Articles

Found 13 Documents
Search

PENYALAHGUNAAN FUNGSI RUANG PUBLIK SEBAGAI SARANA PENUNJANG AKTIVITAS PENGHUNI HUNIAN VERTIKAL KOTA Hasim, Irfan S; Saputra, Afandi Sobry; Tri Kusuma, Fajar; Fitriani, Yuni; Okta Nugraha, Panca
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1390

Abstract

PENYALAHGUNAAN FUNGSI RUANG PUBLIK SEBAGAI SARANA PENUNJANG AKTIVITAS PENGHUNI HUNIAN VERTIKAL KOTA   IRFAN S HASIM, AFANDI SOBRY SAPUTRA, FAJAR TRI KUSUMA, YUNI FITRIANI, PANCA OKTA NUGRAHA Jurusan Teknik Arsitektur,Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : i.s.hasim@gmail.com   ABSTRAK Urbanisasi dan bertambahnya kepadatan penduduk membuat semakin bertambah pula kebutuhan akan hunian, khususnya di daerah perkotaan, namun terbatasnya lahan dan mahalnya harga tanah menjadi kendala tersendiri. Hunian vertikal kota khususnya rumah susun menjadi salah satu alternatif, terutama dalam mengatasi permasalahan kepadatan penduduk di kampung kota agar dapat memenuhi kebutuhan akan hunian yang lebih layak, lebih sehat, dan lebih nyaman. Ruang publik adalah hal yang sangat penting pada rumah susun karena merupakan pusat interaksi antara penghuni sehingga banyak aktivitas yang terjadi di dalamnya, tetapi seringkali disalahgunakan. Kajian ruang publik ini dilihat dari latar belakang penghuni rumah susun, besaran standar ruang publik, besaran unit hunian, dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan pada rumah susun. Metode studi dilakukan dengan metode deskriptif analitif secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ruang publik yang disalahgunakan adalah ruang publik yang berada dekat dengan unit hunian. Penghuni merasa dapat meklaim wilayah ruang publik  tersebut demi tercapainya kebutuhan dan kenyamanan ruang mereka pribadi. Kata kunci : Rumah susun; Ruang publik; Penyalahgunaan Fungsi Ruang   ABSTRACT Urbanization and Increasing of population makes the occupancy is also need to increased, particularly in urban areas. But limited space and the expensive prices of land become obstacles. Vertical housing especially flats in particular city became one of the alternatives to solve the problems of overcrowding in the hometown in order to meet the need for more decent housing, healthier, and more comfortable. Public space is an important thing in the vertical housing because it is the main place that the occupants can interact each other with so much activity going on it. but it is often misused. This study will observes misuse of public space in the flats seen from the background of residents, a standard amount of public space, the amount of residential units, and infrastructure that support the activities of the flats. The methods that we used was descriptive analitive in qualitative and quantitative study. The results showed that public space that is located close to the residential units is most misused. Occupants feel that they can claim the public space area to achieve the needs and comfort of their personal space. Keywords : Flats; Public space; misuse of space
Analisis Pemanfaatan Berbagai Media Sosial sebagai Sarana Penyebaran Informasi bagi Masyarakat Fitriani, Yuni
Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol 19, No 2 (2017): Periode September 2017
Publisher : AMIK BSI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.429 KB) | DOI: 10.31294/p.v19i2.2120

Abstract

Abstract— Information is a very important thing in life so that everyone is working to be able to access information quickly. The advent of the technological development that is the internet is becoming a necessity inseparable in life. We need the internet to communicate and to access information and to disseminate information to everyone. With the increasing use of the internet growing so rapidly, so the current information exchange can occur within seconds one of them through the innovation in social interaction that is social media. Social media today are not just simply to communicate and establish relationships with new people but also as a means of information dissemination. Social media is very easy to use as a means of dissemination of information in all fields such as bussiness, tourism, health, religion, and politics. However, in communicating or disseminating information through social media should be careful, because the Government has passed a law on Information and Electronic Transactions (UU ITE). UU ITE regulating various legal protection over activities that utilize the internet as a medium, good deals as well as the utilization of the information. Keywords:Social Media, Dissemination of Information, UU ITEAbstrak – Informasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehingga setiap orang berupaya untuk dapat mengakses informasi dengan cepat. Munculnya perkembangan teknologi yaitu internet menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Kita membutuhkan internet untuk berkomunikasi dan mengakses informasi serta untuk menyebarkan informasi kepada semua orang. Dengan makin berkembangnya penggunaan internet yang demikian pesat, maka arus pertukaran informasi dapat terjadi dalam hitungan detik salah satunya melalui inovasi dalam interaksi sosial yaitu media sosial. Media sosial saat ini tidak hanya sekedar untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Media sosial sangat mudah digunakan sebagai sarana penyebaran informasi di semua bidang. Di penulisan ini hanya membahas beberapa bidang saja seperti bidang pendidikan, bisnis, pariwisata, kesehatan, keagamaan, dan politik. Namun, dalam berkomunikasi maupun menyebarkan informasi melalui media sosial harus berhati-hati, karena pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). UU ITE mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya.Kata Kunci: Media Sosial, Penyebaran Informasi, UU ITE
ANALISIS PROFITABILITAS, TINGKAT PERTUMBUHAN, DAN SECURABLE ASSET YANG MEMPENGARUHI TINGKAT LEVERAGE PERUSAHAAN PADA PT.TIMAH, TBK Fitriani, Yuni
Perspektif Vol 15, No 2 (2017): September 2017
Publisher : www.bsi.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.013 KB) | DOI: 10.31294/jp.v15i2.2018

Abstract

The level of leveraging a company has a positive relationship between the value of the company. In this research, the factors that are used to analyze the level of leverage are Profitability, Growth and Securable Asset.The purpose of this research was to analyze the effect of Profitability, Growth, and Securable Asset to leverage the company. Methods of data analysis used are multiple linear regression method. The results showed that of the partial results of hypothesis testing Profitability seen that the value of t-calculate (-1,037) > t-table (-2,353) and value  ρ (0,376) > α (0,05) not significant, then there is no influence on the profitability of Leverage. The value of the variable growth rate is seen that the value of t-calculate (-0,474) > t-table (-2,353) and the value of ρ (0.668)> α(0.05) is not significant, then there is no influence on the growth rate of Leverage. Securable Asset variable values can be seen that the t-calculate (-4.055) <t-table (-2.353) and the value of ρ (0.027) <α (0.05) significantly, there is the influence on the Securable Asset of Leverage. Then the simultaneous influence of profitability, growth rate and Securable Asset to Leverage the enterprise level has pretty good predictive capability that is 92.2% as seen from the R2 (experimental determination). And there are still other variables that affect the level of leverage is 7.8% of enterprises that are not discussed in this research.  Keywords:  Profitability, Growth, Securable Asset, and LeverageTingkat leverage perusahaan memiliki hubungan positif antara nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang digunakan untuk menganalisis tingkat Leverage adalah Profitabilitas, Tingkat Pertumbuhan dan Securable Asset. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Profitabilitas, Tingkat Pertumbuhan, dan Securable Asset terhadap  Leverage perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil parsial pengujian hipotesis, untuk variabel Profitabilitas terlihat bahwa nilai t hitung (-1,037)> t-tabel (-2,353) dan nilai ρ (0,376)> α (0,05) tidak signifikan, maka tidak ada pengaruh Profitabilitas terhadap Leverage. Nilai variabel tingkat pertumbuhan terlihat bahwa nilai t hitung (-0,474)> t-tabel (-2,353) dan nilai ρ (0,668)> α (0,05) tidak signifikan, maka tidak ada pengaruh tingkat pertumbuhan terhadap Leverage. Nilai variabel Securable Asset dapat dilihat bahwa t-hitung (-4.055) <t-tabel (-2.353) dan nilai ρ (0,027) <α (0,05) signifikan, ada pengaruh Securable Asset terhadap Leverage. Kemudian secara simultan ,Profitabilitas, Tingkat Pertumbuhan dan Securable Asset terdapat pengaruh terhadap tingkat Leverage perusahaan serta  memiliki kemampuan prediktif yang cukup baik yaitu 92,2% seperti yang terlihat dari R2 (penentuan eksperimental). Dan masih ada variabel lain yang mempengaruhi tingkat leverage yaitu 7,8% perusahaan yang tidak dibahas dalam penelitian ini.Kata Kunci: Profitabilitas, Tingkat Pertumbuhan, Securable Asset dan Leverage.
SISTEM INFORMASI PERANCANGAN APLIKASI DATA RECORD TRAINING KARYAWAN Pakpahan, Roida; Fitriani, Yuni; Asriani, Asriani
JURNAL TEKNIK KOMPUTER Vol 4, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KOMPUTER AMIK BSI
Publisher : AMIK BSI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.205 KB) | DOI: 10.31294/jtk.v4i2.3363

Abstract

Abstract-Computerized system when ino has become a major requirement in order to improve company performance. PT.Bumitangerang Mesindotama is one of the cocoa providers. And currently PT. Bumitangerang Mesindotama has obstacles in processing employee data, including in the case of making reports, this is because the process of making a report must kroscek reset all documents, employee data still use the conventional system based on the file (paper base) so relatively difficult to obtain employee training history information so that the resulting report data is less accurate. Therefore PT.Bumitangerang Mesindotama requires an application program that can present information on employee data quickly and accurately that can improve the quality of employee work. Training data management is one of the important components in realizing an information system that starts from the process of: employee registration data entry, training type, training provider, user data, training history, training certificate, employee training data, and reports of employee training report , registration reports, and user data reports. Therefore, the author designed this program using Microsoft Visual Basic 6.0 and database using MySQL.Keywords: employees, database, training
Path Analysis on the Determinants of the Use of Integrated Health Post and the Application of Theory of Planned Behavior Fitriani, Yuni; Tamtomo, Didik; Sulaeman, Endang Sutisna
Journal of Health Promotion and Behavior Vol 1, No 4 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.314 KB)

Abstract

Background: Integrated health post (Posyandu) is a strategy for community empowerement. It has an important role to reduce maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR). The intergrated health post monitors the health of infants, children, pregnant women, lactating women, and women of reproductive age. Weighing coverage of children under five was only 80.4% in Central Java, in 2014. Weighing coverage of children under five was only 78.4 % in Tegal District, in 2015, which was lower than the expected target of 80%. This study aimed to investigate the determinant of of the use of integrated health post and the application of  Theory of Planned Behavior (TPB).Subjects and method: This was an analytic observational study with case control design. This study was conducted in Tegal District, Central Java, from 25 September to 25 October 2016. A total sample of 135 mothers with their respective children aged 6-59 months were selected for this study by fixed disease sampling. The dependent variables were intention and use of the integrated health post. The independent variables were constructs of TPB, including attitude toward behavior, subjective norm, and perceived behavior control. The data were collected by a pre-tested set of questionnaire. The data were analyzed by path analysis using IBM SPSS AMOS 22.Results: The path model showed goodness of fit with CMIN=4.24; p=0.120; GFI=0.99; NFI=0.99; CFI=0.99; and RMSEA=0.09. Intention had direct positive and statistically significant effect on the use of the integrated health post (b=0.29; p<0.001). All of the three TPB constructs, including attitude toward behavior (b=0.27; p<0.001), subjective norm (b=0.27; p=0.046), and perceived behavior control (b=0.34; p=0.007) had indirect positive and statistically significant effect on the use of the integrated health post.Conclusion: Intention has direct positive effect on the use of the integrated health post. All of the three TPB constructs, i.e. attitude toward behavior, subjective norm, and perceived behavior control has positive and indirect effect on the use of the integrated health post.Keywords: integrated health post, theory of planned behaviorCorrespondence: Yuni Fitriani. School of Health and Sciences, STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi. Email: yfitriani85@yahoo.co.id.Journal of Health Promotion and Behavior (2016),  1(4): 228-237https://doi.org/10.26911/thejhpb.2016.01.04.02
Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Arsip pada Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Palmerah Jakarta Fitriani, Yuni; Pakpahan, Roida
Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol 20, No 2 (2018): Periode September 2018
Publisher : AMIK BSI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.691 KB) | DOI: 10.31294/p.v20i2.3991

Abstract

In an organization the role of information technology is indispensable, especially in terms of data processing in organizations in which one of them is the archival management system to support the smooth operations of an organization, to accelerate the process of work so that more effective and efficient as well as faciliate document management became more regular. Archives holds a very important role in the smooth running of an organization, that is as a source of information and as a source of memory for the organization. Management of archives of tax BPHTB in Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Palmerah Jakarta still apply the archive administration management system manual. Archives management of process taxes BPHTB still being recorded, by means or recorded into the book as a media archive storage tax so that if a book is lost or damaged will complicate an employee to do a search and examination return all BPHTB archive is needed at any time. To overcome these problems, then the author administrative officer in performing management of archive, could provide the needed information quickly, can improve the efficiency and effectiveness of the work process, as well as streamline the activities of the organization.Keywords : Application of Management Information System for Archives, Structured Programming
HUBUNGAN PELAKSANAAN PERAN KADER KESEHATAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI DESA GROBOG WETAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKAH 2014 Fitriani, Yuni; W, Rina Febri; H., Tri Agustina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arti penting peran kader kesehatan sangat berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar, yang berarti bahwa semakin baik peran kader kesehatan akan memberikan informasi dan motivasi yang baik juga pada orang tua yang memiliki balita. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran kader kesehatan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada ibu balita di desa Grobog Wetan wilayah kerja Puskesmas Pangkah? Rancangan penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan metode sampling adalah purposive sampling. Jenis data yang diolah adalah jenis data primer dan sekunder, sedangkan pengolahan data dengan uji korelasi chi square . Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pelaksanaan peran kader kesehatan dengan kelengkapan imunisasi dasar Hal ini dibuktikan dari nilai chi square hitung 1,781 lebih kecil dari chi square tabel 5,591. Dari hasil penelitian ini diharapkan dari semua pihak yang terkait terutama bagi tenaga kesehatan dapat bekerjasama lebih baik dengan warga masyarakat setempat dengan mengadakan pelatihan kader dan sebagai upaya untuk penggerak masyarakat, upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta peningkatan wawasan bagi kader kesehatan.
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI WILAYAH PUSKESMAS SLAWI Fitriani, Yuni; Rejeki, Sri Tanjung; Masturoh, Masturoh
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu dan anak merupakan kelompok paling rentan. Hal ini menjadi alasan pentingnya upaya kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia sehingga penilaian terhadap status kesehatan dan kinerja upaya kesehatan ibu dan anak penting untuk dilakukan. Keberhasilan upaya kesehatan ibu diantaranya dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Tegal pada tahun 2016 sebanyak 27 kasus, mengalami penurunan dibandingkan jumlah kasus kematian ibu tahun 2015 sebanyak 33 kasus. Salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak yaitu dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, pengetahuan tersebut bisa diperoleh dengan mengikuti kelas ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil sejumlah 30 ibu hamil di wilayah Puskesmas Slawi kabupaten Tegal dari bulan maret sampai april 2018. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah Puskesmas Slawi kabupaten Tegal dengan nilai p value= 0,235 dimana p &gt; 0,05. Kata kunci : ,,.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PANGKAH KABUPATEN TEGAL Pamuji, Siti Erniyati Berkah; Fitriani, Yuni; ., Masturoh
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari. Prosesini dimulai setelah selesainya persalinan dan berakhir setelah alat-alat reproduksikembali seperti keadaan sebelum hamil/tidak hamil. Selama waktu tersebut padaseorang ibu nifas seringkali terjadi masalah tanda-tanda bahaya masa nifas diantaranyaperdarahan post partum, lochea yang berbau busuk, subinvolusi uterus, nyeri pada perutdan pelvis, pusing yang berlebihan, suhu tubuh ibu &gt;38˚C, mastitis, baby blues dandepresi postpartum. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, angka kematian ibu diKabupaten Tegal pada tahun 2015 sebanyak 33 orang, 5 orang (15,15%) meninggalpada masa hamil, 10 orang (30,30%) meninggal pada saat persalinan dan 18 orang (54,55%) meninggal pada masa nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahayanifas di Puskesmas Pangkah Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor umur,pendidikan, pengalaman melahiran dan keterpaparan informasi terhadap pengetahuanibu nifas tentang tanda bahaya nifas. Faktor pendidikan memiliki hubungan yang eratdengan pengetahuan ibu nifas, sedangkan faktor pengalaman melahirkan, keterpaparaninformasi memiliki hubungan yang sedang dengan pengetahuan ibu nifas. Faktorpekerjaan hampir tidak berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas. Diharapkan ibunifas meningkatkan pengetahuan dalam perawatan masa nifas, meningkatkankemampuan dalam melakukan deteksi dini tanda bahaya nifas dan faktor resikonya sertasegera melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan bila menemukan tanda bahayasehingga tidak terlambat dalam penatalaksanaannya. &nbsp;
SISTEM INFORMASI APLIKASI PELAYANAN PANTI SOSIAL Pakpahan, Roida; Fitriani, Yuni; Mahdiyyah, Mahdiyyah
JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer) Vol 5 No 1 (2019): JITK Issue August 2019
Publisher : PPPM STMIK Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.721 KB) | DOI: 10.33480/jitk.v5i1.588

Abstract

Social institutions function to provide skills training to women who were previously commercial sex workers to have skills so they are able to find decent jobs or able to build independent businesses. At present the Harapan Mulia Social Institution has used an information system to manage the data of the assisted citizens but the use of its information system still has several disadvantages including; the program does not have a data search facility that has been fostered so that the search for data of the assisted citizens will take a long time, the certificate of the assisted citizens is not systemic so that the printed certificate will take a long time because the staff will manually retrieve the data again. This study aims to design information systems using software development using the waterfall method by adding data searches on applications and storing certificates in the system to speed up the work process of employees.