Articles

Found 13 Documents
Search

Efektifitas Ekstrak Jambu Biji Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Tikus Bunting Hasanalita, Hasanalita; Amir, Arni; Defrin, Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu biji merupakan sumber vitamin C. Peranan vitamin C dalam proses penyerapan zat besi membantu mereduksi besi ferri menjadi ferro. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan ekstrak jambu biji dengan kadar hemoglobin pada tikus bunting. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan pendekatan post test only control grup design. Jumlah sampel terdiri 36 ekor tikus putih bunting yang dibagi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan I, II, II yang masing-masing diberi volume oral 1%, 2%, 3% ekstrak jambu biji. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Andalas. Kadar hemoglobin diukur dengan Hb-test. Uji statistik dengan Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 13,956gr/dL, kelompok perlakuan I 12,522gr/dL, kelompok perlakuan II 17,500gr/dL, dan kelompok perlakuan III 16,922gr/dL. Hasil uji antar kelompok, yaitu Kelompok kontrol dengan Perlakuan I, II dan III adalah 0,001. Nilai pengaruh perlakuan kelompok I ke kelompok II 0,931(p>0,05), Kelompok I ke kelompok III 0,258(p>0,05). Kelompok II ke kelompok III 0,387(p>0,05). Ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05). Simpulan studi ini ialah terdapat efektifitas ekstrak jambu biji terhadap kadar hemoglobin pada tikus bunting.
ARDS+TB Paru Kasus Baru dalam Pengobatan OAT Kat 1 Fase Intensif pada G6P5A0H5 Gravid 27-28 Minggu Pratissa, Anggun; Defrin, Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di dunia demikian juga tuberkulosis pada kehamilan. Berdasarkan laporan WHO, Indonesia menempati urutan ketiga terbesar angka kejadian TB di dunia setelah Cina dan India. Tuberkulosis pada kehamilan mempunyai gejala klinis yang serupa dengan tuberkulosis pada wanita tidak hamil. Diagnosis mungkin ditegakkan terlambat karena gejala awal yang tidak khas.. Penanganan yang tidak benar pada penderita TB akan menimbulkan berbagai macam komplikasi, salah satunya adalah sindrom gagal nafas dewasa (Adult Respiratory Distress Sindrome/ARDS). ARDS dapat menyebabkan 70% angka kematian pada penderita TB. Berikut ini dilaporkan kasus seorang pasien wanita dengan usia 38 tahun dengan diagnosis : ARDS + TB Paru kasus baru dalam pengobatan OAT Kat 1 fase intensif pada G6P5A0H5 gravid 27-28 minggu. Tujuan penelitian ini adalah agar diagnosis TB dalam kehamilan dapat ditegakkan secara akurat, sehingga dapat diterapi secara tepat dan tidak menyebabkan resiko yang cukup besar bagi ibu dan janin.
Prevalensi Kanker Serviks Berdasarkan Paritas di RSUP. Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2011- Desember 2012 Haryani, Septia; Defrin, Defrin; Yenita, Yenita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKanker serviks menempati urutan pertama penyebab kematian akibat kanker pada wanita usia reproduktif di negara berkembang. Jumlah paritas di Sumatera Barat masih cukup tinggi, paritas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker serviks yang berhubungan dengan hormon dan trauma saat persalinan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi kanker serviks berdasarkan jumlah paritas di RSUP. DR. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Data sekunder diambil dari rekam medik pasien kanker serviks di RSUP.Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2011- Desember 2012. Penelitian ini dilakukan dari Oktober 2013 - Juni 2014. Pada penelitian ini didapatkan 63 kasus kanker serviks. Distribusi kanker serviks berdasarkan umur terbanyak pada kelompok umur >50 tahun sebanyak 27 kasus (42,9%), berdasarkan jenis pembayaran pasien kanker serviks banyak memakai jamkesmas sebanyak 21 kasus (38,1%), jenis histopatologi terbanyak ditemukan pada jenis karsinoma sel skuamosa sebanyak 46 kasus (73%) dan jumlah paritas yang terbanyak pada kelompok paritas 3-5 kali sebanyak 40 kasus (63,5%). Umur dan paritas tidak ada hubungannya dengan jenis kanker serviks.Paritas bukan merupakan faktor risiko terjadinya kanker serviks.Kata kunci: kanker serviks, paritas, histopatologi AbstractThe cervical cancer is the  first rank cause of cancer death in women of reproductive age in developing countries. The number of parity in West Sumatera is still high, parity is one of the risk factors for cervical cancer relating to hormone and birth trauma. The objective of this study was to identify the prevalence of cervical cancer based on parity in  Dr. M. Djamil Hospital Padang. This research was descriptive observational study. Secondary data was taken from medical record of cervical cancer patients in Dr. M.Djamil Hospital Padang from January 2011 until  December 2012. The study was held from October 2013 until June 2014.The research found 63 cases of cervival cancer. Distribution cervical cancer by the age of majority in the age group >50 years old were 27 cases (42,9%), based on kind of payment is mostly used jamkesmas were 21 cases (38,1%), based on histopathology of majority on squamous cell carcinoma is 46 cases (73%) and based on the highest number of parity is the parity group 3-5 were 40 cases (63,5%). People’s age and parity are not related to the type of cervical cancer. Parity is not a risk factor of having cervical cancer.Keywords: cervical cancer, parity, histopathology
Perbedaan Rerata Kadar Progesterone-Induced Blocking Factor (PIBF) Serum Penderita Abortus Iminens dengan Kehamilan Normal Defrin, Defrin; Ardinal, Andri; Erkadius, Erkadius
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Progesterone-Induced Blocking Factor (PIBF) merupakan suatu mediator yang diproduksi oleh limfosit wanita hamil yang telah mengalami sensitisasi oleh progesterone, yang menyebabkan terjadinya toleransi terhadap antigen paternal sehingga dapat menekan produksi sitokin-sitokin Th-1 yang bersifat sitotoksis terhadap kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan antara rerata kadar PIBF serum penderita abortus iminens dan kehamilan normal usia kehamilan 12-20 minggu. Studi ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan desain cross- sectional comparative. Subjek penelitian adalah wanita hamil yang datang ke poliklinik dan IGD kebidanan rumah sakit Dr.M.Djamil Padang, RSUD Bukittinggi, RSUD Painan, RSUD Batusangkar, RSUD Pariaman dan RSUD Solok pada periode Mei 2016 sampai September 2016. Pemeriksaan kadar PIBF dilakukan di Laboratorium biomedik FK UNAND. Total sampel adalah 30 orang, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 orang pada kelompok abortus iminens dan 15 orang pada kelompok kehamilan normal. Analisis statistik untuk menilai kemaknaan menggunakan unpaired t-test. Didapatkan rerata kadar PIBF serum penderita abortus iminens (623.3±80.6 ng/ml) lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kehamilan normal (993.1±68.5 ng/ml) (p=0.000). Simpulan penelitian ini adalah kadar PIBF serum penderita abortus iminens lebih rendah dibandingkan kehamilan normal.
Hubungan Stres dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sari, Diana; Nurdin, Adnil Edwin; Defrin, Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang dijumpai tanpa kelainan yang nyata pada alat-alat genital. Lebih dari 50% wanita mengalami dismenore primer dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan tingkat stres dengan derajat dismenore primer. Penelitian dilakukan pada mahasiswi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2009 dan 2010. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study dengan jumlah subjek 165 orang. Pengumpulan data dari responden dilakukan dengan wawancara terpimpin (pengisian kuesioner). Analisa statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan uji koefisien korelasi sederhana. Uji chi-square menunjukan ada hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian dismenore primer dan uji statistik koefisien korelasi sederhana menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan korelasi agak lemah antara tingkat stres dengan derajat dismenore primer.Kata kunci: stres, dismenore primer, mahasiswi fakultas kedokteran AbstractPrimary dysmenorrhoea is menstrual pain founded without real abnormalities in genital organs. More than 50% woman experiance it and 15% had severe pain. The objective of this study was to determine relationship between stress and primary dysmenorrhoea. Research was executed to education medical female students medical faculty of Andalas University class of 2009 and 2010. This research use cross sectional study design with 165 subjects. Data was collected by guided interview. Statistic analysis use chi-square test and simple correlation test. Chi-square test show there is significant relationship between stress and primary dysmenorrhoea and simple coefficient test show there is weak correlation between stress levels and degree of primary dysmenorrhoea.Keywords: stress, primary dysmenorrhoea, female student of medical faculty
Hubungan Perdarahan Postpartum dengan Paritas di RSUP Dr. M. Djamil Periode 1 Januari 2010 - 31 Desember 2012 Eriza, Nola; Defrin, Defrin; Lestari, Yuniar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan (28%), eklampsia (24%) dan infeksi (11%). Perdarahan postpartum merupakan penyebab tersering dari keseluruhan kematian akibat perdarahan obstetrik. Paritas merupakan salah satu faktor risiko untuk terjadinya perdarahan postpartum.  Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan perdarahan postpartum dengan paritas di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik menggunakan desain cross sectional study dengan cara mengambil data rekam medis pasien perdarahan postpartum di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2012, dengan jumlah 72 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdarahan postpartum terbanyak adalah perdarahan postpartum primer (69,4%), paritas terbanyak adalah paritas > 3 (37,5%).  Pada uji statistik chi-square diperoleh p = 0,49 (p>0,05) yang berarti secara statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara perdarahan postpartum primer dan sekunder dengan paritas. Walaupun tidak bermakna secara statistik, perdarahan postpartum meningkat seiring dengan peningkatan paritas. Saran kepada ibu hamil dengan paritas tinggi untuk secara rutin memeriksakan kehamilannya kepada petugas kesehatan agar kesehatan ibu dapat dikontrol dalam upaya mencegah perdarahan postpartum.Kata kunci: perdarahan postpartum, paritas, kematian ibu Abstract The main causes of maternal mortality in Indonesia are hemorrhage (28%), eclampsia (24%) and infection (11%). Postpartum hemorrhage is a common cause of all deaths due to obstetric hemorrhage. Parity is one of the risk factors for the occurrence of postpartum hemorrhage. The objective of this study was to determine the relationship between postpartum hemorrhage and parity at RSUP Dr. M. Djamil Padang.This research was analytic study using cross sectional study design by taking 72 medical record of postpartum hemorrhage at RSUP Dr. M. Djamil Padangwithin the period 1 January 2010 until 31 December 2012. The statistical analysis used was chi-square test with a significance level of 0,05. The result showed that most of postpartum hemorrhage in this research is primary postpartum hemorrhage (69,4%), the most parity is parity > 3 (37,5%). Chi-square statistical test obtained p = 0,49 (p > 0,05) which means there is no significant statistically between primary and secondary postpartum hemorrhage with parity. Although it’s not significant statistically, postpartum hemorrhage was increase along with the increased of parity. It is suggested to pregnant women with risk factors of high parity to regularly check her pregnancy to health providers so that maternal health can be controlled in order to prevent primary postpartum hemorrhage.Keywords: postpartum hemorrahage, parity, maternal mortality
Hubungan Asupan Protein, Kalsium, Phosfor, Dan Magnesium Dengan Kepadatan Tulang Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 5 Padang Noprisanti, Noprisanti; Masrul, Masrul; Defrin, Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Tulang merupakan organ keras dari semua jaringan dalam tubuh yang bersifat kuat dan kaku serta sulit dibengkokkan. Penurunan kepadatan tulang pada saat remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara asupan protein, kalsium, phosfor, dan magnesium dengan kepadatan tulang pada remaja putri. Design penelitian, menggunakan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 5 Padang pada bulan Maret sampai Mei 2018. Sampel penelitian ini 92 orang remaja putri yang berusia 13-15 tahun dengan teknik simple random sampling. Wawancara asupan protein, kalsium, phosfor, dan magnesium dengan menggunakan kuesioner modifikasi semi quantitative food frequency minang yang dirancang oleh lipoeto. Pengukuran kepadatan tulang dengan menggunakan alat bone densitometry metode quantitative ultrasound. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian, rerata asupan protein 79,29±46,59, kalsium 719,83±476,00, phosfor 1493,71±914,89, magnesium 335,33±197,13, dan kepadatan tulang -0,57±0,93. Terdapat korelasi positif yang lemah dan tidak signifikan antara asupan protein dengan kepadatan tulang pada remaja putri (r=0,034 ; p>0,05). Terdapat korelasi positif yang signifikan antara asupan kalsium, phosfor, dan magnesium dengan kepadatan tulang pada remaja putri (r=0,294 ; p<0,05), (r=0,267 ; p<0,05), dan (r=0,213 ; p<0,05). Kesimpulan, Asupan kalsium merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kepadatan tulang pada remaja putri.
Kajian Pustaka: Kadar Brain Derived Neurotrophic Factor Mempengaruhi Berat Badan Lahir pada Bayi Ardiani, Yessi; Defrin, Defrin; Yetti, Husna
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 19, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.882 KB) | DOI: 10.33087/jiubj.v19i1.576

Abstract

Brain Derived Neurotrhophic Factor (BDNF) is one of the proteins needed for the growth of neurons. During its development period BDNF plays a role in nerve growth, differentiation, repair, and survival of nerve cells. In addition, researchers from certain groups found that BDNF also had an important role during the implantation period, placental development and development of fetal growth. BDNF is known to have an important role in regulating angiogenesis needed for placental development. Because of this role, BDNF deficiency will cause disruption in placental growth which will eventually cause fetal growth disorders or Intrauterine growth restriction (IUGR). In recent years studies have shown that neurotrophins play an important role in the regulation of placental development and fetal growth. BDNF has been found to be expressed in large amounts in blastocysts which indicate the potential role of BDNF in implantation and development of the placenta. BDNF is also produced in the muscle tissue of one of them in the uterus precisely in the endometrium and myometrium. The discovery of the role of BDNF, is expected to be used as an indicator to assess the occurrence of growth disorders in the fetus as well as additional information about the etiology and pathophysiology of IUGR. Keywords: BDNF; IUGR; Neurotrophin
Factors Associated With The Assessment Of Maternal Participant Satisfaction Of BPJS Health In The Working Area Of Public Health Center Lubuk Buaya Padang City 2017 Defrin, Defrin; Nurdiyan, Ayu
Journal of Midwifery Vol 2, No 1 (2017): Published on June 2017
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.2.1.18-25.2017

Abstract

Satisfaction is someone’s level of approval when comparing perceived performance or result with his or her expectation. Satisfaction assessment aims to determine the quality of a service. Based on the preliminary survey, Lubuk Buaya Public Health Center has the largest number of BPJS Health participants in Padang, but the scope of maternity gets decreased. This study seeks to investigate the relevant factors that influence the satisfaction assessment of BPJS Health participants with maternity services in the working area of Lubuk Buaya Public Health Center in Padang in 2017.This study was quantitative research with cross sectional design and was conducted in the working area of Lubuk Buaya Public Health Center from May to July 2017. Sample of this research were 75 puerperal mothers. Data were collected by using questionnaire. Data analysis was performed by using univariate and bivariate.The results showed that there are 26 dissatisfied respondents (34.7%) and 49 satisfied respondents (65.3%). Based on the analysis of maternal satisfaction level, the satisfaction of BPJS Health participants in the working area of Lubuk Buaya Public Health Center was 76.13%. The result of bivariate analysis showed that there was no correlation between participants’ age (p=0,198), membership of BPJS Health (p=0,961), and previous service (p = 0,673), but there was a correlation between education (p=0,001), employment (p=0,001) and parity (p=0,035) with assessment of BPJS Health participants in working area of Lubuk Buaya Public Health Center in Padang in 2017.There was a correlation between education, employment, and parity with the assessment of BPJS Health participants who got maternity services. Therefore, health workers have to do evaluation about  the maternity services in order to improve maternity satisfaction of BPJS Health participants.
Differences Ratio Level Soluble FMS-Like Tyrosine Kinase-1 and Placental Growth Factor Early And Late Onset on Preeclampsia and Normal Pregnancy Yanwirasti, Yanwirasti; Defrin, Defrin
Journal of Midwifery Vol 3, No 1 (2018): Published on June 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.1.1.83-92.2018

Abstract

Preeclampsia is a major maternal morbidity and mortality worldwide including in Indonesia. PIGF concentrations were found to be lower and sFlt-1 to be higher in patients with preeclampsia than normal pregnancy. Futher, this factor has been proposed as a parameter that can help identify women with potentially preeclampsia.This study aims todeterminethe differences ratio level soluble rate fms-like tyrosine kinase-1 and placental growth factor early and late onset on preeclampsia and normal pregnancy. The cross sectional study design was conducted in RSUP M.Djamil, Rasidin Hospital, Reksodiwiryo Hospital and Biomedical Laboratory of Andalas University from July 2017 until January 2018. The sample of this study was pregnant women>20-42 weeks pregnancy totalling 80 people by consecutive sampling.Sample was divided into 3 groups. SFlt-1 and PlGF levels tested using ELISA test. Test the normality of data by Kolmogrov-Smirnov test by using unpaired T test.The results showed median sFLT-1 levels in the early onset group with normal pregnancy with p= 0,88, median sFLT-1 levels in the late onset group with normal pregnancy with p= 0,01 and median levels of sFLT-1 in the early onset group with late onset with p= 0.34. Mean of PlGF in the early onset group with normal pregnancy with p=0,30, mean of PlGF in the late onset group with normal pregnancy with p= 0.63, and mean of PlGF in the early onset group with late onset with p = 0.27. The conclusion of this study was that there was a difference ratio level Soluble Fms-Like Tyrosine Kinase-1 late onset in preeclampsia and normal pregnancy.