Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK KEPADATAN LALAT, SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HIGIENE TERHADAP KEJADIAN DEMAM TIFOID DI PEMUKIMAN UPTD RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) KOTA KENDARI TAHUN 2017 Lestari, Yunita; Nirmala, Fifi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.522 KB)

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonellathypi. Dari hasil catatan Puskesmas Poasia Kota Kendari terdapat 354 kasus pada tahun 2016. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalat, sanitasi lingkungan, jarak pemukiman denganRPH dan personal higiene terhadap kejadian demam tifoid di wilayah pemukiam RPH Kota Kendari. Penelitianini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan menggunakan metode case control. Responden padapenelitian ini berjumlah 40 orang kelompok kasus dan 40 orang kelompok kontrol. Metode pengambilan datadilakukan dengan observasi dan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi -square dengan tingkatkemaknaan 95%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa determinan yang berhubungan dengan kejadian demamtifoid adalah kepadatan lalat dengan nilai (P=0,035, OR= 3,116, CI 95% = 1,184–8,200); dan Jarak Perumahandengan nilai (P=0,020, OR= 3,444, CI 95% = 1,310–9,058). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalahsanitasi perumahan atau lingkungan dengan nilai (P= 1.000); dan personal higiene dengan nilai (P = 1.000).Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa ada hubungan antara kepadatan lalat danjarak perumahan dengan kejadian demam tifoid, sedangkan sanitasi perumahan dan personal hygiene tidakada hubungannya dengan kejadian demam tifoid.Kata Kunci : Tifoid, Kepadatan Lalat, Jarak Perumahan,Sanitasi Perumahan, Personal higiene, RumahPemotongan Hewan (RPH).
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI TAHUN 2016 Khotimah, Annisa Rodliyah; Dupai, La; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.955 KB)

Abstract

ABSTRAKAntenatal Care atau pemeriksaan kehamilan merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental sertamenyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan mereka postpartum sehat dan normal. Kunjungan ANC adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkinsemenjak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan ANC diWilayah Kerja Puskesmas Mokoau Kecamatan Kambu Kota Kendari Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakanadalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study dengan populasi seluruh ibu hamilyang terdaftar di Puskesmas Mokoau Kecamatan Kambu Kota Kendari yang berjumlah 148 orang yang diambildengan teknik non random sampling melalui pendekatan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas yang mempunyai pengaruh terhadap variabelterikat antara lain : pendidikan (ρ = 0,006), pengetahuan (ρ = 0,017), Pendapatan/Penghasilan keluarga (ρ = 0,004)dan Dukungan Suami/Keluarga (ρ = 0,009) sedangkan variabel bebas yang tidak berpengaruh terhadap variabelterikat adalah faktor umur (ρ = 0,225). Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner sedangkan analisisdata digunakan adalah uji Chi Square pada taraf kepercayaan 90% (α = 0,1). Kesimpulan hasil penelitian ini adalahtingkat pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan pendapatan/penghasilan keluarga berpengaruhterhadap pemanfaatan pelayanan ANC, sedangkan umur tidak berpengaruh tehadap pemanfaatan pelayananANC. Disarankan agar ditingkatkan lagi pengetahuan tentang ANC karena ANC sangat di perlukan selama masakehamilan.Kata Kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Pendapatan, Antenatal Care, Ibu Hamil
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KECAMATAN ABELI TAHUN 2018 Hermawati, Hermawati; Suhadi, Suhadi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.352 KB)

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernafasanbagian atas dan bagian bawah. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menimbulkan gejala ringan (batuk,pilek), gejala sedang (sesak) bahkan sampai gejala yang berat. Komplikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)yang berat mengenai jaringan paru dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Pneumonia merupakan penyakitinfeksi penyebab kematian nomor satu pada balita. Jumlah kematian pada balita Indonesia sebanyak 151.000kejadian, dimana 14% dari kejadian tersebut disebabkan oleh pneumonia. Tujuan penelitian ini untukmengetahui adakah hubungan faktor lingkungan dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut(ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kecamatan Abeli Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitiananalitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penentuan sampel dalam penelitianini menggunakan pendekatan Random Sampling. Dengan sampel 73 responden yang menderita penyakit InfeksiSaluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kecamatan Abeli. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tidak ada hubunganyang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)dengan nilai p-Value = 0,691. Tidak ada hubungan antara penggunaan anti nyamuk bakar dengan kejadianpenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value = 0,605. Ttidak ada hubungan yangbermakna antara penggunaan bahan bakar untuk memasak dengan kejadian penyakit Infeksi SaluranPernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value =0,254. Tidak ada hubungan yang bermakna antara keberadaanperokok dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value = 0,285.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kepadatan hunian, penggunaan anti nyamukbakar, penggunaan bahan bakar untuk memasak dan keberadaan perokok dalam rumah dengan kejadianpenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Kata Kunci : Kepadatan Hunian, Penggunaan Anti Nyamuk Bakar, Bahan Bakar Untuk Memasak, KeberadaanPerokok, ISPA
VOL. 2/NO.6/ MEI 2017; ISSN2502-731X , IDENTIFIKASI KEPADATAN LALAT DAN SANITASI LINGKUNGANSEBAGAI VEKTOR PENYAKIT KECACINGAN DI PEMUKIMAN SEKITAR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) KOTA KENDARI TAHUN 2017 Pebriyanti, Iis Ria; Nirmala, Fifi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.128 KB)

Abstract

Kecacingan (Helminthiasis) merupakan infestasi satu atau lebih parasit usus golongan nematoda. Jeniscacing yang banyak menyerang adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (AncylostomaDuodenale dan Necator Americanus ), dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan gambaran kepadatan lalat, sanitasi lingkungan, jarak pemukiman dari RPH dan identifikasi telurcacing pada lalat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional. Responden dalampenelitian ini berjumlah 44 rumah.Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi dan penangkapanlalat berdasarkan radius.Hasil penelitian menjelaskan bahwa untuk kategori tinggi, sedang dan rendahberturut-turut 30 (68.19%), 11 (25.00%), dan 3 (5.82%) pada rumah responden.Sanitasi perumahan 44responden (100%) tidak memenuhi syarat.Tingkat kepadatan lalat kategori tinggi dengan jarak perumahandekat (0 - ≤500 m) sebanyak 26 responden, sedangkan jarak perumahan jauh (>500 m - ≤1000 m) sebanyak 4responden. Telur cacing yang di temukan adalah telur cacing jenis Ascaris lumbricoides pada RPH sebanyak 1butir,pada radius 600 m sebanyak 1 butir, dan pada radius 800 m sebanyak 5 butir. Berdasarkan hasil tersebut,kesimpulan yang didapat yaitu kepadatan lalat sebagian besar kategori tinggi, sanitasi perumahan tidakmemenuhi syarat, kepadatan lalat tinggi pada jarak perumahan dekat dan di temukan 7 butir telur cacing jenisAscaris lumbricoides.Kata Kunci: Kecacingan, Kepadatan Lalat, Jarak Perumahan, Sanitasi Perumahan, Telur Cacing, RumahPemotongan Hewan (RPH)