Articles

Found 12 Documents
Search

Concomitant Distal Radioulnar Joint Disruption in Distal End Radius Fracture Cases Admitted to Emergency Ward Hasan Sadikin Hospital January 2013 – December 2015 Pinandita, Tody; Herman, Herry; Ismiarto, Yoyos Dias
Berkala Kedokteran Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v15i1.6090

Abstract

Abstract: The distal end radius and ulna is an integral part of the wrist joint and preservation of its normal anatomy is essential for the mobility of the wrist. The most common cause of residual wrist disability after distal end radius fractures is the disruption of distal radioulnar joint (DRUJ). Early recognition and management in the acute stage aim at the anatomic reconstruction of the DRUJ in an effort to reduce incidence of chronic pain and loss of wrist motion. The purpose of this study is to identify the prevalence of accompanying DRUJ in distal end radius fracture cases, highlighting its significance in occurance. This was a retrospective study with an analytic descriptive method and data from January 2013-December 2015 taken from medical records of Dr. Hasan Sadikin Hospital. From research, we found 74 cases of distal end radius fracture. The most common injured wrist were dominant hand as 46 cases (62,2%), and non-dominant hand as 28 cases (37,8%). From all data, DRUJ disruption were marked as 37 cases (50%). Extraarticular fracture with concomitant DRUJ disruption were marked in 3 cases (8,1%) and in intraarticular involvement were 34 cases (91,9 %). From this study, we can conclude that half of the distal end radius fracture cases, especially intraarticular, were accompanied by DRUJ  disruption. This should be an issue to be concerned by the physician when evaluating distal end radius fracture cases and to perform proper treatment.
Chondrosarcoma pada Pelvis: Terapi Pembedahan dengan Preservasi Anggota Tubuh Sutardi, Gregorius Batara; Ismono, Darmadji; Irawan, Muhammad Naseh; Herman, Herry
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.778 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20682

Abstract

Insidensi Chondrosarcoma 3,5-9% dari tumor tulang primer dan 30% dari keganasan tulang primer. Chondrosarcoma sering terjadi  pada dekade  ke- 4 sampai  ke-7, sedikit lebih sering pada pria. Lokasi yang paling sering adalah pelvis, tulang rusuk, femur proksimal dan humerus proksimal. Lokasi Chondrosarcoma pada pelvis memiliki kekhasan  dan tingkat kesulitan spesifik dalam pembedahan karena lokasi yang dekat dengan struktur vital. Tujuan penelitian  ini adalah untuk menilai functional outcome jangka pendek pada pembedahan preservasi Chondrosarcoma pada pelvis.Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif yang mempelajari kasus pelvis Chondrosarcoma yang dikelola di RSHS Bandung periode september 2016 hingga september 2018 yang diikuti selama 2 tahun.Hasil penelitian didapatkan 5 pasien dengan Chondrosarcoma pada pelvis, 3 pria dan 2 wanita dengan usia rerata 48,5 tahun. Kelima pasien menjalankan operasi preservasi dan dilakukan pengukuran functional outcome menggunakan MSTS score, didapatkan hasil 2 pasien masuk kategori Excelent  (skor: 26 dan 28) dan  3 pasien dengan kategori Good (skor: 19, 19 dan 20). Kesimpulan operasi preservasi pada pasien Chondrosarcoma pelvis di RSHS memberikan functional outcome yang baik, namun hal ini juga tergantung pada lokasi, kedekatan dengan struktur vital dan keterampilan ahli bedah.Kata kunci: Chondrosarcoma besar, pelvis, operasi preservasi
Efektivitas Latihan Tahap Persiapan Khusus terhadap Endurance Atlet Pria Junior Cabang Olahraga Taekwondo Ismanda, Shelly Novianti; Purba, Ambrosius; Herman, Herry
JURNAL TERAPAN ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TERAPAN ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Latihan Tahap Persiapan Khusus Terhadap Endurance Atlet Pria Junior Cabang Olahraga Taekwondo. Endurance merupakan parameter kebugaran seorang atlet cabang olahraga taekwondo agar dapat berprestasi maksimal. Sampel penelitian dipilih secara acak dari atlet pria junior cabang olahraga taekwondo UPI dan SMAN 23 Bandung sebanyak 20 orang. Jenis penelitian experimental yang dilakukan dengan tes lapangan. Design penelitian ini pre dan post test design. Teknik pengambilan data dari hasil tes lari 12 menit yang diukur sebelum dan sesudah diberi perlakuan TPK. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan Endurance Atlet Pria Junior Cabang Olahraga Taekwondo setelah diberi pelatihan TPK. Endurance akan memengaruhi berapa lama atlet cabang olahraga taekwondo akan mampu bermain dalam lapangan pertandingan.
Perinatal Al-Quran Sound to Novel Object Recognition Memory and Hippocampal Cell Count Bhatara, Tryando; Achadiyani, Achadiyani; Gamayani, Uni; Herman, Herry
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v6i3.3748

Abstract

Al-Quran sound as auditory stimulation may influence the development of systems related to memory. This study aimed to investigate the effect of Al-Quran acoustic stimulation to novel object recognition (NOR) memory and amount of hippocampal formation cells at postnatal day (PND) 21 Wistar rats. This study was conducted in September 2016 to January 2017. Adult Wistar rats divided into intervention and control groups were bred at Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung. Rat pups in the intervention group were exposed to Quranic sound from postcoital day 0 to the PND 20. Rats of PND 20 was involved in the NOR test by documenting the value of the duration of exploration of the familiar and novel object. The rats’ brains were extracted and processed at Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran for cell counting of hippocampal formation stained with hematoxylin-eosin. The results displayed a higher value of D1 (exploration time difference) and a total number of hippocampal formation cells in the Al-Quran groups. These results can be related to the role of the Quranic voice in suggesting higher learning aspects, activating neurogenesis or cell survival transcription factors. However, there was no difference in discrimination index (DI) value between groups which could be indicating inadequate habituation period, interval, testing age, or stress factors. Numerous limitations from this field of research suggest that the biological role of sound stimulation is still in its early stages of development. In conclusion, exposure to perinatal Al-Quran sound may serve as stimulation which enhances learning, memory, neurogenesis or cell survival of hippocampal formation. SUARA AL-QURAN PERINATAL PADA MEMORI NOVEL OBJECT RECOGNITION DAN JUMLAH SEL HIPOKAMPUSSuara Al-Quran sebagai stimulasi pendengaran diperkirakan dapat memengaruhi perkembangan sistem tubuh terkait memori. Penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh stimulasi suara Al-Quran terhadap memori novel object recognition (NOR) dan jumlah sel formasi hipokampus pada tikus Wistar 21 hari setelah lahir (postnatal day/PND). Penelitian ini dilaksanakan pada September 2016 sampai Januari 2017. Tikus Wistar dewasa yang dibagi dalam kelompok perlakuan dan kontrol dibiakkan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Anak tikus Wistar dipaparkan dengan suara Al-Quran sejak hari postcoital 0 sampai anak tikus lahir dan berumur 20 hari setelah lahir (PND 20). Tikus PND 20 dilibatkan dalam tes NOR dengan dokumentasi nilai durasi eksplorasi objek lama dan baru. Otak tikus diproses di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk penghitungan jumlah sel formasi hipokampus dengan pewarnaan hematoxylin-eosin. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai D1 (perbedaan durasi eksplorasi objek lama–baru) dan jumlah sel formasi hipokampus lebih tinggi pada kelompok perlakuan dengan Al-Quran. Hasil tersebut dapat terkait dengan peran suara Al-Quran dalam aktivasi faktor pertumbuhan atau transkripsi. Namun, tidak terdapat perbedaan bermakna pada nilai indeks diskriminasi antarkelompok yang dapat terkait dengan faktor stres atau kurangnya periode habituasi atau periode uji. Berbagai keterbatasan penelitian ini serta riset di bidang stimulasi embriologi mengindikasikan bahwa peran biologis suara Al-Quran masih harus diteliti lebih lanjut. Simpulan, paparan suara Al-Quran perinatal dapat berlaku sebagai stimulasi yang meningkatkan pembelajaran, memori, neurogenesis atau ketahanan sel formasi hipokampus.
Survey Penyebab Kematian Berdasarkan Prosedur Advance Trauma Life Support (ATLS) pada Pasien Multiple Trauma di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Periode Januari – Juli 2014 Ramadiputra, Gamal; Ismiarto, Yoyos Dias; Herman, Herry
Syifa'MEDIKA:Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' Medika
Publisher : Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.863 KB) | DOI: 10.32502/sm.v9i1.120

Abstract

Trauma adalah penyebab kematian utama pada usia di bawah 44 tahun di Amerika Serikat (AS).  Di Indonesia, trauma menjadi penyebab kematian utama pada kelompok umur 15 – 24 tahun, dan nomor 2 pada kelompok usia 25 – 34 tahun.  Penyebab umumnya ialah kecelakaan lalulintas, diikuti jatuh dari ketinggian, luka bakar dan karena kesengajaan (usaha pembunuhan atau kekerasan lain dan bunuh diri). Salah satu perintis pelayanan kedaruratan medik termasuk kasus trauma adalah Dr. Adams R. Cowley, dari beliau muncul konsep “The golden hour”. Pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) dimulai pada tahun 1980 di Alabama, AS, dan atas prakarsa Dr. Aryono D. Pusponegoro, Ketua Komisi Trauma IKABI pusat, mulai 1995 kursus ATLS terselenggara di Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dalam kurun waktu Januari sampai Juli 2014 dengan jumlah pasien meninggal di instalasi gawat darurat bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sebanyak 58 pasien. Melalui penelitian ini akan ditelusuri penyebab kematian dilihat dari segi pertolongan pertama ketika pasien datang ke instalasi gawat darurat, dengan mengacu kepada prosedur Advanced Trauma Life Support (ATLS) yang biasa diterapkan. Hasilnya, pasien meninggal di instalasi gawat darurat bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dari Januari sampai Juli 2014 sebanyak 58 pasien, sebanyak 6 pasien (10,34%) meninggal pada satu jam pertama, 12 pasien (20,68%) meninggal pada satu sampai enam jam pertama. Dinilai dari segi prosedur Advanced Trauma Life Support (ATLS), mayoritas mengalami kegagalan pada tahap disability (D), yaitu sebanyak 41 pasien meninggal (70,06%), pada tahap circulation (C) sebanyak 10 pasien (17,24%), pada tahap breathing (B) sebanyak 6 pasien (10,34%) dan tahap airway (A) sebanyak 1 pasien (1,72%). 
The Use Reproductive Health Game (KEPO Game) on Female Adolescent’s Five Dimensions Satisfaction Susilawati, Sri; Husin, Farid; Wirakusumah, Firman Fuad; Dhamayanti, Meita; Herman, Herry; Anwar, Ruswana; Sekarwana, Nanan
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v7i1.2966

Abstract

The adolescent’s reproductive health is the major problem that should take into consideration. To solve this problem, it needs an alternative strategy by using a media, reproductive health/kesehatan reproduksi (KEPO) game, in Android smartphone. The aim is analyzing the effect of KEPO game on the five dimensions of female adolescent’s satisfaction. The research method was quasi-experiment, and the research design used pre-test post-test with control group design. The sampling technique used simple random sampling. The subject was 64 respondents of female student age of 12−15 years old in public junior high school in Bandung city. The respondents divided into two groups, the first one treated by KEPO game is 32 students of Public Junior High School 50 Bandung, while the control group was 32 students of Public Junior High School 8 Bandung, get counseling from Ujungberung Indah Public Health Center; the entire research conducted in April−May 2017. Research result shows the percentage differential of satisfaction average score improvement on both groups. The treatment group produces percentage of content 14.6%, display 23.6%, accuracy 11.4%, easiness 12.4%, and correctness 17%. In the other hand, control group produces content 5%, display 3%, accuracy 4.3%, easiness 2.8%, and correctness 4.7% with a p value for each indicator was p<0.05 on the intervention group and p<0.05 on the control one. Entirely, it known that adolescent’s satisfaction from those five aspects in using KEPO game has a matter differential p<0.05, with satisfied percentage, was 84%. In conclusion, there was an effect of KEPO game on the five dimensions of female adolescent’s satisfaction. PENGARUH PENGGUNAAN GIM KESEHATAN REPRODUKSI (KEPO) TERHADAP LIMA DIMENSI KEPUASAN REMAJA PEREMPUANKesehatan reproduksi remaja merupakan masalah utama yang harus diperhatikan sehingga untuk mengatasi ketidakpuasan remaja, diperlukan strategi alternatif, yaitu gim kesehatan reproduksi (KEPO) menggunakan smartphone Android. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh gim KEPO terhadap lima dimensi kepuasan remaja perempuan. Metode penelitian adalah quasi-experiment dan desain penelitian menggunakan pre-test post-test with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Subjek penelitian adalah 64 responden siswa perempuan usia 12–15 tahun SMP Negeri di Kota Bandung. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan menggunakan gim KEPO sebanyak 32 siswa SMP Negeri 50 Bandung, sedangkan kelompok kontrol menerima penyuluhan dari Puskesmas Ujungberung Indah sebanyak 32 siswa SMP Negeri 8 Bandung. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan persentase peningkatan nilai rerata kepuasan pada kedua kelompok. Kelompok perlakuan menghasilkan persentase konten 14,6%, tampilan 23,6%, akurasi 11,4%, kemudahan 12,4%, dan ketepatan 17%. Di sisi lain, kelompok kontrol menghasilkan konten 5%, tampilan 3%, akurasi 4,3%, kemudahan 2,8%, dan ketepatan 4,7% dengan nilai p untuk setiap indikator sebesar p<0,05 pada kelompok intervensi dan p>0,05 kelompok kontrol. Secara keseluruhan, diketahui bahwa kepuasan remaja dari kelima aspek kepuasan dalam menggunakan gim KEPO memiliki perbedaan yang bermakna p<0,05 dengan persentase puas 84%. Simpulan, terdapat pengaruh penggunaan gim KEPO terhadap lima dimensi kepuasan remaja perempuan.
Penggunaan Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) terhadap Asupan Zat Gizi Anak dan Pengetahuan Ibu Menerapkan Konsumsi Aneka Ragam Makanan Gizi Seimbang pada Anak Sekolah Dasar Okinarum, Giyawati Yulilania; Afriandi, Irvan; Gurnida, Dida Akhmad; Herman, Herry; Garna, Herry; Djuwantono, Tono
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v5i3.2576

Abstract

Kesehatan dan gizi yang buruk pada anak usia sekolah dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan, dan kecerdasan. Konsumsi pangan masyarakat Indonesia belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) diharapkan dapat menjadi alat strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah diterapkan aplikasi SEHATI. Periode penelitian 2–18 Maret 2017 di SDIT Jabal Nur Yogyakarta. Subjek adalah ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar (8–12 tahun) dan anaknya yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini merupakan randomized controlled trial (RCT). Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Kelompok intervensi mendapatkan pemasangan aplikasi SEHATI dan kontrol diberikan pendidikan kesehatan, tiap-tiap kelompok terdiri atas 30 responden. Data diolah dengan uji nonparametrik, yaitu uji t berpasangan pada data yang berdistribusi normal dan uji Mann-Whitney pada data yang tidak berdistribusi normal. Terdapat perbedaan bermakna penggunaan aplikasi SEHATI terhadap peningkatan pengetahuan ibu pada kelompok intervensi (25,9%; p≤0,001), terjadi peningkatan skor asupan zat gizi anak pada kelompok intervensi yang bermakna, yaitu karbohidrat (13,8%; p=0,038) dan vitamin A (51,5%; p=0,005). Simpulan, terdapat perbedaan peningkatan asupan zat gizi dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah penggunaan aplikasi SEHATI.SAYANG KE BUAH HATI (SEHATI) APPLICATION USAGE ON CHILDREN NUTRIENT INTAKE AND MOTHERS’ KNOWLEDGE IN IMPLEMENTING NUTRITIONALLY BALANCED FOOD VARIETY AMONG PRIMARY SCHOOL CHILDRENNutrient imbalance affects children growth and development. Sayang ke Buah Hati (SEHATI) was an application developed for health promotion strategies to increase children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption on nutritionally balanced food variety. The purpose of this study was to analyze the differences of children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food on primary school children before and after applying the SEHATI application. Subjects were 30 randomly selected mothers who have primary school age children (8−12 years) and their children. This study is a randomized controlled trial (RCT) conducted on 2–18 of March 2017 in SDIT Jabal Nur Yogyakarta. The intervention group got the SEHATI application installed and health education. The data collected is processed by the paired t test on normally distributed data and Mann Whitney tests on data that are not normally distributed. Results showed significant increased knowledge of mothers in the intervention group significantly (25.9%, p≤0.001). Increased nutrients scores of children in the intervention group were carbohydrates (13.8%, p=0.038) and vitamin A (51.5%, p=0.005). In conclusions, there are differences of child nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food in primary school children before and after SEHATI application usage.
Asuhan Nutrisi dan Stimulasi dengan Status Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Usia 12‒36 Bulan Ulfah, Erliana; Rahayuningsih, Sri Endah; Herman, Herry; Susiarno, Hadi; Gurnida, Dida Akhmad; Gamayani, Uni; Sukandar, Hadyana
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v6i1.2323

Abstract

Asuhan nutrisi dan stimulasi yang kurang memadai pada masa awal kehidupan anak, terutama anak usia 1–3 tahun berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal. Pada usia tersebut anak tumbuh dan berkembang secara pesat. Peran orangtua dalam proses pengasuhan sangat penting, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar anak (asah, asuh, asih), salah satunya adalah asuhan nutrisi dan stimulasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asuhan nutrisi dan stimulasi dengan status pertumbuhan dan perkembangan balita usia 12−36 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan mixed method dengan strategi concurrent triangulation. Metode penelitian kuantitatif menggunakan strategi penelitian analitik cross sectional, penelitian kualitatif menggunakan strategi studi kasus. Subjek penelitian adalah 156 orang ibu dan balita usia 12–36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cibatu Kabupaten Garut. Pengambilan sampel kuantitatif dengan teknik proporsi, multistage, dan simple random sampling. Sampel kualitatif menggunakan teknik non-probability sampling dengan purposive sampling. Pengujian satatistik menggunakan uji chi-kuadrat dengan kemaknaan berdasar nilai p<0,05. Penelitian dilakukan periode 25 Januari−1 Februari 2017. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan karakteristik responden dengan asuhan nutrisi dan stimulasi, meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, paritas dan pengasuh, kecuali pekerjaan dan penghasilan, terdapat hubungan dengan asuhan nutrisi (p=0,048 dan p=0,01). Tidak terdapat hubungan asuhan nutrisi dengan status pertumbuhan balita (p=0,272) dan status perkembangan balita (p=0,919). Terdapat hubungan stimulasi dengan status perkembangan balita (p=0,027). NUTRITION CARE AND STIMULATION WITH GROWTH AND DEVELOPMENT TODDLERS AGES 12−36 MONTHSInadequate of nutrition care and stimulation in early childhood development, especially children aged 1−3 years, have an impact on growth and development are not optimal. At that age children grow and develop rapidly. The role of parents in the parenting process is very important, especially in meeting the basic needs of children (teaser, foster care, compassion), one of which is the care of nutrition and stimulation. The purpouse of research was to corelation of nutrition care and stimulation with growth status and development toddler ages 12−36 months. This study used a mixed method design with concurrent triangulation strategy. Quantitative research methods using cross sectional analytical research strategy, qualitative research using case study strategy. Subjects were 156 mothers and toddlers aged 12−36 months, in Community Health Center Cibatu Garut regency. Quantitative sampling technique proportions, with multistage sampling and simple random sampling, qualitative sample using non-probability sampling technique, with purposive sampling.  Chi-square test statistics with significance based on the value of p<0.05. This research done periode 25 January−1 February 2017. The results showed there was no correlation characteristics of respondents (age, education, occupation, income, parity and caregivers) with nutritional care and stimulation, but job and income relationship with the care of nutrition (p=0.048 and p=0.01). There was no correlation with the growth of nutritional care toddler (p=0.272) and the development of nutritional care toddler (p=0.919). There was a correlation with the stimulation of early childhood development (p=0.027).
The Effect of the BC-MK15 Birth Chair on the Labor Pain Intensity in Multipara Purnama, Yetti; Mose, Johanes Cornelius; Herman, Herry
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v6i3.2841

Abstract

Labor pain causes worry, anxiety, increases the secretion of the adrenaline, adrenocorticotropic hormone (ACTH), cortisol serum levels, catecholamines and the perception of pain. One method to decrease labor pain is through the mobilization and upright position during labor which is facilitated by the BC-MK15 birth chair to relax, decrease catecholamines, increase the release of β-endorphins and block the transmission of pain stimulus. This study aims was analyze the difference of the effect of using the BC-MK15 birth chair and the conventional bed on the intensity of labor pain in multipara. The design of this study was the posttest-only control group design in 60 samples of the first active phase of multipara at Public Health Centers Garuda, Ibrahim Adjie and Puter of Bandung city in April–May 2017. Each group consisted of 30 for treatment (using BC-MK15 birth chair) and control (using the conventional bed). Assessment of pain scores using the visual analogue scale (VAS) in cervical dilations of 4 cm (post 1), 7–9 cm (post 2) and 10 cm (post 3). The statistical test analysis uses the Mann-Whitney test and the chi-square test. There were significant differences among groups which are obtained by the treatment and control of post 2 and post 3 (p<0.05, RR=0.69 [0.531–0.896]). In conclusion, there is an effect of using the BC-MK15 birth chair and the conventional bed on the intensity of labor pain in multiparous mothers. PENGARUH KURSI PERSALINAN BC-MK15 TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN PADA MULTIPARANyeri persalinan menimbulkan rasa khawatir, kecemasan, meningkatkan sekresi adrenalin, adrenocorticotropic hormone (ACTH), kadar kortisol serum, katekolamin, dan persepsi nyeri. Salah satu metode menurunkan nyeri persalinan adalah mobilisasi dan posisi tegak saat persalinan difasilitasi dengan kursi persalinan BC-MK15 sehingga menimbulkan relaksasi, menurunkan katekolamin, meningkatkan pelepasan β-endorfin, dan mengeblok transmisi stimulus nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengaruh penggunaan kursi persalinan BC-MK15 dan tempat tidur konvensional terhadap intensitas nyeri persalinan pada multipara. Desain penelitian eksperimen posttest-only control group design  dengan jumlah sampel 60 multipara kala I fase aktif di Puskesmas Garuda, Ibrahim Adjie, dan Puter Kota Bandung pada bulan April–Mei 2017. Tiap-tiap kelompok berjumlah 30 untuk perlakuan (menggunakan kursi persalinan BC-MK15) dan kontrol (menggunakan tempat tidur konvensional). Penilaian skor nyeri menggunakan visual analogue scale (VAS) pada dilatasi serviks 4 cm (post 1), 7–9 cm (post 2), dan 10 cm (post 3). Pengujian statistik menggunakan analisis Uji Mann-Whitney dan uji chi-square. Didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol pada post 2 dan post 3 (p<0,05; RR=0,69 [0,531–0,896]). Simpulan, terdapat pengaruh penggunaan kursi persalinan BC-MK15 dan tempat tidur konvensional terhadap intensitas nyeri persalinan pada ibu multipara.
Difference Duration of Labor at BC-MK15 Birth Chair with Conventional Bed in Multiparous Fitriani, Fitriani; Mose, Johanes Cornelius; Herman, Herry
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v6i2.2847

Abstract

Prolonged labor increases the mortality and morbidity of mother and baby. The philosophy of childbirth is a natural process by taking the upright positions. The BC-MK15 birth chairs can facilitate the vertical position of the delivery mother. This study aims to analyze the difference of childbirth duration in the BC-MK15 birth chair with the conventional bed in multiparous. This research was an experimental study of posttest-only control group design. Experimented at Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar/PONED (Basic Emergency Obstetric and Neonatal Care/BEONC) Puskesmas (Public Health Center) Garuda, Puter, and Ibrahim Aji Bandung from 17 April–26 May 2017. The research samples were 30 multiparous on their first stage active phase of treatment and control group. Sampling method using a random permuted block. Birth measurements using the digital Q & Q stopwatch. The results of the duration during the active phase of first stage BC-MK15 was shorter 250.44 minutes than conventional bed 271.61 minutes (p=0.038). The second stage of the BC-MK15 birth chair was shorter 20.67±2(1.02) minutes than the conventional beds of 26.06±2(1.08) minute (p=0.001). The total duration of the labor of BC-MK15 was 269.42 minutes shorter than conventional bed 299.09 minutes (p=0.011). In conclusion, the duration of childbirth is shorter in the BC-MK15 birth chair than the conventional bed in multiparous. PERBEDAAN LAMA PERSALINAN DI KURSI PERSALINAN BC-MK15 DENGAN TEMPAT TIDUR KONVENSIONAL PADA MULTIPARAPersalinan lama meningkatkan mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Upaya yang dapat dilakukan sesuai filosofi persalinan adalah proses alamiah dengan memanfatkan posisi tegak. Kursi persalinan BC-MK15 dapat memfasilitasi posisi tegak pada ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan lama persalinan di kursi persalinan BC-MK15 dengan tempat tidur konvensional pada multipara. Penelitian ini merupakan studi eksperimental posttest-only control group design. Sampel penelitian multipara kala I fase aktif di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Garuda, Puter, dan Ibrahim Aji Kota Bandung. Penelitian dilakukan pada 17 April−26 Mei 2017 yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 30 sampel tiap-tiap kelompok perlakuan dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan random permuted block. Pengukuran lama persalinan menggunakan stopwatch digital merek Q&Q. Hasil penelitian lama persalinan kala I fase aktif kursi persalinan BC-MK15 lebih singkat 250,44 menit daripada tempat tidur konvensional 271,61 menit (p=0,038). Kala II kursi persalinan BC-MK15 lebih singkat 20,67±2(1,02) menit daripada tempat tidur konvensional 26,06±2(1,08) menit (p=0,001). Total lama persalinan kursi persalinan BC-MK15 lebih singkat 269,42 menit daripada tempat tidur konvensional 299,09 menit (p=0,011). Simpulan, lama persalinan lebih singkat pada kursi persalinan BC-MK15 daripada tempat tidur konvensional pada multipara.