Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Pertumbuhan Sambungan Eucalyptus Pellita F. Muell Dengan Teknik Veneer Grafting Adma Adinugraha, Hamdan; Ranti Fani, Trisya; Hadiyan, Yayan
Jurnal Sylva Lestari Vol 4, No 3 (2016): September
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl34124-138

Abstract

Eucalyptus pellita F. Muell is one of the promising species for pulp production in Indonesia.  Tree breeding activities of this species have been developed to investigate a high productivity of Eucalypt through the selection of genetically improved individual trees. Vegetative propagation technique is an important tool needed to multiple the trees. Veneer Grafting is one of the recommended propagation techniques. The objective of the research is to study the compatibility of several E. Pellita clones that are produced from plus trees. Implemented by  Completely Randomized Design (CRD), the research was used 36 E. pellita families and 6 hibryds of  E. pellita x E. brassiana as the treatment with 4 replications. The result showed that the clone of E. pellita was significantly different effecting growth variation of clone adaptability, shoot number, shoot length, and shoot diameter.  Clone adaptability was range from 0  -  100%. Shoot number was around 1-3 stems. Shoot length was range 0.17 cm – 17.82 cm and the shoot diameter was 0.10 mm – 2.27 mm in range. The clone (number 19) from Keru To Nata WP Papua New Guinea was invented as the best in adaptability (100%) during the observation period, while clone (number 33) was the best growth performance in  shoot number, shoot diameter and shoot length.Key words : Growth, Eucalyptus pellita, veneer grafting
EVALUASI PERTUMBUHAN AWAL KEBUN BENIH SEMAI UJI KETURUNAN SENGON ( Falcataria moluccana sinonim : Paraserianthes falcataria) UMUR 4 BULAN DI CIKAMPEK JAWA BARAT Hadiyan, Yayan
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 7, No 2 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2010.7.2.85-91

Abstract

Kebutuhan benih sengon (Falcataria moluccana) terus meningkat, seiring dengan bertambah luasnya hutan tanaman sengon di Indonesia. Sementara itu, keberadaan benih sengon berkualitas untuk meningkatkan produktivitasnya masih terbatas. Salah satu kegiatan penelitian dalam rangka menghasilkan benih sengon bergenetik baik, telah dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta melalui pembangunan Kebun Benih Semai Uji Keturunan Sengon di Cikampek Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan parameter genetik kebun benih sengon tersebut pada umur 4 bulan. Kebun benih ini didisain menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RALB) yang terdiri dari 80 famili, 4 treeplot dan 6 blok. Variabel penelitian yang diamati adalah persen hidup, pertumbuhan dan beberapa paramater genetik. Hasil analisa menunjukkan bahwa persen hidup rata-rata sengon berkisar antara 82,47 % sampai dengan 93,38%, sedangkan hasil analisis varian terhadap diameter batang dan tinggi tanaman menunjukkan berbeda nyata. Pertumbuhan rerata diameter batang mencapai 0,87 cm dan tinggi 0,76 m. Taksiran nilai heritabilitas diameter (h2i = 0,10) dan tinggi ((h2 i = 0,16)) termasuk klasifikasi sedang/moderat. Korelasi genetik diameter x tinggi cukup kuat (rg = 0,90) dan lebih tinggi dari korelasi fenotip (rp = 0,78).
PENDUGAAN POTENSI CADANGAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN PADA HUTAN MANGROVE DI KUBU RAYA MENGGUNAKAN CITRA ALOS PALSAR (ABOVEGROUND FOREST CARBON STOCK ESTIMATION IN KUBU RAYA MANGROVES BY USING ALOS PALSAR IMAGERY) Hudaya, Yudi Fatwa; Hartono, -; Murti, Sigit Heru; Hadiyan, Yayan
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan sistem pendugaan cadangan karbon hutan yang memadai dengan cakupan wilayah geografis yang lebih luas dan waktu pengukuran yang lebih cepat saat ini mulai diperhatikan, salah satu diantaranya melalui pemanfaatan citra satelit synthetic aperture radar (SAR). Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan keunggulan aplikasi ALOS PALSAR dalam kegiatan kuantifikasi karbon pada hutan mangrove. Dibandingkan dengan penelitian-penelitian sejenis lainnya pada berbagai tipe hutan tropis maupun temperate dataran rendah sampai pegunungan, penerapan pada hutan mangrove, gelombang-L pada citra ALOS PALSAR secara signifikan terbukti memiliki sensitivitas yang lebih baik terhadap nilai kandungan karbon aboveground aktual hasil pengukuran berbasis alometrik di lapangan. Hubungan yang lebih baik diperoleh dengan koefisien determinasi mencapai 62% pada polarisasi HH dengan bentuk persamaan Y=1647e0,358BS_HH dan, 98,6% pada polarisasi HV dengan bentuk persamaan Y = 6,828BS_HV2 +279,4BS_HV + 2870. Sementara pada penelitian sebelumnya (R2) hanya 61% - 76%. Model penduga yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menghitung jumlah cadangan karbon dan sebarannya secara geografis. Kandungan biomassa di atas permukaan pada hutan mangrove di Kabupaten Kubu Raya diketahui 178,43 Mg/ha; sedangkan potensi karbon di atas permukaan diketahui 5.334.454,9 Mg (Megagram) atau 5,3 Mt (Megaton) karbon, dan kemampuan dalam menyerap karbondioksida (CO2) adalah 19,451 Mt (Megaton) CO2 equivalent. Hutan mangrove di Kubu Raya dengan luas 71.069,21 hektar apabila dipertahankan keberadaannya akan berkontribusi mengurangi tingkat emisi GRK (Gas Rumah Kaca) dari sektor kehutanan sebesar 0,76 %.Kata kunci: ALOS PALSAR, Mangrove, Alometrik, Karbon.
SELEKSI DAN PEROLEHAN GENETIK PADA UJI KETURUNAN NYAWAI (Ficus variegata Blume) DI BANTUL Haryjanto, Liliek; Prastyono, Prastyono; Hadiyan, Yayan
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2018.12.2.95-104

Abstract

Nyawai (Ficus variegata Blume) is a fast growing species which is promising for forest industrial plantation. Tree improvement of nyawai was then initiated through some progeny trials involving wide range of genetic base in Bantul. Study on initial growth reported that nyawai originated from Cilacap-Pangandaran showed higher genetic variation than those from other locations. However, further growth performance including the effect of selection in the progeny trial was not reported. This study was aimed to observe the growth and genetic parameter of nyawai in the progeny trial at advanced age. The genetic gain resulted from series of within plot selection was also estimated. The design of progeny trial was a randomized complete block with 19 families from Cilacap-Pangandaran, 4 non-contiguous tree-plot, 7 blocks at spacing of 5 m × 5 m. The observed traits were height, diameter at breast height and volume at four years of age. The results of study showed that survival rate was high at 89%. The mean annual increment for height, diameter and volume were 1.52 m/yr; 2.35 cm/yr and 8.65(×10-3) m3/yr, respectively. The proportion of variance to the total variance for family, plot and within plot ranged from 0.06% to 2.10%, 25.54% to 27.50% and 70.57% to 73.91%, respectively. In general, narrow-sense heritability for individual, family and within family were low. Genetic gain from within family selection that was practiced as within plot selection using selection ratio 25% were also low ranging from 0.19% to1.91% for all traits.