Ayuba, Sri Rahayu
LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KLASIFIKASI TINGKAT KEKERINGAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) LIMBOTO (Classification Of Drought Level In Limboto Watershed) Ayuba, Sri Rahayu; Nursaputra, Munajat; Tisen, Tisen
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2018): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.102 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i2.174

Abstract

Abstract - Changes in land use are the socio-economic forces that most encourage changes and ecosystem degradation. Disruption of the hydrological cycle has caused "3 T" classic problems of water "too much (which causes flooding)," too little (which causes drought) and "too dirty (which causes water pollution). Based on data from BNPB in 1979-2009 there were 8 drought events in Gorontalo Province. This research was carried out in the Limboto Watershed with an area of 86412.6 ha. The method used is the SWAT Method (Soil and Water Assessment Tool) using ArcSwat software that integrates GIS. This research is included in non-experimental research that is by using direct observation in the field. Input of SWAT data include slope, land cover type, climate, and soil type. The analysis used in determining the vulnerability of the watershed to drought is to use the Soil Moisture Deficit Index (SMDI) through the Soil Water (SW) parameter. In this study the use of SWAT model output through ArcSwat, has been able to describe the condition of water supply in the Limboto watershed, which as a whole has been included in the "Vulnerable" category. By comparing the area that experienced drought before and after simulation / running land use directives, it can be concluded that the difference in the area of the watershed that experiences drought with the "Vulnerable" classification is obtained 37,513.1 ha or a decrease of 43.4% from watershed area. Keywords: Drought, Direction for Land Use, Limboto River Basin, Landing Simulation Abstrak – Perubahan penggunaan lahan merupakan kekuatan sosial ekonomi yang paling mendorong perubahan dan degradasi ekosistem. Terganggunya siklus hidrologi telah menimbulkan “3 T” masalah klasik air “too much (yang menimbulkan banjir), “too little (yang menimbulkan kekeringan) dan “too dirty (yang menimbulkan pencemaran air). Berdasarkan data BNPB tahun 1979-2009 terdapat 8 kejadian kekeringan di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto dengan luas DAS 86412,6 ha. Metode yang digunakan adalah Metode SWAT (Soil and Water Assessment Tool) dengan menggunakan software ArcSwat yang terintegrasi SIG. Penelitian ini termasuk dalam penellitian non-eksperimen yakni dengan menggunakan pengamatan langsung di lapangan. Input data SWAT antara lain lereng, jenis tutupan lahan, iklim, dan jenis tanah. Analisis yang digunakan dalam menentukan kerentanan DAS terhadap kekeringan adalah dengan menggunakan Soil Moisture Deficit Index (SMDI) melalui parameter Soil Water (SW). Pada penelitian ini penggunaan output model SWAT melalui ArcSwat, telah mampu menggambarkan kondisi pasokan air pada DAS Limboto, yang secara keseluruhan telah termasuk dalam kategori “Rentan”. Dengan membandingkan luas area yang mengalami kekeringan pada sebelum dan setelah dilakukan simulasi/running arahan penggunaan lahan maka dapat disimpulkan bahwa selisih luas area DAS yang mengalami kekeringan dengan klasifikasi “Rentan” diperoleh 37.513,1 ha atau secara persentasi mengalami penurunan sebesar 43,4 % dari luas DAS. Kata Kunci: Kekeringan, Arahan Penggunaan Lahan, Daerah Aliran Sungai Limboto, Simulasi Arahan
KARAKTERISTIK MORFOLOGI BUKIT HUNDULOBOHU BERDASARKAN DATA LITOLOGI DAN SHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION (SRTM) Ayuba, Sri Rahayu; Jaya, Risman
Akademika : Jurnal Ilmiah Media Publikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2018): April
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.698 KB) | DOI: 10.31314/akademika.v7i1.98

Abstract

Research on the morphology of a form of land can be done by field survey method and utilization of data to do modeling of land. Based on this, the morphological characteristics of Bukit Hundulobohu are interesting to be investigated by using lithology and SRTM data. In collecting and analyzing field data and SRTM obtained that Bukit Hundulobohu rocks are composed of tuff sandstone, limestone and loose material. The high difference of research area is 2 - 5 meter with slope of 2 - 7%. The research relief classes are included in flat or nearly flat relief classes and corrugated relief classes / slopes of slopes. Characteristics of research areas that are somewhat skewed causing movement of soil in this area tend to be low but including erosion prone. The dangers of erosion are greater with the discovery of litative tuffs and obsolete limestone in the study area. Tuf pasiran and limestone is also a rock that is not resistant Penelitian terhadap morfologi suatu bentuklahan dapat dilakukan dengan metode survei lapangan dan pemanfaatan data-data untuk melakukan pemodelan bentuklahan. Berdasarkan hal ini maka karakteristik morfologi Bukit Hundulobohu menarik untuk diteliti dengan menggunakan data litologi dan data SRTM. Pada pengumpulan dan analisis data lapangan dan SRTM diperoleh bahwa batuan Bukit Hundulobohu tersusun atas batuan tuf pasiran, batugamping dan material lepas. Beda tinggi daerah penelitian adalah 2 – 5 meter dengan kemiringan lereng 2 – 7 %. Kelas relief daerah penelitian termasuk dalam kelas relief datar atau hampir datar dan kelas relief bergelombang/lereng landai. Karakteristik daerah penelitian yang agak miring menyebabkan gerakan tanah pada daerah ini cenderung rendah namun termasuk rawan erosi. Bahaya erosi semakin besar dengan ditemukannya litologi tuf pasiran dan batugamping yang sudah lapuk pada daerah penelitian. Tuf pasiran dan batugamping juga merupakan batuan yang tidak resisten.