Abbas, M. H.
Universitas Andalas

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum Terhadap Pertumbuhan Itik Pitalah Yang Diberi Probiotik Bacillus amyloliquefaciens Zurmiati, Zurmiati; Wizna, Wizna; Abbas, M. H.; Mahata, M. E.
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.85-92.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan energi dan protein dalam ransum yang disuplementasi dengan probiotik Bacillus amyloliquefaciens terhadap performa itik Pitalah. Pernelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 kelompok bobot badan sebagai  ulangan. Faktor A adalah level energi yaitu : 2800, 2700, dan 2600 kkal/kg dan faktor B adalah level protein yaitu: 18, 17, dan 16%. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang berbeda sangat nyata (P<0.01) antara level energi dan level protein terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah dengan pemberian probitik Bacillus amyloliquefaciens dapat menurunkan kebutuhan energi ransum itik sebesar 3.57% dan menurunkan kebutuhan protein sebesar 5.56%  dengan imbangan energi 2700 kkal dan protein 17% dalam ransum.
Peningkatan Kualitas Telur Itik Pitalah dengan Pemberian Pakan Tepung Daun Lamtoro (Leucaena leucochepala) yang Difermentasi dengan Bacillus laterosporus dan Trichoderma viride Yessirita, N.; Abbas, M. H.; Heryandi, Y.; Dharma, A.
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.54-62.2015

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi makanan daun lamtoro dalam ransum itik Pitalah. Desain penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan, 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 6 petelur bebek. Perlakuan penelitian ini adalah R0 (kontrol), R1 (10% tepung daun lamtoro tanpa fermentasi), R2 (10% TDL fermentasi dengan Bacillus laterosporus), R3 (20% TDL fermentasi dengan Bacillus laterosporus), R4 (10% TDL fermentasi dengan Trichoderma viride) dan R5 (20 % TDL  fermentasi dengan Trichoderma viride) dan R6 (10% TDL Fermentasi dengan  Bacillus laterosporus + 10% TDL  fermentasi dengan Trichoderma viride). Parameter yang diamati seperti: lemak, kolesterol dan warna kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ransum berbeda sangat nyata (P<0,01) untuk kolesterol dan warna kuning telur tetapi berbeda nyata (P<0,05) untuk lemak kuning telur. Penggunaan produk daun lamtoro fermentasi dengan Trichoderma viride dan Bacillus laterosporus sebanyak 20% di ransum itik Pitalah dan perlakuan R3 penurunan lemak (18,50%), kolesterol kuning telur (42,00 mg/dl) dan peningkatan warna kuning telur 12,67. Perlakuan R3 lebih baik daripada kontrol ransum dan ransum lain dan juga bisa meningkatkan kinerja itik Pitalah.
Aplikasi Probiotik Untuk Ternak Itik Zurmiati, Zurmiati; Mahata, M. E.; Abbas, M. H.; Wizna, Wizna
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.134-144.2014

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan atau menurunkan Feed Convertion Ratio (FCR) dan memperbaiki penampilan produksi ternak unggas antara lain dengan menambahkan berbagai imbuhan pakan seperti enzim dan antibiotik. Saat ini penggunaan antibiotik dalam ransum ternak telah dibatasi karena residunya memberikan efek samping terhadap konsumen, sehingga dicari feed additif lain yang aman seperti probiotik. Probiotik dapat merubah ekosistem mikroba pencernaan selain itu juga menghasilkan antibiotik alami, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan kinerja inang. Penggunaan probiotik sudah banyak diterapkan untuk ayam, namun pada ternak itik masih sedikit. Penelitian dan penggunaan probiotik sebagai pakan imbuhan masih perlu ditingkatkan agar diperoleh teknik produksi yang efisien dan praktis dan dapat diaplikasikan sehingga mampu memberikan dampak ekonomis terhadap industri peternakan. Probiotik memberikan pengaruh yang baik terhadap itik diantaranya meningkatkan kesehatan dan menurunkan rasio konversi ransum.