Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Question Student Have (QSH) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pengukuran pada Siswa Kelas IV Aminudin, Aminudin
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4, November 2017
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v2i4.106

Abstract

Pelajaran matematika di kelas IV dari 30 siswa yang telah mengalami belajar tuntas baru 14 siswa (46,7%) sementara 16 siswa (53,3%) mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) atau belum memenuhi belajar tuntas dengan nilai rata-rata 59,1. Padahal KKM yang telah ditentukan pada pelajaran matematika adalah 70. Untuk mengatasi hal tersebut salah satu alternatifnya adalah dengan memilih model pembelajaran yang tepat. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have (QSH) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung perkalian dan pembagian pada kelas IV SDN Sukorejo 1 Kota Blitar.
Analisa Kombinasi Algoritma Merkle-Hellman Knapscak dan Logaritma Diskrit pada Aplikasi Chat Aminudin, Aminudin; Helmi, Ahmad Faisal; Arifianto, Sofyan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 5, No 3: Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.333 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201853844

Abstract

Informasi melalui jaringan internet sangat rentan terhadap penyadapan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Agar informasi tersebut aman, maka dibutuhkan teknik kriptografi untuk melindungi dan mengamankan informasi tersebut. Salah satu contoh algoritma kriptografi yang dapat digunakan untuk mengamankan informasi adalah algoritma Merkle-Hellman Knapsack. Akan tetapi, algoritma ini sudah dinyatakan tidak aman karena sudah dapat dipecahkan oleh Shamir (1984). Beberapa tahun terakhir muncul perkembangan dari algoritma knapsack yaitu kombinasi algoritma knapsack dan logaritma diskrit. Algoritma kombinasi ini diklaim lebih aman daripada algoritma knapsack karena pada kombinasi algoritma ini dibutuhkan dua kali proses enkripsi dan dua kali dekripsi sehingga kriptosistem dari kombinasi algoritma ini lebih baik daripada algoritma knapsack. Berdasarkan hasil pengujian performa algoritma didapatkan bahwa waktu pembangkitan kunci, waktu enkripsi dan waktu dekripsi algoritma gabungan knapsack dengan logaritma diskrit memilki waktu yang lebih lama pemrosesannya dibandingkan dengan algoritma knapsack standard. Kemudian untuk pengujian keamanan algoritma dengan menggunakan metode avalanche effect didapatkan hasil bahwa gabungan knapsack dengan logaritma diskrit memiliki pengubahan bit yang signifikan daripada knapsack standard yaitu mencapai 3x lipatnya. Serta pengujian known plainteks attact terbukti bahwa penggunaan bit 1024 pada algoritma knapsack ditemukan 14% sedangkan gabungan algoritma ditemukan plainteks sebesar 11,60 %. Abstract  Information through the internet network is very vulnerable to wiretapping by irresponsible parties. In order for the information to be safe, cryptographic techniques are needed to protect and secure the information. One example of a cryptographic algorithm that can be used to secure information is the Knapsack Merkle-Hellman algorithm. However, this algorithm has been declared unsafe because it can already be solved by Shamir (1984). In recent years the development of the knapsack algorithm has emerged, namely the combination of knapsack algorithms and discrete logarithms. This combination algorithm is claimed to be safe than the knapsack algorithm because in this combination of algorithms it takes twice the encryption process and twice decryption so that the cryptosystem of this algorithm combination is better than the knapsack algorithm. Based on the results of the algorithm performance testing, it is found that the key generation time, encryption time and decryption time of the combined knapsack algorithm with discrete logarithms have a longer processing time compared to the standard knapsack algorithm. Then to test the security of the algorithm using the Avalanche effect method, it was found that the combined knapsack with discrete logarithms had a significant bit conversion than the standard knapsack which reached 3 times maximum. As well as testing the known plaintext attact, it was proven that the use of 1024 bits in the knapsack algorithm was found to be 14% while the algorithm combined found plaintext at 11.60%.
Automatic Question Generation (AQG) dari Dokumen Teks Bahasa Indonesia Berdasarkan Non-Factoid Quesion Aminudin, Aminudin; SN, Azhari; Ahmad, Baaras
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 5, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.1 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201852664

Abstract

Automatic Question Generation (AQG) adalah sistem yang dapat membangkitkan pertanyaan secara otomatis dari teks atau dokumen dengan menggunakan metode atau pola-pola tertentu. Diharapkan sistem AQG yang dikembangkan bekerja seperti halnya manusia membuat pertanyaan setelah diberikan suatu teks. Manusia dapat membuat pertanyaan, dikarenakan manusia dapat memahami teks yang diberikan dan berdasarkan pengetahuan-pengetahuan yang dimilikinya. Untuk mengembangkan sistem AQG penelitian ini, dilakukan kombinasi beberapa metode diantaranya algoritme Naive Bayes Classifier untuk mengklasifikasikan kalimat ke dalam jenis kalimat non-factoid. Chunking labelling untuk memberikan label pada masing-masing kalimat dari hasil klasifikasi dan pendekatan template untuk mencocokan hasil kalimat dengan template pertanyaan yang dibuat. Hasil pertanyaan yang dihasilkan oleh sistem akan diukur berdasarkan paramater yang telah ditentukan yang didasarkan atas pengukuran recall, precision dan F-Measure. Dengan adanya sistem AQG ini diharapkan dapat membantu guru mata pelajaran Biologi untuk membuat pertanyaan secara otomatis dan efektif serta efisien. AbstractAutomatic Question Generation (AQG) is a system can generate question with automatically from text or document by using methods or certain patterns. Expected system AQG developed works like it does humans make create a question after being given a text. Humans can create a question, because humans can understand the given text and based on knowledge assets. To develop the system of AQG in this research, will do a combination of several methods including Naïve Bayes Clasifier algorithm to classify the sentence into a kind of non-sentence factoid. Chunking labelling to provide labels on each sentence and template approach to match the right results sentences with question templates created. The results of the question that are generated by the system will be measured based on predetermined parameters required that is based on the measuring precision, recall and F-Measure. With the existence of the AQG system is expected to help teachers of Biology subjects to make the question automatically, effectively and efficiently.
Pemanfaatah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Tangan Guna Meningkatkan Kreatifitas Warga Sekitar Stie Ahmad Dahlan Jakarta Aminudin, Aminudin; Nurwati, Nurawti
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9812.746 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v2i1.4515

Abstract

 Waste problems are problems that will not run out, because as long as they are alive they will always produce waste. Waste production is always directly proportional to the increase in population. The more population increases, the higher the waste produced. Garbage is often regarded as something that is annoying, dirty, smelly, difficult to decompose into soil, disrupts the eyes, disrupts health and even causes flooding. The objectives to be achieved from the training activities to provide skills and training in the use of plastic waste into handicraft art ranging from design, formation, sequencing, to finishing techniques for the PKK women in Cireundeu and Rempoa villages, South Tangerang City. The reason for choosing housewives in the local area as an object of training was because previously they were also some respondents in the research object Feasibility Study on Establishing a Waste Bank on the STIEAD Jakarta Campus and according to the results of interviews with participants obtained information that most of the participants were housewives. The method applied in this activity is training and direct practice. In this training were given several activities which included the presentation of material, and the practice of making plastic waste art works by instructors who were experienced in their fields. The output of community service activities in terms of art skills training to assemble plastic waste into more valuable work (money) is expected to be a skill.
Penerapan Perangkat Lunak Multimedia Interaktif Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode Tilawati Cabang Malang Aminudin, Aminudin; Basuki, Setio; Yusuf, Muhammad
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 1 MARET 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3645

Abstract

Sistem pendidikan pada TPQ tidak seperti pada model sekolah formal dimana seluruh santri diwajibkan memulai dan menyelesaikan suatu modul belajar bersama-sama. Beberapa permasalahan yang mendasar yang di hadapi masing-masing mitra diantaranya aspek motivasi santri dan fasilitas pendukung pembelajaran dimana hampir seluruh santri di tempat mitra hanya melakukan pembelajaran ketika berada pada TPQ. Menjadi kendala bagi santri untuk mengulang kembali pelajaran atau bahkan mempersiapkan diri lebih dini untuk mempersiapkan ujian adalah bahwa tidak terdapat media alternatif selain buku teks modul Tilawati. Pada Skim Pengabdian Internal kali ini kami mengusulkan sebuah media pendukung pembelajaran Tilawati berupa aplikasi berbasis multimedia yang dapat mencocokan antara teks di dalam modul tilawati dengan suara berdasarkan modul tersebut. Diharapkan dengan adanya media pendukung pembelajaran ini dapat meningkatkan ketersediaan sarana belajar mengajar di lingkungan TPQ dan dapat meningkatkan motivasi belajar santri serta dapat digunakan oleh orang awam yang berkehendak belajar Al-Qur’an tetapi terkendala masalah waktu dll. Perangkat Lunak yang akan dikembangkan menggunakan teknologi berbasis website agar dapat digunakan di mana saja dan kapan saja menggunakan koneksi internet.
Layanan Konseling Kelompok Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Untuk Mengurangi Perilaku Cyber Bullying Pada Peserta Didik Kelas VIII-7 di SMPN-3 Palangka Raya Aminudin, Aminudin; Karyanti, Karyanti
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2017): Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v2i2.536

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas layanan konseling kelompok SFBT dalam mengurangi perilaku cyber bullying peserta didik kelas VIII-7 di SMPN-3 Palangka Raya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 orang peserta didik. Jumlah sampel penelitian terdiri dari 8 orang peserta didik. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan skala perilaku cyber bullying. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen, teknik pengumpulan data menggunakan rumus Paired-Sample T Test atau lebih dikenal dengan Pre-Post Design adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Hasil uji Paired-Sample T Test, menunjukkan bahwa perilaku cyber bullying mengalami penurunan rata-rata awal 191.50 menjadi 115.50, dengan jumblah rata-rata penurunan sebesar 76. Artinya “Layanan Konseling Kelompok Solution Focused Brief Therapy (SFBT) dapat Menurunkan Perilaku Cyber Bullying pada Peserta Didik Kelas VIII-7 di SMPN-3 Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016”. Hasil analisis menunjukan bahwa kedelapan peserta didik pada subjek penelitian mengalami penurunan tingkat perilaku cyber bullying sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi.
3D Interaction in Augmented Reality Environment with Reprojection Improvement on Active and Passive Stereo Cahyono, Eko Budi; Nuryasin, Ilyas; Aminudin, Aminudin
IC-ITECHS Vol 1 (2014): Prosiding IC-ITECHS 2014
Publisher : IC-ITECHS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.301 KB)

Abstract

This research proposes the three dimensional (3D) interaction on the augmented reality (AR) environment based on interposition. Interposition is captured from the intersection of reconstruction points. That points should be increased to generate accurate interposition. The optimal triangulation is used to increase the performance for reconstructing 3D. This method is applied to Logitech camera (passive stereo) and Kinect camera (active stereo) to analyze the result of reconstruction. Based on the calibration testing, optimal triangulation gives a significant deference accuration on both of Logitech and Kinect cameras. On the passive stereo, accurate interaction is generated by combining subpixel detection and the optimal triangulation algorithm, while on the active stereo, the accuration of depth image can be improved by just applying the optimal triangulation algorithm.
KONSEP DASAR DAKWAH AMINUDIN, AMINUDIN
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.748 KB)

Abstract

Agama Islam sebagai suatu ajaran tidaklah berarti manakala ia tidak diwujudkan dalam action amaliah. Ini merupakan aspek konsekuensial dari keberadaan Islam yang bukan semata-mata menyoroti satu sisi saja dari kehidupan manusia, melainkan menyoroti semua persoalan hidup manusia secara total dan universal. Beberapa landasan ayat Al-Qur’an dalam pembahasan, diantaranya QS. Al-Hjj: 67, QS. Fushilat: 33, QS. Para ulama telah menjelaskan bahwa dakwah itu hukumnya fardlu kifayah. Karena itu, apabila di suatu tempat sudah ada para da'i yang telah menegakkan dakwah, maka kewajiban dakwah bagi yang lain akan gugur dengan sendirinya. Jika di suatu tempat (daerah) membutuhkan dakwah secara kontinyu, maka dalam keadaan seperti ini dakwah menjadi fardlu kifayah, artinya apabila dakwah telah dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan keahlian, maka beban kewajiban itu akan gugur bagi yang lain. Kata Kunci: Dakwah, metode dakwah
Dakwah Zaman Now Aminudin, Aminudin
Al-MUNZIR No 1 (2018): Vol. 11 No.1 Mei 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.11 KB)

Abstract

Berbicara dakwah zaman now, tentu tidak terlepas kaitannya dakwah pada zaman dahulu. Kita tentu tidak bisa memperbandingkan strategi, efektifitas, metode dakwah yang paling baik untuk kondisi saat ini kalau tidak ada pembanding dengan sebelumnya. Dakwah adalah kegiatan untuk mengajak atau menyeru kepada Sang Pencipta. Kegiatan dakwah sejak dahulu hingga kini sudah dilakukan. Metode dan strategi penyampaiannya juga berbeda-beda, hal ini tentu disesuaikan dengan zamannya. Adapun yang menjadi landasan  metode dakwah adalah QS. An-Nahl ayat 125. Dari zaman ke zaman tantangan dakwah semakin kompleks, hal ini pula membuat para pelaku dakwah selalu berusaha untuk mencari strategi dan metode yang tepat agar kegiatan dakwahnya bisa diterima oleh mad’unya. Begitu pula halnya, ketika melihat perkembangan dakwah zaman sekarang atau yang lazim dikenal zaman now, tentu ini menjadi tantangan yang tidak ringan bagi para pelaku dakwah untuk selalu berkreasi mencari formulasi dakwah yang sesuai dengan kondisi kekinian. Salah satu metode yang dianggap masih efektif untuk digunakan sebagai media dakwah adalah film. Betapa tidak bahwa film masih mempunyai daya tarik dan kekuatan yang dapat menghipnotis para penonton dalam waktu yang amat relatif singkat. Sekiranya kita mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para penonton film tertentu akan karakter atau nilai yang terkandung dalam film tersebut, maka dalam hitungan detik mereka dengan cepat dapat menjelaskannya.Kata Kunci: Dakwah dan Zaman Now 
EFEKTIVITAS DAKWAH, TINJAUAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI Aminudin, Aminudin
Al-MUNZIR No 2 (2015): VOL 8 NO.2 NOVEMBER 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.526 KB)

Abstract

Komunikasi dan dakwah adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan atau satu sama lain saling terkait.  Keduanya merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri, namun dalam praktik serta aplikasinya selalu terpadu antara satu dengan lainnya serta saling menunjang. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak pesan dakwah tidak sampai kepada sasaran, karena da’i (komunikator) tidak mampu berkomunikasi secara efektif. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan menuangkan pesannya dalam bahasa yang baik dan benar. Seolah-olah dakwah yang disajikan kering, gersang dan hambar. Bahasanya tidak bergaya, mad’u (komunikan) tidak memahami apa yang disampaikannya, minat dan interest mad’u hilang dan komunikasi tidak terjalin.Persoalan komunikasi yang menjadi perhatian dalam hubungan antar manusia terutama dalam kaitannya dengan aktivitas dakwah adalah bagaimana komunikasi yang dilakukan dapat berlangsung secara efektif (berguna) terhadap mad’u. Komunikasi efektif mempunyai nuansa dan varian sesuai dengan kepentingan dan tujuannya. Walaupun pada prinsipnya tujuannya sama, yakni bagaimana pesan komunikasi yang disampaikan dapat diserap, dihayati, dan direspon oleh komunikan secara positif. Kata Kunci: Efektivitas dakwah, komunikasi.