Setianingsih Setianingsih, Setianingsih
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

STUDI KEJADIAN ULKUS DIABETIKUM DAN TINGKAT STRES KLIEN DIABETISI Indriani, Rosi; Asyrofi, Ahmad; Setianingsih, Setianingsih
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.9.1.2017.30-37

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan yang terjadi hampir di seluruh lapisan masyarakat di dunia. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang sering dijumpai adalah terjadinya ulkus diabetikum.Komplikasi ulkus diabetikum merupakan situasi yang mengganggu dan dapat memicu terjadinya stres pada klien.Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian ulkus diabetikum dengan tingkat stres pada klien diabetisi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel di ambil secara accidental samplingsebanyak  49 klien ulkus diabetes melitus di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Alat penelitian menggunakan penilaian derajat ulkus menurut Wagner dan kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS).Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Kendall?s tau-b.Hasil: Hasil penelitian menunjukan hubungan antara lama ulkus diabetikum dengan tingkat stres pada klien diabetisi (p= 0,041, ? = 0,05); dan terdapat hubungan derajat ulkus dengan tingkat stres pada klien diabetisi (p = 0,002, ? = 0,05). Diskusi: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengidentifikasi variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi tingkat stres pada klien ulkus diabetikum. Kata kunci:Ulkus Diabetikum, Tingkat Stres, Diabetes Melitus   ABSTRACT Introduction:Diabetes Mellitus is a health problem that affect almost all walks of life in the world. One of the complications of diabetes mellitus is a common diabetes ulcers. The presence of diabetic ulcers complications are situations that are distrubingand can lead to stress on the patient. Methods:The purpose of this study was to determine the relationship incidence of the diabetic ulcers with stress levels in diabetics clents in Dr. H. Soewondo Hospital. This study used a cross sectional design. A sample of 49 clients ulcers diabeticum at Dr. H, Soewondo Kendal Hospital taken by accidental sampling. Using a research tool assessment of the degree of ulcers by Wagner and questionnaires Diabetes Distress Scale (DDS). Data was analyzed univariate by tendency central, variation, and proportion; and bivariate using Kendall?s tau-b. Results:These result indicate there is a relationship between old diabetic ulcers (p = 0.041, ? = 0,05) and the degree of ulcers (p = 0,002, ? = 0,05) with the level of stress  in client with diabetes. Discussion:The further research is expected to add other variables that can affect stress levels in patients with diabetic ulcers.  Keywords:Diabetic Ulcers, Stress Levels, Diabetes Mellitus
STUDY DESKRIPTIF PENANGANAN PRE-HOSPITAL STROKE LIFE SUPPORT PADA KELUARGA Setianingsih, Setianingsih; Darwati, Lestari Eko; Prasetya, Hendra Adi
Jurnal Perawat Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Mei 2019, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.117 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i1.225

Abstract

Keberhasilan penanganan stroke sangat tergantung dari kecepatan, kecermatan dan ketepatan terhadap penanganan awal. Keluarga sangat berperan penting dalam menangani serangan stroke anggota keluarganya. Waktu emas (golden window) dalam penanganan stroke adalah ± 3 jam, artinya dalam 3 jam awal setelah mendapatkan serangan stroke, pasien harus segera mendapatkan terapi secara komprehensif dan optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi penanganan pre hospital stroke life support yang dilakukan oleh keluarga mulai dari deteksi dini, pengiriman maupun rujukan cepat di Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilakukan di Ruang rawat inap RSUD Dr. H. Soewondo Kendal pada 45 responden (keluarga pasien stroke). Desain penelitian ini menggunakan deskriptif observasional menggunakan kuesioner penanganan prehospital pada stroke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penanganan Pre Hospital Stroke Life Support mayoritas dalam kategori baik (60%) baik dari segi deteksi dini, pengiriman, maupun rujukan cepat pada pasien stroke. Penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pemberian edukasi bagi masyarakat pada dimensi Deteksi pasien stroke dalam hal deteksi wajah dan pemberian posisi serta pada dimensi Pengiriman pasien dan transportasi stroke dalam hal penggunaan ambulance. Kata kunci: pre hospital, stroke, penanganan awal, keluarga Abstract Descriptive study of handling prehospital stroke life support in family. The success of handling stroke depends on the speed, accuracy and accuracy of the initial treatment. Families are very important in handling stroke attacks by family members. Golden time in handling stroke is ± 3 hours, meaning that in the first 3 hours after getting a stroke, the patient must immediately get a comprehensive and optimal therapy. This study was aimed to identify the treatment of pre hospital stroke life support carried out by the family in the early treatment of stroke patients ranging from early detection, delivery and rapid referral in Kendal Regency. This research was carried out in the inpatient room of Dr. H. Soewondo Kendal in 45 respondents (family of stroke patients). The design of this study used an observational descriptive using a prehospital handling questionnaire on stroke. The results showed that the majority of Pre Hospital Stroke Life Support was in the good category (60%) both in terms of early detection, delivery, and quick reference in stroke patients. This research can be the basis for giving education to the community on the dimensions of detection of stroke patients in terms of face detection and the provision of positions as well as the dimensions of patient delivery and stroke transportation in terms of ambulance use. Keywords: pre hospital, stroke, early treatment, family
GAMBARAN UPAYA DALAM MENCARI BANTUAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT Hermawan, Candra; Anggraeni, Rina; Setianingsih, Setianingsih
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2017): September
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.9.2.2017.52-59

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku pencarian pengobatan adalah perilaku individu maupun kelompok atau penduduk untuk melakukan atau mencari pengobatan. Perilaku pencarian di masyarakat sangat bervariasi, respons seseorang apabila sakit adalah tidak bertindak atau tidak melakukan apa-apa (no action).Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan belum merupakan prioritas di dalam hidup dan kehidupannya.Perilaku yang menunda untuk memperoleh pengobatan dari praktisi kesehatan ini disebut dengan treatment delay. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran masyarakat untuk mencari pertolongan kesehatan pertama. Penelitian ini merupakan deskriptif survei dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 273. Hasil: Didapatkan upaya masyarakat dalam mencari bantuan kesehatan baik sebanyak  57,5%, namun 42,5% mayarakat masih kurang dalam mencari bantuan kesehatan. Diskusi: Saran dalam penelitian diharapkan masyarakat lebih peduli akan kesehatan keluarga, membawa anggota keluarga yang sakit kerumah sakit maupun ke tenaga kesehatan lainnya.   Kata kunci: Bantuan kesehatan, masyarakat.   ABSTRACT Introduction: Elderly Behavior seeking treatment is the behavior of individuals or groups or residents to perform or seek treatment. Searching behavior in society varies greatly, one's response when sick ist not acting or doing nothing (no action). This shows that health is not a priority in life and life. Behavior that delayed to obtain treatment from health practitioners is called a treatment delay. Methods: This shows that health is not a priority in life and life. Behavior that delayed to obtain treatment from health practitioners is called a treatment delay. The purpose of this study is to know the description of the community to seek first health care. This research is a descriptive survey with cross sectional approach with the number of samples as much as 273. Results: Obtained efforts of the community in seeking health assistance either as much as 57.5%, but 42.5% society still less in seeking health assistance. Discussion: Suggestions in the study are expected to people more concerned about family health, bringing sick family members to the hospital and other health workers.   Keywords: Health assistance, community.
ANALISIS CONTENT KNOWLEDGE GURU BIOLOGI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATERI VIRUS Setianingsih, Setianingsih; Hartadiyati W.H, Eny
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v6i1.1473

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui content knowledge gurubiologi dan hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran materi virus olehguru di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Semarang. Datadiperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dandokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif untuk mengetahui Content Knowledge guru biologi dandeskriptif kuantitatif untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content knowledge guru biologi materi virusmeliputi aspek kesesuaian materi sudah sesuai dengan Silabus, KD(Kompetensi Dasar), indikator materi, dan tujuan pembelajaran; aspekkeluasan dan kedalaman materi virus terdiri dari pengertian virus, ciri-cirivirus dan klasifikasi virus, cara hidup virus, reproduksi virus, peranan virus,penyakit yang disebabkan oleh virus sampai pencegahan virus yang sudahsesuai dengan RPP, buku biologi sebagai sumber belajar yang merujuk padabuku Campbell sebagai referensi pembelajaran; aspek pengembangan materiguru terlihat dalam bentuk buku biologi yang digunakan, mediapembelajaran, internet sebagai sumber belajar dan seminar atau workshopyang diikuti untuk mengetahui perkembangan biologi khususnya materi virus.Hasil belajar kognitif siswa materi virus menunjukkan 100% siswa tuntasbelajar.Kata kunci : content knowledge guru biologi, hasil belajar kognitifsiswa.
PERBEDAAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DARI BERBAGAI DUKUNGAN KELUARGA Asyrofi, Ahmad; Setianingsih, Setianingsih; Khakim, Miftakhul
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insiden dan prevalensi penyakit Tuberkulosis di masyarakat masih sangat tinggi. Pengendalian Tuberkulosis paru (TB paru) mendapat tantangan baru diantaranya adalah resisten akibat ketidakpatuhan penderita dalam menjalani proses pengobatan sesuai program. Dukungan keluarga diperlukan untuk menghasilkan kepatuhan penderita TB paru. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kepatuhan minum obat penderita TB paru antara berbagai kelompok dukungan keluarga. Desain penelitian cross sectional, menggunakan total sampling sebanyak 43 responden. Alat penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik, Support Questionnaire (FSQ), dan Morisky Medication Adherence Scales (MMAS-8). Analisis data secara univariat, dan bivariat menggunakan chi square-test. Hasil penelitian menunjukkan: penderita TB paru 74,4% berusia dewasa akhir (74,4%), jenis kelamin laki-laki (58,1%), pendidikan SMP (39,5%), dan pekerjaan petani (34,9%), dukungan keluarga tinggi (55,8%), kepatuhan minum obat cukup (39,5%), dan kepatuhan minum obat tinggi (32,6%). Ada perbedaan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru antara dukungan keluarga cukup dan dukungan keluarga tinggi (p=0,0001). Peneliti selanjutnya diharapkan meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TB paru, dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap dukungan keluarga pada pasien TB paru.   Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru   ABSTRACT The incidence and prevalence of tuberculosis in the community is still very high. The control of pulmonary tuberculosis (pulmonary tuberculosis) has a new challenge, among others, is resistance due to non-compliance of patients in undergoing the treatment process according to the program. Family support is needed to produce compliance with pulmonary TB patients. The purpose of the study was to determine the differences in adherence to taking pulmonary TB patients between various family support groups. The study design was cross sectional, using a total sampling of 43 respondents. The research tool consisted of characteristic questionnaires, Support Questionnaire (FSQ), and Morisky Medication Adherence Scales (MMAS-8). Data analysis was univariate, and bivariate using chi square-test. The results showed: pulmonary tuberculosis patients were 74.4% late adult (74.4%), male sex (58.1%), junior high school education (39.5%), and farmer work (34.9%), high family support (55.8%), adherence to adequate medication (39.5%), and high medication compliance (32.6%). There was a difference in medication adherence in pulmonary TB patients between sufficient family support and high family support (p = 0,0001). Future researchers are expected to examine further the factors that contribute to medication adherence in pulmonary TB patients, and the factors that contribute to family support in pulmonary TB patients.   Keywords: family support, medication adherence, pulmonary tuberculosis
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN TINDAKAN PERAWATAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN DI RUANG ICU Riandhyanita, Febi; Asyrofi, Ahmad; Setianingsih, Setianingsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 7 No 1 (2017): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.002 KB) | DOI: 10.32583/pskm.7.1.2017.25-31

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Oral hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan segar sehingga terhindar dari infeksi. Pelaksanaan oral hygiene membutuhkan motivasi dari perawat. Motivasi adalah segala hal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.Motivasi terdiri dari  dua yaitu motivasi intrinsik yang berasal dari dalam diri individu dan motivasi ekstrinsik yang berasal dari luar individu. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara motivasi perawat dengan pelaksanaan tindakan perawatan oral hygiene pada pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU). Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, dengan jenis cross sectional, sejumlah 35 responden yaitu perawat yang bekerja diruang ICU menggunakan teknik total sampling. Peneliti melakukan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, tendensi central, ukuran penyebaran, dan bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan motivasi intrinsik diperoleh nilai p value 0,003 (p  ? 0,05), sedangkan motivasi ekstrinsik diperoleh nilai p value 0,007 (p  ? 0,05), sehingga keduanya dapat disimpulkan terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan pelaksanaan tindakan perawatan oral hygiene pada pasien di ruang ICU. Diskusi: Hasil penelitian ini menyarankan, sebaiknya memberikan reward/penghargaan kepada perawat untuk meningkatkan motivasinya dalam tindakan oral hygiene di ruang ICU.   Kata kunci: Motivasi Intrinsik, Motivasi Ekstrinsik, Oral Hygiene   ABSTRACT Introduction: Oral hygiene is one of the nursing action caried out so that the condition  of the oral cavity are kept clean and fresh, so avoid infection. Implementation of oral hygiene requires motivation of nurses. Motivation is everything that drives someone to do something. Motivation is composed of two that is intrinsic motivation that comes from inside the individual, and then extrinsic motivation that comes from outside individual. Methods: The purpose of the study was to examine the relationship between motivation nurse with the implementation of oral hygiene care measures for patient in the Intensive Care Unit (ICU). This study design using descriptive analytical, with a kind of croos sectional, a number of respondents is 35 nurses working at ICU room using total sampling technique. Researchers conducted univariat analysis using frequency distribution, central tendency, measures of dispersion, and bivariate using Chi-Square test. Results: The results showed that the value of intrinsic motivation ? value of 0,003 (? ? 0,005), where as extrinsic motivation obtained ? value of 0,007 (? ? 0,005), so that both can be concluded there is a relationship nurse motivation with implementation of oral hygiene care measures in patients in the ICU. Discussion: This results of this study suggested, should give reward/awards to nurses to improve oral hygiene motivation to act in the ICU.   Keywords: Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, Oral Hygiene.
Pengaruh Cognitive Behaviour Therapy Pada Klien Dengan Masalah Keperawatan Perilaku Kekerasan Dan Halusinasi Di Rsjd Dr. Rm Soedjarwadi Klaten Hastuti, Retno Yuli; Setianingsih, Setianingsih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : RSJD Dr.RM.Soedjarwadi Klaten mempunyai klien skizofrenia yang dirawat dengan risiko perilaku kekerasan dan halusinasi: 43,48%. Hasil penelitian sebelumnya CBT cukup efektif dalam menurunkan tanda gejala perilaku kekerasan dan halusinasi pada klien skizofrenia. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran pengaruh CBT terhadap perubahan gejala dan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor klien dengan perilaku kekerasan dan halusinasi yang dirawat di ruang rawat inap RSJD Dr.RM.Soedjarwadi Klaten. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Pre-Post Test with Control Group dengan jumlah sample 56 responden yang terbagi 28 kelompok intervensi dan 28 kelompok kontrol. Analisa data menggunakan dependen dan independent t test. Hasil penelitian ini menemukan penurunan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi yang lebih besar untuk klien yang mendapatkan daripada yang tidak mendapatkan CBT (pvalue <0,05). Kemampuan kognitif, afektif dan perilaku klien yang menerima CBT meningkat secara signifikan (p nilai <0,05) Hasil penelitian ini klien penurunan gejala PK 48% pengurangan gejala halusinasi 47% dari penelitian ini juga meningkatkan kemampuan kognitif, klien perilaku kekerasan afektif dan perilaku dan halusinasi dengan hasil tertinggi hingga 57%. CBT direkomendasikan sebagai klien keperawatan perilaku kekerasan terapi dan halusinasi di RSJD Dr RM.Soedjarwadi Klaten. 
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN PRINSIP “ ENAM TEPAT” DALAM PEMBERIAN OBAT Setianingsih, Setianingsih; Septiyana, Ria
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan proses pengobatan (Medication error) melalui pemberian obat memiliki potensi membahayakan pasien dalam proses perawatan maupun pengobatan, yang dapat menyebabkan resiko fatal dari suatu penyakit. Perawat bertugas untuk mengetahui setiap komponen dari perintah pemberian obat termasuk aspek ?enam tepat?. Enam tepat terdiri dari tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat pendokumentasian. Ketepatan tersebut harus didasari dengan keterampilan, pendidikan, dan pengetahuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan penerapan prinsip ?Enam Tepat? dalam pemberian obat. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Alat ukur menggunakan kuesioner penerapan prinsip ?enam tepat? yang terdiri dari 20 pernyataan dan kuesioner karakteristik responden. Sampel berjumlah 124 perawat RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan prinsip enam tepat dilakukan analisa bivariate dengan menggunakan uji Sperman?s&nbsp; rho dengan hasil tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan perawat dengan penerapan prinsip ?enam tepat ?dalam pemberian obat (p value 0,390) dan ada hubungan antara lama kerja perawat dengan penerapan prinsip ?enam tepat? dalam pemberian obat (p value 0,028). &nbsp; Kata kunci: enam tepat, obat, tingkat pendidikan, lama kerja &nbsp; ABSTRACT Failure of the treatment process (Medication error) through drug administration has the potential to endanger the patient in the process of treatment and treatment, which can cause a fatal risk of an illness. The nurse is tasked with knowing each component of the drug administration order including the "six right" aspect. The right six consists of the right patient, the right medicine, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. This accuracy must be based on skills, education, and knowledge. The research aims to determine the relationship of the level of education and length of work of nurses with the application of the principle of "six right" in drug administration. The research method uses descriptive correlative with cross sectional design. The measuring instrument uses a questionnaire applying the principle of "six right" consisting of 20 statements and questionnaire characteristics of respondents. The sample consisted of 124 nurses Soewondo Hospital Kendal. The relationship between the level of education and the length of service of nurses with the six principles is appropriate to do a bivariate analysis using the Sperman's rho test with the result that there is no relationship between the level of education of nurses and the application of the "six right" principle in drug administration (p value 0.390) and there is a relationship between the length of work of nurses by applying the "six right" principle in drug administration (p value 0.028). &nbsp; Keywords: Six-right, drug, level education, length o f working
GAMBARAN PELAKSANAAN TINDAKAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Setianingsih, Setianingsih; Riandhyanita, Febi; Asyrofi, Ahmad
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 2 (2017): November 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.478 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i2.45

Abstract

AbstrakOral hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan segar sehingga terhindar dari infeksi. Oral hygiene juga mampu mengurangi jumlah mikroorganisme dan pengumpulan organisme yang mengalami translokasi serta kolonisasi di dalam mulut. Pasien di ruang ICU sangat berisiko terkena infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan tindakan perawatan oral hygiene pada pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU). Desain penelitian ini menggunakan deskriptif sejumlah 35 responden yaitu perawat yang bekerja diruang Intensive Care Unit (ICU) menggunakan teknik total sampling. Pelaksanaan tindakan perawatan oral hygiene dalam kategori kurang sebanyak 21 responden (60,0%). Hal tersebut dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara rasio perawat dengan pasien, fasilitas dalam pelaksanaan oral hygiene masih belum memadai, dan perawat juga belum memahami sepenuhnya bagaimana pelaksanaan oral hygiene yang sesuai dengan standar operasional prosedur. Hasil penelitian ini menyarankan, sebaiknya memberikan reward/penghargaan kepada perawat untuk meningkatkan motivasinya dalam tindakan oral hygiene di ICU. Kata kunci     :         Oral Hygiene, Intensive Care Unit, Perawat AbstractDescription of Implementation Oral Hygiene in Patients in the ICU room.Oral hygiene is one of the nursing actions carried out so that the condition of the oral cavity remains clean and fresh so as to avoid infection. Oral hygiene is also able to reduce the number of microorganisms and the collection of organisms that experience translocation and colonization in the mouth. Patients in the ICU room are very at risk for infection. The purpose of this study was to determine the description of the implementation of oral hygiene in patients in the Intensive Care Unit (ICU). This study design using descriptive analytical 35 respondents, a number of respondents is 35 nurses working at Intensive Care Unit (ICU) room using total sampling technique. The implementation of oral hygiene care measures in the less category as many as 21 respondents (60.0%). This is influenced by the imbalance between the ratio of nurses and patients, facilities in the implementation of oral hygiene are still inadequate, and nurses also do not fully understand how the implementation of oral hygiene is in accordance with standard operating procedures. The results of this study suggest, should give rewards / awards to nurses to improve oral hygiene motivation to act in the ICU. Keywords: Oral Hygiene, Intensive Care Unit,  Nurses   
Low Socio Economic Status Risk Improving Attention Deficit and Hiperactivity Disorder in Preschoolers Setianingsih, Setianingsih; Novi, Rachmawati; Juniarsih, Juniarsih
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.265 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i2.110

Abstract

Socioeconomic status of person has an important role to child development. Social economy can affect physical health, mental wellbeing and cognitive development. One of the growing disorders of attention disorder and hyperactivity disorder was characterized by hyperactive, impulsive and lack of attention. The purpose of this study to determine the relationship of socioeconomic status of parents at risk of attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD) to preschoolers in Klaten District. This study uses categorical comparative design with cross sectional approach. Respondents of this study were 84, that divided into two places, there were ABA TK Lor Sabrang Trucuk and TKIT Mutiara Hati so that every kindergarten 42 respondents obtained by purposive sampling. Data was collection by filling the instrument. Bivariate  analysis using test Chi Square. The results showed the average age of respondents were 5.25 years. The sex of the respondents is mostly male as many as 47 children or 56.0%. Test results Chi square show there is a relationship of socio-economic status of parents with ADHD (p = 0.036) and there is a different between low socioeconomic status and high that lower socioeconomic status is a risk of ADHD (25,6%) compared with high socioeconomic status (6,7%). There is a negative relationship between socioeconomic status and the risk of attention deficit and hyperactivity disorder in pre-school age children.