Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Mikroenkapsulasi Probiotik Bakteri Asam Laktat Indigenous Unggas Menggunakan Bahan Penyalut Maltodekstrin Terhadap Viabilitas Selama Penyimpanan Pradipta, Monica Sonia Indri
Journal of Livestock Science and Production Vol 1, No 1 (2017): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji pengaruh bahan penyalut maltodekstrin yang digunakan pada mikroenkapsulasi probiotik bakteri asam laktat (BAL) dengan metode spray drying terhadap viabilitas sel BAL selama penyimpanan dan pengeringan. Probiotik BAL yang digunakan adalah Streptococcus thermophilus (Kp-2), Lactobacillus murinus (Ar-3), Pediococcus acidilactici (Kd-6). Probiotik disimpan pada temperatur ruang semalam 6 minggu dalam kondisi aerobik. Pengujian viabilitas mikrokapsul probiotik BAL dilakukan setiap minggu. Viabilitas mikrokapsul probiotik memiliki kemampuan hidup 60 hingga 80% pasca spray drying dan menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun pada viabilitas selama penyimpanan. Kata kunci: Mikroenkapsulasi, maltodekstrin, probiotik unggas, viabilitas, spray drying
Reproduction Performance of Magelang Duck Evaluated by Histological Preparation Nugrahini, Yosephine Laura Raynardia Esti; Pradipta, Monica Sonia Indri
Journal of Livestock Science and Production Vol 2, No 2 (2018): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract               This study aims to increase duck population in their origin distribution area Sempu, Ngadirojo Village, Secang, Magelang district. The increasing is evaluated by Magelang duck reproduction performance in this area. Ngadirojo was the origin area of duck Magelang distribution but unfortunately the population has begun to decline due to the presence of commercial farmers who sell this type of duck out of the region. Most of the people in Ngadirojo also maintain semi-intensive methods so that reproduction and maintenance performance is poorly controlled due to low performance including reproduction. The data evaluated includes mature age, mature sex weight, egg laying, egg production per week, egg fertility, egg hatchability, incubation time, mating method, and reproductive technology that had been applied. Data collection was grouped on intensive and semi-intensive farms in Sempu sub-village, Ngadirojo village, Secang sub-district, Magelang regency. Evaluation has been carried out through the manufacture of histological preparations for female reproductive ducks of production age (6-12 months) on intensive and semi-intensive farms. Reproductive performance data were analyzed descriptively and data on histology preparations were displayed as support. The results obtained by farms in the Sempu sub-village are semi-intensive duck breeders, ducks are carried out in to the rice fields at certain hours. No intensive breeders were found in the Sempu hamlet, therefore comparative data as intensive breeders were obtained in the Tempuran area, Magelang district. Based on the survey, Magelang duck farmers in Sempu hamlet had normal reproductive performance but when evaluated through histology preparations it was found that the reproductive organ tissue of Magelang ducks which were intensively maintained were more productive. Key words : Magelang duck, histological preparation, Secang sub-district, Reproduction.
PENGARUH MIKROENKAPSULASI PROBIOTIK BAKTERI ASAM LAKTAT INDIGENOUS UNGGAS MENGGUNAKAN BAHAN PENYALUT MALTODEKSTRIN TERHADAP VIABILITAS SELAMA PEMANASAN Pradipta, Monica Sonia Indri
Journal of Livestock Science and Production Vol 2, No 1 (2018): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bahan penyalut maltodekstrin yang digunakan pada  mikroenkapsulasi  probiotik  bakteri  asam  laktat  (BAL)  dengan  metode  spray  drying  terhadap viabilitas  sel  BAL  selama  pengeringan.  Probiotik  BAL  yang  digunakan  adalah Streptococcus thermophilus  (Kp-2),  Lactobacillus  murinus  (Ar-3),  Pediococcus  acidilactici (Kd-6).  Mikrokapsul probiotik  Lactobacillus  murinus  menunjukkan  ketahanan  terhadap temperatur  80-85°C  selama  15 detik, akan tetapi Lactobacillus murinus tidak mampu mempertahankan viabilitasnya pada detik ke-30 dan  45.  Di  sisi  lain,  Streptococcus thermophilus  dan  Pediococcus  acidilactici  menunjukkan kemampuan  menghadapi  paparan panas  selama  15,  30  dan  45  detik.  Kadar  air  semua  sampel mikrokapsul probiotik berada pada standar normal kadar air dari produk hasil spray drying (di bawah 6%),  sementara aktivitas  air  berada  pada  kisaran  0,08  hingga  0,19.  Kesimpulan  yang  diperoleh adalah viabilitas  seluruh  probiotik  menurun  seiring  bertambahnya  lama  waktu  pemanasan  yang digunakan.  Sementara  persentase  viabilitas  Streptococcus  thermophilus  (Kp-2), Pediococcus acidilactici (Kd-6), dan probiotik campuran (MIX) pada detik ke-30 dan ke-45 tidak berbeda nyata  Kata kunci: Mikroenkapsulasi, probiotik unggas, viabilitas, pemanasan, spray drying 
Kualitas Ransum Itik Magelang pada Pemeliharaan Intensif dan Semi Intensif terhadap Bobot Badan dan Produksi Telur Rahayu, Tri Puji; Waldi, Lastriana; Pradipta, Monica Sonia Indri; Syamsi, Afduha Nurus
Bulletin of Applied Animal Research Vol 1, No 1 (2019): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v1i1.164

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi kualitas ransum Itik Magelang pada pemeliharaan intensif maupun semi intensif terhadap bobot badan dan produksi telur. Ternak yang digunakan berupa Itik Magelang sebanyak 40 ekor terdiri atas 20 ekor (intensif) dan 20 ekor (semi intensif). Metode penelitian secara experimental farm melalui survey lokasi peternakan, pemeliharaan Itik Magelang (intensif dan semi intensif), serta evaluasi produksi.  Parameter yang diukur yaitu kualitas ransum, bobot badan dan produksi telur Itik Magelang. Data dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata, antara kualitas ransum pemeliharaan intensif dengan semi intensif terhadap bobot badan dan produksi telur Itik Magelang. Rataan bobot badan Itik Magelang pada pemeliharaan intensif lebih tinggi sebesar 1,90 kg dibandingkan semi intensif sebesar 1,72 kg.  Produksi telur itik Magelang pada pemeliharaan intensif lebih tinggi sebanyak 347 butir dibandingkan pemeliharaan semi intensif sebanyak 125 butir.  Dapat disimpulkan ransum Itik Magelang pada sistem pemeliharaan intensif memiliki kualitas lebih tinggi dari ransum pada sistem pemeliharaan semi intensif. Kualitas ransum pada sistem pemeliharaan intensif itik Magelang akan berdampak positif pada peningkatan bobot badan dan produksi telur yang dihasilkan jika dibandingkan dengan sistem pemeliharaan semi intensif.Kata Kunci: Itik Magelang, intensif, semi intensif, bobot badan, produksi telur.