Articles

Found 7 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Tani melalui Pengembangan Produk Olahan Ikan di Nagari Tarung-tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat Yanti, Delvi; Permata, Deivy Andhika
Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2016): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.2.2.73-80

Abstract

The aims of this activity of KKN-PPM (Community Development Services-Community Empowerment Study) are; 1) To obtain the method of fresh fish processing to be processed fish products (fish meatball, nugget, and crack); 2) To obtain the method of processed fish product packaging (fish meatball, nugget, and crack); 3) To obtain the ready marketed packaging of processed fish products (fish meatball, nugget, and crack) so that the community derives the benefits and increase their incomes; and 4) To form the sustainability of processed fish product centre (fish meatball, nugget, and crack). The method that has been applied was participation and action that involved targeted group of community, and the students were utilized as facilitators. Participants in this activity consist of 30 students and collaborate with farmer group of Sejahtera Bersama with members of 25 persons. The result that had been obtained in this activity was the community (farmer group of Sejahtera Bersama) understand the method of processing and packaging of processed fish product, and the group of partners have succeeded in making processed fish products in packaging that is ready to be marketed. From the t-test pairs, statistically, there is significant differerent between average of student soft skill before and after the activity of of KKN-PPM (Community Development Services-Community Empowerement Study), with remark sig.(2-tailed) 0.000< 0.05 level of significant (α).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DANAU SINGKARAK MELALUI PENGEMBANGAN IKAN BILIH ASAP Permata, Deivy Andhika; Yanti, Delvi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 4: Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bnm.1.4.96-105.0

Abstract

Salah satu hasil utama danau Singkarak adalah ikan bilih. Ikan Bilih (Mystacoleuseus padangensis) adalah ikan endemik yang diseluruh dunia hanya terdapat di Danau Singkarak. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain termasuk ikan bilih. Salah satu cara pengawetan ikan, antara lain dengan cara pengasapan. Tujuan dan target khusus yang dicapai pada kegiatan ini: 1. Memperoleh metode pengasapan ikan bilih sebagai pengawet yang sekaligus untuk menambah cita rasa dan mempertahankan kualitas ikan bilih. 2. Memperoleh metode pengemasan ikan bilih yang menarik, tahan lama, dan higienis. Metode kegiatan yang diterapkan dapat ditempuh melalui pendekatan pada petani nelayan untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi untuk pengembangan ikan bilih asap sehingga program yang diterapkan dapat diterima dengan baik. Kegiatan dilakukan dengan metode partisifatif dan aksi pada kelompok masyrakat nelayan sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPM bersama-sama dengan kelompok mitra (PNPS) dan perangkat nagari Singkarak. Ikan bilih asap yang dihasilkan pada kegiatan ini mempunyai kadar air 9,08 % dengan kulit ikan yang terlihat mengkilat.
Pemanfaatan Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) Afkir untuk Pembuatan Bedak Dingin pada Kelompok Wanita Tani Berkat Yakin Kec. Batang Anai Kab. Padang Pariaman Asben, Alfi; Permata, Deivy Andhika; Rahmi, Ira Desri; Fiana, Risa Meutia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.2.1.37-47.2018

Abstract

ABSTRAK: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi kerugian petani dan pedagang bengkoang serta mengoptimalkan umbi bengkoang kelompok tani dengan peningkatan nilai tambah melalui produk bedak dingin. Umbi bengkoang yang tidak terjual lagi dan diangkap afkir dimana kurang layak untuk jadi produk olahan pangan dimanfaatkan untuk membuat bedak dingin. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tahapan : 1) Pembuatan dan pengujian bedak dingin bengkoang dengan menggunakan 3 (tiga) jenis ketuaan umbi bengkoang. Pengamatan yang dilakukan meliputi rendemen, derajat warna putih, pH dan uji organoleptik bedak dan uji iritasi ; dan 2) Penyuluhan dan demontrasi/pelatihan pembuatan bedak dingin pada kelompok mitra. Pada penyuluhan disampaikan: i) Potensi umbi bengkoang, ii) Faktor-foktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan bengkoang afkir, dan iii) Faktor yang diperhatikan dalam membuat produk bermutu baik dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah : 1) Bengkoang afkir (sisa yang tidak terjual) mempunyai potensi dan dapat serta aman untuk dijadikan bedak dingin; 2). Hasil penelitian (pengujian) bedak dingin bengkoang afkir memberikan hasil yang hampir sama dengan bedak dingin menggunakan bengkoang segar ataupun bengkoang yang panen tua (5-5.5 bulan). Pati bengkoang afkir lebih tinggi dari bengkoang segar dan kadar air yang lebih rendah; dan 3). Anggota kelompok wanita tani Berkat Yakin dapat memahami dan mampu membuat bedak dingin bengkoang afkir yang baik untuk dapat disimpan dalam waktu yang lama.Kata kunci: Bengkoang afkir, Bedak dingin, Pengabdian, Kelompok wanita tani Utilization of Reject Bengkoang (Pachyrhizus Erosus) on Cold Mask Production in Berkat Yakin Farmer Women Group at Sub District of Batang Anai District of Padang PariamanABSTRACT: The aim of the community service were to reduce losses of bengkoang farmers and traders, and also to optimize bengkoang tubers farmer groups with increased value added through cold mask products. Bengkoang tubers that not sell anymore and considered reject where less feasible to be food products used to make the cold mask. This community service was done by stages: 1) Making and testing of cold mask bengkoang by using 3 (three) maturity types of bengkoang tuber. The observations included rendement, white color, pH, organoleptic test of mask, and irritation test; and 2) Counseling and demonstration / training of making cold mask in group of partner. In the counseling delivered: i) Bengkoang tuber potency, ii) Factors to consider in determining reject bengkoang , and 3) Factors considered in making good quality products and can be stored for long periods. The results of this community service activity were: 1) Reject bengkoang (unsold remnant) has the potential and can and safe to be used as cold mask; 2). The cold mask product of reject bengkoang had same quality with cold mask using fresh bengkoang or old harvested bengkoang (5-5.5 month). Starch of reject bengkoang higher than fresh bengkoang and it’s water content is lower; and 3). Members of farmer women group Berkat Yakin can understand and able to make cold mask from reject bengkoang and good to be stored for a long time.Keywords: Reject bengkoang, Cold mask, Community service, Farmer women group
PENGARUH UKURAN PARTIKEL AMPAS SAGU DALAM PRODUKSI PIGMEN ANGKAK MENGGUNAKAN Monascus purpureus Asben, Alfi; Permata, Deivy Andhika
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.111-117.2018

Abstract

Angka pigment is one of food colorants that safe to used. It can be produced by subtrate that contain of sago hampas. The objective of the research was to get the appropriate of sago hampas particle size to produce the angkak pigment. The steps to produce of angkak pigment were (a) Preparation of raw materials (sago hampas and rice flour substrate with comparison 1:1 (12.5 : 12.5). This research used  three treatments of sago hampas particle size (40-60 mesh, 60-80 mesh, and >80 mesh) with 3 replications, (b) Preparation of Monascus purpureus culture, (c) Solid state fermentation to produce angkak pigment using M. purpureus. The results of the research showed that the substrate with hampas sago particle size 40-60 mesh produced  the best angkak pigment. The angkak pigment obtain the highest color intensity on λ 400 nm, λ 470 nm, λ 500 nm were 6004, 5110 and 3650 respectively, the highest used starch, antioxidant, toxicity, lovastatin and spore of  M.  purpureus were 11.07%, 45.95%, 1719.86 (LC50), 79 ppm, and 3.4 x 103 CPU/g respectively.
KARAKTERISTIK DAN SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KERING DAUN KLUWIH DARI POSISI DAUN YANG BERBEDA Permata, Deivy Andhika; Asben, Alfi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.79-85.2017

Abstract

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, diantaranya tanaman kluwih. Di masyarkat luas rebusan daun kluwih dikenal sebagai obat diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sebagai langkah awal melihat potensi ektrak kering daun kluwih sebagai sediaan yang dapat diaplikasikan dalam pembuatan pangan fungsional, obat-obatan atau sediaan jamu. Daun kluwih pada posisi berbeda dilakukan ekstraksi dengan pelarut air kemudian dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator kemudian dibuat menjadi ekstrak kering dengan bantuan freeze dryer. Pengamatan yang dilakukan, yaitu rendemen, kadar air, kadar abu, analisis kualitatif fitokimia, serta total polifenol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik dan komponen bioaktif ekstrak kering daun muda, tua dan sangat tua berturut-turut sebagai berikut: rendemen sebesar 5,49%, 5,23% dan 5,34%; kadar air sebesar 10,11%, 10,16%, dan 10,30%; kadar abu 12,76%, 12,35%, dan 12,30%. Pada semua ekstrak daun mengandung alkaloid, triterpenoid, flavonoid, saponin, fenolik dan tanin. Total polifenol ekstrak kering daun muda, tua dan sangat tua berturut-turut, yaitu 11.175 mgGAE/g, 10.238,89 mgGAE/g, dan 7.858,33 mgGAE/g. 
KANDUNGAN ZAT GIZI DAN BAKTERI PROTEOLITIK PADA PRODUK OLAHAN IKAN BILIH Permata, Deivy Andhika; Murtius, Wenny Surya
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.10-14.2015

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi dan bakteri proteolitik pada olahan ikan bilih (asap dan goreng) serta dibandingkan dengan ikan bilih segar. Ikan bilih segar dan olahanya di peroleh dari daerah Danau Singkarak. Pengamatan yang dilakukan meliputi analisis kandungan kimia yang terdiri dari analisis kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat serta uji aktivitas bakteri proteolitik. Data dianalisis secara statistik dengan uji t berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein ikan bilih segar berbeda nyata dengan ikan bilih goreng dan ikan bilih asap, sedangkan kadar karbohidrat ikan bilih segar tidak berbeda nyata dengan ikan bilih goreng dan ikan bilih asap, Pada ikan bilih segar, ikan bilih goreng dan ikan bilih asap menunjukan adanya aktivitas bakteri proteolitik.Kata kunci: Ikan bilih, nilai gizi, pengolahan, proteolitik
PEMBUATAN NATA DE COCO PADA KWT BENGKE SAKATO DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN KELAPA Murtius, Wenny Surya; Novizar, Novizar; Rini, Rini; Neswati, Neswati; Permata, Deivy Andhika; Derosya, Viony
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4a (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4.183-190.0

Abstract

KWT Bengke Sakato merupakan kelompok tani yang beranggotakan ibu ibu aktif dari Jorong Bengke Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman. KWT ini aktif bergerak dibidang pengolahan kelapa, diantara produk yang dihasilkan adalah minyak kelapa dan VCO (Virgine Coconut Oil). Sabut dan tempurung kelapa selama ini mereka jual kepada pembuat arang batok kelapa. Namun air kelapa sampai sebelum dilaksanakan IbDM ini masih menjadi limbah (dibuang begitu saja). Sehingga program IbDM ini diangkat untuk memanfaatkan limbah yang ada, agar bernilai ekonomi dan menjadi pendapatan baru bagi anggota kelompok. Program disampaikan melalui beberapa tahap, diantaranya: sosialisasi, penyuluhan, pengolahan (praktek langsung bersama mitra), pendampingan dan evaluasi. Antusiasme peserta sangat tinggi pada saat dilakukan pemograman, sehingga diharapkan kegiatan produksi bisa berlanjut.