Articles

Found 3 Documents
Search

EDDY CURRENT SENSOR BERBASIS FLAT COIL FR4 UNTUK MENENTUKAN KETEBALAN PELAT LOGAM NON MAGNETIK AL Emrinaldi, Tengku; Salomo, Salomo; Hamzah, Yanuar; Iwantono, Iwantono; Umar, Lazuardi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2 No 3 (2017): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 2 Nomor 3, Desember 2017
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.023.07

Abstract

Abstrak Sensor arus eddy (eddy current) digunakan untuk pengukuran ketebalan logam khususnya logam non magnetik seperti alumunium.  Penelitian ini telah mengembangkan sensor eddy current berbahan PCB (printed circuit board) jenis FR4 yang memiliki ketebalan lapisan tembaga 35micron. Prototipe yang dihasilkan mempergunakan koil sensor dengan jumlah gulungan (n) 30 lilitan, diameter (Æ) 30mm, lebar dan jarak antar koil, (dkoil) 0,254mm dan tahanan (Rkoil) sebesar 4,26Ω. Respon sensor ketebalan pelat logam terhadap bahan uji dievaluasi dengan memberikan eksitasi frekuensi tunggal 700Khz, 1MHz dan 1.33MHz. Rangkaian ketebalan pelat telah mempergunakan rangkaian pengunci fasa (phase locked loop) dan mampu mengukur variasi ketebalan  mulai 0,2 mm sampai 2 mm, sementara jarak antara sensor dengan logam uji dijaga konstan 2 mm. Hasil pengukuran memberikan respon kurva U(t) dalam hubungan Kata-kata kunci:sensor eddy current, PCB FR4, material non magnetik, ketebalan logam, rangkaian phase locked loop Abstract Eddy current sensor is used to measure the thickness of metals, especially non-magnetic metals such as aluminum. This research has developed eddy current sensor made from PCB (printed circuit board) type FR4 which has 35micron copper layer thickness. The developed prototype uses a designed coil sensor with the number of winding (n) 30 turn, diameter () 30mm, width and distance between coils, (dkoil) 0.254 mm and coil resistance (Rkoil) of 4.26 Ω. The sensor response to the test material was evaluated by giving a single frequency excitation of 700 Khz, 1 MHz and 1.33 MHz. The plate thickness electronics has used a phase locked loop circuit and is capable to measure the thickness variations from 0.2 mm up to 2 mm, while the distance between the sensor coil and the test object was kept constant at 2 mm. The measurement results give the U (t) curve response in the exponential relationship. Keywords: eddy current sensor, PCB FR4, nonmagnetic material, thickness, phase locked loop circuit
ANALISA DIMENSI, DENSITAS DAN KAPASITANSI SPESIFIK ELEKTRODA KARBON SUPERKAPASITOR DARI BUNGA RUMPUT GAJAH DENGAN VARIASI KONSENTRASI PENGAKTIVAN KOH Taer, E.; Yusra, H.; Iwantono, Iwantono; Taslim, R.
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 1, Agustus 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.011.09

Abstract

Abstrak Telah dilakukan analisa dimensi, densitas dan kapasitansi spesifik pada pembuatan elektroda karbon superkapasitor dari bunga rumput gajah menggunakan variasi konsentrasi aktivator KOH. Pembuatan elektroda karbon diawali dengan proses prakarbonisasi, penggilingan dengan ball milling dan diayak dengan ukuran partikel < 53 µm. Proses berikutnya dilakukan aktivasi kimia menggunakan aktivator KOH dengan variasi konsentrasi sebesar 0,3 M, 0,5 M dan 0,7 M. Pelet karbon dibuat dengan alat hydraulic press pada tekanan 8 ton. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 600°C pada lingkungan gas N2 dengan profil pemanasan bertingkat, dan diikuti dengan proses aktivasi fisika menggunakan gas CO2 pada suhu 850°C . Hasil penelitian ini diperoleh bahwa diameter, ketebalan dan massa setiap elektroda superkapasitor mengalami penurunan seiring dengan peningkatan konsentrasi KOH. Sedangkan densitas dan kapasitansi spesifik mengalami peningkatan dengan pertambahan konsentrasi KOH. Nilai kapasitansi spesifik tertinggi diperoleh sebesar 100,62 F/g dengan densitas 0,87 gr/cm3 pada variasi 0,7 M KOH. Kata-kata kunci: Analisa Dimensi, Kapasitansi Spesifik, Superkapasitor, Bunga Rumput Gajah, Variasi KOH Abstract Dimensions, density and specific capacitance of carbon electrode supercapacitor from flower of elephant grass by using various KOH concentrations has been analyzed. Production of  carbon electrodes was performed by pre-carbonization, grinding by ball milling and sieving to a find a particle size of < 53 µm. The following process was an activation by chemical activation using KOH by various concentrations of 0.3 M, 0.5 M and 0.7 M. Carbon pellets were produced by hydraulic press instrument at a pressure of 8 tons. Carbonization process was carried out at a temperature of 600°C in a N2 gas environment with multilevel heating profile, and followed by physical activation process by throwing CO2 gas at a temperature of 850°C. The results of this study showed that the diameter, thickness and mass of each carbon electrode supercapacitor decrease with the increasing of  KOH concentrations. While the density and specific capacitance were increased with the increasing of KOH concentrations. The highest specific capacitance value was obtained as high as 100.62 F/g with a density of 0.87 g/cm3 in the variation of 0.7 M KOH. Keywords: Dimensional Analysis, Specific Capacitance, Supercapacitors, Flower Elephant Grass, Variations KOH
Pengaktifan Kimia Berbantuan Gelombang Mikro Karbon Aktif dari Kulit Kacang dengan Waktu Pra-karbonisasi yang Berbeda Awitdrus, Awitdrus; Mulfida, Dewi; Farma, Rakhmawati; Saktioto, Saktioto; Iwantono, Iwantono
Jurnal Fisika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i2.16974

Abstract

Karbon aktif berbahan dasar kulit kacang (Arachis hypogaea L) disintesis menggunakan metode pengaktifan kimia berbantuan gelombang mikro. Kulit kacang dipra-karbonisasi selama 2 jam, 3 jam dan 4 jam pada temperatur 200 oC. Pengaktifan kimia dilakukan menggunakan kalium hidroksida dengan rasio massa pra-karbonisasi dan kalium hidroksida adalah 2:1 selama 24 jam. Iradiasi gelombang mikro dilakukan pada daya keluaran 630 watt selama 20 menit. Sifat fisika karbon aktif dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X untuk mengetahui struktur mikro, isoterma adsorpsi/desorpsi N2 untuk mengetahui parameter porositas, serta infra merah transformasi Fourier untuk mengetahui struktur rantai karbon aktif. Pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa semua karbon aktif memiliki struktur turbostratik yang ditandai dengan adanya puncak (002) dan (100). Luas permukaan dan volume pori karbon aktif tertinggi adalah 153 m2/g dan 0,064 cm3/g untuk karbon aktif dengan waktu pra-karbonisasi selama 2 jam. Struktur rantai karbon menunjukkan adanya  gugus fungsi P=O, C-O, C-C, C-H pada bilangan gelombang 1031 cm-1, 1609,67 cm-1, 2363,87 cm-1, dan 2867,31 cm-1.