Articles

Found 2 Documents
Search

Kelimpahan Bakteri Coliform Pada Air Laut, Sedimen dan Foraminifera Jenis Calcarina Di Ekosistem Terumbu Karang Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Askar, Agus Tri; Agung, Mochamad Untung Kurnia; Andriani, Yuli; Yuliadi, Lintang Permatasari
Jurnal Akuatika Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.83 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v3i1.17994

Abstract

Bakteri coliform sudah lama dikenal sebagai bioindikator cemaran bahan organik di suatu perairan. Perairan laut merupakan muara bagi semua jenis limbah baik organik maupun anorganik yang berasal dari daratan. Foraminifera yang merupakan diatom bentik yang khas ditemukan di ekosistem terumbu karang juga dapat terkontaminasi bakteri coliform pada perairan yang mengalami kondisi pencemaran bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kelimpahan bakteri coliform pada air laut, sedimen dan foraminifera jenis calcarina. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Agustus 2017 di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Molekuler (MICROMOL) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Most Probable Number (MPN) yang dibandingkan dengan standar baku mutu Kep-51/MENKLH/2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri coliform pada air laut yaitu 9->1100 MPN/100 mL, pada sedimen sebesar 7-803,33 MPN/100 g dan yang ditemukan pada foraminifera jenis calcarina berkisar <3-16 MPN/100 g. Nilai bakteri coliform yang didapat pada sampel sedimen dan foraminifera masih dibawah ambang batas baku mutu Kementrian Lingkugan Hidup Nomor 51 tahun 2004. Namun, Pada sampel air laut hanya stasiun 1 dan stasiun 2 sudah melebihi batas ambang baku mutu yaitu 1100 MPN/100 ml.
Antibacterial Activity of Haslea ostrearia Supernatant Adapted in Indonesia against Pathogenic Bacteria Relevant to Mariculture (In-Vitro Study) Permatasari, Ikfa; Prasetiya, Fiddy Semba; Arsad, Sulastri; Agung, Mochamad Untung Kurnia; Mouget, Jean-Luc
Journal Omni-Akuatika Vol 15, No 1 (2019): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.048 KB) | DOI: 10.20884/1.oa.2019.15.1.626

Abstract

Haslea ostrearia has known as the only diatom which synthesizes a water-soluble blue pigment, marennine. It has some biological activities such as allelopathy, antioxidant, antibacterial, antiviral, and growth inhibitor. Marennine is available in two forms, intracellular which located in the apical of the cell and extracellular which released into the culture medium. This research aimed to test the bioactivity of Haslea ostrearia supernatant adapted in Indonesia as an antibacterial against pathogenic bacteria relevant to marine culture using in-vitro study. This research was using an explorative method, data analysed statistically and descriptive-comparatively observed. Observation parameters were the inhibitory zone of antibacterial activity, absorbance value of MIC test, and bacterial growth qualitatively from MBC test. Marennine concentration in the supernatant of Haslea ostrearia adapted in Indonesia is about 3.74 mg. L-1. The highest concentration supernatant of Haslea ostrearia that shown antibacterial activity is 3.5 mg. L-1 with inhibitory zone diameter is about 6.87 mm for Staphylococcus aureus and 7.14 mm for Vibrio harveyi, correspondingly. The minimum concentration that inhibits the growth of Staphylococcus aureus is 0.03 mg. L-1, while for Vibrio harveyi is 0.06 mg. L-1. Antibacterial activity of supernatant Haslea ostrearia originally adapted in Indonesia classified into bacteriostatic