p-Index From 2015 - 2020
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal ENVIROTEK
P., Yayok Suryo
University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN UNSUR MAKRO (NPK) LIMBAH CAIR TAHU UNTUK PEMBUATAN PUPUK CAIR SECARA AEROBIK M., Nisa Robitul; P., Yayok Suryo
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.967

Abstract

Limbah cair tahu memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi karena limbah tahu mengandung unsur hara makro dan mikro yang dapat bertindak sebagai sumber makanan bagi pertumbuhan mikroba. Limbah cair tahu jumlahnya berlimpah dan umumnya belum termanfaatkan. Pembuatan pupuk organik cair dari limbah cair tahu bisa mengurangi pencemaran limbah cair tahu yang langsung dibuang ke sungai. Dalam penelitian ini, limbah cair tahu menjadi bahan baku pupuk cair karena memiliki kandungan unsur hara makro (NPK) yang bisa dimanfaatkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yaitu mengadakan percobaan dengan dua kali pengulangan untuk melihat variabel yang diteliti dengan cara menganalisa sebelum dan sesudah fermentasi dengan proses biologi aerobik. Dalam penelitian ini, dilakukan variasi penambahan EM4 20 ml hingga 100 ml dan lama fermentasi pada kisaran 0 hingga 28 hari. Variabel tetap diantaranya limbah cair tahu 20 liter, air kelapa 5 liter, abu ketel 2,4 kg, daun tithonia 5 kg, blotong 4 kg, dan molases 1 liter. Berdasarkan hasil penelitian akan diketahui berapa banyak komposisi variasi EM4 yang optimum untuk dapat dijadikan pupuk organik cair. Setelah dilakukan analisis di laboratorium, dapat disimpulkan bahwa pembuatan pupuk organik cair yang paling optimum terjadi pada reaktor 3 dengan variasi EM4 sebanyak 60 ml dengan bahan ketetapan limbah cair tahu 20 liter, air kelapa 5 liter, abu ketel 2,4 kg, daun tithonia 5 kg, blotong 4 kg, dan molases 1 liter dengan waktu pembuatan atau fermentasi selama 14 hari dan rasio C/N adalah 13 pada pH sebesar 5,1.   Kata kunci: limbah cair tahu, pupuk organik cair, unsur hara, EM4.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.967
PEMANFAATAN TANAMAN LIDAH MERTUA (SANSEVIERA TRIFASCIATA) UNTUK ABSORPSI TEMBAGA (Cu) INDUSTRI PELEBURAN TEMBAGA Setyawan, Anthony; P., Yayok Suryo
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 1 (2017): JURNAL ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i1.1043

Abstract

Salah satu metode untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah logam berat adalah dengan metode fitoremediasi, dimana metode fitoremediasi adalah teknologi pemulihan lahan tercemar dengan menggunakan tumbuhan hijau yang ramah lingkungan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui tanaman lidah mertua dapat menurunkan kadar logam berat CuSO4. Hal ini dibuktikan dengan penurunan kadar dengan penurunan tertinggi terdapat pada hari ke 7 sampai dengan hari ke 21, setelah hari ke 21 yaitu hari ke 28 dan hari ke 35 penurunan kadar mulai berkurang pada konsentrasi 1000 ppm dan 800 ppm. Dan pada kosentrasi 600 ppm, 400 ppm, dan 200 ppm kosentrasi penurunan cenderung berhenti (Tidak terjadi penurunan). Hal ini dikarenakan adanya kemampuan tanaman dalam menyerap logam berat CuSO4  hingga pada batas waktu tertentu sebelum titik jenuh. Dan nilai presentrase efektifitas penyerapan tanaman lidah mertua (Sansivieria trifasciata) yaitu sebesar 30,3% untuk 1000ppm, 33,4% untuk 800 ppm, 38,7% untuk 600 ppm, 57,3% untuk 400 ppm, dan 35,4% untuk 200 ppm.   Kata kunci: Limbah Logam Berat Tembaga (Cu), Lidah Mertua (Sansivieria Trifasciata), Fitoremediasi DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i1.1043