Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS POTENSI PREBIOTIK GROWOL: KAJIAN BERDASARKAN PERUBAHAN KARBOHIDRAT PANGAN Puspaningtyas, Desty Ervira; Sari, Puspita Mardika; Kusuma, Nanda Herdiyanti; Helsius SB, Debora
GIZI INDONESIA Vol 42, No 2 (2019): September 2019
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.706 KB) | DOI: 10.36457/gizindo.v42i2.390

Abstract

Disease treatment and prevention can be done by providing appropriate dietary therapy, such as the use of functional food. Growol, cassava fermented food, is potentially developed as functional food. Cassava fermentation process into growol can change growol?s prebiotic potency. Aim of this study was to know growol?s prebiotic potency as a functional food based on carbohydrate changes. This was an observational laboratory study. Samples of this study were cassava and growol. Cassava used in this study was Manihot esculenta Crantz. The prebiotics potency was seen from carbohydrate, reducing sugar, sucrose and dietary fiber content. Carbohydrate was analyzed using carbohydrate by difference, while reducing sugar and sucrose were analyzed using Nelson-Somogyi and enzymatic hydrolysis. Gravimetric AOAC enzymatic was used to measure dietary fiber content. Dependent t-test was used to determine the prebiotic potency differences in growol and cassava. Fermentation of cassava into growol statistically reduced total sugar (p=0.001), reducing sugar (p=0.002), and sucrose (p=0.003). Furthermore, fermentation process of cassava into growol increased carbohydrate (p=0.038); insoluble dietary fiber (p=0.005); soluble dietary fiber (p=0.048); and dietary fiber (p=0.005). In conclusion, growol can be potentially developed as functional food in terms of carbohydrate changes, and it expected to be used in disease treatment and prevention. Further studies can examine changes of other nutritional compounds in growol due to fermentation. Moreover, study about health effects of growol administration is needed to be done.
HUBUNGAN STATUS ANEMIA, PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN, PRAKTIK PERAWATAN KESEHATAN, DAN STIMULASI KOGNITIF DENGAN FUNGSI KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Syamsiatun, Nurul Huda
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.06 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status anemia, praktek pemberian makan pada anak, pemeliharaan kesehatan anak, dan stimulasi kognitif pada fungsi kognitif anak sekolah dasar umur  9-13  tahun  yang  tinggal di  Kabupaten  Imogiri  kota  Bantul,  Yogjakarta,  Sebanyak  120  anak  terplih secara  acak  sederhana,  tetapi  7  diantaranya  tidak  mengikuti  test  kognitif.  Status  anemia  ditentukan berdasarkan  konsentrasi  kadar  hemoglobin  secara  cyanmethemoglobin.  Data  tentang  kebiasaan pemberian  makan  anak,  praktik  pemeliharaan  kesehatan  dan  stimulasi  kognitif  anak  diambil  dengan pertanyaan  yang  diajukan  pada  orang  ibunya  melalui  kuesioner.  Fungsi  kognitif  diukur  dengan  metoda CFIT dan  hasil belajar  di sekolahnya, termasuk pada mata ajaran Bahasa Indonesia dan maematika. Uji Hubungan  2  variabel  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang  bermakna  antara  status  anemia dengan  angka  matematika  (p=0.005,  ρ  spearman  0.264),  praktek  pemberian  makan  pada  anak  dengan angka matematika (p=0.029, ρ spearman 0.206), dan stimulasi kognitif dengan angka matematika (p=0.027, ρ  spearman  0.208).  Dapat  disimpulkan  bahwa  dalam  penelitian  ini  status  anemia,  praktik  pemberian makanan  anak  dan  stimulasi  kogntif  pada  anak  mempunyai  hubungan  yang  bermakna  terhadap  fungsi kognitif anak, terutama pada angka pencapaian matematika. Kata kunci: status anemia, praktik pemberian makan pada anak, stimulasi kognitif, fungsi kognitif, anak sekolah dasar
PENENTUAN PENYAKIT PARU DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Listyalina, Latifah; Utari, Evrita Lusiana; Puspaningtyas, Desty Ervira
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 11, No 1 (2020): JURNAL SIMETRIS VOLUME 11 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v11i1.3667

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia (UICC) memprediksikan terjadinya peningkatan kejadian kanker sebesar 300% pada tahun 2030. Salah satu jenis kanker ialah kanker paru. Deteksi kanker paru dapat dilakukan menggunakan rontgen. Diagnosis kanker paru dapat dilakukan melalui pengamatan hasil dari citra foto rontgen secara teliti. Otomasi dari hasil citra X-Ray dapat digunakan oleh praktisi kesehatan dalam pendeteksian kanker paru. Perancangan perangkat lunak jaringan saraf tiruan dari citra foto rontgen dilakukan melalui beberapa langkah yaitu pengolahan citra, seperti median filter, ekualisasi histogram adaptif, dan transformasi kosinus diskrit sebagai ekstraksi fitur citra yang selanjutnya dijadikan masukan jaringan saraf tiruan serta dengan didahului oleh proses pra pengolahan citra. Tingkat akurasi pendeteksian kanker paru melalui citra foto rontgen paru sebesar 72,97%.  
Efek minuman kombinasi maltodekstrin dan vitamin C terhadap VO2maks atlet sepak bola Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Farmawati, Arta
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 12, No 1 (2015): Juli
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.364 KB) | DOI: 10.22146/ijcn.22831

Abstract

Background: VO2max is one of win determiner in a game. Athletes receive training to improve technical skills, tactical skills, and physiology functions that can support the improvement of VO2max, so they can improve their achievement. Maltodextrin and vitamin C can be used as an ingredient for beverage products which can improve VO2max.Objective: To assess the effect of maltodextrin and vitamin C combination drink on VO2max in soccer athletes.Method: Type of this study was experimental design with the same subject design. The study was conducted from January 2014 until June 2014 at Culinary Laboratory Universitas Gadjah Mada (UGM) and Stadium of Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Subjects of this study were 14 soccer players coming from Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Every subject had to fulfill the inclusion and exclusion criteria, and the subjects were chosen by purposive sampling. In the first treatment, subjects received the combination drink―a drink with a composition 15% of maltodextrin and 250 mg of vitamin C in 300 mL. After 6 days washout period, subjects received 300 mL plain water. Drinks were given 30 minutes before VO2max test. VO2max test method used in this study was yo-yo intermittent recovery test level 2 (IR-2).Results: VO2max when subjects consumed maltodextrin and vitamin C combination drink was significantly lower than VO2max when athletes consumed plain water (p=0,0000).Conclusion: Maltodextrin and vitamin C combination drink was less effective than plain water to enhance VO2max.
HUBUNGAN STATUS ANEMIA, PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN, PRAKTIK PERAWATAN KESEHATAN, DAN STIMULASI KOGNITIF DENGAN FUNGSI KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Syamsiatun, Nurul Huda
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status anemia, praktek pemberian makan pada anak, pemeliharaan kesehatan anak, dan stimulasi kognitif pada fungsi kognitif anak sekolah dasar umur  9-13  tahun  yang  tinggal di  Kabupaten  Imogiri  kota  Bantul,  Yogjakarta,  Sebanyak  120  anak  terplih secara  acak  sederhana,  tetapi  7  diantaranya  tidak  mengikuti  test  kognitif.  Status  anemia  ditentukan berdasarkan  konsentrasi  kadar  hemoglobin  secara  cyanmethemoglobin.  Data  tentang  kebiasaan pemberian  makan  anak,  praktik  pemeliharaan  kesehatan  dan  stimulasi  kognitif  anak  diambil  dengan pertanyaan  yang  diajukan  pada  orang  ibunya  melalui  kuesioner.  Fungsi  kognitif  diukur  dengan  metoda CFIT dan  hasil belajar  di sekolahnya, termasuk pada mata ajaran Bahasa Indonesia dan maematika. Uji Hubungan  2  variabel  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang  bermakna  antara  status  anemia dengan  angka  matematika  (p=0.005,  ρ  spearman  0.264),  praktek  pemberian  makan  pada  anak  dengan angka matematika (p=0.029, ρ spearman 0.206), dan stimulasi kognitif dengan angka matematika (p=0.027, ρ  spearman  0.208).  Dapat  disimpulkan  bahwa  dalam  penelitian  ini  status  anemia,  praktik  pemberian makanan  anak  dan  stimulasi  kogntif  pada  anak  mempunyai  hubungan  yang  bermakna  terhadap  fungsi kognitif anak, terutama pada angka pencapaian matematika. Kata kunci: status anemia, praktik pemberian makan pada anak, stimulasi kognitif, fungsi kognitif, anak sekolah dasar
Deteksi masalah kesehatan bagi lanjut usia Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Puspaningtyas, Desty Ervira; Putriningtyas, Natalia Desy
Ilmu Gizi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Agustus
Publisher : Program Studi S-1 Ilmu Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.649 KB)

Abstract

Latar Belakang:Lanjut usia (lansia) merupakan golongan umur yang rentan mengalami berbagai permasalahan gizi dan kesehatan, baik status gizi kurang maupun status gizi lebih karena adanya perubahan pola makan. Permasalahan lain yang biasa dialami paralansia adalah hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia. Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui persentase kejadian malnutrisi, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia pada lansia. Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar asam urat dan kadar glukosa darah. Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan timbangan digital, mikrotoa, dan tensimeter digital.Pemeriksaan darah dilakukan secara cepat menggunakan easy touch.Sasaran pengabdian adalah lansia di RW 07 Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta yang berjumlah 48 orang (13 laki-laki dan 35 perempuan). Hasil: Diketahui berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT) secara berurutan adalah 57,84 ± 10,62; 153,23 ± 7,12; dan 24,58 ± 3,96. Data pemeriksaan kesehatan menunjukan tekanan darah sistole, tekanan darah diastole, kadar asam urat dan glukosa adalah 132 (88 – 175); 78 (60 – 109); 6,1 (3,10 – 15,90); dan 112,5 (55 – 261).Persentase obesitas, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia secara berurutan adalah 50%; 35,4%; 47,9%; 16,7%. Kejadian obesitas, hipertensi, dan hiperurisemia lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Kesimpulan: Mayoritas sasaran pengabdian memiliki status gizi obesitas, tekanan darah pre-hipertensi dan hipertensi, normourisemia, dan normoglikemia.Kata kunci:  lanjut usia; status gizi kurang; status gizi lebih; hipertensi; hiperurisemia; hiperglikemia
Asupan Cairan dan Vitamin C dengan Tingkat Kecemasan pada Atlet Sepak Bola di Yogyakarta Afriani, Yuni; Puspaningtyas, Desty Ervira; Mahfida, Silvi Lailatul; Kushartanti, Wara; Farmawati, Arta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan asupan cairan dan vitamin C dengan kondisi kecemasan atlet sepak bola. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, desain cross-sectional, dilakukan bulan Mei-Juni 2014 di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Indonesia. Subjek penelitian ini adalah 10 atlet sepak bola dari UGM dan 11 atlet sepak bola dari UNY. Data asupan cairan dan vitamin C dilihat dengan wawancara menggunakan form SQFFQ. Kondisi kecemasan atlet diukur dengan kuesioner kecemasan yang dimodifikasi dari State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data dianalisis menggunakan software statistik. Hasil : Rata-rata asupan cairan pada atlet sepak bola UGM adalah 2.930,92 1.249,26 ml. Asupan vitamin C pada atlet sepak bola UGM adalah 112,33 212,38 mg. Skor kecemasan dari atlet sepak bola UGM adalah 26,9 7,18. Tidak ada hubungan yang signifikan pada asupan cairan dan vitamin C dengan kecemasan pada atlet UGM (p>0,05). Sedangkan rata-rata asupan cairan pada atlet sepak bola UNY adalah 3.250,32 1.055,53 ml. Asupan vitamin C atlet adalah 19,93 12,9 mg. Rata-rata skor kecemasan dari atlet sepak bola UNY adalah 26,18 2,52. Tidak ada hubungan yang signifikan pada skor kecemasan dengan asupan cairan dan vitamin C pada atlet sepak bola UNY (p>0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan pada asupan cairan dan vitamin C dengan skor kecemasan atlet sepak bola di Yogyakarta.The aims of the reseach is correlation between fluid intake and vitamin C with anxiety condition of soccer athletes in Yogyakarta is the objects of this study.This was an observational study with cross-sectional design. This research was conducted on May-June 2014 at Yogyakarta State University Stadium (UNY) Indonesia. The subjects of this study were 10 soccer athletes from UGM and 11 soccer athletes from UNY. Data of fluid intake and vitamin C were seen by interview using SQFFQ form. The athletes anxiety condition was measured by a modified anxiety questionnaire from the State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data were analyzed using statistical software.Result: The average fluid intake in UGM soccer athletes is 2,930.92 1,249.26 ml. Vitamin C intake in UGM soccer athletes is 112.33 212.38 mg. Anxiety score from UGM soccer athletes is 26.9 7.18. There was no significant association between fluid intake and vitamin C with anxiety in UGM athletes (p> 0.05). While the average fluid intake in soccer athletes of UNY is 3,250.32 1055,53 ml. Vitamin C intake of athletes was 19.93 12.9 mg. The average anxiety score of a soccer athletes of UNY is 26.18 2.52. There was no significant association in anxiety scores with fluid intake and vitamin C in soccer athletes of UNY (p> 0.05).There is no significant correlation of fluid intake and vitamin C with anxiety scores of soccer athletes in Yogyakarta.
Deteksi masalah kesehatan bagi lanjut usia Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Puspaningtyas, Desty Ervira; Putriningtyas, Natalia Desy
Ilmu Gizi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Agustus
Publisher : Program Studi S-1 Ilmu Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.649 KB)

Abstract

Latar Belakang:Lanjut usia (lansia) merupakan golongan umur yang rentan mengalami berbagai permasalahan gizi dan kesehatan, baik status gizi kurang maupun status gizi lebih karena adanya perubahan pola makan. Permasalahan lain yang biasa dialami paralansia adalah hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia. Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui persentase kejadian malnutrisi, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia pada lansia. Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar asam urat dan kadar glukosa darah. Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan timbangan digital, mikrotoa, dan tensimeter digital.Pemeriksaan darah dilakukan secara cepat menggunakan easy touch.Sasaran pengabdian adalah lansia di RW 07 Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta yang berjumlah 48 orang (13 laki-laki dan 35 perempuan). Hasil: Diketahui berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT) secara berurutan adalah 57,84 ± 10,62; 153,23 ± 7,12; dan 24,58 ± 3,96. Data pemeriksaan kesehatan menunjukan tekanan darah sistole, tekanan darah diastole, kadar asam urat dan glukosa adalah 132 (88 – 175); 78 (60 – 109); 6,1 (3,10 – 15,90); dan 112,5 (55 – 261).Persentase obesitas, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia secara berurutan adalah 50%; 35,4%; 47,9%; 16,7%. Kejadian obesitas, hipertensi, dan hiperurisemia lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Kesimpulan: Mayoritas sasaran pengabdian memiliki status gizi obesitas, tekanan darah pre-hipertensi dan hipertensi, normourisemia, dan normoglikemia. 
APLIKASI SELF-ORGANIZING MAPPING SEBAGAI ALAT DETEKSI ANEMIA PADA CITRA SEL DARAH MERAH Utari, Evrita Lusiana; Listyalina, Latifah; Puspaningtyas, Desty Ervira
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 16, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.044 KB) | DOI: 10.22146/ijcn.39560

Abstract

Application of self-organizing mapping as anemia detection using an image of red blood cellsBackground: Anemia is a nutritional problem characterized by changes in blood cell size, especially in microcytic or macrocytic anemia. Iron deficiency anemia is included in hypochromic microcytic anemia because it has a smaller than normal size red blood cell and has a lower than normal hemoglobin (Hb) arising from reduced supply of iron for erythropoiesis (cell maturation process red blood). Analysis based on red blood cell image is a tool to detect anemia using technology applications. Self-organizing mapping (SOM) is one of the artificial neural networks by dividing the input pattern into several groups, so the network output is in the form of groups that are most similar to the input.Objective: To measure the accuracy of SOM for detecting the size of red blood cells in anemia condition.Methods: The type of research was an observational laboratory. The study was conducted at the Electrobiomedical Laboratory of Universitas Respati Yogyakarta from January to August 2018. The sample consisted of anemia and non-anemia red blood cells which had been tested in a laboratory of 92 blood preparations. Stage of measuring red blood cells consisted of pre-processing (cropping, gray scaling, contrast enhancement, and screening), segmentation, feature extraction, and image identification with SOM. The image identification results were concluded by calculating the accuracy of the anemia detection system based on laboratory examination results.Results: The characteristic that distinguishes anemia and non-anemia was in the size of red blood cells. Anemic red blood cells had different pixel intensities than non-anemic red blood cells. The image of non-anemia red blood cells had a full round or oval image. From as many as 92 detections of blood images, five blood images were not by the target results of laboratory tests. The accuracy achieved by the system was 94.57%.Conclusions: The accuracy value of anemia detection using SOM can be used to identify the type of anemia based on red blood cell size.
Effect of exercise on lipid peroxidation in student soccer players Puspaningtyas, Desty Ervira; Afriani, Yuni; Mahfida, Silvi Lailatul; Kushartanti, Wara; Farmawati, Arta
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 50, No 1 (2018)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19106/JMedSci005001201811

Abstract

Training is conducted to improve physiological functions that can support improvementof cardio-respiratory function (O2max). However, intensive training can lead to oxidativestress, which can contribute to health problems. The purpose of this study was to evaluatethe effect of training on serum lipid peroxidation levels in student soccer players. Thestudy was pre-experimental study with a one-shot case design conducted in April 2014.Twelve student soccer players from UGM who chosen by purposive sampling and metthe inclusion and exclusion criteria were involved in the study. Each subject receivedtraining in the form of O2max measurements using the yo-yo intermittent recovery test.Plasma malondialdehyde (MDA) levels were measured using the thiobarbituric acidmethod 30 min after O2max measurement. Pearson correlation was used to analyzethe correlation between O2max and plasma MDA levels. The mean age of subject was19.25±1.06 years old. Subjects had normal nutritional status (body mass index 20.99± 1.65) with mean body weight of 58.13±3.76 kg and mean height of 166.2±3.40cm. The mean O2max score was 49.56±0.61 mL/kg/min. The mean plasma MDA levelwas 4.32±2.09 μmol/L. There was no significant correlation between O2max and plasmaMDA levels (p=0.7717). In conclusion, training does not negatively impact oxidativestress conditions in student soccer players.