Articles

Found 3 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA DAN ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BINTANGUR (Calophyllum soulattri Burm. F.) Fajriaty, Inarah; IH, Hariyanto; Andres, Andres; Setyaningrum, Risky
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.407 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v7i1.768

Abstract

Bintangur (Calophyllum soulattri Burm.F.) oleh masyarakat Indonesia digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penapisan fitokimia dan profil kromatogram dari daun bintangur. Daun bintangur diekstraksi menggunakan alat Soxhlet dan pelarut etanol 96%. Metabolit sekunder diidentifikasi dengan uji skrining fitokimia dan uji KLT. Alkaloid menggunakan Mayer, Wagner, dan Dragendoff, Flavonoid dengan uji Schinoda, terpenoid/steroid menggunakan Liebermann Burchard, tanin menggunakan FeCl3 dan gelatin, fenolmenggunakan FeCl3, saponin dengan indeks busa, indeks ikan, dan indeks hemolitik, dan quinon dengan NaOH. Pengujian senyawa terpenoid/steroid dan fenol dilanjutkan dengan uji KLT dengan fase diam plat silika gel GF254 dan fase gerak n-heksana:etil asetat (6:4) dan (3:7), sinar UV 254nm dan 366nm serta dengan penampak bercak Libermann Burchard dan FeCl3. Skrining fitokimia menunjukan senyawa flavonoid, steroid, fenol, tanin, dan saponin dengan indeks ikan sebesar 400 kali pengenceran, indeks busa166,67 dan indeks hemolitik 1.176,470. Uji KLT menunjukkan senyawa terpenoid/steroid dan fenol dengan bercak warna biru violet dan biru kehitaman.Kata kunci: Ekstrak Etanol Daun Bintangur (Calophyllum soulattri Burm.F.),               Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Skrining Fitokimia
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Kota Singkawang terhadap Obat Generik Morison, Forid; Untari, Eka K.; Fajriaty, Inarah
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.529 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2015.4.1.39

Abstract

 Data survei menunjukkan penggunaan obat generik di Indonesia masih sangat kecil, yaitu sebesar 7%. Hal ini disebabkan pengetahuan dan persepsi yang buruk terhadap obat generik. Tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat dan sumber informasimengenai obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara karakteristik masyarakat beserta sumber informasi dengan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan deskriptif potong lintang pada 142 responden terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilakukan pada Juni 2014 di beberapa lokasi yang dipilih secara acak di Kota Singkawang. Penelitian menunjukkan sebanyak 76 responden (53,5%) memiliki pengetahuan yang kurang memadai dan 123 responden (86,6%) memiliki persepsi yang baik terhadap obat generik. Terdapat hubungan yang signifikan antara etnis (p=0,000) dan sumber informasi (p=0,009) dengan tingkat pengetahuan mengenai obat generik pada taraf signifikansi p<0,05. Sosialisasi informasi secara luas mengenai obat generik harus terus dilanjutkan untuk meningkatkan penggunaan obat generik meskipun persepsi yang baik terlihat pada responden.Kata kunci: Asosiasi, obat generik, persepsi, tingkat pengetahuanAnalysis of Knowledge Level and Perception on Singkawang City Community towards Generic MedicinesSurvey data show that the use of generic medicines in Indonesia is relatively very small, which only amounted 7%. This is due to lack of knowledge and poor perceptions towards generic medicines. Knowledge level and perceptions towards generic medicines are influenced by community characteristics and information resource regarding generic medicines. The aim of this study was to determine the association between community characteristic and information resources with knowledge level and perception towards generic medicines. This study was an analytical survey with cross-sectional descriptive approach on 142 selected respondents who were fulfil inclusion and exclusion criteria. This study was conducted in June 2014 at several randomly selected locations on Singkawang City. The study show that 76 respondents (53.5%) had inadequate knowledge and 123 respondents (86.6%) had a good perception towards generic medicines. There is significant relationship between ethnicity (p=0.000) and information resources (p=0.009) with knowledge level regarding generic medicines at significance level of p<0.05. Although good perceptions were noted among the respondents, widespread dissemination of information regarding generic medicines should be continued to increase generic medicines used.Key words: Association, generic medicines, knowledge level, perceptions
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Proteus mirabilis Muhani, Mutiara; Sari, Rafika; Fajriaty, Inarah
Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.352 KB) | DOI: 10.7454/psr.v4i3.3756

Abstract

Daun gaharu (Aquilaria microcarpa Bail) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan kandungan  senyawa metabolit sekunder daun gaharu dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Proteus mirabilis dengan metode Disc diffusion Kirby-Bauer. Simplisia daun gaharu dimaserasi dengan etanol 96%.  Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun gaharu  mengandung flavonoid,fenol,tanin,saponin dan steroid. Selanjutnya dilakukan KLT untuk penegasan adanya senyawa kimia pada ekstrak daun gaharu menggunakan fase gerak butanol:asam asetat:air (4:1:5) dengan fase diam silika gel GF254 dengan penampak bercak FeCl3 5% untuk fenolik dan AlCl3 5% untuk flavonoid kemudian di deteksi pada sinar UV 254nm dan 366nm. Kontrol positif yang digunakan adalah Siprofloksasin 50μg sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 20%. Berdasarkan hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak etanol daun gaharu pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 300 mg/mL, 400 mg/mL, 500 mg/mL yaitu 12,50 mm, 13,51 mm,  15,80 mm. Sedangkan pada Proteus mirabilis dengan konsentrasi 300 mg/mL, 400 mg/mL, 500 mg/mL yaitu 12,10 mm, 13,26 mm, 15,19 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gaharu memiliki aktivitas pada Gram positif dan Gram negatif.