p-Index From 2015 - 2020
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pitis AKP
POANDY, JEMMY
LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS HUTANG TERHADAP KINERJA PT. MULTI SUKSES MAKMUR PERKASA POANDY, JEMMY
Jurnal Pitis AKP Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Pitis AKP (JPA) - July 2018
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.772 KB) | DOI: 10.32531/jakp.v3i1.88

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan dalammenutupi hutang perusahaan. Data diperoleh langsung dari perusahaan PT. MultiSukses Makmur Perkasa penulis menganalisis dengan menggunakan 3 rasio yaitu RasioLikuiditas, Leverage dn Profitabilitas. Data yang diperoleh berupa Laporan KeuanganNeraca dan Laba-Rugi. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan rasio baiklikuiditas maupun profitabilitas pada tahun 2015, dan kenaikan rasio leverage padatahun 2015, namun penurunan dan kenaikan rasio ini tidak berarti perusahaan tidakilikuid sebab perusahaan masih dapat membayar hutang-hutangnya dengan baik.Karena pada tahun 2015 laba perusahaan meningkat sebesar 20,28%.
Analisis Penerapan Activity Based Costing System Dalam Menentukan Harga Pokok Kamar Pada The Belagri Hotel and Convention Sorong POANDY, JEMMY
Jurnal Pitis AKP Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pitis AKP (JPA) - July 2017
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.783 KB) | DOI: 10.32531/jakp.v1i1.43

Abstract

The Belagri Hotel and Convention Sorong merupakan perusahaan jasa yang bergerakdibidang penyediaan jasa penginapan, makan dan minum serta fasilitas lain. Perusahaanmenerapkan sistem Activity Based Costing adalah metode penentuan harga yang menelusur biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Metode Activity Based Costing dinilai lebih akurat dalam membebankan biaya overhead kepada produk karena menggunakan lebih dari satu cost driver. Sehingga biaya overhead yang dialokasikan akan lebih proporsional. Tetapi dalam penerapan Activity Based Costing System (ABC) pada perusahaan ada beberapa biaya yang dapat menimbulkan aktivitas tidak dimasukkan dalam penentuan harga pokok produksi kamar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih harga yang lebih tinggi dari penetapan harga manajemen hotel dengan hasil perhitungan yaitu, untuk kamar Superior sebesar Rp 7.894, untuk kamar Deluxe sebesar Rp 10.373, untuk kamar Premier sebesar Rp 12.676, untuk kamar Junior Suite sebesar Rp 32.839, untuk kamar Executive Suite sebesar Rp 53.720, dan untuk kamar President Suite sebesar Rp 406.069.