Articles

Found 2 Documents
Search

BIOAKUMULASI ION TEMBAGA PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS L.) DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL), BANTUL Pratiwi, Dian Yuni; Nugroho, Andhika Puspito; Yustiati, Ayi
Akuatika Indonesia Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v4i2.25260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ion tembaga (Cu) pada kolam fakultatif dan kolam pematangan di IPAL, Sewon, Bantul serta mempelajari kemampuan bioakumulasi ion tembaga (Cu) pada tubuh ikan Nila (Oreochromis niloticus L.). Penelitian ini dilaksanakan di IPAL, Sewon, Bantul dan di Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Ikan Nila sebagai hewan uji diletakkan di kolam pematangan dan kolam fakultatif IPAL, Sewon, Bantul selama dua minggu. Ikan Nila tersebut kemudian diambil setiap minggu. Sampel berupa otot, hati, dan insang dari ikan nila didestruksi dengan metode digesti basah. Kandungan ion tembaga pada kolam dan ikan nila ditentukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil menunjukkan bahwa kandungan ion tembaga (Cu) di kolam fakultatif dari minggu ke 0 sampai 2 berkisar 0,076-0,088 mg/l, sedangkan di kolam pematangan berkisar 0,024-0,030 mg/l. Nilai ini masih di bawah ambang standar baku mutu. Ion tembaga dapat terkumulasi pada hati dan insang ikan Nila. Ion tembaga lebih banyak terakumulasi di hati dibandingkan insang, dan tidak dapat terakumulasi pada otot ikan nila.
EFEK LAJU KARBONDIOKSIDA (CO₂) TERHADAP MORFOLOGI DAN LAJU PERTUMBUHAN POPULASI Spirulina platensis (Gomont) [The Effect Of Carbon Dioxide (Co₂) Rate To The Morphology And The Growth Rate Of Spirulina Platensis (Gomont) Population] Anggadhania, lutfi; Nugroho, Andhika Puspito
Journal Penelitian Kehutanan FALOAK Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK
Publisher : Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.305 KB) | DOI: 10.20886/jpkf.2017.1.2.75-84

Abstract

ABSTRACTCarbon dioxide pollution occurs due to increase the use of fossil fuels for industry and transportation. Due to deforestry, the absorption of carbon dioxide by terrestrial environment is reduced. This will lead the increased of carbon dioxide absorption by the sea. The absorption of carbon dioxide by the ocean will lead the changes in ocean chemistry and affects the marine ecosystems. Spirulina platensis, as a cosmopolitan organism that can use inorganic carbon that absorbed by the ocean become one of microorganism that has effect by these changes. This research aims are to study the effect of carbon dioxide rate to the morphology and the growth rate of Spirulina platensis population. This research method is completely randomized design with three treatments and three replications. The period of treatment started in the exponential phase with carbon dioxide rate at 0.1 lpm, 0.2 lpm, and 0.4 lpm. The results showed that carbon dioxide is given can be used by S. platensis to stimulating the growth but this will also shorten the growth kinetics. This is also reflected in the results of the statistical analysis that there is no significant defference (p>0,05). And the morphological responses of S. platensis are fragmentation and lysis cell.ABSTRAK Pencemaran karbondioksida terjadi karena peningkatan penggunaan bahan bakar fosil untuk industri dan transportasi. Akibat terjadinya deforestri penyerapan karbondioksida oleh lingkungan terrestrial berkurang, sehingga terjadi peningkatan penyerapan karbondioksida oleh laut. Penyerapan karbondioksida oleh laut akan menyebabkan perubahan sifat kimia laut yang berdampak pada ekosistem laut. Spirulina platensis sebagai organisme kosmopolitan yang terdapat di laut dapat menggunakan karbon anorganik yang terserap dalam laut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek laju karbondioksida terhadap morfologi dan laju pertumbuhan populasi Spirulina platensis. Metode penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Masa perlakuan dimulai pada fase eksponensial dengan laju karbondioksida 0,1 lpm, 0,2 lpm, dan 0,4 lpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbondioksida yang diberikan mampu digunakan oleh S. platensis untuk meningkatkan pertumbuhan tetapi juga akan memperpendek kinetika pertumbuhan. Hal ini juga tercermin pada hasil analisis statistiknya yang tidak ada beda nyata (p>0,005). Secara morfologi respon S. platensis terhadap pemberian karbondioksida adalah terjadinya fragmentasi dan lisis sel.