Articles

Found 8 Documents
Search

KESEHATAN KERJA: PERSPEKTIF BUDAYA ORGANISASI Amir, Muhammad
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4774

Abstract

Tulisan ini merupakan respon dari rubrik “kronika” dalam media informasi “Etoss” yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Umum (BAU) UMS. Dalam kronika tersebut yang mengetengahkan hasil penelitian mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan judul : PENGENDALIAN KERUGIAN- AKIBAT KEMANGKIRAN yang tampil-ulangkan (secara ringkas) oleh Sam (?). sebagaimana harapan dari Sam sendiri, bahwa UMS sebagai lembaga pendidikan masih perlu menerima masukan baik berupa kritik maupun saran, demi kebaikan UMS itu sendiri, tentunya. Hanya saja kritik dan saran diharapkan proporsional, bila tidak proporsional maka perlu diabaikan. Menurut editor, biasanya, kritik atau saran yang tidak proporsional tidak bisa mengambil solusi, tapi hanya asal kritik dan justru mengarah pada pencarian kesalahan atau kelemahan orang lain saja, demikian ungkapnya Penulis disini berusaha mendiskripsikan dari sudut pandang akademis semata, yaitu dari sudut pandang Psikologis, Psikologi Industri dan Organisasi dan terbatas pada budaya organisasi.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PT. SURACO JAYA ABADI MOTOR CABANG ANTANG MAKASSAR Amir, Muhammad
Jurnal BISNIS & KEWIRAUSAHAAN Vol 6 No 4 (2017): Jurnal BISNIS & KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Jurnal BISNIS & KEWIRAUSAHAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.648 KB)

Abstract

The purpose of this study is intended to determine the effect of marketing mix namely product, price, promotion and distribution of consumer purchasing decisions at PT. Suraco Jaya Abadi Motor Branch Antang Makassar. The research was conducted at PT. Suraco Jaya Abadi Motor Branch Antang Makassar. Data collection methods used in this study is primary data which is the data directly taken from the object of research by using observation and questionnaires filled by respondents ie consumers PT. Suraco Jaya Abadi Motor Branch Antang Makassar. The analytical methods used to solve the problems and prove the hypothesis include the analysis of index numbers, validity test, reliability test, multiple linear regression analysis and hypothesis testing that includes t test, F test, and coefficient of determination (R2). The results concluded that the marketing mix of product, price, promotion and distribution influence consumer purchasing decisions at PT. Suraco Jaya Abadi Motor Branch Antang Makassar. Based on the results of the calculation Test coefficient of determination (R2) can be seen that the coefficient of determination (R2) obtained by 0.446. This means that 44.60% of purchasing decision variables can be explained by variations of product variables, price, promotion and distribution, while 55.40% is explained by other variables not found in this study.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN DAN KINERJA KEWIRANIAGAAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PT. SIMPATIK CABANG GOWA Amir, Muhammad
Jurnal BISNIS & KEWIRAUSAHAAN Vol 6 No 1 (2017): Jurnal BISNIS & KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Jurnal BISNIS & KEWIRAUSAHAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.073 KB)

Abstract

The purpose of the research were 1) to analyze the effect of mix marketing consisted of product, price, promotion, distribution line added by salesperson performance toward the increasing of sale volume at PT SImpatik Gowa, 2) to identify the influence the  most dominant variable toward the increasing of sale volume at Simpatik Gowa. The research was conducted at PT Simpatik Gowa by 395 number of population. The total samples were 80. The data were collected by giving questionnaire and documentation. The research used descriptive statistic analysis and double linear regression with SPSS 20. The result of the research by simultaneously and partially showed that variable of product, price, channels distribution and performance of salesperson gave the positive influence significantly toward variable of the increase of sale volume, except the variable of promotion gave the inversely proportional influence toward the sale volume of PT Simpatik Gowa.  Moreover, in partially, the variable of product was the most dominant influence to the increase of sale volume than the other variables.
GERAKAN PETTA BARANG DI DAERAH BUGIS PADA 1906-1913 Amir, Muhammad
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.648 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.428

Abstract

Kajian ini bertujuan menguraikan gerakan perlawanan Petta Barang terhadap pemerintah Belanda di daerah Bugis. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasakan perspektif sejarah. Prosedur kerjanya terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendudukan militer Belanda dan mengambilan kekuasaan pemerintahan atas Kerajaan Bone oleh pemerintah kolonial Belanda menjadi latar belakang munculnya gerakan Petta Barang. Ia memulai gerakannya sebagai seorang dukun yang sakti dan “menjual” atau membagikan jimat kepada pasien atau penduduk yang bersedia menjadi pengikutnya. Oleh karena itu, nama dan kesaktian Petta Barang semakin terkenal di masayarakat serta pengaruhnya pun semakin luas, baik di daerah  Bone pada khususnya maupun di daerah Bugis pada umumnya. Setelah kedudukannya cukup kuat, Petta Barang memerintahkan kepada para pengikutnya untuk melancarkan serangan terhadap kedudukan pasukan Belanda di Watampone, Pattiro Bulu, dan sejumlah tempat di daerah Bugis. Selain itu, juga melakukan penyerangan terhadap pasukan patroli Belanda pada setiap ada kesempatan, sehingga cukup merepotkan pasukan Belanda. Itulah sebabnya pemerintah Belanda memusatkan perhatian dan mengerahkan kekuatan militer untuk menumpas gerakan Petta Barang bersama para pengikutnya. Usaha-uasaha itu akhirnya membuahkan hasil ketika Petta Barang berhasil ditangkap di Citta, Soppeng pada 1913.
KONFLIK TANETE DENGAN BELANDA DI SULAWESI SELATAN 1824 Amir, Muhammad
Jnana Budaya: Media Informasi dan Publikasi Sejarah dan Nilai Tradisional Vol 19, No 2 (2014): Edisi Agustus 2014
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.474 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkap dan menjelaskan konflik antara Kerajaan Tanete dengan pemerintah kolonial Belanda 1824. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasakan perspektif sejarah. Prosedurnya terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dalam bentuk kisah. Hasil kajian menunjukkan bahwa benih-benih konflik yang telah tumbuh sejak zaman VOC, kembali bergolak ketika Belanda kembali dan mulai menata kedudukan dan kekuasaan pemerintahan kolonialnya di Sulawesi Selatan. Oleh karena Belanda bukan hanya mendesak Tanete untuk melepaskan kekuasaan atas daerah-daerah yang diduduki, seperti Segeri, Labbakang, Pangkajene, dan Maros, tetapi pemerintah kolonial Belanda juga memaksakan pembaharuan Kontrak Bungaya kepada Tanete. Penolakan Tanete atas semua tuntutan itu, mendorong Gubernur Jenderal Van der Capellen memutuskan untuk melancarkan ekspedisi militer terhadap Tanete. Meskipun Tanete memberikan perlawanan atas serangan itu, namun mereka akhirnya harus menerima kenyataan tunduk di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda.
ANALISIS KOORDINASI PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA ANALYSIS OF DEVELOPMENT COORDINATION OF CENTRAL SULAWESI PROVINCE WORK PLAN Husen, Imran; Amir, Muhammad; Nehru Husain, Syahri
Publica : Jurnal Administrasi Pembangunan dan Kebijakan Publik Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Publica Vol 9 No 1
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/publica.v9i1.6533

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis koordinasi penyusunan RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi koordinasi penyusunan RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen. Informan penelitian sebanyak 6 orang yang dipilih secara purposif dengan pertimbangan keterlibatan dalam koordinasi penyusunan RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif model interaktif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi penyusunan RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara mencakup empat aktivitas teknis, yakni: mengidentifikasi tujuan, mengatur kegiatan, menugaskan kegiatan kepada pelaku, dan melakukan sinkronisasi kegiatan, yang dilakukan secara bertahap dan berurutan, serta dalam sistem multi-level sesuai perspektif era governance post-NPM. Kelemahan dalam penyelenggaraan koordinasi tersebut adalah tidak adanya pernyataan eksplisit tentang tujuan koordinasi dan matrik kalender kegiatan yang sangat terbatas cakupannya.   Kata-kata kunci:  Koordinasi, RKPD, mandat, sistem, keperilakuan
DESKRIPSI DAN SPESIFIKASI PEKERJAAN PEGAWAI PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN KONAWE UTARA Apriyanti, Heppy; Banga, Wempy; Amir, Muhammad
Publica : Jurnal Administrasi Pembangunan dan Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Publica Vol 8 No 1
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.728 KB) | DOI: 10.33772/publica.v8i1.6597

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis deskripsi dan spesifikasi pekerjaan pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe tujuan deskriptif. Strategi penelitian yang digunakan adalah sensus di mana 42 pegawai seluruhnya menjadi responden. Instrumen pengambilan data adalah kuesioner dengan konstruksi skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif rata-rata hitung dan persentase dengan menggunakan SPSS versi 20 dan MS Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi pekerjaan termasuk kategori  sesuai, hal ini tercermin  melalui  apa yang dirasakan pegawai terhadap tugas pokok, wewenang  dan tanggung jawab. Selain itu, seluruh pegawai  memiliki spesifikasi pekerjaan yang  dipersyaratkan  untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif. Kata-kata kunci: Deskripsi pekerjaan, Spesifikasi pekerjaan, Tugas pokok, Tanggung jawab.   
Kepemimpinan Lokal dalam Pelestarian Budaya Buton pada Masyarakat Katobengke di Kota Bau-Bau Amir, Muhammad
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1, Februari 2013
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7905.418 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kepemimpinan lokal pada  masyarakat Katobengke, dan mengevaluasi peran kepemimpinan lokal dalam pelestarian budaya Buton.  Penelitian ini menggunakan metode  penelitian kualitatif, dengan  pendekatan etnografi.  Lokasi penelitian ini pada  tiga kelurahan dalam wilayah Kecamatan Betoambari yakni Kelurahan Katobengke, Kelurahan Lipu, dan Kelurahan Waborobo. Informan dalam penelitian ini adalah Parabela, perangkat adat, dan Lurah. Metode pengumpulan data   dalam penelitian ini adalah : metode  observasi  partisipan  (partisipation  observation method), metode wawancara  mendalam (interview method), dan  studi kepustakaan (library research). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai saat ini masih tampak pelaksanaan kepemimpinan lokal pada kelompok  masyarakat  Katobengke dalam bingkai kepemimpinan otoritas formal-administratif.  Parabela  memperoleh sumber kewenangan dari aturan-aturan adat yang masih kuat melekat di masyarakat. Nilai-nilai dan  norma  yang secara tradisional  telah diturunkan sejak dari nenek moyang dapat menjadi acuan bagi tingkah laku dalam kehidupan sosial pada warga Kota Bau-Bau yang heterogenitas tanpa ada pandangan yang negatif  terhadap salah satu kelompok yaitu orang Katobengke dalam berinteraksi dengan warga kota lainnya di Kota Bau-Bau. Nilai-nilai tersebut yang disosialisasikan dan ditransformasikan oleh parabela  lewat pranata-pranata adat yang sudah lama teruji dalam lingkungan masyarakat Katobengke untuk tetap percaya diri dan tetap membangun kerja sama dengan pihak luar yang merupakan modal sosial orang Katobengke, yang nantinya dapat menjadi contoh bagi warga kota lainnya di luar lingkungan masyarakat Katobengke, karena umumnya warga Kota Bau-Bau telah banyak dipengaruhi oleh kehidupan yang modern, individualis dan rentang dengan konflik. Peran kepemimpinan lokal dalam pelestarian budaya Buton masih berperan sebagai pemangku adat. Kata kunci: kepemimpinan  lokal, pelestarian budaya Buton, dan masyarakat Katobengke