Rejeki, Sri Tanjung
Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementation of Basic Obstetric and Neonatal Emergency Service Program (PONED) at Health Centers, Tegal Rejeki, Sri Tanjung; Akhyar, Muhammad; R, Supriyadi Hari
Journal of Maternal and Child Health Vol 1, No 4 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.018 KB)

Abstract

Background: Maternal mortality reached 33 cases in Tegal in 2015. Some measures had been taken to reduce maternal mortality rate and infant mortality rate, among others was basic obstetric and neonatal emergency service program (PONED). The PONED program was operated by health centers with inpatients services 24 hours a day and 7 days a week. This study evaluated the Implementation of Basic Obstetric and Neonatal Emergency Service Program (PONED) at Health Centers, Tegal.Subjects and Method: This was an evaluation study with qualitative approach and CIPP (context, input, process, product) framework. This study was conducted in Tegal, Central Java. A total of 10 key informants, including Head of Family Health and Nutrition Division at the District Health Office Tegal, Head of Health Centers, Midwife responsible for operating PONED, mothers with post heavy pre-eclampsia, were selected for this study. The data were collected by in-depth interview, observation, and document review. Results: From the context perspective, the objective of PONED at the health centers conformed with the policy. The number of health personnel was sufficient. But nurses have not been involved in the PONED health centers. There was no special fund for operating PONED health centers. The number of facilities was sufficient. From the input perspective training on emergency service had been well carried of. An effort to increase facilities had been plan from the process perspective  the health centers PONED services had conformed with the SOP. The health personnel performed task according to the job description. Intersectoral collaboration and program were well implemented. The impeding factors included the long process of BPJS claim, and low community awareness. From the product perspective, patients reported high satisfaction of the health centers PONED services.Conclusion: The basic obstetric and neonatal emergency services program (PONED) has been well implemented in Tegal.Keywords: PONED program, evaluation, CIPP, maternal mortality Correspondence: Sri Tanjung Rejeki. School of Health Sciences Bhakti Mandala Husada, Slawi. Email: sritanjung-rejeki@yahoo.co.id.Journal of Maternal and Child Health (2016), 1(4): 257-267https://doi.org/10.26911/thejmch.2016.01.04.07
Implementation of Basic Obstetric and Neonatal Emergency Service Program (PONED) at Health Centers, Tegal Rejeki, Sri Tanjung; Akhyar, Muhammad; R, Supriyadi Hari
Journal of Maternal and Child Health Vol 1, No 4 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.018 KB)

Abstract

Background: Maternal mortality reached 33 cases in Tegal in 2015. Some measures had been taken to reduce maternal mortality rate and infant mortality rate, among others was basic obstetric and neonatal emergency service program (PONED). The PONED program was operated by health centers with inpatients services 24 hours a day and 7 days a week. This study evaluated the Implementation of Basic Obstetric and Neonatal Emergency Service Program (PONED) at Health Centers, Tegal.Subjects and Method: This was an evaluation study with qualitative approach and CIPP (context, input, process, product) framework. This study was conducted in Tegal, Central Java. A total of 10 key informants, including Head of Family Health and Nutrition Division at the District Health Office Tegal, Head of Health Centers, Midwife responsible for operating PONED, mothers with post heavy pre-eclampsia, were selected for this study. The data were collected by in-depth interview, observation, and document review. Results: From the context perspective, the objective of PONED at the health centers conformed with the policy. The number of health personnel was sufficient. But nurses have not been involved in the PONED health centers. There was no special fund for operating PONED health centers. The number of facilities was sufficient. From the input perspective training on emergency service had been well carried of. An effort to increase facilities had been plan from the process perspective  the health centers PONED services had conformed with the SOP. The health personnel performed task according to the job description. Intersectoral collaboration and program were well implemented. The impeding factors included the long process of BPJS claim, and low community awareness. From the product perspective, patients reported high satisfaction of the health centers PONED services.Conclusion: The basic obstetric and neonatal emergency services program (PONED) has been well implemented in Tegal.Keywords: PONED program, evaluation, CIPP, maternal mortality Correspondence: Sri Tanjung Rejeki. School of Health Sciences Bhakti Mandala Husada, Slawi. Email: sritanjung-rejeki@yahoo.co.id.Journal of Maternal and Child Health (2016), 1(4): 257-267https://doi.org/10.26911/thejmch.2016.01.04.07
PEMANFAATAN BUKU KIA DALAM KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLAWI Rejeki, Sri Tanjung; Hadiningsih, Tri Agustina; Wahyuningsih, Rina Febri
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.08 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.236

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam  menurunkan AKI, AKB dan mengurangi komplikasi selama kehamilan dengan  Penggandaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Diharapkan dengan adanya buku KIA dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatan. Studi pendahuluan  dilakukan pada 10 ibu hamil dengan hasil sebagian besar ibu hamil hanya membawa buku KIA ketika melakukan pemeriksaan tanpa membaca isi  buku KIA dan 4 ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan ketika menjelang persalinan.Tujuan penelitian iniu ntuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Slawi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 37 ibu hamil Trimester III dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2019 .Data dianalisis dengan menggunakan system komputerisasi SPSS dengan uji statistic Fisher exact untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan kepatuhan kunjungan ANC yang disajikan dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil trimester III karena nilai Asym. Sig sebesar 1,000(p value < 0,05). Ibu yang tidak memanfaatkan buku KIA belum tentu tidak melakukan kunjungan ANC. Kata kunci : buku KIA; ANC; ibu hamil
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI WILAYAH PUSKESMAS SLAWI Fitriani, Yuni; Rejeki, Sri Tanjung; Masturoh, Masturoh
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu dan anak merupakan kelompok paling rentan. Hal ini menjadi alasan pentingnya upaya kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia sehingga penilaian terhadap status kesehatan dan kinerja upaya kesehatan ibu dan anak penting untuk dilakukan. Keberhasilan upaya kesehatan ibu diantaranya dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Tegal pada tahun 2016 sebanyak 27 kasus, mengalami penurunan dibandingkan jumlah kasus kematian ibu tahun 2015 sebanyak 33 kasus. Salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak yaitu dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, pengetahuan tersebut bisa diperoleh dengan mengikuti kelas ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil sejumlah 30 ibu hamil di wilayah Puskesmas Slawi kabupaten Tegal dari bulan maret sampai april 2018. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah Puskesmas Slawi kabupaten Tegal dengan nilai p value= 0,235 dimana p &gt; 0,05. Kata kunci : ,,.
PERBEDAAN PRAKTEK PIJAT BAYI SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PIJAT BAYI DI DESA DUKUHSALAM DAN KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 ., Siswati; Rejeki, Sri Tanjung; Esti Anggraeni, Ika
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi adalah mengurut bagian tubuh untuk melemaskan otot sehingga peredaran darah lancar yang dilakukan pada seluruh permukaan tubuh bayi.Rumusan masalahnya adalah “Adakah perbedaan praktek pijat bayi sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan tentang pijat bayi pada ibu bayi di Desa Dukuhsalam dan Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2013.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan praktek pijat bayi sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan tentang pijat bayi pada ibu bayi di Desa Dukuhsalam dan Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2013.Penelitian ini adalah penelitian pre eksperimental dengan menggunakan one group pre test dan post test design, Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode insidental sampling dengan jumlah sampel 30 ibu yang memiliki bayi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan cheklist.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan ibu bayi sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan tentang pijat bayi. Perbedaan tingkat pengetahuan ibu bayi sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dibuktikan dari hasil analisis menggunakan uji bertingkat bertanda wilcoxon dengan program SPSS didapatkan nilai Asym. Sig sebesar 0, 0001 (p value &lt; 0,05).