Articles

Found 28 Documents
Search

OPTIMALISASI BIDAN DESA DALAM PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG (STUDI KASUS TENTANG PEMANFAATAN BIDAN DESA DALAM PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG) Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan; Indriani, Sri Seti
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2018): VOLUME 13 NO 1 OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol13.iss1.art6

Abstract

Village midwives are a very important source in the therapeutic communication process in rural areas. This communication process can be seen in the distribution of health information and health services provided by the local village apparatus. In this research location in Kertasari sub-district, Bandung district, the authors found one area that optimizes the role of village midwives in the dissemination of health information for the surrounding community, namely Tarumajaya village. This phenomenon is interesting to study because this condition is not necessarily found in all regions. Therefore, the author wants to explain the use of village midwives in the dissemination of health information for the community in the village of Tarumajaya. This study uses a qualitative approach to the case study method. The author also selected 4 informants who met the research criteria. The data collection techniques used are observation, in-depth interviews, and documentation studies from several literatures that are relevant to the research topic of the author. The results obtained showed that the use of village midwives in the dissemination of health information for the community in Tarumajaya village included: (1) The existence of village midwives in Tarumajaya Polindes as a credible source / communicator and very helpful in the process of distributing health information; (2) There are messages in the form of various health information delivered by village midwives through various health programs in the village; (3) The coordination of village midwives with other health workers in the nearest health center to facilitate the implementation of health programs; (4) Support from village officials in carrying out health programs; (5) Full trust given by the local community, in terms of being a communicant, to the village midwife, thus supporting the smooth process of disseminating existing health information. Keywords: Utilization, Village Midwives, Information, Health, Kertasari District,                         Bandung Regency 
MEMBANGUN KOMUNIKASI DALAM SINERGI PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN BANDUNG Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan; Indriani, Sri Seti
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3033

Abstract

The "one data" policy driven by the government through the Ministry of Health is believed to be able to innovate and give a new face to health services. Of course, the improvement of health services starts from the smallest and lowest layers, namely Polindes. Starting from this policy and the finding of relatively low public health service problems, the authors see a health service in Polindes, which contributes positively to improving the quality of public health services. The health service is the author's view of the communication perspective through the study of Communication in the Synergy of Public Health Services Polindes (Village Maternity Post) in Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency. The method used in this research is a case study. The results of the study revealed that public health services in Polindes are inseparable from the communication process that exists in the village. The verbal communication process includes positive synergy between the communicator and the communicant. In this case, the communicators are village midwives, village officials, namely the village head and his staff, the sub-district health center, and the active role of the village cadres involved. In contrast, the communicant that was targeted was the community in the village of Tarumajaya. This positive synergy results in a marked increase in public services, namely by providing new facilities in the village, RTK (Birth Waiting Home).   Kebijakan ?one data? yang dimotori oleh pemerintah melalui Kementerian kesehatan diyakini mampu membuat inovasi dan memberikan wajah baru terhadap layanan kesehatan. Tentunya, perbaikan layanan kesehatan tersebut dimulai dari lapisan terkecil dan terbawah yakni Polindes. Berawal dari kebijakan tersebut dan masih ditemukannya masalah pelayanan kesehatan publik yang relatif rendah, penulis melihat sebuah layanan kesehatan di Polindes, yang memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Pelayanan kesahatan tersebut penulis lihat dari perpektif komunikasi melaui penelitian Komunikasi dalam Sinergi Pelayanan Kesehatan Publik Polindes (Pos Bersalin Desa) di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung ini dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan publik di Polindes, tidak terlepas dari adanya proses komunikasi yang terjalin di desa tersebut. Proses komunikasi verbal tersebut meliputi sinergitas positif antara pihak komunikator dan komunikan. Dalam hal ini, komunikator tersebut adalah Bidan Desa, Aparat Desa yakni Kepala Desa beserta staffnya, Puskesmas tingkat kecamatan, serta peran aktif dari para kader desa yang terlibat. Sedangkan komunikan yang menjadi target adalah masyarakat di desa Tarumajaya. Sinergitas positif tersebut menghasilkan peningkatan pelayanan publik yang nyata, yaitu dengan adanya penyediaan fasilitas baru di desa, RTK (Rumah Tunggu Kelahiran).
MAKNA GAMBAR 3 BIRI-BIRI DAN KOTAK PADA FILM ‘THE LITTLE PRINCE’ Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.248 KB)

Abstract

Film mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan muatan pesan (message) di baliknya, muatan pesan tersebut dibangun dengan banyak tanda Maka dengan anggapan tersebut film dapat memberi pengaruh yang banyak terhadap kehidupan masyarakat melalui tanda-tanda.Film ‘The Little Prince’ adalah film animas yang mengugah pemikiran orang dewasa yang menontonnya. Menggambarkan bagaimana kehidupan yang sedang terjadi masa kini, dimana banyaknya manusia yang hanya fokus pada masa depan, sehingga bersaing untuk mendapatkan prestasi nilai yang tinggi dan pekerjaan yang bagus, dan melupakan cara menikmati hidup pada masa sekarang, hal-hal yang esensial dalam hidup. Penelitian ini bermaksud untuk melihat makna simbol visual Biri-biri dan Kotak dari film tersebut yang berkaitan dengan hal yang esensial dalam hidup yang bermakna. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika analisis Roland Barthes. Metode semiotika ini menganalisis fenomena dari segi tanda dan makna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  makna tanda dan penanda dalam film ‘The Little Prince’ dapat dikaji dari makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos. Makna yang tersirat dalam tiga Biri-biri dan Kotak menggambarkan bahwa apa yang tampak tidak dapat dipahami tanpa melihat makna konotasi dan mitos didalamnya, kotak yang berlubang, tidak hanya sekedar kotak berlubang namun adanya sebuah imajinasi sang pangeran yaitu seekor biri-biri yang hidup di dalamnya dengan rupa biri-biri sesuai dengan keinginannya.Hal ini menyimpulkan bahwa apa yang terpenting biasanya tidak terlihat kasat mata.Kata-kata Kunci: Makna, Simbol, Biri-biri, Semiotika, Film
ETIKA KOMUNIKASI DALAM MEDIA SOSIAL BAGI IBU- IBU PKK DI DESA MEKARMUKTI KAB.BANDUNG BARAT (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Etika Komunikasi dalam Media Sosial bagi Ibu-Ibu PKK di desa Mekarmukti Kab.Bandung Barat) Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.968 KB) | DOI: 10.14421/pjk.v10i1.1219

Abstract

Abstract. Humans as social beings, certainly put through the process of communication in everyday life. The communication process can be done by using the existing role of the media. The development of technology, the development of the media has become increasingly sophisticated. One of them is the existence of social media. Currently, the communication process becomes easier, so we also know mediated communication, which in this study is through social media. In using social media, of course, can not arbitrarily, but there is a communication ethics that need to be considered. Ethics of communication in social media is what will be studied by researchers. In this digital era, social media development had already entered into the lives of women in rural areas, one of which is the PKK in the village Mekarmukti, Kab. West Bandung. As for the focus of this study are: (1) determine the ethics of communication in social media for the PKK in the village Mekarmukti, Kab.Bandung West; (2) determine the type of social media used by the PKK in the village Mekarmukti, Kab.Bandung West. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Researchers used data collection techniques include: observation, interview and documentation study. The results of this study indicate that: (1) the ethics of communication in social media for the PKK include communication ethics in the context of time, the contents of the message, and the communicant; (2) the type of social media used is facebook, BBM, and WhatApp.
MAKNA GAMBAR 3 BIRI-BIRI DAN KOTAK PADA FILM ‘THE LITTLE PRINCE’ Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.248 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13335

Abstract

Film mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan muatan pesan (message) di baliknya, muatan pesan tersebut dibangun dengan banyak tanda Maka dengan anggapan tersebut film dapat memberi pengaruh yang banyak terhadap kehidupan masyarakat melalui tanda-tanda.Film ‘The Little Prince’ adalah film animas yang mengugah pemikiran orang dewasa yang menontonnya. Menggambarkan bagaimana kehidupan yang sedang terjadi masa kini, dimana banyaknya manusia yang hanya fokus pada masa depan, sehingga bersaing untuk mendapatkan prestasi nilai yang tinggi dan pekerjaan yang bagus, dan melupakan cara menikmati hidup pada masa sekarang, hal-hal yang esensial dalam hidup. Penelitian ini bermaksud untuk melihat makna simbol visual Biri-biri dan Kotak dari film tersebut yang berkaitan dengan hal yang esensial dalam hidup yang bermakna. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika analisis Roland Barthes. Metode semiotika ini menganalisis fenomena dari segi tanda dan makna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  makna tanda dan penanda dalam film ‘The Little Prince’ dapat dikaji dari makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos. Makna yang tersirat dalam tiga Biri-biri dan Kotak menggambarkan bahwa apa yang tampak tidak dapat dipahami tanpa melihat makna konotasi dan mitos didalamnya, kotak yang berlubang, tidak hanya sekedar kotak berlubang namun adanya sebuah imajinasi sang pangeran yaitu seekor biri-biri yang hidup di dalamnya dengan rupa biri-biri sesuai dengan keinginannya.Hal ini menyimpulkan bahwa apa yang terpenting biasanya tidak terlihat kasat mata.Kata-kata Kunci: Makna, Simbol, Biri-biri, Semiotika, Film
STRATEGI PROMOSI PADA TAHAPAN PRA-PRODUKSI FILM ‘HAJI ASRAMA’ (HAS) Permana, Rangga Saptya Mohamad; Puspitasari, Lilis; Indriani, Sri Seti
ProTVF Vol 2, No 2 (2018): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2727.693 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i2.20818

Abstract

Kini, kegiatan promosi sebuah film sama pentingnya dengan produksi film itu sendiri. Masyarakat sepertinya lebih melihat bahwa kesuksesan sebuah film itu berdasarkan bagaimana film itu dibuat, bukan dari cara mempromosikannya. Mempromosikan film sejalan dengan pembuatan film, dimulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Strategi promosi film harus terencana sedemikian rupa sehingga mendapatkan target pasar yang baik juga. Namun, mempromosikan sebuah film memang tidak mudah; tim produksi film harus kreatif dan aktif dalam mempromosikan film tersebut. Film non-komersial seperti film-film independen (indie) terutama film-film lokal di luar Pulau Jawa memiliki beberapa hambatan dalam mempromosikan filmnya karena harus bergelut dengan film-film komersil lainnya. Komunitas Film Sumatera Utara (KOFI Sumut) merupakan salah satu komunitas film yang ada di luar Jawa yang juga tergolong aktif membuat film-film indie berbasis budaya lokal. Penelitian ini dilakukan di Medan, Sumatera Utara. Beberapa anggota yang tergabung dalam KOFI Sumut menjadi narasumber melalui teknik pengambilan sampel purposif. Wawancara dilakukan ketika para anggota tersebut sedang dalam proses produksi film ‘Haji Asrama’ (HAS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, FGD, studi dokumentasi dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi promosi yang dilakukan pada tahapan pra-produksi dalam film ‘HAS’. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat setidaknya empat strategi promosi film yang dilakukan kru film ‘HAS’, yang mengutamakan penayangan video klip sebagai salah satu strategi promosi utama mereka yang kemudian diikuti oleh pembuatan teaser film, promosi lewat media sosial, dilanjutkan dengan pembagian merchandiser.
PROSES KOMUNIKASI VERBAL PEREMPUAN INDONESIA DI AUSTRALIA Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.331 KB)

Abstract

Indonesian women that live in Australia have a different way in the verbal communication process than the citizens in Australia. They also are involved in many activities related to the culture tradition of Indonesia, like going to ‘asrisan’ or ‘pengajian’ group activities. Looking back on the background culture on where they live which is Australia, they tend to make new cultures. The research focused on how is the verbal communication process that applies within these Indonesian women in activity groups in Australia? The study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collecting technique used are depth interview, documentation study and observation. The result shows that the verbal communication that applies within the Indonesian women in activities group in Australia includes: (1) A new pattern of communication among the Indonesian women. (2) Topics discussed among them are Indonesia food; problems that occur in Indonesia and gossiping about other people.                                                                                                  Keywords: Verbal Communication, Indonesian Women, Australia
PELATIHAN KOMPETENSI KOMUNIKASI BAGI ANGGOTA KARANG TARUNA PADU SELARAS RW 06 DI KECAMATAN CIBURIAL BANDUNG Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v7i2.56

Abstract

This article is the result of Community Service Activities (PKM) which has been done by the author on members of Karang Taruna Padu Selaras in Cirapuhan village, Kec. Ciburial, Bandung. PKM activities conducted are about Communication Competency Training for Coral Reef Members Padu Selaras in Cirapuhan village, Kec.Ciburial, Bandung. Community Service Activities has the objective of producing outcomes, namely: 1) Providing concrete knowledge and insight on communication competency training; 2) Provide basic skills on communication competence for members of Karang Taruna Padu Selaras. The method of PKM implementation conducted in this training activity is ice breaking method; lecture method; Group discussion methods; And feedback collection methods. The conclusions of this communication competency training are: (1) As a benchmark for members of Karang Taruna Padu Selaras in understanding the communication competence (2) Increasing their awareness of the importance of having good and right communication competence; (3) Improving the basic capability of members of the Parang Taruna Padu Synchronized in communicating.
PESAN RASISME DALAM EPISODE THE VINYARDS PADA FILM AMERICAN HISTORY X Indriani, Sri Seti; Rosfiantika, Evi
ProTVF Vol 2, No 1 (2018): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.389 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i1.19879

Abstract

Film berlatarbelakang rasisme yang menekankan anti-rasisme sepertinya menjadi tren di perfilman Hollywood. Film-film tersebut sebagai media informasi ini mendemonstrasikan perubahan masyarakat yang rasisme menjadi ‘post-rasisme’ American History X merupakan salah satu film yang berupaya menekankan anti-rasis. Film tersebut menceritakan bagaimana kebencian seseorang terhadap perbedaan ras dapat menjadi suatu masalah besar bahkan menghancurkan sebuah keluarga. Fokus penelitian ini bertujuan untuk melihat penanda sebagai petanda pesan rasisme pada salah satu episode dalam film American History X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan semiotika dalam menemukan penanda dan petanda pesan rasisme yang ada pada episode “The Vinyards” pada film American History X.  Subjek analisis dalam penelitian ini merupakan komunikasi verbal dan nonverbal yang berupa dialog dan narasi gambar pada episode tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penanda sebagai petanda pesan rasisme pada episode ”The Vinyards” dalam film American History X dilihat dari penggunaan komunikasi verbal dan nonverba yang meniputi (1) bahasa tubuh, (2) bahasa verbal, (3) bahasa non-verbal yang dilakukan berupa kekerasan yang terjadi, (4) intonasi suara, (5) teknik pengambilan gambar, dan (6) sudut pandang pengambilan gambar.
ANALISIS ETNOGRAFI VIRTUAL TENTANG PROSES KOMUNIKASI KESEHATAN IBU DAN ANAK DALAM WHATSAPP GROUP “TENTANG ANAK” Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 12, No 2 (2019): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v12i2.4654

Abstract

It was starting from the author?s interest in mothers who are both urban women and put forward the concept of health literacy about care, healing, and health conditions of their children, if their children experience illness.. The purpose of this study is to describe the process of health communication that occurs in whatsapp group ?Tentang Anak?; the topic of conversation conducted in whatsapp group ?Tentang Anak?; and communication barriers that occur during the health communication process. This study uses a qualitative approach with virtual ethnographic methods. The results of the study showed that the ongoing health communication process included the search by the mother for the health information about their children in whatsapp group ?Tentang Anak?. The topic of discussion is about information of healthy lifestyles for children, child development, child care, and child healing techniques when experiencing any pain. The communication barriers in the health communication process are personal obstacles, educational barriers, and time constraints.