Khoiron Nazip, Khoiron
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) De Wit.) terhadap Pertumbuhan Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi SMA Septiana, Asri; Susanti, Rahmi; Nazip, Khoiron
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.057 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh pupuk organik cair daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) De Wit.) terhadap pertumbuhan tanaman caisim (Brassica juncea L.) telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas 10% (P1), 20% (P2), 30% (P3) 40% (P4) dan 0% (P0) sebagai kontrol. Data dianalisis dengan ANAVA dan uji BJND. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair daun petai cina berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan caisim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 dengan konsentrasi 10% pupuk organik cair daun petai cina berpengaruh nyata dalam meningkatkan jumlah daun tanaman caisim. Pada perlakuan P1 dengan konsentrasi 10% juga memberikan pengaruh sangat nyata dalam meningkatkan berat basah taruk dan akar serta meningkatkan berat kering taruk dan akar. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair daun petai cina 10% adalah perlakuan yang dianjurkan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman caisim. Informasi hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif contoh kontekstual pada pembelajaran biologi Kelas XII Semester I pada Kompetensi Dasar 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan pada pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah Atas kelas XII dan Kompetensi Dasar 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan melaporkan secara tertulis dengan penggunaan tatacara penulisan ilmiah yang benar. Hasil penelitian ini akan disumbangkan dalam bentuk perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, dan LKPD).
Pengaruh Pemberian Tepung Cangkang Telur Ayam (Gallus gallus domesticus) terhadap Pertumbuhan Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi SMA Nurjanah, Nurjanah; Susanti, Rahmi; Nazip, Khoiron
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.972 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh pemberian tepung cangkang telur ayam (Gallus Gallus domesticus) terhadap pertumbuhan caisim (Brassica juncea L.) telah dilakukan. Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), 20% (P4), 25% (P5) dan 0% (P0) sebagai kontrol. Data dianalisis dengan ANAVA dan uji BJND. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung cangkang telur ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan caisim. Perbedaan konsentrasi berpengaruh nyata pada semua parameter pertumbuhan yaitu berat basah, berat kering, berat basah akar, berat kering akar, jumlah daun dan luas daun. Konsentrasi tepung cangkang telur ayam 10% adalah perlakuan yang dianjurkan untuk meningkatkan pertumbuhan caisim. Informasi hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif contoh kontekstual pada pembelajaran Biologi Kelas XII Semester 1 pada Kompetensi Dasar 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan dan Kompetensi Dasar 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar.
Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Rhizosfir Tanaman di Kawasan Revegetasi Lahan Penambangan Timah di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi SMA Anggreiny, Yudisca; Nazip, Khoiron; Santri, Didi Jaya
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.136 KB)

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada tanaman revegetasi lahan penambangan timah di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka dan sumbangannya pada pembelajaran biologi SMA telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genus dan persentase infeksi FMA yang bersimbiosis dengan perakaran tanaman akasia, jabon dan sengon yang terdapat di kawasan revegetasi lahan pertambangan timah. Pengambilan sampel menggunakan metode composite sampling. Teknik isolasi spora menggunakan metode tuang saring basah. Dari penelitian ini telah teridentifikasi 5 genus FMA yaitu Acaulospora, Diversispora, Gigaspora, Glomus, dan Scutellospora. Genus yang mendominasi adalah Glomus dengan kepadatan spora 23,33 spora/50gr tanah sampel. Kepadatan spora terbesar terdapat pada rhizosfir tanaman akasia dengan jumlah 37 spora/50gr tanah sampel. Persentase infeksi FMA pada perakaran tanaman sampel termasuk dalam kategori sedang dan infeksi tertinggi pada tanaman akasia sebesar 72,5%. Informasi hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif contoh kontekstual pada pembelajaran biologi kelas X Semester I pada Kompetensi Dasar 3.7 Mengelompokkan jamur berdasarkan ciri-ciri, cara reproduksi, dan mengaitkan peranannya dalam kehidupan.
JENIS-JENIS BASIDIOMYCOTA DI AREA AIR TERJUN CURUG EMBUN KOTA PAGARALAM DAN SUMBANGANYA PADA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA Sinurat, Efrida Br; Dayat, Endang; Nazip, Khoiron
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : fkip unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A research on the types of Basidiomycota in Area Air Terjun Curug Embun Pagaralam city. The method used is descriptive and sampling conducted with technique cruising. The results showed that in the area there are 20 species distributed into 18 genera, 12 tribes. Types have been found is Polyporus aurcularia, Pycnoporus sanguineus, Earliella scabrosa, Ttrametes elegans, Ganoderma tropicum, Lentinus sajor-caju, Lenzites sp, Lenzites elegans, Mycena chlorohos, Mycena stroobilinoides, Auricularia auricular, Coprinus disseminates, Stereum astrea, Thelophora vialis, Hygrocybe parayensis, Coprrinellus micaceaus, Cyptotrama asprata, Lepiota sp, Clavulina cinerea, Lactarius piperatus.Information on the results of this study can be an alternative example of contextual learning in teaching high school biology class X on the competence of 3.6 Applying Basic Principles for Classifying Mushroom Classification by Characteristics and Reproductive way through thorough and systematic observation. Key Word : Basidiomycota, Curug Embun, Pagaralam
IDENTIFIKASI MATERI LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SAINS BIOLOGI SMP DI KABUPATEN MUARA ENIM Pradietha, Ekapty Tyas; Meilinda, Meilinda; Nazip, Khoiron
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : fkip unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purposes of this study was to find out the information about local material covered local wisdoms, local potentials, and environmental local problems of Muara Enim regency as a requirements to fill the learning sources of Biology course in junior high schools. This study has been conducted in Muara Enim regency and involved five subdistricts that have been choosen based on its topography condition. Ujan Mas and Lawang kidul represented the lowland. Tanjung Agung, Semende darat Tengah and Semende Darat Ulu represented the highland. Descriptive method was applied in this study and the information about local material was found out through observation, interview and related literature. The result of this study showed that there were 15 local materials that has been identified and can be used as the learning sources covered local wisdom, there were people that were accustomed to live in rumah panggung; saving the agriculture outcome in tengkiang; and people habit to keep tebat mandian as a place that used for saving clean water. Meanwhile, for the local potentials, there were freshwater fish cultivation, tree nurseries in PT Bukit Asam (Persero) Tbk; variety plants around Curup Tenang Bedegung waterfall ; fish cultivation in fish seed center; rice field; and waste processing in PT Bukit asam (Persero) Tbk. In addition, for the environmental local problems were air pollutions that caused by rubber production in a rubber factory; burning and producing process of brick; bathing process and domestic waste in the river; vast growing of water hyacinth; the effect of sand and river stone mining; and the effect of coals mining that damage the ecosystem. The significant of this study hopefully can be used as the reference for the teachers doing biology teaching and learning process in junior high school and also can be used for developing the learning material of local material in Muara Enim regency. Key words : local material, learning sources, science learning, Muara Enim
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP EFEK SEDASI MENCIT (Mus musculus L.) DENGAN METODE TRACTION TEST DAN SUMBANGANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Kusuma, Shinta; Hamid, Riyanto; Nazip, Khoiron
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : fkip unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the use of celery extract (Apium graveolens L.) was carried out to determine its effect on the effect of sedation on mice (Mus musculus L.). The research method used is an experimental method with Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 6 replications with the Traction Test method. The Traction Test method is done to see the decrease in work / muscle power of the test animal. This study consisted of a control treatment (distilled water) and celery extract treatment with a dose of 1 mg / 10gBB; 2 mg / 10gBB; and 4 mg / 10gBB. Data were analyzed using variance calculation and Duncan Real Distance Difference Test (BJND). The results of the analysis of variance showed that the celery extract dose of 2 mg / 10gBB was the most effective dose in effecting sedation in mice. Information on the results of this study can be an alternative example of learning material and the contribution of teaching materials in learning Biology Class XI Semester II on Basic Competencies 3.10 Analyze the relationship between the structure of the compiler organ network in the coordination system and link it to the coordination process so that it can explain the role of nerves and hormones in the coordination mechanism and regulation and functional disturbances that may occur in human coordination systems through literature studies, observations, experiments, and simulations. Key word : Apium graveolens L., Sedation, Traction test.
AMPAS KELAPA SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DAN APLIKASINYA SEBAGAI MATERI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Arnesti, Tri; Nazip, Khoiron; Santri, Didi Jaya
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : fkip unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian mengenai ampas kelapa sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan pertumbuhan jamur tiram telah dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ampas kelapa dapat meningkatkan pertumbuhan jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan berupa takaran  yang terdiri dari 0, 10, 15, dan 20 g. Data dianalisis dengan uji sidik ragam dan BJND. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pertumbuhan panjang stipe, jumlah, dan berat basah basidiokarp paling rendah pada takaran 0 g dan paling tinggi pada takaran 20 g, sedangkan pada parameter diameter pileus basidiokarp didapatkan rata-rata diameter paling rendah pada takaran 20 g dan rata-rata paling tinggi pada takaran 15 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ampas kelapa pada media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang stipe dan berat basah basidiokarp, berpengaruh nyata terhadap jumlah basidiokarp, dan berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan diameter pileus basidiokarp. Pemberian ampas kelapa sebanyak 20 g (P3) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan panjang stipe, pemberian ampas kelapa sebanyak 15 g (P2) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan jumlah dan berat basah basidiokarp. Informasi hasil penelitian ini dapat menjadi alternatif contoh kontekstual pada pembelajaran Biologi Kelas X pada Kompetensi Dasar 4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya pelestarian lingkungan.   Kata kunci: ampas kelapa, Pleurotus ostreatus, pertumbuhan jamur
IDENTIFIKASI MATERI LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SAINS BIOLOGI SMP DI KOTA PALEMBANG Yastuti, Heni Indri; Meilinda, Meilinda; Nazip, Khoiron
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : fkip unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrac: This study aimed to obtain information about local materials on Palembang covering local wisdom, local potential and local environmental problems that qualify as learning resources of biology science for junior high school. The experiment was conducted in Palembang with sample location includes Kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat I, Gandus, Sukarami, Kalidoni, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II dan Kertapati, runs from February to May 2014 method used is descriptive and information regarding the material locally obtained through observation, in-depth interviews and related literature. The results showed that there are many local materials on Palembang is qualified as biology learning resource for junior high school consisting of local wisdom, local potential, and local environmental problems. On local wisdom include myths around the garden tombs Bukit Siguntang towards the preservation of ecosystems and habits of the people living in Rumah Panggung. At the local potential include the Musi River ecosystem; natural park ecosystems Punti Kayu; utilization of Kambang Iwak Besar as a place of sports; waste into a product that does not damage the environment; cultivation of fish in fish breeding centers; interaction pattern formed on the fields; cultivation butterflies in the butterfly garden; and diversity of living things in the area Agropolitan. On local environmental problems include changes in water quality from the disposal of liquid dye songket; silting up of rivers due to sand mining; water hyacinth population explosion as a result of fish farming cages; over the land of swamps to residential areas; and the impact of air pollution from vehicle fumes, factory smoke fertilizers, as well as a rubber factory smoke. The results of this study can be used as a reference for teachers in implementing the science learning biology for junir high school and in the development of teaching materials sourced locally on the material in Palembang.  
Meningkatkan Hasil Belajar Taksonomi Tumbuhan tak-Berpembuluh melalui Kegiatan Short Research Paper pada Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Unsri dayat, endang endang; Nazip, Khoiron; Madang, Kodri; Tibrani, Mgs. Muhammad
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : fkip unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan Hasil Belajar Taksonomi Tumbuhan tak-Berpembuluh melalui Kegiatan Short Research Paper pada Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Unsri Endang Dayat, Khoiron Nazip, Kodri Madang, dan Mgs. M. Tibrani Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya dayat_ed@yahoo.co.id ABSTRACT Classroom Action Research has been done to improve the learning achievement of non-vascular Plant Taxonomy for Biology Education Students through Short Research Paper (SRP). Subjects were 40 students in Semester 3, Academic Year 2013-2013. The experiment was conducted during two cycles, each consisting of three meetings. Data were analyzed descriptively and the success of the action is determined by the classical completeness ie ≥ 85% of students scored ≥ 75. The results show SRP activities can enhance learning activities that include reading, writing, and discussion. SRP can also improve learning outcomes to achieve 100% mastery learning classically.   Key words : learning achievement, Short Research Paper, non-vascular Plant Taxonomy   ABSTRAK   Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan prestasi belajar T3B bagi Mahasiswa Pendidikan Biologi melalui kegiatan Short Research Paper (SRP). Subjek penelitian adalah 40 orang mahasiswa Semester 3 Tahun Akademik 2013-2013. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Data dianalisis secara deskriptif dan keberhasilan tindakan ditentukan dengan ketuntasan klasikal yaitu ≥85% mahasiswa mendapat nilai ≥75. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan SRP dapat meningkatkan aktivitas belajar yang meliputi kemampuan membaca, menulis, dan berdiskusi. SRP juga dapat meningkatkan hasil belajar hingga mencapai 100% ketuntasan belajar secara klasikal.   Kata Kunci : prestasi belajar, Short Research Paper, T3B
EFEKTIVITAS DAYA ANTI JAMUR DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM W) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS DAN SUMBANGANNYA PADA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA Angraini, Mery; Nazip, Khoiron; Meilinda, Meilinda
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : fkip unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A studi about effect of Syzygium polyanthum W. leaves on Candida albicans was done. The objective of this experiment to know methanol S. polyanthum extract for impeding C. albicans growth as in vitro. The experiment used method of Completely Randomized Design (CRD) and analytical examination using F test by 6 treatments that are concentration of 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, and 6% with 4 repetition. Pharameter was used namely transparant zone at aroung of papper disc. The result showed that methanol  S. polyanthum extract can impede C. albicans growth for concentration of 1%, 2% and 3% and the most active showed for concentration of 3%. Result also showed that methanol S. polyanthum extract can inhibi the growth of C. albicans with minimum inhibition concentration 1%. The conclusion that methanol S. polyanthum was potential as an antifungal toward C. albicans. Key words: Syzygium polyanthum W. leaves, antifungal, Candida albicans