This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ampere
Febrianti, Irine Kartika
Universitas PGRI Palembang

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI KETERSEDIAAN DAYA PADA PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK BUNGARAN PALEMBANG Azis, Abdul; Febrianti, Irine Kartika
JURNAL AMPERE Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.748 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i2.2397

Abstract

Power losses are the loss of electrical power in the network and the load where the lost power is not used by the load, so the power available on the network will be reduced. Power losses in the distribution network are caused by the presence of prisoners in the carrier. The lost power can be in the form of heat energy generated on the channel, and unused heat energy is called active power losses. Power losses in each channel are very important to take into account because power losses in the network can cause a reduction in electrical energy after arriving at the load. Power requirements that must be supplied by the source to the load depend on the absorption of power by the load and power losses on the network. Large capacity of power requirements is influenced by the amount of power losses, so it can be said that the capacity of power needs is the amount of absorption of power by the load and power losses on the network. One of the substations in the city of Palembang is the Bungaran Substation which has the function of delivering electrical energy to consumers through a medium voltage distribution system. To serve consumers electrical energy needs, currently the Bungaran Palembang Substation has a Transformer 1, 30 MVA 70/20 kV which has a load of four feeders, namely: Akasia Feeder, Sungkai Feeder, Tembesu Feeder, and Cendana Feeder. The results showed that Transformer 1 had an installed power capacity of 30 MVA or 255,000,000 Watts. While the capacity of the total power requirements of the four feeders is 18,786,167.4264 W. So the availability of transformer 1 power is still sufficient to serve the load of four feeders, because only 7.3671% of the installed power capacity is absorbed by the load. Rugi-rugi daya adalah kehilangan daya listrik di jaringan dan beban dimana daya yang hilang tersebut tidak terpakai oleh beban, sehingga daya yang tersedia di jaringan akan berkurang. Rugi-rugi daya pada jaringan distribusi disebabkan oleh adanya tahanan pada penghantar. Daya yang hilang dapat berupa energi panas yang ditimbulkan pada saluran, dan energi panas yang tidak terpakai disebut sebagai rugi-rugi daya aktif. Rugi-rugi daya disetiap saluran sangatlah penting untuk diperhitungkan karena rugi-rugi daya di jaringan dapat menyebabkan berkurangnya energi listrik setelah sampai di beban. Kebutuhan daya yang harus disuplai oleh sumber ke beban tergantung pada penyerapan daya oleh beban dan rugi-rugi daya di jaringan. Besar kapasitas kebutuhan daya dipengaruhi oleh besarnya rugi-rugi daya, sehingga dapat dikatakan bahwa kapasitas kebutuhan daya merupakan jumlah penyerapan daya oleh beban dan rugi-rugi daya di jaringan. Salah satu gardu induk di Kota Palembang adalah Gardu Induk Bungaran yang mempunyai fungsi menyalurkan energi listrik ke konsumen melalui sistem distribusi tegangan menengah. Untuk melayani kebutuhan energi listrik konsumen, saat ini Gardu Induk Bungaran Palembang mempunyai Transformator 1, 30 MVA 70/20 kV yang mempunyai beban empat buah penyulang, yaitu: Penyulang Akasia, Penyulang Sungkai, Penyulang Tembesu, dan Penyulang Cendana. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Transformator 1 mempunyai kapasitas daya terpasang sebesar 30 MVA atau 255.000.000 Watt. Sedangkan kapasitas kebutuhan daya total dari empat penyulang adalah 18.786.167,4264 W. Jadi ketersediaan daya Transformator 1 masih mencukupi untuk melayani beban dari empat penyulang, karena hanya 7,3671 % dari kapasitas daya terpasang daya yang diserap oleh beban.
ANALISA PENURUNAN FAKTOR KERJA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA Febrianti, Irine Kartika
JURNAL AMPERE Vol 2, No 1 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.32 KB)

Abstract

ABSTRAKEnergi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sekarang ini, dimana energi listrik mempunyai suatu fungsi yang dapat memberikan suatu kebutuhan atau pelayanan bagi daya listrik yang diperlukan oleh konsumen. Untuk mengetahui besar kecilnya suatu kerugian maka dibutuhkan suatu perhitungan dan analisa serta evaluasi yang tepat, ada beberapa literature yang bisa digunakan untuk menghitung kerugian daya sehingga data mengenai kerugian daya bisa didapat dengan akurat dan mendetail. Dalam perhitungan bisa terdapat perbedaan besarnya nilai kerugian dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan oleh pengaruh arus beban puncak yang selalu berbeda tiap harinya dan juga perubahan pada sistem akibat dari perubahan beban pada Transformator.Kata kunci : Daya, faktor daya, Rugi-rugi Daya, Transformator.
ANALISA SISTEM PENTANAHAN TRANSFORMATOR Febrianti, Irine Kartika
JURNAL AMPERE Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.2146

Abstract

Grounding is connecting a circuit or equipment to the earth. Poor earthing systems can lead to decreased quality of electric power. Studies of land is often underestimated, but a good grounding is very important.While doing research in substations gutter oil, load imbalance on a substation Gutter oil, causing the flow of each phase at # 3 60MVA power transformer 150/20 KVPT. PLN (Persero) substation Talang Kelapa Banyuasin become unbalanced that IR = 954.37 A, IS = 968.32, IT = 950.24 A. The amount of load imbalance (%) between each phase at # 3 60MVA power transformer 150/20 KV is 0.7412%,This is because the use of an uneven load. As a result of load imbalance between each phase at # 3 60MVA power transformer 150/20 kV, the current will flow in the neutral transformer IN = 16,40574Ð-72,59°.power loss due to the neutral current is 0.7073 W. neutral point voltage to ground -22.32 V. neutral current flowing to ground is 23.1768 A. power loss due to neutral current flowing to ground is 1 , 4116 W. current flowing to the ground from the second transformer is 22.23699 Ampere. Prisoners to the substation earthing gutter oil is R10,0692  Ω and R2 0,1856 Ω, while the resistance value of the grounding in a way parallel 1Ω, so either one very effective way to lose custody of land is to deepen the grounding electrodePentanahan adalah melakukan koneksi sirkuit atau peralatan ke bumi. Sistem pentanahan yang kurang baik dapat menyebabkan penurunan kualitas tenaga listrik. Ilmu pertanahan sering kali dianggap remeh, padahal pentanahan yang baik sangatlah penting. ketidakseimbangan beban menyebabkan arus tiap fasa pada Transformator daya #3 60MVA 150/20 KV menjadi tidak seimbang yaitu IR = 954,37 A, IS = 968,32, IT = 950,24 A. Besarnya ketidak seimbangan beban (%) antara tiap-tiap fasa pada Transformator daya #3 60MVA 150/20 KV adalah 0,7412 %, hal ini disebabkan karena penggunaan beban yang tidak merata. Sebagai akibat dari ketidakseimbangan beban antara tiap-tiap fasa pada Transformator daya #3 60MVA 150/20 KV maka akan mengalir arus di netral transformator IN = 16,40574Ð-72,59°. rugi-rugi daya akibat adanya arus netral adalah 0,7073 W. tegangan titik netral terhadap tanah -22,32 V. arus netral yang mengalir ke tanah adalah 23,1768 A. rugi-rugi daya akibat arus netral yang mengalir ke tanah adalah 1,4116 W.Arus yang mengalir ketanah dari kedua transformator adalah 22,23699 Ampere.Tahanan pentanahan adalah R10,0692  Ω dan R2 0,1856 Ω, sedangkan nilai tahanan pentanahan dengan cara parallel sebesar 1Ω, jadi salah Satu cara yang sangat efektif untuk menurunkan tahanan tanah adalah dengan memperdalam elektroda pentanahan.