm), dan plastik gelas. Percobaan diulang sebanyak 3 ulangan, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 tanaman sehingga jumlah bibit yang digunakan yaitu 75 bibit kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan yaitu pertumbuhan (morfologi) yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan fisiologi meliputibobot basah tajuk, bobot kering tajuk dan bobot basah akar, bobot kering akar, dan analisis tanah  dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Penggunaan berbagai jenis wadah meningkatkan pertumbuhan parameter morfologi tanaman (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun) di pre nursery. Perlakuan terbaik berdasarkan peubah morfologi tanaman adalah polibeg hitam standar Pre Nursery, tetapi bisa digantik dengan plastik gelas bekas.
Efektivitas Penggunaan Herbisida Paraquat Dan Atrazin Terhadap Gulma Pada Jarak Tanam Jagung (Zea mays L.) Yang Berbeda Akram, Nuzul; Baidhawi, Baidhawi; Rosnina, Rosnina
Jurnal Agrium Unimal Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1942

Abstract

This study aims to compare the active compound of Paraquat and Atrazine herbicides applied for weed controlling between plant spacing of corn. The research was conducted in Paya Beunyot Village, Banda Baro Regency North Aceh from July to September 2019, and continued with Samples analysis at the Agroecotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh. The experimental design used was a factorial randomized block design; herbicides type of paraquat with a concentration of 1.38 kg/ha, atrazine concentration 1.2 kg/ha and the second factor were plant spacing (P): P1= plant spacing of 50x30 cm, P2= plant spacing of 60x25 cm, P3= plant spacing of 75x20 cm. The results showed that herbicide applied had a very significant effect on weed wet weight, dry weight, percentage of weeds under control and phytotoxicity of weeds. The results showed the interspace of the plant gave a very significant increase in seeds weight either per plant and per plot. The result of variance analysis showed there was no interaction between herbicides utilize and planting distance in all observed variables.Keywords; Corn (Zea mays L.), herbicide, plant spacing