Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI-IIS DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Nurasma, Cut; Kamaruddin, Thamrin; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.847 KB)

Abstract

Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IIS SMAN 7 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IIS SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 89 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IIS 1 sebanyak 29 siswa kelas XI-IIS 3 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 1,5 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikan 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 52, artinya thitung ≤ ttabel, sehingga hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Simpulan yang dapat diambil hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Take And Give sama dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh
PENERAPAN MEDIA ANIMASI AUDIO VISUAL MENGGUNAKAN SOFTWARE POWTOON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Trina, Zee; Kamaruddin, Thamrin; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.649 KB)

Abstract

Software animasi powtoon adalah software berbasis web untuk membuat sebuah paparan yang memiliki fitur animasi, diantaranya animasi tulisan tangan, animasi kartun, dan efek transisi yang lebih hidup serta pengaturan timeline yang sangat mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan  (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan software animasi powtoon. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 79% pada siklus II dan 92% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,6 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,3 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 93,3% siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan software animasi powtoon sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING BERBASIS MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWAKELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 1 DARUSSALAM ACEH BESAR Amarullah, Fandra; Bardi, Syamsul; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.17 KB)

Abstract

Model pembelajaran Guided Teaching adalah salah satu strategi pembelajaran aktif yang mengajak siswa untuk berpikir mengenai permasalahan yang akan dibahas dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Keterampilan guru; (3) Aktivitas guru dan siswa; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Guided Teaching berbasis media visual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Darussalam yang terdiri atas 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, tes hasil belajar siswa, dan angket respon siswa menggunakan model pembelajaran Guided Teaching yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Persentase ketuntasan individual pada siklus I yaitu 68 persen, pada siklus II 80 persen dan pada siklus III 92 persen; (2) aktivitas guru dan siswa dari siklus I, II sampai siklus III telah terjadi perubahan lebih baik dan sudah dikategorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus pertama memperoleh skor 2,6 dengan kategori baik, pada siklus kedua memperoleh skor 2,8 dengan kategori baik dan pada siklus ketiga menjadi 2,9 dengan kategori baik. Respon siswa terhadap metode pembelajaran sebanyak 90% siswa mengatakan bahwa pembelajaran sangat menarik dan mereka memahami materi pelajaran yang telah diikuti. Sebanyak 63% siswa mengatakan materi yang dipelajari menarik. Sebanyak 73% siswa mengatakan soal yang digunakan baik dan sebanyak 73% siswa mengatakan suasana kelas menyenangkan. Sebagian besar siswa sangat berminat untuk mengikuti pembelajaran ini pada pertemuan yang selanjutnya karena penggunakan model pembelajaran Guided Teaching dapat memperjelas pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Milda, Aswia; Hasmunir, .; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.898 KB)

Abstract

Model pembelajaran circuit learning merupakan salah satu strategi yang dipakai pada pelaksanaan proses pembelajaran melalui pendekatan kelompok dengan menuntut siswa mengembangkan kata-kata dengan bahasa mereka sendiri  berkaitan  dengan materi yang telah dipelajari secara berkelompok.Media gambar yang dipakai dalam pembelajaran bukan hanya dapat menyampaikan saja tetapi dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir serta dapat mengembangkan kemampuan imajinasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar .Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar soal; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 15 siswa menjadi 23 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus satu sampai dengan siklus tiga telah mencerminkan penerapan model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model circuit learning berbantu media gambar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,56 berkatagori sedang menjadi 3,52 berkatagori sangat baik; dan (4) Respon siswa,terhadap model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar dapat dikatakan baik. 92 persen dari 24 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran circuit learning berbantu media gambar siswa dapat memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EARTH SCIENCE COMMUNITY DAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ENVIRONMENTAL LEARNING DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Mukhlisah, .; Abdi, Abdul Wahab; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.485 KB)

Abstract

Keefektifan proses pembelajaran dapat ditingkatkan apabila guru dapat memilih model pembelajaran yang tepat  sehingga peserta didik dapat termotivasi untuk belajar, dengan demikian dapat meningkatkan hasil belajarnya. Model pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara melaksanakan pembelajaran secara bertanggung jawab. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran earth science community dan environmental learning. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran earth science community lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran environmental learning dalam mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran earth science community lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran environmental learning dalam mata pelajaran Geografi  di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 90 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IS 2 sebanyak 26 siswa dan kelas XI-IS 3 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji t. Hasil pengolahan  data  penelitian  diperoleh  thitung = 4,13 dan ttabel = 1,68 padataraf signifikansi 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 49, berarti thitung > ttabel, sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar geografi pokok bahasan mitigasi dan adaptasi penanggulangan bencana alam yang menggunakan model pembelajaran earth science community lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran environmental learning dalam mata pelajaran geogarafi di SMA Negeri 5 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COMPLETE SENTENCE BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Astuti, Tri Puji; Kamaruddin, Thamrin; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dengan model Complete Sentence adalah salah satu model pembelajaraan kooperatif yang menuntut para murid untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok. Studi ini bertujuan agar mengetahui: (I) meningkatkan hasil kemampuan murid (II) kesesuaian murid dan aktivitas guru (III) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran (IV) respon murid terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Complete Sentence berbantuan media audio visual. Pendekatan yang dipergunakan dalam studi ini ialah pendekatan kualitatif berbentuk PTK (Classroom process research) subjek dalam studi ini yakni ruang 10-IS II yang berjumlah 26 murid. Analisis data memakai statistik deskriftif persentase. Hasil studi memperlihatkan bahwa (I) persentase ketuntasan secara individual bertambah dari 16 murid yang tuntas atas siklus 1, 20 murid yang tuntas atas siklus 2, dan 24 murid yang tuntas atas siklus 3, persentase ketuntasan klasikal juga bertambah dari 50% atas siklus 1, 70% atas siklus 2, dan 90% atas siklus 3; (II) Jumlah kesesuaian aktivitas pengajar dan murid bertambah per 5 aktivitas sesuai atas siklus 1 dari 7 aktivitas sesuai atas siklus 2 dan 9 aktivitas sesuai atas siklus 3; (III) keterampilan guru bertambah dari perolehan nilai 2,6 atas siklus 1 dengan kategori sedang, nilai 3,2 atas siklus 2 dengan kategori baik, dan nilai 3,5 atas siklus 3 dengan kategori baik; (IV) sebanyak 100% murid menyatakan bahwa model pembelajaran Complete Sentence adalah baru membantu murid dalam mencerna suatu pelajaran. Berdasarkan hasil studi ini bias dideterminasi bahwa, terdapat pengintensifan kinerja belajar murid sejak dari siklus 1 sapai siklus 3 dengan menggunakan model Complete Sentence berbantuan media audio visual di kelas X-IS 2 SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kata kunci: Penerapan, Model Complete Sentence, Hasil Belajar, Geografi