Articles

Found 5 Documents
Search

Diversitas dan sebaran kumbang staphylinid di lahan pertanaman padi (Oryza sativa L.) dan ubi jalar (Ipomoea batatas L.) Atmowidi, Tri; Prawasti, Taruni Sri; Prasetyo, Dimas Adjie; Lubis, Annisa Sendekia; Nofialdi, Nofialdi; Nurmaulani, Sefriatin
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 13, No 2 (2016): July
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.13.2.81

Abstract

Kumbang staphylinid (Coleoptera: Staphylinidae) dicirikan dengan elitra yang tidak menutupi seluruh abdomen dan tubuh berwarna oranye, cokelat, dan hitam. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman dan pola distribusi populasi spesies staphylinid di lahan pertanaman padi dan ubi jalar. Pengamatan keanekaragaman kumbang dilakukan dengan metode road sampling di lahan pertanaman padi dan ubi jalar. Pengamatan distribusi populasi kumbang dilakukan dalam plot berukuran 1 m x 1 m yang diletakkan secara sistematik di lahan pertanaman ubi jalar. Penelitian ini mendapatkan 7 spesies kumbang staphylinid, lima spesies kumbang (Paederus fuscipes Curtis, Stenus sp., Astenus sp., Hypostenus sp., dan Cryptobium abdominale Motsch.) didapatkan dari lahan pertanaman padi dan 5 spesies (P. fuscipes, Medon sp., Stenus sp., Hypostenus prahoeensis Benick, dan Philonthus sp.) didapatkan di lahan pertanaman ubi jalar. Kumbang P. fuscipes ditemukan dominan di kedua tipe lahan. Indeks keanekaragam spesies kumbang staphylinid di lahan pertanian termasuk rendah. Di habitat ubi jalar, kumbang P. fuscipes memiliki indeks nilai penting tertinggi (INP = 115,98%), diikuti Stenus sp. (69,35%), dan H. prahoeensis (5,65%). Kumbang P. fuscipes, Medon sp., Stenus sp., dan Philonthus sp. mempunyai pola sebaran seragam, sedangkan H. prahoeensis mempunyai pola sebaran mengelompok.
Intensifikasi Lahan Melalui Sistem Pertanian Terpadu: Sebuah Tinjauan Hidayati, Filya; Yonariza, Yonariza; Nofialdi, Nofialdi; Yuzaria, Dwi
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.505 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a15

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk melihat dan mengumpulkan informasi tentang potensi lahan yang belum termanfaatkan secara optimal pada penerapan sistem pertanian terpadu. Intensifikasi pertanian yang merupakan pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, khususnya menjaga kesuburan lahan. Sistem pertanian berkelanjutan adalah kembali kepada alam, yaitu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras dan seimbang dengan lingkungan atau pertanian yang patuh dan tunduk pada kaidah-kaidah alamiah sehingga akan dapat diwujudkan suatu sistem pertanian yang berkelanjutan. Tulisan ini menggunakan kajian studi kepustakaan pada jurnal-jurnal terkait dengan lahan pada sistem pertanian terpadu dengan mencari kesamaan, perbedaan, memberikan pandangan, serta meringkas hasil penelitian terdahulu guna mencapai tujuan tulisan ini. Tulisan ini mencakup studi kepustakaan pada perkembangan dan penggunaan lahan yang terjadi pada sistem pertanian terpadu pada daerah-daearah pertanian dengan lahan yang luas di indonesia pada saat dulu dan sekarang. Dari studi kepustakaan ini di dapatkan hasil bahwa dengan mengintesifkan penggunaaan lahan pada sistem pertanian terpadu bisa meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, meningkatkan lapangan pekerjaan, penciptaan teknologi terbarukan, dan pentingnya dukungan pemerintah terkait untuk terciptanya peluang bagi petani dalam meningkatkan skala pertaniannya serta meningkatkan kesuburan tanah sehingga pertanian berkelanjutan dapat terjadi dan lebih mensejahterakan petani dimasa yang akan datang.
ANALISA SOSIOEKONOMI PENERAPAN PENGUMPANAN TEBU DALAM PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA MERAH TEBU DI LAWANG Melly, Sandra; Nofialdi, Nofialdi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.59-64.2015

Abstract

Pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah usahatani terus digalakkan. Sejalan dengan itu, peran inovasi teknologi makin strategis dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem produksi. Pengembangan agroindustri tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi mekanisasi, baik di dalam maupun luar usahatani. Begitu juga halnya dengan agroindustri gula merah tebu (GMT) yang merupakan agroindustri skala kecil yang menghadapi berbagai kendala dalam pengembangannya. Salah satunya adalah rendemen dan produkstivitas agroindustri GMT yang rendah di Lawang yang disebabkan diantaranya kurang optimalnya proses penggilingan. Berbagai alternatif teknologi dapat diterapkan untuk mengatasinya, salah satunya melalui cara pengumpanan tebu. Namun perlu dilakukan pemilihan teknologi yang tepat baik secara teknis, ekonomi dan sosial. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah  menentukan dan menganalisis kelayakan sosioekonomi cara pengumpanan tebu yang diterapkan dalam pengembangan agroindustri gula merah tebu. Metode MPE digunakan untuk memilih pengumpanan tebu yang akan diterapkan, sedangkan analisa sosioekonomi dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif. Dari penelitian ini diketahui bahwa (1) Perbaikan cara pengumpanan tebu dengan melakukan pengumpanan tebu 4 batang sekaligus dipilih sebagai alternatif dalam pengembangan agroindustri GMT di Lawang (berdasarkan metode penilaian MPE) dengan nilai 749, dengan mengacu pada kriteria laju pengumpanan, ketersediaan tenaga kerja ,ketersediaan bahan baku, kemampuan operator dan kemampuan modal, (2) Cara pengumpanan tebu 4 batang sekaligus ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial layak untuk diterapkan dalam pengembangan agroindustri GMT di Lawang.Kata Kunci: Gula merah tebu, pengembangan agroindustri, pengumpanan tebu
Metode Pembelajaran yang Digunakan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Permata Bunda Sriwahyuni, Eci; Asvio, Nova; Nofialdi, Nofialdi
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 4, No 1 (2016): ThufuLA
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v4i1.2010

Abstract

: In this qualitative research, the reseachers described the instructional methods which were applied by Early Childhood Education (PAUD) Permata Bunda. The documentation, observation, and interview were used as instruments to collect the data. The results revealed that Early Childhood Education of Permata Bunda used the instructional methods 1) playing blocks method; 2) memorizing method; 3) role play method; 4) playing music and sing method; 5) playing card method; and 6) experimental method. The results implicated to the teachers should have strong motivation to upgrade students’ knowledge and create the creative instructional media to apply the instructional methods were organized. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan di PAUD Permata Bunda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian tentang metode pembelajaran yang digunakan di PAUD Permata Bunda adalah: 1) metode bermain balok; 2) metode hafalan; 3) metode bermain peran; 4) metode bermain musik dan bernyanyi; 5) metode bermain kartu; 6) metode eksperimen. Hasil temuan dalam penelitian ini mengharuskan guru memiliki motivasi yang kuat untuk meningkatkan pengetahuan dalam menciptakan media-media pembelajaran yang kreatif demi terlaksananya metode pembelajaran yang telah disusun
AGROINDUSTRY DEVELOPMENT OF STRATEGY PROCESSED CHOCOLATE FARMER GROUPS IN KAPALO KOTO VILLAGE PAYAKUMBUH CITY WEST SUMATERA Astuti, Henita; Nofialdi, Nofialdi
Jurnal Agroindustri Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroind.4.1.1-7

Abstract

Cocoa is the agricultural product that has some characteristic are perishable, seasonal and diverse, so need the processing of cocoa beans and have a higher sale value. Some important issues that need to be addressed include the availability of raw materials, process of production, marketing and supportly other aspect, so it is necessary to identify all these aspects, with resulted in a decision that processed cocoa agroindustry based farmer groups in villages is Kapalo Koto can be developed, after considering the result of several formulations subsystems needed include raw matherials, operating (process of production), marketing and support, but need goverment support to help by providing incentives, can be either capital to develop cocoa farming and processing on the processed cocoa industry chocolate in Kapalo Koto villages, Payakumbuh City West Sumatera. So as to sensure the sustainability of the availability of raw matherials for agroindustry production process by optimizing the role and functions of farmer groups which in turn can improve the welfare of the farmer members.