Nurdin, Said
Prodi BK FKIP Unsyiah

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA SMA NEGERI DALAM WILAYAH KOTA TAKENGON Fitri, Maulida; Dahliana, Dahliana; Nurdin, Said
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.161 KB)

Abstract

ABSTRAK Fitri, Maulida. 2016. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menyontek pada Siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dra. Dahliana Abd., M.Pd., Kons., (2) Drs. Said Nurdin, M.Si.  Kata kunci: Faktor yang Mempengaruhi- Perilaku-Menyontek-SiswaMenyontek adalah perilaku berbuat curang yang disebabkan karena kurangnya kesadaran pada diri siswa tentang pentingnya belajar dan menyelesaikan tugas serta tidak mau bekerja keras mempertahankan harga diri demi keberhasilan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek pada siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri sebanyak 15 orang yang pernah menyontek lebih dari satu kali. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek pada siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon yaitu karena malas belajar, takut mengalami kegagalan serta tuntutan orang tua untuk memperoleh nilai atau peringkat kelas yang baik. Faktor malas belajar yaitu pengalaman, motivasi, kurang mood/semangat, tidak ada fasilitas belajar dan karena membantu orang tua sehingga siswa terpengaruh untuk berperilaku menyontek. Faktor takut mengalami kegagalan hingga siswa melakukan perbuatan menyontek terdiri dari konsep diri negatif, cemas dan pengalaman kegagalan. Faktor tuntutan orang tua untuk memperoleh nilai atau peringkat kelas yang baik hingga siswa terpengaruh untuk menyontek yaitu harus dapat prestasi/nilai yang tinggi dan dihukum oleh orang tua jika tidak dapat nilai bagus. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru BK untuk lebih serius mengatasi dan membimbing siswa yang berperilaku menyontek dengan menggunakan berbagai macam layanan dan pendekatan. Juga memberikan hukuman/sanksi yang lebih mendidik dan tepat pada siswa dengan tujuan untuk menunjukkan kesadaran siswa.
UPAYA MANAJEMEN WAKTU DALAM MENGATASI STRES AKADEMIK (SUATU PENELITIAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA) Saffira, Putri Chairina; Abd., Dahliana; Nurdin, Said
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.939 KB)

Abstract

ABSTRACT Academic stress can interfere with the completion of the final task and add to the study period of the student. This study aims to (1) describe students academic stress and (2) to know the effort of time management in overcoming academic stress. The method used in this research is qualitative descriptive approach. This research data is sourced from interview result to 7 students of FKIP Guidance and Counseling of Syiah Kuala University whose study period has been more than 6 years. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion. The findings indicate that the academic stress symptoms experienced by students are biological reactions of increased heart rate, cold sweating and tremor; Psychological reactions are experiencing a feeling of nervousness, often forgetting something, experiencing feelings of sadness and disappointment; as well as behavioral and social reactions are disrupted in socializing activities, sleep patterns and eating patterns disorders and increased frequency of smoking. Time management efforts to overcome academic stress are done by arranging the schedule of activities, noting the types of tasks to be done, preparing before the activities, planning the effective time to create tasks, searching for task materials and dividing the time between making tasks and breaks. Keywords: Time Management, Academic Stress, Student ABSTRAK Stres akademik dapat mengganggu penyelesaian tugas akhir dan menambah masa studi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan stres akademik mahasiswa dan (2) mengetahui upaya manajemen waktu dalam mengatasi stres akademik. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari hasil wawancara kepada 7 orang mahasiswa Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Syiah Kuala yang masa studinya sudah lebih dari 6 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa gejala stres akademik yang dialami mahasiswa adalah berupa reaksi biologis yaitu detak jantung meningkat, keringat dingin dan suara bergemetar; reaksi psikologis yaitu mengalami perasaan gugup, sering melupakan sesuatu, mengalami perasaan sedih dan kecewa; serta reaksi tingkah laku dan sosial yaitu terganggu dalam kegiatan bersosialisasi, gangguan pola tidur dan pola makan serta meningkatnya frekuensi merokok. Upaya manajemen waktu untuk mengatasi stres akademik yang dilakukan adalah dengan cara menyusun jadwal kegiatan, mencatat jenis-jenis tugas yang harus dikerjakan, melakukan persiapan sebelum kegiatan, merencanakan waktu efektif untuk membuat tugas, mencari bahan-bahan tugas dan membagi waktu antara membuat tugas dan istirahat. Kata kunci: Manajemen Waktu, Stres Akademik, Mahasiswa.
Hubungan Kelekatan Orangtua pada Anak dengan Nilai-nilai Karakter Dasar Siswa SMP Negeri 3 Kota Banda Aceh Sari, Hasnah Ratna; Nurdin, Said; Husen, M.
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.581 KB)

Abstract

ABSTRAKSari, Hasnah Ratna. 2016. Hubungan Kelekatan Orangtua pada Anak dengan Nilai-nilai Karakter Dasar Siswa SMP Negeri 3 Kota Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing : (1)   Drs. Said Nurdin, M.Si, (2) Drs. M. Husen, M.PdKata Kunci: Kelekatan, KarakterPenelitian ini mengangkat mengenai masalah siswa yang menunjukkan nilai-nilai karakter dasar yang kurang baik yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelekatan orangtua pada anak yang tidak aman. Kelekatan orangtua kepada anaknya akan memberi warna (baik/buruk) pada nilai-nilai karakter dasar yang tertanam dalam diri seorang anak. Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran kelekatan orangtua pada anak dan nilai-nilai karakter dasar siswa serta hubungan kedua variabel. Populasi penelitian adalah 265 siswa. Sampel penelitian adalah 160. Metode penelitian ini adalah  deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data yaitu kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar kelekatan orangtua pada anak dalam kategori sedang dan sebagian besar nilai-nilai karakter dasar siswa dalam kategori sedang. Hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kelekatan orangtua pada anak dengan nilai-nilai karakter dasar siswa sebesar rxy = 0.435 dengan r tabel = 0.159 dan signifikansi < 0.05 yaitu = 0.000. Artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan agak rendah antara kelekatan orangtua pada anak dengan nilai-nilai karakter dasar siswa. Dengan demikian semakin tinggi (aman) kelekatan orangtua pada anak maka akan semakin baik nilai-nilai karakter dasar siswa.  
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA (Suatu Studi Penelitian Pada MAN Darussalam) Safraturrina, Safraturrina; Nurdin, Said; Yahya, Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.017 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study entitled "The correlation between students’s self efficacy and student’s self-reliance in learning (A Study on students of MAN Darussalam)". This study is aimed to figure out the description of self-efficacy and students’ autonomous learning as well as to describe the relationship between self-efficacy and the independence learning of students. This descriptive correlational research used a quantitative approach to determine the relationship between both of issues. It took place in MAN Darussalam (Islamic senior high school of Darussalam) Aceh Besar.  The population of research was students grade X and XI with 436 members in total. Meanwhile,  the research sample was gathered by using simple random sampling technique through Slovin formula and it came out with 186 samples in total. The data collection of study involved a questionnaire with 1-4 of scale and a technique of descriptive percentage analysis. Based on the data analysis, the result bears out that there are no respondents in the variable of self-efficacy in low category. While the medium category only has 70 respondents (37.6%) and 116 respondents (62.4%) in the high category. Accordingly,  the students’ self-efficacy mostly stands on the high category. Besides, the autonomous learning variable shows no respondents in the low category. Then in  the medium category there are  only 78 respondents (41.93%) and 108 respondents (58%) are in the high category. By means that more than half students of MAN Darussalam have a high category of independence learning. To make the correlation between both variables clear, the data were analyzed by using the correlation test; Product moment. The study resulted that the value of correlation between self-efficacy and students’ autonomous learning stands at r (xy) = 0.729 with a significant level of P <0.05 (0.000 <0.05). Thus, the hypothesis is received and it can be concluded that there is a strong and significant correlation between self-efficacy and students’ autonomous learning. Therefore, the positive correlation value indicates that the higher and better self-efficacy, the higher and better autonomous learning it will be. Keywords: Students’ self efficacy, Students’ autonomous learning  ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Hubungan Efikasi Diri dengan Kemandirian Belajar pada Siswa (Suatu Studi Penelitian Pada Siswa MAN Darussalam)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efikasi diri dan kemandirian belajar pada siswa, serta hubungan antara  efikasi diri dengan kemandirian belajar pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian bertempat di MAN Darussalam Aceh Besar dengan populasi kelas X dan kelas XI yang berjumlah 436 siswa. Sampel penelitian menggunakan simple random sampling dengan menggunakan rumus Slovin, sampel sebanyak 186 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan skala  1-4, dan untuk mengetahui gambaran data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar pada siswa  MAN Darussalam diketahui gambaran variabel efikasi diri menunjukkan bahwa pada skala katagori rendah tidak memiliki responden, untuk katagori sedang terdapat 70 responden (37,6%), dan untuk katagori tinggi memiliki 116 responden (62,4%), artinya efikasi diri siswa MAN Darussalam sebagian besar berada pada katagori tinggi. Sedangkan pada gambaran variabel kemandirian belajar menunjukkan bahwa pada katagori rendah tidak terdapat responden, katagori sedang memiliki 78 responden (41,93%), dan untuk katagori tinggi memiliki 108 responden (58%) yang berarti lebih setengah dari siswa MAN Darussalam memiliki kemandirian belajar pada katagori tinggi. Dalam mengetahui korelasi, data dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai korelasi antara efikasi diri dengan kemandrian belajar pada siswa MAN Darussalam dengan r(xy) = 0.729 dengan tingkat signifikan p < 0.05  (0,000 < 0.05). Dengan demikian hipotesis didalam penelitian ini diterima, artinya terdapat korelasi yang kuat dan signifikan antara efikasi diri dengan kemandirian belajar, nilai korelasi yang positif menunjukkan semakin tinggi dan baik efikasi diri siswa maka akan semakin tinggi dan baik juga kemandirian belajarnya. Kata kunci: Efikasi diri Siswa , kemandirian belajar
PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR DAN KETERAMPILAN KONSELING MAHASISWA BK DALAM MELAKSANAKAN PPL DI SEKOLAH Misbah, Khairul; Nurdin, Said; Yahya, Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.268 KB)

Abstract

Mahasiswa BK sebagai calon guru BK yang sedang melaksanakan PPL disekolah mereka sering dihadapkan pada dua posisi yang masih rancu atau memiliki tugas ganda. Di satu sisi, mereka wajib melaksanakan praktik mengajar mata pelajaran/bidang studi yang diampu guru pamongnya Sementara disisi lain, mereka juga harus melakukan layanan bimbingan dan konseling atau praktik konseling sesuai program studinya. Sejauh mana mereka mampu melaksanakan praktik mengajar dan praktik konseling melalui berbagai aspek keterampilan, yang harus dinilai oleh guru pamongnya. Bagaimana guru pamong mempersepsikan terhadap berbagai keterampilan mengajar dan keterampilan konseling mahasiswa BK dalam melaksanakan PPL di sekolah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui persepsi guru pamong terhadap keterampilan mengajar dan keterampilan konseling mahasiswa BK dalam melaksanakan PPL disekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru pamong selaku guru pembimbing mahasiswa PPL program studi BK. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan interview. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisi deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pamong mempersepsikan keterampilan mengajar mahasiswa PPL dengan pandangan serta kesan baik begitu pula mengenai keterampilan konseling, para mahasiswa    dapat    menerapkan    berbagai macam aspek-aspek keterampilan dalam mengajar maupun konseling. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru pamong memiliki persepsi positif atas tanggung jawab mahasiswa selama PPL yang dibuktikan dengan pemberian nilai akhir mahasiswa PPL oleh guru pamong dengan kategori sangat baik.Kata Kunci: Persepsi, Guru Pamong, Keterampilan, Mahasiswa Praktek 
KORELASI ANTARA KEPEDULIAN ORANG TUA DENGAN KUALITAS PERTEMANAN REMAJA DI SMP N 10 TAKENGON Tuah Niate, Ipak Rima; Bakar, Abu; Nurdin, Said
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.97 KB)

Abstract

Keywords: Concern Parents, Teens Friendship QualityParents who care about their friendship would seek in such a way that the children can have a good friend in the neighborhood. This study seeks to describe the correlation between the awareness of parents with teenage friendship quality in SMP N 10 Takengon. This study aims to determine the existence of a significant relationship between the awareness of parents with teenage friendship quality. The population in this study are students of SMP N 10 Takengon totaling 120 people. The sampling technique in this research is nonprobability sampling. This study is a quantitative study with descriptive and correlational. The data collection is done by spreading the questionnaire instrument. Those items which are responded by survey respondents in the answers to the five categories. The data were processed and analyzed using SPSS. The results showed that the awareness of parents in SMP N 10 Takengon in general are in the medium category, while the quality of adolescent friendships in middle category. Data analysis technique used in the study to be missed formulation number 1 and 2 is a descriptive analysis of the percentage, whereas for the formulation of the problem number 3 using Product Moment correlation test. The results of data analysis using correlation there is a significant correlation between the awareness of parents with teenage friendship quality are obtained r_xy, that there is a significant correlation between the awareness of parents with teenage friendship quality. Thus the higher the awareness of parents, the better the quality of friendship with the child in SMP N 10 Takengon. Some suggestions are recommended
Penerapan Teknik Modeling Simbolik Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Di MTsN Model Banda Aceh Ardila, Yuwinda; Nurdin, Said; Nurhasanah, Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT The study entitled "Implementation of Symbolic Modeling Techniques to Improve Social Skills Students in MTsN Model Banda Aceh" was intended to determine the success of symbolic modeling techniques in improving social skills in students. The study was a pre-experiment conducted in MTsN Model Banda Aceh with the one group pretest-posttest design. Samples involved in this study were 15 students taken from 34 students by using purposive sampling technique. Experiments were performed as many as 9 meetings. Data collected using a four point social skills rating scale and behavior observation. Data analysis technique utilized was Z-score sign-test statistics for quantitative data and qualitative analysis for data collected through observation. Results of quantitative data analysis showed that the obtained Z is 3.87, bigger than Z critics 1.96 at significance level 0.05, then the test hypothesis (Ha) was accepted. The results of qualitative data analysis showed that changes in the behavior of social skills in students gradually as well as their courage in the students to combat all forms of behavior experienced low social skills. It can be concluded that the symbolic modeling techniques can improve the social skills of students. Keywords: Symbolic Modeling Techniques, Social Skills  ABSTRAK Penelitian berjudul “Penerapan Teknik Modeling Simbolik untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa di MTsN Model Banda Aceh” ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan teknik modeling simbolik dalam meningkatkan keterampilan sosial pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen yang dilaksanakan di MTsN Model Banda Aceh dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 15 peserta didik yang diambil dari 34 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Eksperimen dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala keterampilan sosial yang terdiri dari 4 skala. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis kuantitatif berupa statistik sign-test dengan sampel besar menggunakan rumus Z-score dan analisis kualitatif berupa observasi. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa harga Zhitung > Ztabel yaitu 3.87 > 1.96 pada taraf signifikan 0.05, maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ha diterima. Hasil analisis data kualitatif menunjukan bahwa adanya perubahan perilaku keterampilan sosial pada siswa secara bertahap serta adanya keberanian pada siswa untuk melawan segala bentuk perilaku keterampilan sosial rendah yang dialami. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik modeling simbolik dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa. Kata kunci: Teknik Modeling Simbolik, Keterampilan Sosial
Pelaksanaan Layanan Peminatan dalam Implementasi Kurikulum 2013 Putri, Auliani; Nurdin, Said; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

Specialization service is one of the services aimed at developing the potential and career of students. This study aimed to describe the implementation of specialization services in schools, especially in the three schools that have certified guidance teachers. This research was conducted using qualitative descriptive method. The data collected by interview and analyzed by qualitative method i.e. data reduction, presentation, and conclusions drawing. The results showed that guidance teachers had followed the procedure in implementing the specialization services. In this process only a few students experience problems in grouping subjects. Selection for group subject placement is carried out systematically by the school and also involves parties outside the school, namely psychologists. Schools also carry out cross-interest programs. This specialization service is very focused on the placement of subject groups conducted in the first grade.Keywords: specialization services, Highschool students, the 2013th national curriculum, certified guidance teachersABSTRAKLayanan peminatan merupakan salah satu layanan yang ditujukan untuk pengembangan potensi serta karir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan peminatan di sekolah, khususnya pada tiga sekolah yang memiliki guru BK yang telah mendapatkan sertifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara konselor di sekolah. Analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data, dan menarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan layanan peminatan bagi siswa baru yang akan menempati beberapa kelompok mata pelajaran peminatan telah dilaksanakan sesuai prosedur. Dalam proses ini hanya sedikit siswa yang mengalami masalah dalam pengelompokan mata pelajaran. Hal ini dikarenakan siswa mengikuti semua langkah dan prosedur yang telah ditetapkan oleh sekolah. Penyeleksian untuk penempatan kelompok mata pelajaran dilakukan secara sistematis oleh sekolah dan juga melibatkan pihak di luar sekolah yaitu psikolog. Sekolah juga melaksanakan program lintas minat. Layanan peminatan ini sangat terfokus kepada penempatan kelompok mata pelajaran yang dilakukan pada kelas satu.  Kata kunci: layanan peminatan, siswa SMA, kurikulum 2013, Guru BK tersertifikasi
Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK Sari, Eka Dewi; Nurdin, Said; Yahya, Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT Assessment was an inseparable part in daily life either in education, career, society and so forth. The research entitled “Internship Students’ Assessment towards the Implementation of Group Guidance Service by Guidance and Counseling Teacher” aimed to describe the internship students’ assessment towards the guidance group service conducted by the guidance and counseling teacher who was their internship supervisor. Assessment was conducted on group guidance activities conducted by the teachers so that it could be a model for students who conducted the Internship Program (PPL). The research approach was descriptive qualitative. The subjects were 6 PPL students of guidance and counseling. The data collection technique about the instrument aspects used standard instruments based on book 3 of Educational Curriculum and Professional Teacher Training (PLPG), page 28. To support a concrete data, it used interview technique based on the observation result and the measurement of PPL students of guidance and counseling. Based on the data analysis, the assessment conducted towards the guidance group service implemented by BK teacher was categorized as good appropriately. It showed that the BK supervisor teacher could be a role-model for the students who performed PPL at school.Keywords: Student assessment, group guidance implementation. ABSTRAKPenilaian adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari baik dalam pendidikan, dalam dunia kerja, dalam masyarakat dan sebagainya. Penelitian yang berjudul “Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK” ini bertujuan untuk menggambarkan penilaian mahasiswa PPL terhadap layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK yang menjadi pamong bagi mahasiswa praktikan. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK sehingga dapat menjadi model bagi mahasiswa yang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPL BK yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data tentang aspek-aspek yang dinilai menggunakan instrumen baku berdasarkan Buku 3 Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesional Guru (PLPG), halaman 28. Serta menggunakan teknik wawancara untuk mendukung data yang lebih konkrit yaitu berdasarkan hasil observasi dan pengamatan mahasiswa PPL BK. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa penilaian mahasiswa PPL terhadap pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK, ditemukan bahwa guru BK melakukan layanan bimbingan kelompok dapat dikategorikan baik sesuai dengan tahap-tahapnya. Dengan demikian sebagai guru pamong BK bagi mahasiswa PPL BK dapat dijadikan model bagi mahasiswa dalam pelaksanaan PPL di sekolah. Kata kunci: Penilaian mahasiswa PPL, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok
Layanan peminatan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 17 Banda Aceh Mariana, Mariana; Husen, M.; Nurdin, Said
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

This study aims to determine the implementation of specialization services on extracurricular activities in SMP Negeri 17 Banda Aceh. This research used desciptive qualitative approach. The subjects of this study were guidance teachers, OSIS supervisors, teachers, deputy principal of student affairs and each student representative who participated in extracurricular activities. The object of research was the implementation of specialization services on extracurricular activities. Data collection used was observation and interview. The results of the study indicate that the specialization of school service activities are data collection, specialization information, identification and determination of specialization, adjustment and monitoring / follow up. Data collection of students viewed from the achievements of students, the value of the UN seen from the highest score on each subject listed on student report cards, ideals and parental support. Furthermore, the BK teacher provides special information about extracurricular activities and secondary school. Step identification and determination of student interest has been done by teachers BK yet not maximal for the lack of special tools in the identification and determination of interest, the way that has been used only by conducting interviews. The types of extracurricular activities include mandatory extracurricular activities such as scouts, and selected activities that are of interest to students such as volleyball, soccer, art galleries, drum bands, Olympics and the Youth Red Cross (PMR). Obstacles found in the implementation of extracurricular activities that lack of facilities and infrastructure, school funds and lack of supervisors of each extracurricular activity. Keywords: service specialization, extracurricular activities ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi layanan peminatan terhadap kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 17 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru BK, pembina Osis, guru bidang studi, wakil kesiswaan dan masing-masing perwakilan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan objek penelitian adalah implementasi layanan peminatan terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah layanan peminatan yang dilakukan yaitu pengumpulan data, informasi peminatan, identifikasi dan penetapan peminatan, penyesuaian dan monitoring/tindak lanjut. Pengumpulan data siswa dilihat dari prestasi yang pernah diraih siswa, nilai UN yang dilihat dari nilai tertinggi pada setiap mata pelajaran yang tercantum pada raport siswa, cita-cita dan dukungan orang tua. Selanjutnya guru BK memberikan informasi peminatan tentang kegiatan ekstrakurikuler dan sekolah lanjutan. Langkah identifikasi dan penetapan minat siswa sudah dilakukan oleh guru BK namun belum maksimal karena tidak adanya alat khusus dalam identifikasi dan penetapan minat, cara yang selama ini dipakai hanya dengan melakukan wawancara. Adapun jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler antara lain kegiatan ekstrakurikuler wajib yaitu pramuka, dan kegiatan pilihan yang menjadi minat siswa seperti bola voli, sepak bola, sanggar seni, drum band, olimpiade, dan PMR (Palang merah remaja). Kendala yang ditemukan pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu kurangnya sarana dan prasarana, dana sekolah dan kurangnya tenaga pembimbing masing-masing kegiatan ekstrakurikuler.Kata kunci: layanan peminatan, Kegiatan ekstrakurikuler