Qurrotul Aeni, Qurrotul
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN ORIGAMI TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B Aeni, Qurrotul; Christiana, Elisabeth
PAUD Teratai Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan origami terhadap keterampilan motorik halus pada anak kelompok B TK Muslimat NU 128 Assa’adah Bejan. Sampel penelitian berjumlah 24 anak kelompok B TK Muslimat NU 128 Assa’adah Bejan Siwalan Panceng Gresik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan alat penilaian berupa lembar observasi dan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus Wilcoxon Match Pairs Test dengan rumus Thitung < Ttabel. Hasil perhitungan diperoleh Thitung 0 dan Ttabel 81 dengan taraf signifikansi 5%, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha tidak ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan kegiatan origami terhadap keterampilan motorik halus pada anak kelompok B TK Muslimat NU 128 Assa’adah Bejan Siwalan Panceng Gresik. Kata Kunci: Kegiatan Origami, Keterampilan Motorik Halus.   Abstract This quantitative research was aimed to find the effect of origami activity to soft motoric skill on students group b tk muslimat nu 128 assa’adah bejan siwalan panceng gresik The subjects included twenty-four children in group B at Muslimat NU 128Assa’adah Bejan Siwalan Panceng Gresik. Data collection techniques using observational methods with assessment tools such as observation sheets and documentation methods. Data were analyzed using the Wilcoxon Match Pairs Test formula with formula Tcount <Ttable. The calculation result obtained Tcount 0 and Ttable 81 with a significance level of 5%, thus it can be concluded that Ho is rejected and Ha is not rejected. It can be concluded that there is significant influence application effect of origami activity to soft motoric skill on students group B. Keywords: origami activity, soft motoric skill
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI GENERALIS DALAM MENGATASI ANSIETAS KELUARGA PASIEN HEMODIALISA Aeni, Qurrotul; Jati, Riani Pradara
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2018): November
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.469 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v1i2.152

Abstract

THE EFFECT OF GENERALIST THERAPY IN OVERCOMING FAMILY ANXIETY OF HEMODIALYSIS PATIENTS ABSTRACTHemodialysis is an act of renal replacement therapy that has been damaged, which is to move the patient's blood from his body through a dialiser which occurs by diffusion and ultrafiltration. Patients who undergo activities continuously can experience some psychological problems including anxiety. The study aimed to determine the effect of generalist therapy in overcoming family anxiety of hemodialysis patients in Dr.H Hospital. Soewondo Kendal before and after giving anxiety generalist therapy. The research method used quasi experiment with pre post test without control group. Using the DASS questionnaire (Depression Anxiety Stress Scale) consisting of 14 questions related to anxiety. The research sample amounted to 60 families. Research results Respondents' characteristics were the majority of respondents in the age range 26-60 years, female, with the education level of the respondents mostly high school and the majority of respondents did not work. Relationships between clients and families are more dominated by relationships with spouses. Family ability in an effort to overcome the anxiety pretest mean 9.32 (SD 5.53) while at post test 11.28 mean (SD 5.61) with a value of p = value 0.002, which indicates that there is a change in the ability of families to overcome anxiety through anxiety generalist therapy. Suggestions for all families in particular to be able to apply generalist therapy that has been taught to help overcome anxiety in family members undergoing hemodialysis therapy.
GAMBARAN PERILAKU ORANG TUA DALAM STIMULASI PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN USIA 0-6 TAHUN Haryanti, Dwi; Ashom, Khatimul; Aeni, Qurrotul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.64-70

Abstract

Perkembangan merupakan suatu perubahan yang tejadi pada anak yang dapat dilihat dari aspek motorik, emosi, kognitif dan psikososial interaksi anak terhadap lingkungan. Perkembangan anak paling pesat pada umur 0-6 tahun biasanyadisebut sebagai masa keemasaan atau the goldenages. Pada masa ini faktor stimulasi menjadi sangat penting dalam suatu perkembangan anak  agar  kemampuan anak terganggu meliputi perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan kemampuan sosial. Tuhuan penelitian untuk mengetahui perilaku orang tua dalam menstimulasi anak usia 0-6 tahun di kecamatan Gringsing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriftif dengan menggunakan pendekatan metode survey. Tehnik pengembalian sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 65 responden. Alat penggumpulan data menggunakan kuesioner perilaku. Penelitian ini didapatkan hasilsebagian besar orang tua memiliki perilaku baik yaitu sebanyak 56 responden (86,2%), sebagian kecil memiliki perilaku cukup yaitu sebanyak 9 responden (13,8%) dan ?35% responden belum melakukan motorik halus. Orang tua dapat mencari informasi tentang stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun dengan jalan sering membaca buku, majalah, membuka internet bertanya kepada tenaga kesehatan, kader Posyandu, teman, atau keluarga untuk meningkatkan stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun akan meningkat. Kata kunci: Perilaku orangtua , stimulasi  perkembangan anak IDENTIFIEDTHE BEHAVIOR OF PARENTS IN STIMULATING CHILDREN AGED 0-6 YEARS ABSTRACTDevelopment a change that happen in children that can be seen from the motorik, emotional, cognitive and psychosocial aspects of the child's interaction with the environment. The most rapid child development at the age of 0-6 years is usually called  as the golden age or the goldenages. At this time the stimulation factor becomes very important in a child's development so that the ability of children disturbed include the to development of soft motorik, coarse motorik, language and social ability. Objectiveb to identifiedthe behavior of parents in stimulating children aged 0-6 years in Gringsing district. This research descriptive quantitative research by using survey method approach. The technique of returning this sample with that purposive sampling and be found sample of 65 respondents. The instrument to collect data used questionnaire. This research got the result most parents have good behavior that as much 56 respondents 86,2%), some have enough behavior which  9 respondents (13,8%) and ?35% of respondents have not done fine motor skills. Expected to find information about the stimulation of development of children aged 0-6 years by often reading books, magazines, opening the internet asking health workers, Posyandu cadres, friends, or family so that knowledge of developmental stimulation of children aged 0-6 years will increase. Keywords: Parent behavior, Child development stimulation
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA TINDAKAN PERAWATAN LUKA POST OPERASI PASIEN Nurani, Okky Briliana Citra; Aeni, Qurrotul; Takarina, Bertha
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2015): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.362 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.7.1.2015.20-27

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perkembangan merupakan perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ketingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik kasar salah satunya adalah stimulasi lingkungan. Anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang jika dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan stimulasi dari orang tuanya. Metode: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stimulasi ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional dan untuk mendapatkan sampel dalam penelitian ini digunakan sampel jenuh atau total populasi dan didapatkan sampel sebanyak 32 responden.  Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas stimulasi ibu baik sebanyak 26 responden (81,25%), sedangkan mayoritas perkembangan motorik kasar normal sebanyak 23 responden (71,875%). Dengan menggunakan uji Chi-Square untuk menghubungkan antara stimulasi orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia prasekolah diperoleh pernyataan value 0,489 yang menunjukkan tidak ada hubungan antara stimulasi ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-5 tahun. Diskusi: para ibu diharapkan selalu memberikan stimulasi kepada anaknya agar perkembangan anak dalam kategori normal.   Kata kunci: Stimulasi ibu, Perkembangan motorik kasar RELATIONSHIP WITH MOTHER STIMULATION RELATIONSHIP BETWEEN CHILDREN AGE 3-5 YEARS   ABSTRACT Introduction: Development is a gradual change from the lowest level of the highest level and complex through the process of maturation and learning of factors affecting the development of gross motor one of them is environmental stimulation. Children who get directional and regular stimulation will develop faster when compared with children who do not get stimulation from their parents. Method: The purpose of this study was to determine the relationship between maternal stimulation and gross motor development of children aged 3-5 years. This research is a research using descriptive design by using Cross-Sectional approach and to get the sample in this research used saturated sample or total population and got 32 respondents. Result: The results of this study found that the majority of good mother stimulation as much as 26 respondents (81.25%), while the majority of normal gross motor development as much as 23 respondents (71.875%). By using Chi-Square test to relate between stimulation of parent with language development of preschool age obtained statement value 0,489 which show no relation between mother stimulation with gross motor development of child aged 3-5 years.  Discussion: the mothers are expected to always provide stimulation to their children for the development of children in the normal category. Keywords: Maternal stimulation, Rough motor development
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN LOS (LENGTH OF STAY) PADA PASIEN RAWAT INAP Rufaidah, Siti; Aeni, Qurrotul; Istioningsih, Istioningsih
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2018): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.10.1.2018.44-52

Abstract

ABSTRAK Lama  perawatan di ruang rawat inap atau disebut sebagai  LOS (Length of Stay  di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan oleh perawat. Asuhan keperawatan yang didalamnya merupakan pelayanan kepada pasien memuat berbagai aspek. Caring merupakan aspek penting dalam pemberian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan LOS (Length of Stay) pada  pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif . Responden berjumlah 113 dengan metode Stratified Random Sampling. Diperoleh  p value 0,000 dari uji Spearman Correlation sehingga ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan LOS (Length Of Stay) pada pasien rawat rawat inap di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Setiap perawat perlu meningkatkan kemampuan dan kompetensi caring pada setiap pemberian asuhan keperawatan guna peningkatan mutu layanan asuhan keperawatan maupun rumah sakit yang dibuktikan dengan nilai LOS.   Kata kunci : Caring , LOS (Length Of Stay)   RELATIONSHIP OF CARING BEHAVIOR OF NURSES WITH LOS  (LENGTH OF STAY) IN INPATIENTS   ABSTRACT The length of treatment in the inpatient room or referred as LOS (Length of Stay) influenced by internal and external factors. One of the external factors is influenced by the services provided by the nurse. Nursing care in which the service to the patient contains various aspects. Caring is an important aspect of nursing care. This study aims to determine the relationship of caring behavior of nurses with LOS (Length of Stay) in inpatients in RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. This research is a quantitative research with descriptive correlative design. Respondents numbered 113 with Stratified Random Sampling method. P value 0.000 obtained from Spearman Correlation test, there is a relationship between nurse caring behaviors with LOS (Length Of Stay) in hospitalized patients hospitalized in the Dr. H. Soewondo Kendal Hospital. Each nurse needs to improve the ability and competence of caring on every provision of nursing care in order to improve the quality of nursing care and hospital services as evidenced by the value of Length of Stay (LOS).   Keywords:  Caring , LOS (Length Of Stay)
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING Anggoro, Wisnu Tri; Aeni, Qurrotul; Istioningsih, Istioningsih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku caring perawat penting dalam melakukan asuhan keperawatan, karena perawat  tidak hanya dituntut untuk melakukan skill atau keterampilan dan pengetahuan saja. Perilaku caring perawat kepada pasien berdampak besar bagi layanan rumah sakit karena akan menimbulkan kepuasan pasien. Caring pada dasarnya perilaku perawat yang dipengaruhi oleh karakteristik perawat. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat dengan perilaku caring perawat di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Penelitian ini menggunakan desainkorelasional dengan pendekatancross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling  sebanyak132 perawat di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Alat penelitian menggunakan kuesionerkarakteristik danCaring Behavior Investment (CBI) Questionnaire yang dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara umur (pvalue= 0,000), dan masa kerja (pvalue= 0,001) dengan perilaku caring perawat, sedangkan jenis kelamin (pvalue= 0,107), pendidikan (pvalue= 0,055), dan status pernikahan (pvalue= 0,117) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Usia yang lebih dewasa dan semakin lama masa kerja perawat maka semakin baik perilaku caring perawat, sedangkan jenis kelamin, pendidikan, dan status pernikahan tidak membedakan perilaku caring perawat. Peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan faktor internal dan eksternal perawat. Kata kunci: Karakteristik Perawat, Perilaku Caring RELATIONSHIP OF CARE CHARACTERISTICS WITH CARING BEHAVIOR ABSTRACTNurses caring behavior important in nursing care, as nurses are not only required to perform the skill or skills and knowledge alone. The behavior of the nurses caring for patients with major implications for hospital services because it will cause the patient satisfaction. Caring nurse whose behavior is basically influenced by the characteristics of nurses. The purpose of this study to determine the characteristics of the relationship with the nurse caring behaviors of nurses in hospitals Dr. H. Soewondo Kendal. This study uses a correlational design with cross sectional approach. The sample in this study were taken by using Proportionate Stratified Random Sampling 132 nurses at the Hospital Dr. H. Soewondo Kendal. Research tool questionnaire characteristics and Caring Behavior Investment (CBI) Questionnaire were analyzed by univariate and bivariate using chi square test. The results showed no significant relationship between age (pvalue= 0.000), and the work period (pvalue = 0.001) with the nurse caring behaviors, whereas gender (pvalue = 0.107), education (pvalue = 0.055), and marital status (pvalue = 0.117) did not show a significant relationship. The more mature age and the longer the nurse's working period the better the caring behavior of the nurse, while the sex, education, and marital status do not distinguish the caring behavior of the nurse. The researcher is then expected to develop internal and external factors of the nurse. Keywords: Characteristics of Nurses, Caring Behaviors
GAMBARAN RESPONS PSIKOSOSIAL MAHASISWA PROGAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES KENDAL TINGKAT AKHIR DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI Muzakki, Moh Aqib; Aeni, Qurrotul; Takarina, Bertha
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respon psikososial reaksi atau tanggapan yang berhubungan dengan segala sesuatu mengenai masyarakat. Seiring dengan hal tersebut mahasiswa sering kali menganggap skripsi adalah sesuatu hal yang menakutkan dan menegangkan. Kesulitan dan masalah yang timbul kadang membuat mahasiswa yang tidak bisa beradaptasi, dapat menimbulkan suatu respon baik adaptif maupun maladaptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respons psikososial mahasiswa progam studi ilmu keperawatan Stikes Kendal tingkat akhir dalam penyusunan skripsi”. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif survey. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 106 mahasiswa progam studi ilmu keperawatan Stikes Kendal tingkat akhir dalam penyusunan skripsi. Alat penelitian menggunakan kuesioner gamabaran respons psikososial mahasiswa progam studi ilmu keperawatan Stikes Kendal tingkat akhir dalam penyusunan skripsi dengan analisa data menggunakan univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden berusia 21 tahun, jenis kelamin perempuan, beragama islam (100%), bersuku bangsa jawa, dan respons psikososial yang terjadi pada mahasiswa sebagian besar menarik diri. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih kompleks tentang gambaran respons psikososial pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.                                      Kata Kunci: Respons Psikososial, mahasiswa, skripsi DESCRIPTION OF PSYCHOSOCIAL RESPONSES OF PROGAM STUDENTS NURSING SCIENCE STUDY OF KENDAL STIKES END OF LEVELS IN PREPARATION OF THE SKRIPSI ABSTRACTPsychosocial response to reactions or responses related to everything about society. Along with this, students often assume thesis is something that is scary and tense. Difficulties and problems that arise sometimes make students who cannot adapt, can cause a response both adaptive and maladaptive. The purpose of this study was to determine the psychosocial response of students at the final level of the Stikes Kendal nursing science study program in the preparation of the thesis ". This type of research is quantitative research with a descriptive survey design. The sample in this study was taken using total sampling technique, namely as many as 106 students of the final level Stikes Kendal nursing science study program in the preparation of the thesis. The research tool used the psychosocial response message questionnaire of the final level Stikes Kendal nursing science study program in the preparation of the thesis with data analysis using univariate. The results of this study indicate that the majority of respondents aged 21 years, female sex, Islamic religion (100%), Javanese ethnic groups, and psychosocial responses that occur in students mostly withdraw. Future studies are expected to be able to carry out more complex research on the description of psychosocial responses to students who are preparing a thesis.  Keywords: Psychosocial responses, students, thesis
HUBUNGAN MOTIVASI INTRINSIK PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA KEPERAWATAN Aeni, Qurrotul; Fitriana, Ana; Nurmalia, Devi
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2016): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.8.1.2016.20-24

Abstract

                                               ABSTRAK Pendahuluan: Timbang terima merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima informasi yang berkaitan dengan pasien yang dilakukan oleh perawat dinas sebelum dan selanjutnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan timbang terima yaitu motivasi, dimana motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang atau biasanya disebut dengan motivasi intrinsik. Metode: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi intrinsic perawat dengan pelaksanaan timbang terima keperawatan di ruang X RSU Kendal. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari 2015. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampel yaitu 31 responden. Hasilpenelitiandiperolehnilai ? value 0,007 < 0,05atau 5%. Hasil: Ada  Hubungan antara motivasi intrinsic perawat dengan pelaksanaan timbang terima keperawatan di ruang X RSU Kendal. Diskusi: Hasil penelitian ini disarankan bagian diklat untuk mengadakan pelatihan tentang timbang terima dan perawat untuk lebih bertanggung jawab terhadap tugasnya. Kata kunci:Timbang terima, Motivasi intrinsik   ABSTRACT Introduction:Handover is a technique or a way to convey and receive information relating to patients conducted by nurses prior to and subsequent service. One of the factors that may affect the implementation of the handover namely motivation, where motivation comes from within a person or usually called intrinsic motivation. Methods:The purpose of this study was to determine the relationship of intrinsic motivation nurse with the implementation of nursing in X?s room Hospital Kendal.The method in this study is descriptive correlational cross-sectional approach conducted in February 2015. The sample in this study using the total sample about 31 respondents. Results:The results obtained by the value of ? value 0.007. It can be concluded that there is a relationship between intrinsic motivation nurse with the implementation handover of nursing in X?s room Hospital Kendal. Discussion:Based on the results of this study suggested boss or leader for the training of nurses to handover more responsible with their duties. Keywords:Handover, intrinsic motivation  
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE PEMUTARAN VIDEO TENTANG PHBS CUCI TANGAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP Aeni, Qurrotul; Beniarti, Fiera; Warsito, Bambang Edy
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2015): September
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.7.2.2015.1-5

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku hidup bersih dan sehat disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan itu sendiri. Salah satu  cara pendidikan kesehatan dengan cara ceramah dengan alat ? alat bantu pengajaran, misal makalah singkat, slide, sound system, pemutaran video dan dapat menguasai sasaran. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode pemutaran video tentang perilaku hidup bersih dan sehat cuci tangan terhadap pengetahuan dan sikap siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimental dengan rancangan one group pre-test-post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD, menggunakan teknik sampling jenuh. Analisa data menggunakan uji beda Wilcoxonyang sebelumnya dilakukan uji normalitas kolmogorov-Smirnov. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode pemutaran video terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat cuci tangan. Diskusi: Hasil penelitian direkomendasikan pada pengelola SD dapat membuat kebijakan yang lebih bersifat upaya promotif dan preventif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat.   Kata kunci: Perilaku, Hidup bersih sehat, Pemutaran video tentang perilaku hidup bersih dan sehat cuci tangan   ABSTRACT Introduction: Behavior Clean and healthy school is an absolute necessity and can be done through health education itself. One way of health education by way of lectures with teaching aids, such as brief papers, slides, sound system, video playback and can master the target. Methods: The purpose of this study was to investigate the effect of health education with video playback methods on clean and healthy living behaviors of handwashing of students' knowledge and attitudes. This research used pre experimental pre-test-post-test. The population in this study is the students of grade VI SD, using saturated sampling technique. Data analysis using different test Wilcoxonyang previously tested the normality kolmogorov-Smirnov. Results: The results showed that there was an effect of health education with video playback methods to students' knowledge and attitude about clean and healthy life behavior of hand washing. Discussion: The results of the study recommended in elementary school managers can create policies that are more promotive and preventive efforts on matters relating to clean and healthy life behavior. Keywords: Behavior, Clean Healthy Living, Video Playback methods on clean and healthy living behaviors of handwashing
HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD KEPADA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN Hidayanto, Muhammad Taufiq; Aeni, Qurrotul; Takharina, Bertha
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 5 No 1 (2015): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.959 KB) | DOI: 10.32583/pskm.5.1.2015.1-6

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Dokumentasi keperawatan merupakan suatu aspek penting yang sampai saat ini perlu ditingkatkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dokumentasi keperawatan yang tidak dilakukan dengan tepat, lengkap dan akurat dapat menurunkan mutu pelayanan keperawatan karena tidak dapat mengidentifikasi sejauh mana tingkat keberhasilan asuhan keperawatan yang telah diberikan. Reward sangat diperlukan perawat untuk melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan di Puskesmas, karena dengan reward ini diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan reward dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di Puskesmas Boja 01 Kendal. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan Teknik Non Random yaitu sebanyak 35 perawat di Puskesmas Boja 01 kendal. Alat penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara reward dengan pelaksanaan perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Puskesmas Boja 01 Kendal (pvalue = 0,019).  Diskusi: Peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih mengembangkan variabel-variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan perawat dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan.   Kata kunci: Reward, Pendokumentasian Asuhan Keperawatan   ABSTRACT Introduction: Nursing documentation is an important aspect which until now needs to be upgraded to improve the quality of health services. Nursing documentation is not performed correctly, completely and accurately can reduce the quality of nursing care because they can not identify the extent to which the success rate of nursing care that has been given. Reward indispensable documentation nurses to perform nursing care at the health center, because the reward is expected that each individual employee willing to work hard and enthusiastically to achieve high productivity. Methods: The purpose of this study to determine the relationship of reward to the implementation documentation of nursing care at the health center Boja 01 Kendal. This research uses a correlational descriptive design with cross sectional method. The sample in this study were taken using a technique Non-Random as many as 35 nurses at the health center Boja 01 Kendal. Research tool using a questionnaire and analyzed using univariate and bivariate using chi square test.  Results: The results showed no relationship between reward with the implementation of the nurse in documentation of nursing care at the health center Boja 01 Kendal (pvalue = 0.019). Discussion: Further research is expected to further develop the variables associated with the implementation of nurses in nursing care documentation.   Keywords: Reward, Documenting Nursing Care