Articles

Found 5 Documents
Search

Formulasi Sediaan Masker Gel Peel-off Antioksidan dari Ekstrak Sari Tomat (Solanum lycopersicum L. var. cucurbita) Armadany, Fery Indradewi; Hasnawati, Hasnawati; Sirait, Morita
Pharmauho Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.344 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan masker gel peel-off dari ekstrak sari tomat yang memiliki aktivitas antioksidan serta untuk mengetahui kestabilan fisikokimia (organoleptis, pH, viskositas dan homogenitas), waktu sediaan mengering dan uji iritasi terhadap kulit. Tomat disari dengan menggunakan juicer. Ekstrak sari tomat dikeringkan dengan menggunakan frezee dryer pada suhu -500C. Formulasi masker gel peel-off antioksidan ekstrak sari tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sari tomat 15%, 20%, 25% dan 30%. Pengujian aktivitas antioksidan masker gel peel-off ekstrak sari tomat menggunakan metode DPPH dan metode cycling test untuk evaluasi kestabilan masker gel peel-off. Metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus. Cycling test meliputi pengamatan masker gel peel-off secara organoleptis, pH, viskositas, dan homogenitas dan selanjutnya dilakukan uji waktu sediaan mengering dan uji iritasi terhadap kulit. Hasil evaluasi kestabilan fisika kimia sediaan masker gel peel-off menunjukkan bahwa semua formula stabil. Hasil uji waktu sediaan mengering masih memenuhi waktu kering masker gel peel-off yang baik. Sediaan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sari tomat memiliki aktivitas antioksidan yang paling besar pada konsentrasi 30%.Kata kunci: ekstrak sari tomat, masker gel peel-off, antioksidan, cycling test, metode DPPH
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Komba-Komba (Eupatorium odoratum) Berbunga Putih dan Berbunga Kuning Sebagai Antinyamuk Armadany, Fery Indradewi; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng; Fiyana, Ayu Sasta; Novi, Novi
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.583 KB)

Abstract

Komba-komba (Eupatorium odoratum) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak terdapat di daerah Sulawesi Tenggara dan memiliki khasiat sebagai penolak  nyamuk (repellant). Terdapat dua jenis tumbuhan yang dikenal sebagai komba-komba, yaitu komba-komba berbunga putih dan komba-komba berbunga kuning. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan berbunga kuning dan untuk mengetahui aktivitas antinyamuknya. Daun komba-komba diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian didelipidasi menggunakan n-heksan. Ekstrak terdelipidasi diidentifikasi metabolit sekundernya melalui skrining fitokimia secara kualitatif menggunakan reagen spesifik. Sedangkan uji aktivitas antinyamuk ekstrak terdelipidasi menggunakan konsentrasi 5%, 6%, dan 7% untuk menentukan daya proteksinya selama 6 jam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan jenis metabolit sekunder dari ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan kuning sama, yaitu alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Uji aktivitas menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin tinggi aktivitas antinyamuk yang dihasilkan. Ekstrak daun komba-komba berbunga kuning dan berbunga putih memiliki aktivitas antinyamuk yang sama, dimana ekstrak 7% memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk sediaan karena memiliki aktivitas awal 100% dan aktivitas hingga jam ke-6 sebesar 73%.Kata kunci: antinyamuk, Eupatorium odoratum, komba-komba, metabolit sekunder 
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Antijerawat Ekstrak Etanol Terpurifikasi Daun Sirih (Piper betle L.) Dengan Basis Vanishing Cream Terhadap Propionibacterium acne Nuralifah, Nuralifah; Armadany, Fery Indradewi; Parawansah, Parawansah; Pratiwi, Aulif
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

AbstrakJerawat merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan adanya peradangan yang disertai penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dalam kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acne. Salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat jerawat adalah daun sirih. Daun sirih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dipurifikasi dari klorofilnya dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri terhadap ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dan sediaan krim dengan basis vanishing cream terhadap bakteri P. acne dengan metode sumuran. Uji stabilitas fisik sediaan krim meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, pH, dan tipe krim m/a.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dengan konsentrasi 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% memiliki daya hambat yang sedang, 1,5% dan 2% memiliki daya hambat pertumbuhan P. acne yang kuat. Konsentrasi ekstrak dalam pembuatan krim antijerawat dengan basis vanishing cream sebesar 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% dan 1,5% memiliki daya hambat yang sedang, 2% memiliki daya hambat yang kuat sedangkan kontrol positif (asam retinoat) yang digunakan memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan P. acne. Krim antijerawat dengan basis vanishing cream dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki aktivitas antibakteri yang paling baik terhadap P. acne.Kata kunci: Antibakteri, Daun Sirih, Krim Antijerawat Tipe m/a, Propionibacterium acne.
Pendugaan Umur Simpan Produk Beras Analog Wikau Maombo Instan Melalui Metode Aslt (Accerelated Shelf Life Testing) Dengan Pendekatan Isoterm Sorpsi Armadany, Fery Indradewi; Wahyuni, Sri; Herlina, Herlina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun K
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.234 KB)

Abstract

   Produk beras analog wikau maombo instan merupakan salah satu bentuk solusi yang dapat dikembangkan dalam menunjang program diversifikasi pangan. Produk ini dikembangkan dari makanan lokal masyarakat Buton yang terbuat dari tepung ubi kayu yang telah mengalami proses fermentasi dan sangat berpotensi untuk diproduksi dan dipasarkan oleh masyarakat secara komersial sebagai bahan pangan pengganti beras guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu umur simpan merupakan factor penting yang harus dicantumkan dalam kemasan produk.   Penelitian ini bertujuan memberikan informasi kepada produsen dan konsumen  atau masyarakat luas mengenai masa simpan dari produk wikau maombo instan sehingga memberikan rasa aman dalam mengkonsumsi produk tersebut. Produk beras analog wikau maombo instan merupakan produk yang mudah rusak  akibat proses penyerapan air sehingga dilakukan pendugaan umur simpan melalui metode ASLT dengan pendekatan kurva isotherm sorpsi (kadar air kritis). Metode tersebut menggambarkan penambahan atau kehilangan kandungan air dari suatu bahan pangan pada suhu dan kelembaban yang konstan. bila perubahan kadar air mempengaruhi mutu bahan pangan maka dengan mengetahui pola penyerapan airnya dan menetapkan nilai kadar air kritisnya, umur simpan dapat ditentukan.   Penelitian dilakukan dengan penentuan kadar air menggunakan metode termogravimetri dan pengujian organoleptic terhadap penampakan fisik produk (uji organoleptic) meliputi tekstur, warna dan pertumbuhan jamur.   Hasil penelitian menunjukkan kadar air awal wikau maombo instan sebesar 11,34%, kadar air kritis pada kelembaban relative (RH) 75%, suhu 30oC sebesar 12,43%, kadar air kesetimbangan sebesar 12,99%. Berdasarkan kurva sorpsi isotermis model Caurie diperoleh nilai MRD sebesar 3,58. Parameter pendukung meliputi permeabilitas kemasan plastic polipropilena 0,185 g/m2.hari.mmHg, luas kemasan 0,00455 m2, berat produk kering 4,433 g. Pengukuran dilakukan pada suhu 30oC dengan tekanan uap jenuh 31,82 mmHg. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh umur simpan produk pada RH 75% selama 925 hari (2 tahun, 6 bulan, 15 hari).
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Anti Jerawat Ekstrak Etanol Terpurifikasi Daun Sirih (Piper betle L.) dengan Basis Vanishing Cream Terhadap Propionibacterium acne Nuralifah, N; Armadany, Fery Indradewi; Parawansah, P; Pratiwi, Aulif
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.609 KB)

Abstract

Jerawat merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan adanya peradangan yang disertai penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dalam kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acne. Salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat jerawat adalah daun sirih. Daun sirih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dipurifikasi dari klorofilnya dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri terhadap ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dan sediaan krim dengan basis vanishing cream terhadap bakteri P. acne dengan metode sumuran. Uji stabilitas fisik sediaan krim meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, pH, dan tipe krim m/a.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dengan konsentrasi 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% memiliki daya hambat yang sedang, 1,5% dan 2% memiliki daya hambat pertumbuhan P. acne yang kuat. Konsentrasi ekstrak dalam pembuatan krim antijerawat dengan basis vanishing cream sebesar 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% dan 1,5% memiliki daya hambat yang sedang, 2% memiliki daya hambat yang kuat sedangkan kontrol positif (asam retinoat) yang digunakan memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan P. acne. Krim antijerawat dengan basis vanishing cream dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki aktivitas antibakteri yang paling baik terhadap P. acne.Kata kunci: Anti jerawat, daun sirih, krim m/a, Propionibacterium, antibakteri