Irawan, Nazomi
Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUJIAN FORMULASI KERING Metarhizium anisopliae ISOLAT UGM DAN TEGINENENG SERTA Beauveria bassiana ISOLAT TEGINENENG UNTUK MEMATIKAN Helopeltis spp. DI LABORATORIUM DAN DI LAPANGAN Irawan, Nazomi; Purnomo, Purnomo; Indriyati, Indriyati; Wibowo, Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.259 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1977

Abstract

Pemanfaatan musuh alami sebagai agensia pengendali hayati mempunyai beberapa keuntungan seperti  mencegah resistensi hama, biaya relatif murah,dan aman bagi lingkungan.  Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama adalah jamur entomopatogen. Jamur entomopatogen dapat dikemas dalam bentuk formulasi kering.  Keuntungan dari formulasi kering ini diantaranya dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, praktis, dan mudah diaplikasikan.  Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama simpan formulasi kering M. anisopliae isolat UGM dan isolat Tegineneng serta B.bassiana isolat Tegineneng dalam mematikan Helopeltis spp.  di laboratorium dan mengetahui pengaruh formulasi kering dari 3 jenis jamur patogen tersebut dalam mematikan Helopeltis spp.  di lapangan.  Penelitian terdiri dari percobaan di laboratorium dan di lapangan.  Percobaan di laboratorium dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dianalisis dengan menggunakan uji Duncan taraf nyata 5%.  Percobaan di lapangan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dan dianalisis ragam serta dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf nyata 5%.  Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa kemampuan formulasi kering jamur M. anisopliae isolat UGM, M. anisopliae isolat Tegineneng serta B. Bassiana  isolat Tegineneng dalam menginfeksi Helopeltis spp.  semakin rendah dengan semakin lama penyimpanan formulasi kering tersebut.  Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan formulasi kering jamur M. anisopliae isolat UGM, M. anisopliae isolat Tegineneng serta B. bassiana isolat Tegineneng yang tidak mengalami masa simpan sangat efektif dalam menginfeksi Helopeltis spp.  yakni sebesar 83,3% dan 76,6%.  Selain itu aplikasi formulasi kering ketiga jamur entomopatogen di lapangan dapat mengurangi kerusakan pada buah kakao dengan mengurangi jumlah tusukan perbuah.