Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Pariwisata

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN DI MUSEUM GEOLOGI BANDUNG Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 2 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dari bauran pemasaran terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Museum Geologi Bandung. Penulis menggunakan metode inferensial dengan analisis kuantitatif. Metode inferensial dipilih karena sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah besar, sehingga untuk meminimalisir terjadinya distorsi data yang didapat dari sampel. Analisis kuantitatif merupakan analisis yang menekankan pada analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hasil analisis data membuktikan bahwa bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung. Berdasarkan hasil analisis, didapati bahwa bauran pemasaran memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan variabel-variabel lain terhadap keputusan berkunjung. Kata kunci : Bauran pemasaran, keputusan berkunjung. ABSTRACTThis research is to find out how the impact of the marketing mix to the decision to visit Museum Geology Bandung. This research used inferential method by the quantitative analysis. Inferential method is choosed to minimize the distortion of the sample data, because the main sample number is big. The quantitative analysis is the type of analysis that based on numerical data to process using statistical method. The result of the analisys has prove that marketing mix have positif and significant influence to the decision to visit. Based on the analysis result, the marketing mix influence is bigger than the other variable to the decision to visit. Keyword : Marketing mix, decision to visit.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ROOM SERVICE AMAROOSSA HOTEL BANDUNG Derianto, Panji Septian; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 1 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.055 KB)

Abstract

Abstract - Tourism is everything that is related to and associated with the business needs someone to travel. And each traveler typically require service facilities to rest and service for food and beverages. Every hotel both large and small certainly has a restaurant and bar on the ground guests can enjoy food and drinks, while for guests who wish to enjoy food and drink in your own room is also equipped with service facilities room service. Room service department operates for 24 hours to serve guests by serving meals like breakfast, lunch, dinner and supper. Room service at Amarossa Hotel has standard operating procedures have been established. Methods of research by the author is to perform observation / research, interviews, documentation and literature. Standard operating procedure is executed in Amarossa hotel room service department that receives oderan of the phone, making captain orders, prepare the equipment, orders delivered back to the room guests. Keywords: Standard Operating Procedure, Room Service, hotel Abstrak - Pariwisata adalah segala sesuatu yang menyangkut dan berhubungan dengan urusan kebutuhan seseorang melakukan perjalanan. Setiap traveler membutuhkan fasilitas pelayanan untuk beristirahat serta pelayanan untuk makanan dan minuman. Hotel besar maupun kecil pasti memiliki restoran dan bar. Tamu yang ingin menikmati makanan dan minuman dikamar sendiri juga di lengkapi dengan fasilitas pelayanan room service. Room service department ini beroperasi selama 24 jam untuk melayani para tamu hotel dengan menyajikan makanan seperti breakfast, lunch, dinner dan juga supper. Room service di Amaroossa Hotel memiliki standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan obeservasi/riset, wawancara, dokumentasi dan juga studi pustaka. Standar operasional prosedur yang dijalankan di Amaroossa Hotel pada departement room service yaitu menerima oderan dari telepon, membuat captain order, mempersiapkan peralatan, pesanan diantar ke kamar tamu. Kata Kunci: Standar Operasional Prosedur, Room Service, hotel
Tugas Trainee Room Attendant Dalam Membersihkan President Suite Room Di Amaroossa Bandung Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Rachman, Marsha Adytia
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31311/par.v4i2.2020

Abstract

ABSTRAKHotel adalah salah satu faktor pendukung pariwisata, untuk itu salah satu pendapatan devisa terbesar menjadi sorotan utama dalam perhotelan. Salah satu pendapatan yang besar didapatkan dari penjualan kamar. Housekeeping adalah salah satu departemen yang merawat dan menjaga sebuah hotel. Room Attendant adalah seseorang yang bertugas membersihkan kamar. Room Attendant biasanya dibantu oleh Trainee pada saat membersihkan kamar. Trainee mempunyai peranan yang sangat penting. Membersihkan type President Suite Room, seorang Room Attendant harus mempunyai pengalaman dan skill yang bagus. Prosedur membersihkan type kamar ini sangat membutuhkan ketelitian yang baik. Apabila dalam membersihkan kamar dibantu oleh Trainee, hasilnya lebih cepat dan memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakta, keadaan, fenomena, variable dan keadaan yang terjadi pada saat penelitian berjalan. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah bahwa prosedur membersihkan type President Suite Room ini sudah sesuai standar operasional prosedur. Jadi antara Room Attendant dan Trainee sudah mempunyai langkah-langkah dalam membersihkan kamar ini, apabila prosedur dijalankan dengan baik maka kebersihan terlihat maksimal dan memuaskan. Kata Kunci: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up RoomABSTRACTThe hotel is one of the supporting factors of tourism, for it one of the largest foreign exchange earnings into the main spotlight in hospitality. One of the big revenues is from room sales. Housekeeping is one of the departments that takes care of and maintains a hotel. Room Attendant is someone in charge of cleaning the room. Room Attendant usually assisted by Trainee when cleaning room. Trainees have a very important role. Cleaning the President Suite Room type, a Room Attendant should have good experience and skill. This type of room cleaning procedure requires great accuracy. If in the room cleaning assisted by Trainee, maybe the result will be faster and satisfactory. In this final report the authors use qualitative descriptive method. This study aims to reveal the facts, circumstances, phenomena, variables and circumstances that occurred at the time the study goes. The result of this final report is that the President Suite Room type cleaning procedure is in accordance with the operational standard of the procedure. So between Room Attendant and Trainee already have steps in cleaning this room, if procedure well executed then the sloppiness will look maximal and satisfy. Keywords: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up Room
KAWASAN PRODUKSI SENI PAHAT BATU SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI KABUPATEN MAGELANG Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.341 KB)

Abstract

Abstract - Development of tourism in Indonesia is currently more important, not only in order to increase the revenue of the country, is expected also to expanding business opportunities, while providing new job opportunities as well as to reduce unemployment. Potential Village Tamanagung as industrial areas and areas of stone carving art craft. Production area of stone carving art has the potential and attraction of attraction so that built and developed as a worthy tourist destination. In the development of tourism in the area of production of stone sculpture studio and the government in cooperation with surrounding communities. The existence of cooperation between organizations institutions with studio owner. Human Resources Training and empowerment of the overall performance of the Department of Tourism. Involving the private sector role in tourism development and promotion is encouraged with the development of technology and information. Designing a stone sculpture gallery as container sales, promotion, recreation and exhibition of handicrafts is a strategy in the development of stone sculpture production region as one tourism destination. Keywords: Development, Stone Sculpture Area, Potential, Attractions, Tourist Destination Abstrak - Pengembangan kepariwisataan di Indonesia saat ini semakin penting, tidak saja dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa negara, diharapkan juga dapat memperluas kesempatan berusaha, disamping memberikan lapangan pekerjaan baru juga untuk mengurangi pengangguran. Potensi Desa Tamanagung sebagai daerah industri dan kawasan kerajinan seni pahat batu. Kawasan produksi seni pahat batu mempunyai potensi dan daya tarik wisata berupa atraksi sehingga layak dibangun dan dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam pengembangan pariwisata di kawasan produksi seni pahat batu pemerintah bekerjasama dengan sanggar dan masyarakat sekitar. Adanya kerjasama antara organisasi lembaga dengan pemilik sanggar. Pelatihan Sumber Daya Manusia, serta pemberdayaan kinerja Dinas Pariwisata secara menyeluruh. Melibatkan peran swasta dalam dalam pengembangan pariwisata serta promosi digalakkan dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi. Merancang galeri seni pahat batu sebagai wadah penjualan, promosi, rekreasi dan pameran hasil kerajinan merupakan strategi dalam pengembangan kawasan produksi seni pahat batu sebagai salah satu daerah tujuan wisata.  Kata Kunci: Pengembangan, Kawasan seni pahat batu, Potensi, Atraksi, Daerah tujuan wisata
Pengaruh Keputusan Berkunjung Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Museum Geologi Bandung Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.281 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i1.1761

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dari keputusan berkunjung terhadap kepuasan wisatawan di Museum Geologi Bandung. Analisis kuantitatif merupakan analisis yang menekankan pada analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hasil analisis data membuktikan bahwa keputusan berkunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Hipotesis menguji pengaruh keputusan berkunjung terhadap kepuasan didapat nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai sig. 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,05 > 0,000 sehingga jalur signifikan dan nilai koefisien beta sebesar 0,965. Dari hasil itu dapat diartikan pada dasarnya keputusan “pembelian”, adalah seseorang yang mengeluarkan uang untuk mendapatkan kepuasan. Kepuasan yang didapat oleh wisatawan secara langsung akan dipengaruhi oleh keputusan berkunjung. Hal ini menjadi sangat mendasar, karena tingkat kepuasan wisatawan sangat ditentukan dengan aspek pemenuh kebutuhan dan pemenuh keinginan dari wisatawan tersebut. Keputusan berkunjung didapat melalui proses pertimbangan berbagai aspek. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian, ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pembelian. Sehingga secara tidak langsung ketika keputusan untuk berkunjung telah dibuat oleh seorang wisatawan, keputusan tersebut merupakan keputusan matang dimana objek wisata yang dipilih merupakan objek wisata yang memang dirasa mampu untuk memberikan kepuasan terhadap kegiatan berwisata wisatawanKata kunci : Keputusan berkunjung, Kepuasan, Wisatawan Museum Geologi. ABSTRACTThis research purpose is to know how the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction at Museum Geologi Bandung. Quantitative analysis is the analysis type that focus on numerical data and process all the data with statistic method. The data analysis result come with the decision to visit has positive and significant effect to the tourist satisfaction. The hypothesis test of the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction came with significance result  0,000. The sig. score 0,0000 smaller than the probability score 0,05 so the significance line and beta coefficients is 0,965. It means basically the decision to “buy” is someone have will to spent their money to get the satisfaction. The satisfaction tourist got directly affected by the decision to visit. This is became so basic, because the scale of the tourist satisfaction determined with the need fulfillment aspect and want fulfillment aspect of the tourist itself. Decision to visit obtained through consideration of various aspect. And then, before decide to buy, every consumer pass through five step, they are issue identification, searching of information, alternate evaluation, decision to buy and buying behavior.  So, when tourist make the decision to visit, the decision is final and the destination chosen is the destination that fulfill the need of tourist traveling satisfaction.Keyword : Decision to visit, customer satisfaction, Tourist Museum Geology